Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Rabu, 30 November 2016

Belajar itu Bukan Sulap, Tapi Bertahap

BELAJAR ITU BUKAN BERMAIN SULAP, TAPI BERTAHAP..


Belajar itu dimulai dari yang sederhana, ketika baru belajar menjahit, tidak mungkin langsung bisa membuat kebaya pengantin. Semua ada tahapannya..


Begitu pula dengan belajar membaca bagi anak usia dini. Prinsip dunia anak adalah dunia bermain jangan pernah terlupakan.
Ketika bunda ingin mengajarkan anak belajar membaca, bisa saja bunda memberikan buku secara langsung. Namun, buku itu adalah sesuatu yang kompleks bagi anak, yang ada bukan belajar baca malah dicorat coret disana sini. Padahal untuk membuat anak gemar membaca, tahap yang pertama adalah anak harus senang belajar membaca. Memaksakan anak belajar langsung membaca dengan buku justru bisa membuat anak menjadi stress, mudah pusing bahkan trauma dengan membaca.


Direktur PAUD Kemdikbud, Sudjarwo Singowijoyo, Beliau mengatakan: Memaksa anak usia di bawah lima tahun (balita) menguasai calistung dapat menyebabkan si anak terkena 'Mental Hectic’, yaitu anak menjadi pemberontak.


Alangkah baiknya jika bunda ingin mengajarkan membaca pada anak usia dini dengan hal yang paling sederhana dahulu tapi menyenangkan...

Caranya seperti apa...


Yuk berkenalan dengan Abaca Flashcard...


Abaca Flashcard disusun secara sistematis, suku kata yang terdapat dalam box diurutkan dari yang paling sederhana hingga yang dianggap paling sulit, semua sudah melalui tahapan riset yang teruji, disamping itu permainan didalamnya membuat anak semakin tertantang untuk menyelesaikan box demi box, dapat melatih kreatifitas dan melatih pembentukan karakter anak, anak harus disiplin dalam menebak suku kata di dalam box (jangan melompati box), jujur dalam berhitung untuk melangkah, begitu pula dengan merangkai kata dapat melatih kreatifitas, sedangkan merapikan kembali abaca flashcard ke tempatnya dapat melatihnya untuk bertanggung jawab...

Daan rewardnya itu gambar yang pasti membuat anak-anak tersenyum gembira..

Keren ga tuh....

Apakah semua itu dimiliki oleh buku...?

Yuk miliki Abaca Flashcard untuk buah hati kita...

Iklan by kelompok 10


Informasi dan Pemesanan

SMS/WA 085867486151

Sri Wahyuti

Agen Resmi/Marketer Abaca Flash Card
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 29 November 2016

Pahami Keadaan Siswa Sebelum Belajar

Biasanya seseorang akan mencari pembenaran atas suatu hal yg berjalan salah. Misal jika ada ortu yg anaknya tidak dapat menguasai bahasa Inggris, maka utk menghibur diri agar tidak merasa buruk, sang ortu langsung menjelek2kan bahasa Inggris. Yg dibilang sebagai bahasa orang ka***lah, yg ga pentinglah. Tapi jika kita paham psikologi manusia, jangan malah disewotin lah. Tapi kita edukasi orang yg sebel sama bhs Inggris tadi. Seperti testimoni Bunda Mar'atus Sholihah yang sukses menenangkan rekannya yg benci banget sama bahasa Inggris. Akhirnya sang Bunda yg bete tadi mau membelikan abaca english seri boy and girl, dg tema jualan kue dan mobil.


Media abaca telah mengubah pandangan anak2 Bunda Yanti, dari yg sebelumnya ga suka gara2 sang Bunda jg benci bahasa Inggris, menjadi cinta mati deh sampai main abaca english hingga jam 10 malam ga mau berhenti. Anaknya kayak batre ENERGIZER belajar bahasa Inggris pake abaca.


Nah bun, kalo media sukses menumbuhkan rasa ingin tahu anak, dan memotivasinya utk belajar maka anak akan belajar terus meski waktunya jam tidur. Ini spt kisah ilmuwan dunia yg gila belajar. Marie Curie atau Pak Habibie jg belajar terus makanya bisa mengubah dunia karena porsi belajarnya besar padahal tidak ada yg menyuruh. Belajar tanpa rasa tertekan itu emang asyik bunda. Jadi pintar kan ga harus bete ya? Jadi cerdas kan ga harus tertekan?


DAPATKAN SEMUA SERI ABACA FLASHCARD DI SELURUH AGEN DAB DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD.

*iklan ini dipersembahkan oleh tim kreatif abaca


Informasi dan pemesanan

SMS/WA Sri Wahyuti

Agen Resmi/Marketer Abaca Flash Card

085867486151
Baca Selengkapnya....!

Senin, 28 November 2016

Serunya Berburu Harta Karun di Abaca Seri 3

SERUNYA JELAJAHI PETERNAKAN YANG BANYAK JEBAKAN DEMI COKLAT HARTA KARUN

HANYA ADA DI ABACA SERI 3


ABACA seri 3 bukanlah cerita fiktif, Anda tidak akan menemukan cerita apapun di game ini. Lalu siapa si kuda-kuda pemalas yang bisa muntah-muntah jika makan racun cokelat merah? Dan siapa pula yang menjelajah peternakan? Jawabannya adalah pion yang digunakan oleh Anak, dan yang berpura-pura muntah adalah anak atau Bunda yang menjalankan pion di atas papan main.


Naaahhh....Kebayangkan serunya game ABACA seri 3?


Di atas papan main ABACA seri 3, ada sebuah peternakan kuda yang penuh dengan cokelat.

Daann, .... ada cokelat yang berbentuk harta karun lho. Utk mendapatkan cokelat yg berbentuk harta karun, anak-anak perlu menebak semua suku kata dengan benar, dan awas, … kudanya terperosok lubang saat menjelajah peternakan. Dan, … awas, juga… kudanya muntah-muntah karena salah makan cokelat merah beracun.


Inilah serunya ABACA seri 3, karena gamenya membuat anak-anak bisa menjelajah peternakan yang penuh jebakan untuk mendapatkan cokelat harta karun. Sanggupkah anak kita melewati semua rintangannya?

Seru kan?


Seru pasti, karena permainan di ABACA seri 3 ini membantu menstimulasi kemampuan otak anak usia dini. Stimulasi pada anak usia dini dapat dilakukan bahkan sejak lahir dengan mengajak anak bermain dalam suasana penuh gembira dan kasih sayang. Permainan membuat potensi otak mereka terangsang dengan seimbang karena anak merasa senang sambil belajar. Dengan demikian, anak tidak merasa kesulitan dalam belajar dan mereka tidak akan cepat bosan. Nah, ituuu…


Siapa sih, ortu yg ngga ingin anaknya terstimulasi dgn baik, kemampuan otaknya? Tentu ngga ada. Oleh karena itu, hadirkan ABACA seri 3 di rumah ya.


Yuk, merapat ke ABACA seri 3, berhadiah choco book alias buku pintar membaca.


Hubungi saya di

(sms/wa) 085867486151

Sri Wahyuti

Agen Resmi/Marketer Abaca Flash Card
Baca Selengkapnya....!

Minggu, 27 November 2016

Komponen Penting pada Kemampuan Membaca Anak

KENAPA UNTUK PEMULA MEMBACA TIDAK DI SARANKAN PAKAI BUKU..???


Dear Ayah , Bunda...

Lebih cepat mana, anak yg langsung belajar suku kata (tanpa mengenal nama huruf), atau anak yg mengenal nama huruf dulu shg dia harus belajar membaca dg cara mengeja huruf?


Bahwa komponen penting kemampuan MEMBACA yaitu Anak diberitahu tata cara MEMBACA SUKU KATA BUKAN Menghafal Nama Huruf Yang Terangkai dalam Setiap Suku Kata .


Lha belajar nama hurufnya kapan? Ya nanti, kalo sudah main abaca.


Trus kalo sudah kadung belajar nama huruf dulu gimana donk? Ya belajarnya pakai abaca juga


Lho kok?

Ya abaca emang isinya kartu suku kata, yg dikemas secara terstruktur dan sistematis. Materinya disusun mulai dari yg termudah, sampai yg tersulit dan tidak mengikuti urutan alfabet dunia agar anak2 lebih mudah mengingat materinya. Susunan materinya telah disesuaikan dg teori pembelajaran Gerrald Lesser jadi sudah bisa dipastikan ramah otak. Ga cuman itu, gamenya juga beragam, setiap serinya gamenya beda. Kartunya juga full color.


Ketika memainkan abaca, anak2 akan merasa sedang bermain, sebab setiap ada suku kata yg ditebak maka anak akan dapat es krim. Semakin banyak yg bisa ditebak, kuda2 bisa menjelajah papan main dan akan banyak es krim yg akan dipanen. Itu cuma alur game seri 1 aja, bagaimana dg seri 2 atau 3? Ceritanya akan bakal lain lagi. Seru banget dan udah banyak banget anak yg suka dan sukses bisa baca ๐Ÿ˜


Sama-sama belajar Membaca, yang satu menggunakan Abaca Flashcard, satunya lagi pake buku, perbedaan hasilnya Sangat jauh sekali.
Jauh lebih efektif Abaca Flashcard dibandingkan buku.


Hanya dengan mulai Rp 45.000 ,- ayah , bunda sudah bisa dapatkan Flashcard ini untuk Ananda tercinta.


MILIKI SEGERA SI KARTU PINTAR ini !


ABACA FLASHCARD TIDAK DI JUAL DI TOKO BUKU ataupun DI TOKO MAINAN !


Dapatkan Di Agen , Reseller dan Distributor Resmi Abaca Flashcard dikota Anda.


๐Ÿฆ DUNIA ANAK ...YA ...BERMAIN..๐Ÿš™


#Salam_Sukses_Selalu


Markom dan pict by TIM UKHUWAH SMART 9


Informasi dan Pemesanan

Sri Wahyuti

Agen Resmi Abaca Flash Card

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 26 November 2016

Belajar Membaca itu Sama Dengan Belajar Makan Lho

TAU GA BUNDA ,

BELAJAR MEMBACA ITU SAMA DENGAN BELAJAR MAKAN LHO....


Lho kok.. ?


Hayoo bunda sudah makan belum? Coba deh ingat2 dulu, proses hingga kita bisa makan nasi dengan aneka lauk seperti sekarang, tentu bermula dengan belajar makan bubur dlu kan??? Itu lhooo, waktu kita bayi, lama-lama saat lambung kita mampu baru kita bisa ikut makan aneka ragam makanan lengkap; nasi, lauk, sayuran dan aneka kue lainnya ...


Nah... begitu juga dengan membaca bunda. Sebelum anak masuk ke tahap mampu membaca buku, tentu ada jenjangnya. Kalo kita ajari dia baca langsung dengan buku, bisa2 dia ga kuat bunda. Karena belajar baca pake buku itu seringkali membosankan pada kebanyakan anak, karena dalam satu halaman buku memuat terlalu banyak huruf atau simbol yang membuat anak sulit untuk fokus sehingga belajar menjadi beban buat anak. Ini sama dengan memberi makan bayi 3 bulan dengan nasi lhoo :(.. Kasiaaannn kan bahkan bisa jadi berbahaya dan menimbulkan efek kedepannya.


Nah tahapan dan metode seperti apa yang cocok sebelum anak masuk ke tahap buku?


Ini lho Bunda......

Abaca Flashcards solusinya ....


Karena :


1. Materi pada ABACA, disamping setiap kartu hanya memuat suku kata yang disusun secara sistematis, namun suku kata tersebut sudah diurutkan berdasar level kesulitannya sehingga materinya jadi lebih sederhana dan menjadi sangaaat mudah.


2. Walau hanya kartu belajar baca, namun kartu belajar ABACA adalah kartu belajar ajaib yang bisa bikin anak jatuh cinta pada yang namanya BELAJAR dan ORANG TUA (pendampingnya)


3. Selain Ituuuu... ABACA juga memenuhi point point yang disampaikan Mister Gerrald Lesser yakni :

- bersifat interkatif,

- melibatkan banyak Indra

- ada umpan balik langsung

- mampu mengembangkan imajinasi


Dan jugaaa, yang paling menyenangkan buat anak-anak, ABACA mengusung tema game dengan tingkat kesulitan rendah sehingga mampu mengalihkan perhatian anak anak dari game game yang kurang mendidik, permainannya full colour dengan tema dan reward menarik yang pasti disuka anak-anak. Sehingga BELAJAR jadi semudah BERMAIN.


ABACA juga sesuai dg Surat Edaran dari Dirjen PendidikanAnak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat nomor: 2519/C.C2.L/DU/2015 tentang pentingnya permainan, dll., dalam pengenalan aksara dan angka.


Begitu bundaaa, tunggu apalagi?Langsung aja cari

AGEN RESMI ATAU MARKETER ABACA


ABACA TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU


Iklan by crew Laskar Abaca kelompok 8


#Ayo bersama meng-abacakan Indonesia


Informasi selanjutnya

SMS/WA Sri Wahyuti

Agen Resmi Abaca Flash Card/Marketer Abaca

085867486151
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 25 November 2016

Kenapa Harus Abaca Dulu, Baru Buku Belajar Membaca?

KENAPA HARUS ABACA DULU, BARU BUKU BELAJAR MEMBACA?


Belajar membaca itu tidak sama dg belajar berjalan atau merangkak, yang jika udah waktunya ntar bisa sendiri.


Belajar membaca itu lebih identik dg belajar matematika, yang harus dipelajari dan dilatih biar jadi ahli.


Sebelum anak2 belajar baca syaratnya sudah harus dalam kondisi siap ya bun, dan kesiapan anak ini bisa di tes dengan pengenalan warna dan bentuk.


๐Ÿ’•Kalau dah siap belajar baca, belajar nya pake buku kan?


Eiiitttts tunggu dulu bun ๐Ÿ˜€Bunda tau gak? Jika mengajari membaca dengan metode yang tidak tepat, akan membuat anak stress, terbebani dan bรชte.

Metode yang baik bukan sekedar membuat anak bisa membaca, tapi mampu membuat anak menyerap materi dan mencintai proses belajar. Nah, ABACA adalah metode yang ramah otak dan fun, cocok untuk media belajar membaca bagi buah hati bunda.


๐Ÿ’•Trus kenapa harus ABACA, kok gak langsung pakai buku saja.


Ini nih bun, kelebihan ABACA ๐Ÿ˜Š

➡ABACA disusun secara sistematis dan terstruktur, dengan pengklasifikasian suku kata yang disesuaikan dengan level kesulitannya. Dimulai dari yang paling mudah terlebih dahulu.

Contoh:

- suku kata akhiran a tidak dicampur dengan suku kata akhiran i, dll

- suku kata "ba" diletakkan dalam box yang berbeda dengan suku kata "da", yang biasanya sebagian besar anak sering terbalik membacanya.


➡ABACA dilengkapi dengan GAME yang mengasyikkan, mudah, dan bisa digunakan untuk belajar berhitung.

Contoh :

- anak bisa menghitung langkah dari poin yang didapat

-anak bisa menghitung jumlah reward es krim yang didapat.


➡ABACA memudahkan memorizing anak dalam mengingat suku kata dimana dibelakang kartu suku kata dilengkapi dengan gambar yang sesuai dengan suku kata tsb dan dimainkan tebak2an berulangkali di atas lembar papan es krim.

Contoh:

- suku kata "ba", dibelakangnya ada gambar balon

- "sa" dengan sapu

- "ma" dengan mata

Dll ๐Ÿ˜


➡Ukuran huruf di Abaca flashcard lebih besar dari yang digunakan dibuku, sehingga lebih ramah untuk mata anak dan membuat anak tidak mudah lelah. Setiap box nya maksimal terdiri dari 15 kartu, nah ini ni yang tetap bisa menjaga konsentrasi anak sehingga anak tidak merasa terforsir.


๐ŸŽ€Sedangkan belajar membaca langsung dengan buku, tingkat kerumitannya lebih tinggi bun karena tulisan lebih kecil, materi lebih banyak, sehingga anak mudah bosan, dan otak anak lebih cepat lelah karena dituntut belajar dengan konsentrasi tinggi dan fokus.

Padahal ni bun dunianya anak -anak adalah bermain dan fokusnya anak anak hanya sebentar saja waktunya ๐Ÿ˜‰

Mungkin bagi sebagian anak bisa belajar dengan buku, yaitu anak -anak yang dengan kecerdasan otak kiri dan sudah siap belajar. Namun sebagian anak, belajar membaca dengan buku justru bisa menyebabkan trauma belajar, anak bosan dan kabur.


๐Ÿ’•Wow keren ya ABACA ๐Ÿ˜kalau mau pesen gimana ni?


Gampang bun langsung aja ya cuzz ke DISTRIBUTOR/AGEN/MARKETER terdekat di kota bunda, karena Abaca TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU๐Ÿ˜‰
Jangan lupa ya tes kesiapan anak sebelum belajar membaca agar hasil maksimal.


Salam Sukses Selalu

ABACA kartunya anak Indonesia ๐Ÿ‘


Markom By Grup 7


Informasi lebih lanjut

Sri Wahyuti

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Kamis, 24 November 2016

Virus Abaca

RATUSAN ANAK TK TERJANGKITI VIRUS INI DI KALIMANTAN. HATI2 YA MOMS ... !!!๐Ÿ˜


Bukan lebay Moms, ini kisah Kepala Sekolah TKIT NURUL ILMI TENGGARONG, KALIMANTAN TIMUR, Mommy Dina Aspiani yang sudah memesan abaca dengan total lebih dari 500 pcs dengan proses order bertahap.


Ya...di tengah kesibukannya yang seabrek,Mommy Dina yang berprofesi sebagai kepala sekolah dan menjabat pula sebagai Sekretaris Pusat Kerja Gugus PAUD Kecamatan, sudah merasakan bagaimana progres anak didiknya setelah menggunakan ABACA Flashcard. Kini sudah tidak ada lagi murid yg "ngeles" ketika diajari membaca,sebab ABACA dicintai murid2nya.


Karena merasakan manfaat ABACA yg luar biasa pada anak didiknya dengan jumlah lumayan banyak, beliau menceritakan hal itu pada rekan2nya sesama guru sehingga virus ABACA mudah menyebar.


Pesanannya pun luar biasa. Kadang pesan 83 pcs, kadang pesan 100 pcs, bahkan pernah dalam sebulan tembus 150 pcs untuk memenuhi kebutuhan murid2nya dan jg ke TK2 lain yg beliau kenal.


Saking semangatnya mengedukasi para guru, beliau jg memesan 10 katalog abaca juga untuk edukasi para guru agar mereka dapat memberikan pengajaran terbaik untuk murid2nya.


HOW COME????


Itu karena keuletan beliau mengedukasi anak didiknya,sehingga pada akhirnya virus ABACA tersebar cepat.


Baru restok saja sudah langsung laku 40 pcs (itu artinya perkembangan membaca para murid mangalami perkembangan pesat dan signifikan)dengan sebelumnya 6 pcs sudah meluncur ke SIT Nurul Fikri, Banjarmasin. Bahkan pernah mengirim ber puluh-puluh ABACA ke TK-TK 'kenalannya'.


Sebelumnya TK Mommy Dina ini menggunakan buku bacaan langsung untuk proses belajar mengajarnya dan ternyata hasil yang didapat sangat lambat bahkan cenderung "screamy" ya buat sebagian anak dan ortu tentunya.


Tapi semenjak beralih ke ABACA????LUAR BIASA!!!!


BEDA!!!


(Testimoni Selasa,15 November 2016)


Mommy Dina sudah berhasil mewujudkan misi mendidik anak usia dini dengan metode ramah otak,fun tanpa tekanan....yaitu dengan ABACA FLASHCARD.


Bagaimana dengan sekolah Anda???


Markom dan gambar dibuat oleh Lynda Sutrisna


Informasi selanjutnya

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Rabu, 23 November 2016

Yakin Belajar Baca Hanya Dengan Buku Sudah Efektif?

YAKIN, BELAJAR BACA HANYA DENGAN BUKU SUDAH EFEKTIF?


Bunda, misalnya bangun tidur liat pakaian kotor bertebaran, piring bertumpuk belum dicuci, lantai berdebu dan lengket pula...kebayang ribetnya kan Bund...yang mana dulu yang mau dikerjain???


Bunda, bayangkan misalnya kita pengen banget ih ngejahitin baju sendiri buat suami dan anak². Tapi, yang kita googling langsung model-model rumit dengan pola² variatif yang sudah jauh berkembang dari pola dasar. Bukannya jadi bikin baju malah ngga jadi belajar jahit karena udah rumit duluan.


Nah, mungkin seperti itu Bunda, yang ada dipikiran anak kita ketika belajar baca langsung disodori buku...belum apa² udah ruwet duluan, apalagi diajarinnya sambil dipaksa-paksa. Wadaauww...bisa stress dan mogok belajar tuh.


Bunda, perlu kita ketahui bahwa otak anak belum berkembang sebagaimana orang dewasa. Sehingga anak² memerlukan rumusan pola alphabet yang konsisten dan terstruktur.

Selain itu, anak² mudah bosan lho Bund...kalau hanya dengan buku belajar membaca...mereka akan lebih cepat bosan, karena polanya begitu-begitu saja, apalagi tanpa ilustrasi. Huh, belajar membaca malah jadi kegiatan menyebalkan.


_Terus, gimana dong???_


Tenang, Bunda...ni ada flashcard yang terstruktur polanya, diklasifikasikan dari huruf yang paling mudah pengucapannya, kemudian dibarengi dengan permainan sehingga ketika belajar mereka tak perlu keluar dari 'zona nyaman' mereka, ngga khawatir anak bosan...dan dibatasi maksimal sampai 16 kata saja dalam 1 box supaya mereka tetap dalam kondisi terbaik saat belajar membaca.


_Terus...apalagi?_


Selain itu, flashcard ini bisa memancing kreativitas dan imajinasi anak dengan menyusun kartu menjadi kata yang diinginkan. Dan plusnya lagi, ada bonus kisah lucu menarik ataupun kisah nyata yang mengajarkan nilai² islami luhur yang mudah²an dia mengamalkannya. Jadi, ada nilai lebih dari sekedar "pintar membaca".


_Jadi, kita ngga perlu buku belajar membaca, nih?_


Ya, boleh aja sih, Bunda...kalau udah lancar baca flashcardnya InsyaAllah demen deh sama kegiatan baca.


_Apa tu namanya?_


Abaca Flashcard, Bunda...

Diproduksi dengan cinta oleh ibu muda Indonesia, Diena Ulfaty. Tidak dijual di toko buku ya Bund, hubungi agen/marketer dibawah ini:


By:

Kelompok 6


Informasi selanjutnya

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 22 November 2016

Mengapa Harus Pilih Abaca Flash Card?

MENGAPA HARUS PILIH ABACA FLASHCARD?


Bunda sedang kesulitan mengajarkan ananda membaca?


Ananda sudah bisa mengeja pada buku dan hafal alfabet namun belum bisa membaca?


Nah sini bunda saya bisikin apa yg bunda butuhkan buat mengajarkan ananda membaca..


Bunda perlu ABACA Flashcard Sebagai Pendamping Belajar Membaca ananda.


Mengapa demikian?

Sebab....:


1) ABACA Flashcard membantu anak lebih fokus pada huruf. Sebab di setiap kartu terdapat suku kata yg tersusun sistematis dan terstruktur.


2) Bentuk kartu pada ABACA Flashcard menggunakan huruf besar dan warna mencolok disertai dg gambar. Shg menghafal huruf menjadi lebih mudah.


3) Dilengkapi dg permainan karena anak suka permainan agar hasil lebih efektif. Game disajikan dg kesulitan rendah untuk menjaga antusiasme anak.


4) ABACA Flashcard media ramah otak anak dan anti mental hectic. Disusun sesuai teori pembelajaran yg fun dan efektif.


Bunda semakin penasaran dg ABACA Flashcard?

Silahkan hubungi distributor, agen resmi, Reseller atau marketer terdekat..


ABACA Flashcard tidak dijual di toko buku.


Iklan dan gambar oleh Grup 4.


Informasi lebih lanjut

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Senin, 21 November 2016

Abaca Flash Card, Solusi Belajar Calistung secara Tidak Langsung

Yaa pusing, sebab nggak tahu apaan sih belajar calistung secara tidak langsung? Truus yang secara langsung itu apa pula?


Ini lho bu ibu..simak ya!


Belajar calistung tidak secara langsung itu belajar melalui permainan. Di Abaca flashcard setiap serinya dikemas banyak permainan,

Ada panen es krim, bercerita stroberi, mengekspresikan gaya kuda, berpetualangan, jualan kue dan mobil dan bercerita kisah inspirasi islami. Anak-anak jadi seru menikmati bermainnya. Bermain sambil belajar.


Sedangkan belajar secara langsung itu belajar yang langsung pake buku tanpa permainan. Juga pakai acara maksa murid. Aih anak kecil kok dipaksa2. Bahkan ada sebagian guru yang pakai acara 'menjumlahkan' huruf. Contoh: b + a = ba, c + a = ca... dan seterusnya, yg bikin anak bete, stres, dll.


Wajar aja, pengajaran membaca secara langsung dilarang Dirjen Pendidikan. Seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor 1839/C.C2/TU/2009 Perihal : Penyelenggaraan Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Penerimaan Siswa Baru Sekolah Dasar. Poin nomor 1, yaitu


Pendidikan di TK tidak diperkenankan mengajarkan materi calistung secara langsung.


Makanya para Bunda, mengajarkan calistung itu ada tahapannya. Jangan langsung pakai buku, isinya huruf semua yg bikin anak pusing. Mengajari anak belajar membaca, juga jangan asal2an. Semuanya ada tahapannya.


Abaca flashcard, adalah media ramah otak full game yang disusun sesuai teori pembelajaran yg baik dan efektif. Menurut Gerrald Lesser, psikolog Harvard University syarat media pembelajaran yang bagus adalah sbb :


♡ media yang cara belajarnya interaktif

♡ melibatkan semua indera yg ada

♡ bersifat privat

♡ memberi umpan balik secara langsung

♡ mampu mengembangkan imajinasi anak.


Dan semua syarat ituu ada di ABACA Flashcard, makanya abaca ini produk bestseller nasional, terjual ratusan ribu copy, dg tingkat kesuksesan yang tinggi. Bikin anak enjoy dan tidak terbebani.


Segera miliki sekarang juga di agen dan marketer abaca!!


Ssttt.... abaca tidak dijual di toko buku loh......


Team Work Laskar Abaca Grup 5.


Informasi lebih lanjut

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Minggu, 20 November 2016

Anakku Berusia 7 Tahun, Namun Belum Bisa Membaca. Normalkah? [3]

ANAKKU SUDAH BERUSIA 7 TAHUN TAPI BELUM BISA MEMBACA, NORMAL KAH? (Bagian 3)


Oleh Diena Ulfaty, Owner ABACA Flashcard.


Jika anak lolos tes warna dan bidang datar, sekarang saatnya anak dites huruf.


Khusus utk anak usia di bawah 4 tahun, selain tes warna dan tes bidang datar, juga melalui tes huruf tetapi dg cara yg berbeda dg anak usia 7 tahun.


Tes bentuk huruf utk anak usia di bawah 4 tahun

- Tunjukkan 5 kartu berisi huruf dan lihat reaksinya, apakah anak acuh terhadap huruf? Jika mengetes dg menggunakan kartu abaca flashcard, maka umumnya anak yg belum siap lebih suka melihat gambarnya bukan hurufnya. Dia tidak mau menatap huruf2, tapi lebih suka melihat gambar. Jika tanda ini ditemukan maka tunda dulu belajar membacanya dalam jeda waktu 4 bulan. Lalu les lagi, apakah anak sudah mau merespon huruf? Jika tidak, tunda lagi dalam jeda setiap 4 bulan. Anak2 yg matang dan siap akan tertarik utk mengetahui huruf yg akan muncul secara alamiah ketika distimulus huruf.


Bagaimana jika anak belum siap belajar membaca tapi maunya main abaca flashcard? Caranya main tebak gambar pada kartu utk menambah kosakata yg membantu perkembangan bahasanya.


Bagaimana cara bermainnya?


Keluarkan satu kartu, contoh kartu bergambar payung. Bunda kasih petunjuk dg tidak menunjukkan gambar, lalu bilang ke anak, "Apa yg biasa digunakan pada musim hujan agar orang tidak kehujanan?" Jika anak menjawab "payung" maka kuda2 atau pion bisa berjalan di atas papan main sesuai dg poin yg tertera di kartu.


Dengan cara spt itu, anak tidak hanya mengembangkan kosakata bahasanya tapi membantu membentuk konsep pemahaman terhadap kegunaan benda. Juga dapat menciptakan bonding antara orangtua dan anak, mengembangkan imajinasinya serta kemampuan sosialnya (jika dimainkan bersama teman), dll.


Lalu bagaimana dg anak usia 7 tahun?


Utk anak usia 7 tahun yg telah lolos tes warna dan tes bidang datar, lakukan tes berikut:


1. Keluarkan kelima kartu abaca flashcard lalu tes kemampuan mengingat hurufnya. Jika anak telah dapat menebak 5 kartu abaca, tes dg menjejerkan 2 kartu dan ajari cara membaca kata. Apakah anak telah mampu mengidentifikasi huruf/kata yg dijejer tadi? Jika ditemukan tanda "anak tidak mengalami kebingungan ketika menebak huruf pada kartu namun anak kesulitan mengidentifikasi huruf2 yg dia hafal tadi ketika membentuk kata, maka itu salah satu tanda anak belum benar2 siap. Tetap kenalkan huruf, namun jangan bebani dia utk membaca kata sampai 4 bulan ke depan.


Namun apakah belajar membaca dihentikan? Lakukan langkah2 berikut ini


A. Jika anak hafal hingga 10 huruf namun ketika 2 kartu dijejer membentuk kata, anak kesulitan mengidentifikasi bbrp huruf tertentu (nampak berfikir keras) maka kurangi beban dg mengurangi materi huruf yg dipelajari. Umumnya anak2 cerdas gambar, mengalami kesulitan spt ini dan belum dapat menguasai materi huruf hingga usia 7-8 tahun. Jadi pengajar harus benar2 sabar jika menghadapi jenis anak didik semacam ini. Apakah prosentase anak tipe ini di lapangan banyak? Tidak banyak! Menurut riset, anak usia 7 tahun, umumnya tidak mengalami kesulitan ketika mulai dikenalkan huruf, dan dapat membaca kata sederhana.


B. Jika anak hanya mengalami kesulitan mengingat huruf2 yg mirip tapi mampu menguasai semua huruf di box 1, maka tunda dulu mengajarkan materi di box 2 khusus utk da, qa, wa, xa, yg umumnya susah dikuasai anak yg belum
siap belajar membaca. Lalu lanjutkan permainan ke box 3. Kapan mengajari huruf2 sulit? Tunda sampai anak benar2 mengalami kematangan (siap), penundaan menurut Prof. Linda Lavine, dalam jeda 4 bulan. Jadi selama 4 bulan ke depan, tes lagi huruf2 yg mirip tadi, apakah dia masih mengalami kesulitan? Jika anak telah mampu dg mudah mengidentifikasi maka lanjutkan pengenalan thd huruf mirip tsb.


2. Jika anak usia 7 tahun, lolos tes warna dan bidang datar, tapi sama sekali tidak dapat mengingat satu huruf pun, bahkan huruf yg paling mudah pun anak tidak mampu, maka sebaiknya Anda menghubungi ahli agar diobservasi masalahnya. Anak2 dengan masalah disleksia, umumnya akan mengalami kesulitan mengingat semua huruf (tidak hanya huruf sulit tapi juga huruf mudah spt "a, ba, ca").


Jika Anda memiliki anak usia 7 tahun dan TIDAK LOLOS tes warna, bidang datar hingga tak mampu mengingat huruf apapun maka sebaiknya menghubungi ahli utk mendapat bantuan.


Semoga bermanfaat ^^


Untuk Informasi dan Pemesanan

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 19 November 2016

Anakku Berusia 7 Tahun, Namun Belum Bisa Membaca. Normalkah? [2]

ANAKKU SUDAH BERUSIA 7 TAHUN TAPI BELUM BISA MEMBACA, NORMAL KAH? (Bag. 2)


Oleh Diena Ulfaty, Owner ABACA Flashcard


Setelah tes warna perlu perhatikan tes lainnya utk mengetahui apakah seorang anak telah dinyatakan siap belajar membaca.


Mengapa dalam belajar membaca perlu diadakan tes bentuk bidang datar?


Analisis masalah:


Bandingkan bentuk bidang datar, seperti lingkaran, segitiga, pesergi, dll., dengan bentuk huruf spt a, b, c, sampe z, lebih kompleks mana antara keduanya?


Ya betul, bentuk bidang datar jauh lebih sederhana dibanding bentuk huruf. Sebab, disamping bentuk huruf jauh lebih kompleks, variabel huruf juga jauh lebih banyak dibanding bidang datar. Jadi jika anak tidak mampu menguasai bentuk bidang datar, jangan kenalkan materi huruf terlebih dahulu. Umumnya anak usia 7 tahun, sudah mampu membedakan bentuk bidang datar. Jika ditemukan anak yg belum bisa membedakannya, berarti kemungkinan ada yg salah dg perkembangannya. Jika dg materi sesederhana bentuk bidang datar anak belum dapat mengidentifikasi bentuk2 tsb, maka jangan ajari anak materi huruf karena pasti akan terbebani.


Tentu saja, spt konsep pembelajaran bidang apapun, kita tidak dapat memahamkan seorang anak yg tidak dapat memahami konsep sederhana (bidang datar), utk memelajari konsep yg lebih rumit dan abstrak, seperti huruf.


Namun jika anak telah mampu menguasai bidang datar dengan mudah maka lanjutkan mengobservasi masalah berikutnya. Apakah anak memiliki kesulitan membedakan huruf2 yg mirip spt b dan d, p dan q, m dan w, dll? Atau memiliki kesulitan mengidentifikasi keseluruhan alfabet?


Dan bagaimana mengatasi anak yg lolos tes no. 1 dan 2, tetapi kesulitan mengidentifikasi huruf2 tertentu? Mungkinkah seorang anak usia 7 tahun belum siap belajar membaca? Meski prosentasenya sangat kecil, tapi ditemukan kasus anak usia 7 tahun belum dapat mengidentifikasi huruf2 tertentu (terutama huruf yg memiliki bentuk mirip). Namun jangan kuatir, meskipun agak 'berat', kita masih dapat mengajarinya belajar membaca tanpa tekanan.


Bagaimana caranya? Ikuti terus postingan di fanpage ini ya Bunda ...


JANGAN LUPA MENGGUNAKAN MEDIA BELAJAR MEMBACA YG RAMAH OTAK SEPERTI ABACA FLASHCARD.


ABACA FLASHCARD, PROFESOR FLASHCARD INDONESIA.


DAPATKAN SELURUH SERINYA HANYA DI AGEN DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD.


Untuk Informasi dan Pemesanan

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 18 November 2016

Anakku Berusia 7 Tahun, Namun Belum Bisa Membaca. Normalkah? [1]

ANAKKU SUDAH BERUSIA 7 TAHUN TAPI BELUM BISA MEMBACA, NORMAL KAH? (Bagian 1).


Oleh : Diena Ulfaty, owner abaca flashcard.


Menurut riset, jika ditemukan anak usia 7 tahun, tetapi belum bisa membaca disebabkan belum pernah distimulus huruf maka itu sangat wajar, tidak usah panik. Tapi jika di usia anak 7 tahun, belum bisa membaca meskipun sudah distimulus huruf maka perlu diobservasi masalahnya. Sebelum memvonis macam2, perhatikan bbrp hal berikut ini:


1. Apakah anak sudah menguasai semua ketrampilan dasar yg lebih mudah daripada mengenal huruf seperti mengenal warna? Contoh sudah menguasai warna primer dan kompleks?


2. Apakah anak bisa dengan mudah mengidentifikasi berbagai bentuk bidang datar?


3. Apakah anak kesulitan mengidentifikasi semua huruf dalam alfabet? Atau hanya sebagian saja yg susah mengingatnya (seperti kesulitan mengingat huruf2 mirip spt b dengan d, m dengan w, p dengan q, dll)?


Analisis masalah :


1. Jika anak berusia 7 tahun, belum menguasai warna dasar dan kompleks padahal sudah distimulus maka perlu dicek apakah kesulitan penguasaan materi warna tersebut disebabkan oleh adanya "kelainan" mata (buta warna) ataukah sebab lain. Konsep warna secara umum bisa dikuasai oleh anak berusia 3-4 tahun. Jadi jika usia 7 tahun belum memahami konsep warna maka perlu dilakukan cek ke dokter mata.


Mengapa perlu tes warna utk anak yg belum bisa membaca? Karena ketrampilan penguasaan warna (kecuali kasus buta warna) lebih mudah dikuasai dibanding huruf/simbol. Anak2 yg tidak dapat memahami konsep warna, 90% akan kesulitan memahami konsep huruf. Sebab pemahaman huruf itu sifatnya abstrak (lebih rumit dibanding warna). Kita tidak dapat memberikan ekspektasi berlebihan kepada anak yg tidak dapat menguasai warna dengan baik, untuk dapat menguasai materi huruf.


Bagaimana jika buta warna? Anak2 yg buta warna umumnya akan gagal tes ini, bahkan sampai usia di atas 7 tahun pun tidak dapat membedakan warna2 tertentu. Jika anak Bunda positif buta warna, maka lakukan pendekatan kedua, yaitu tentang penguasaan bidang datar sebelum menganalisis penyebab utama ketidakmampuannya mengidentifikasi huruf. Sebab hampir 100% anak usia 7 tahun, telah memiliki kesiapan belajar membaca. Itulah yg menyebabkan negara Finlandia menerapkan calistung pada usia 7 tahun, sebab hampir semua anak di usia tersebut telah dinyatakan siap belajar membaca. Berbeda dg Amerika dan Inggris yg mengajarkan calistung usia 4 - 5 tahun, sebab prosentase ketidaksiapan 8% (kesiapan anak 92%).


Jika anak usia 7 tahun, tidak mengalami buta warna tapi tidak dapat mengenal konsep warna maka perlu dianalisis penyebabnya. Apakah stimulasi warna yg telah diterapkan kepadanya benar? Jika stimulasi warna pendekatannya salah, maka perlu dilakukan pendekatan khusus agar anak menguasai warna dahulu. Jangan pernah berharap anak yg kesulitan menguasai warna (padahal tidak mengalami buta warna) utk dapat menguasai materi huruf.


Anak2 harus diupayakan bisa menguasai ketrampilan2 yg jauh lebih sederhana dan mudah dahulu, sebelum memelajari ketrampilan yg lebih sulit agar belajar membaca jadi menyenangkan.


Mau tahu kelanjutan artikelnya? Simak terus materi di fanpage ABACA FLASHCARD Kartu Belajar Membaca Balita Dilengkapi Game Seru.


JANGAN LUPA GUNAKAN MEDIA RAMAH OTAK SEPERTI ABACA FLASHCARD AGAR PERKEMBANGAN SI KECIL SEMAKIN PESAT.


ABACA FLASHCARD, PROFESOR FLASHCARD INDONESIA.


Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Kamis, 17 November 2016

Belajar Baca yang Tidak Bikin Uring-Uringan

BELAJAR BACA ITU BISA BIKIN URING2AN KALO NGGAK PUNYA INI ... CEK YA BU!


Belajar baca pake buku ITU seringkali membosankan pada kebanyakan anak,karena dalam satu halaman buku memuat terlalu banyak huruf atau simbol yang membuat anak sulit untuk fokus sehingga belajar menjadi beban buat anak (noooh kesian kan anak IBU kalo kejadiannya begitu?)


TETAPI Buuu....


Dengan menggunakan ABACA FLASHCARD beban belajar anak akan hilang ditelan bumi....WUSSH WUSSH WUSSH...TIIIING !!! Hilang dah thu beban ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ


Ini niiih penyebabnya Bu...

๐ŸšฆMateri pada ABACA, disamping setiap kartu hanya memuat suku kata yang disusun secara sistematis, namun suku kata tersebut sudah diurutkan berdasar level kesulitannya sehingga materinya jadi lebih sederhana dan menjadi sangaaat mudah.


๐ŸšฆWalau hanya kartu belajar baca, namun kartu belajar ABACA adalah kartu belajar ajaib yang bisa bikin anak jatuh cinta pada yang namanya BELAJAR dan ORANG TUA (pendampingnya)


๐ŸšฆSelain ITU Buuu...ABACA juga memenuhi point point yang disampaikan Mister Gerrald Lesser yakni :

๐Ÿšจ bersifat interkatif,

๐Ÿšจ melibatkan banyak Indra

๐Ÿšจ ada umpan balik langsung

๐Ÿšจ mampu mengembangkan imajinasi


๐ŸšฆNiiiih yang paling menyenangkan buat anak anak...ABACA mengusung tema game dengan tingkat kesulitan rendah sehingga mampu mengalihkan perhatian anak anak dari game game yang kurang mendidik, permainannya full colour dengan tema dan reward menarik yang pasti disuka anak anak, sehingga BELAJAR jadi SEMUDAH BERMAIN.


Pokoknya aman dah Bu...bermain dengan ABACA, medianya ramah bangedd untuk perkembangan otak anak -NO MENTAL HECTIC-


INGET ya Buuu....BERMAIN...gak pake marah, ngebentak apa lagi ngejudge anak salah saat main tebakannya.


JUST HAVING FUN AND YOU WILL HAVE AMAZING KIDS WITH YOU


๐Ÿ“ฃ๐Ÿ“ฃ๐Ÿ“ฃABACA FLASHCARD TIDAK DIJUAL DI TOKO TOKO BUKU ๐Ÿ“ฃ๐Ÿ“ฃ๐Ÿ“ฃ

HUBUNGI AGEN, MARKETER ATAU RESELLER TERDEKAT


Byeee IBUUUU...Salam hangat dari kami Laskar Abaca ... ๐ŸŽŽ .... ๐Ÿš๐Ÿš๐Ÿš


Markom oleh Dewi Kurniati, gambar oleh Abqoria (Grup 1)


Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Rabu, 16 November 2016

Media Tepat Pendamping Belajar Anak

BERIKAN MEDIA TERBAIK, UNTUK MENEMANI SI KECIL BELAJAR MEMBACA. JANGAN ASAL COBA, COBA YG BENER ^^


Di luar sana ada anak yg suka kabur saat diajari belajar membaca pakai buku. Mereka kabur ke tempat bermain. Lalu guru bertanya, "Mengapa?"


Di luar sana, ada jg anak yg lamaaaa sekali progresnya saat belajar pake buku belajar membaca. Sang guru bertanya, "Kenapa?"


Ada 3 hal penting, yg memengaruhi kesuksesan anak belajar membaca, yaitu :

1. Kesiapan anak

2. Kesiapan guru (guru yg sabar dan fokus pada proses, bukan hasil)

3. Media yg ramah otak


Nah solusi yg nomor 3, kita sudah punya nih.


ABACA is my choise.


Mengapa Abaca flashcard perlu digunakan sebagai media belajar membaca?

Karna Abaca berbentuk kartu dg huruf yg tersusun sistematis dan terstruktur shg dapat membantu anak lebih fokus terhadap huruf dan warnanya pun mencolok disertai dengan gambar. Selain itu, Abaca juga dilengkapi dengan permainan agar hasilnya lebih efektif. Dengan cara ini, anak akan belajar dengan proses yang sangat menyenangkan, tidak cepat bosan sehingga hasilnya lebih optimal.


Abaca juga memiliki semua faktor penting yang disebutkan oleh Gerald Lesser, psikolog Harvard University, yaitu:

1. Bersifat interaktif

2. Bersifat privat

3. Memanfaatkan semua indera

4. Mampu mengembangkan imajinasi anak.


So,, buat apa ragu menjadikan Abaca sebagai media pendamping ananda dalam belajar membaca? Jika semua keunggulannya sudah bisa dibuktikan dengan nyata...


ABACA TIDAK DIJUAL DITOKO BUKU

DAPATKAN ABACA HANYA DI DISTRIBUTOR DAN AGEN RESMI ABACA FLASHCARD


Made and Shared by: Laskar Abaca 3rd Group


Untuk Informasi dan Pemesanan

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 15 November 2016

Bisa Menjual Bukan Jaminan Sukses

BISA MENJUAL BUKANLAH JAMINAN SUKSES. KARENA TIDAK SEMUA PENJUAL DAPAT BERTAHAN DI SITUASI TIDAK ENAK MESKI SUDAH BERPENGALAMAN BERTAHUN2 MENJUAL PRODUK.


Semua orang bisa belajar menjual tapi mereka yg bertahan adalah orang yg memahami makna dari aktivitas jual beli yg dilakukannya. Bahkan ketika sudah sukses pun, akan ada ujian, mungkin berupa gangguan dari orang kiri kanan, saling menjatuhkan karena merasa tersaingi, dll. Namanya jg ujian hidup. Allah menguji manusia utk mengetahui level keimanannya.


Penting sekali menemukan makna dari aktivitas jual beli yg kita lakukan agar hidup lebih bermakna dan tahan banting ketika diuji oleh gangguan2 bisnis. Jika kita cinta pendidikan dan mau belajar menjadi problem solver atas semua masalah seputar pendidikan, maka bisnis abaca sangatlah cocok. Karena ada training 'problem solving' seputar pendidikan usia dini di lapangan. Jd tidak sekedar jualan barang saja. Makna inilah yg ditemukan oleh Mba Ririn yg akhirnya aktif menjadi agen abaca lagi setelah sempat vakum selama 2 tahun. Bulan Desember 2015, mulai restock Abaca 83 pcs. Namun perasaan takut, khawatir tdk laku menghantui juga setelah restock, tapi alhamdulilah pikirannya itu berubah setelah terus konsisten pada praktik ilmu dlm training. Dan subhanallah, dalam 2 minggu, 83pcs ABACA ludes terjual, dan bs segera restock lg. Dan tidak hanya itu, ternyata masih ada sisa uang dari restock ABACA yg pas buat bayar hutang keluarga.


Motivasi yg diberikan tiap minggu oleh sang owner mampu membuatnya bangkit kembali dan bersemangat mengabacakan nusantara. Inilah poin plus plus yg bs didapatkan secara cuma2 sbg agen ABACA, tidak hanya diskon pembelian yg lumayan besar, yakni 35-40%, tp juga banyak ilmu dari berbagai training dan motivasi yg diberikan tiap minggunya. Dan alhamdulilah, dlm bln ini, sdh banyak agen yg aktif kembali dan berjuang mengabacakan nusantara.


Mau dapat ilmu gratis&menambah penghasilan keluarga? Daftarkan diri anda sebagai agen ABACA, bisnis dunia pendidikan, dg 2000-an agen dari dalam negeri dan luar negeri.


Info&Pendaftaran Agen, hubungi:

Nama : SRI WAHYUTI

Sms/WA: 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Senin, 14 November 2016

Abaca dalam Perspektif Undang-Undang Pendidikan Anak Usia Dini

SUDAH TEPATKAH ABACA FLASHCARD DENGAN METODE PEMBELAJARAN CALISTUNG MENURUT UNDANG- UNDANG???


Ayah....bunda...tahu gak kalau penerapan keaksaraan dan angka (calistung) untuk anak usia dini itu ternyata sudah diatur dlm undang2 di negara kita???


Nah..lho....mau tau ni???

Simak dulu ya...


SURAT EDARAN DIRJEN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT: NOMOR: 2519/C.C2.L/DU/2015

TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

Yang berbunyi : (nomer 3)

Pengenalan aksara dan angka (pra keaksaraan) bagi Anak Usia Dini disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak yakni melalui kegiatan bermain, mendongeng, membaca cerita, mengenal buku bergambar dan didukung oleh lingkungan keberaksaraan. Tidak diperkenankan mengajar membaca menulis aksara dan angka di luar kemampuan anak.


Nah...terus.....apa hubungannya dengan abaca flashcard???

Simak lagi ya....

1. Abaca adalah media ramah otak yg menonjolkan sisi permainan bukan deretan huruf atau suku kata yg ditulis dalam buku. Tetapi merupakan permain tebak suku kata yg dikemas dalam seri game petualangan.

2. Dalam abaca juga anak dilatih untuk mendengarkan cerita (seri membaca 2 cerita tentang strowberi, dan seri hijaiyah 2 tentang cerita inspiratif islami)

3. Abaca flashcard sisi satu bertuliskan suku kata dan sisi lainnya adalah gambar. Contoh suku kata "ba" sisi satunya bergambar "balon"

4. Dengan abaca anak juga terlatih daya imajinasinya.


๐ŸŒทJadi DIRJEN pendidikan pun ternyata bukan melarang calistung ya..... tapi tidak boleh mengajari anak membaca di luar kemampuannya.


Tuh kaaaan......Misi dan visi abaca sesuai banget dg surat edaran tsb.


Gimana?? Masih ragu juga?? Atau Semakin mantap utk pilih ABACA sebagai media belajar anak?


Wesss....jangan kelamaan ragunya....tar nyesel lohh hehehehe ๐Ÿ˜„


Mau tau lebih lanjut...langsung aja cari AGEN/DISTRIBUTOR/MARKETER ABACA

ABACA TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU


Iklan by crew laskar abaca klp.2


#Ayo bersama-sama meng-ABACA-kan Indonesia.


Untuk Informasi dan Pemesanan

SMS/WA Sri Wahyuti

Agen dan Marketer Resmi Abaca Flash Card

085867486151
Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 12 November 2016

MAU SAYA BANTU NGGAK BUNDA?

Pernah menemukan anak yang kalo diajari apa aja nangis? Misal disuruh baca IQRO eeh malah nangis. Tahu enggak kenapa anak nangis? Ya, betul sekali bunda, mereka menangis karena stres. Materinya kerasa banget sulitnya, sehingga jadi lupa terus sama materi pelajarannya. Dan buntutnya tertekan.


Ini juga dialami oleh anaknya ummu Junnah yang sebelumnya nggak maju-maju, belajar sampai di huruf "Jim dan kho" tapi ga maju-maju lagi. Stres. Beban sekali belajar seperti itu.


Apakah anak yang stres ini kira-kira akan jadi mencintai ilmu yang dipelajarinya? Jawabnya 100% TIDAK!!! Makanya membuat anak stres ketika belajar itu tidak boleh, baik anak SD SMP SMA, apalagi TK ga boleh stres ketika belajar karena efek sampingnya jadi benci dengan ilmu yang dipelajarinya.


Makanya mencari media yang dapat merangsang anak cinta belajar dan ilmu harus benar-benar tepat, seperti abaca flashcard yang sudah membantu ribuan bunda di seluruh nusantara sukses mengajarkan putra putrinya dengan cara yang tidak bikin stres. Ummi Junnah adalah seorang agen yang juga merasa terbantu setelah mengubah media belajar, beralih ke abaca flashcard. Progres belajarnya pun tinggi, dan hasilnya subhanallah ....


Bunda bisa konsultasi pada kami jika nanti bunda kesulitan mengatasi masalah anak bunda, dan kesulitan dalam penggunaan abaca. Kami siap bantu menganalisis masalah bunda.


MAU SAYA BANTU BUN?

Terima kasih telah membaca pesan ini sampai selesai.


Iklan ini dipersembahkan oleh tim kreatif abaca flashcard.


DAPATKAN SEMUA SERINYA HANYA DI SELURUH AGEN DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD.


ABACA TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU.

Untuk informasi dan pemesanan

SMS/WA 085867486151

Baca Selengkapnya....!

Jumat, 11 November 2016

KALO ADA MASALAH PADA MURID ITU YG DIEDUKASI GURUNYA, BUKAN ILMUNYA YG DIAMPUTASI

Beginilah yang dilakukan abaca. Sejak ada isu tentang pro kontra calistung abaca malah mengadakan training tentang pentingnya kesiapan murid sebelum belajar membaca. Bahkan mengedukasi para guru untuk melakukan pendekatan yang sesuai psikologi anak. Sehingga anak-anak yang sebelumnya bete di sekolah bahkan sampe ada yang menangis saat belajar membaca, kini berbalik kondisinya. Bukannya menangis, malah murid-murid ini jadi kecanduan belajar membaca di kelas bersama Bu guru sampai malas pulang. Mereka betah di sekolah dan menghabiskan waktu bermain abaca bersama Bu Guru. Seperti kisah Bunda Nila, salah satu guru TK di sekolah PAUD di Semarang.


Disamping edukasi ke guru tentang kesiapan anak, kami juga mengenalkan konsep ramah otak abaca flashcard yang terbukti di lapangan membantu banyak murid, mulai murid ABK yang penanganannya spesial. Sebab memang kondisinya berbeda dengan anak umumnya. Tapi juga anak-anak yang sebagian memiliki karakter rumit agar sukses belajar calistung tanpa tekanan dengan progres luar biasa. Semua guru yang tergabung di abaca, diberi edukasi tentang pentingnya memahami karakter anak dan tidak fokus pada hasil.

Alhasil ilmu training dari abaca, menyebar ke guru lainnya juga ke orangtua murid.

Kami telah menyumbangkan ilmu penting untuk menangani persoalan belajar anak usia dini. Tidak cuma belajar calistung tapi juga iqra dan bahasa Inggris.

Anda ingin pula teredukasi? Beli katalog abaca aja dan bisa langsung terdaftar sebagai pemasarnya juga. Katalog abaca berisi ilmu calistung dan sejarah penemuan abaca flashcard juga dilengkapi sekitar 20 problem solving di lapangan tentang calistung usia dini. Atau kalau Anda mau nyemplung total, daftar jadi agen juga boleh.

Yuk Bunda, ikut memajukan sistem pendidikan Indonesia bersama abaca. Agar makin banyak anak Indonesia yang kecanduan belajar dan cinta dengan aktivitas belajar, bahwa jadi pintar ga harus bete. Menjadi pintar dan bahagia bisa banget. Kalo anak stres jangan diamputasi ilmunya donk, tapi edukasi gurunya agar menggunakan pendekatan yg brilliant dan efektif.

GABUNG BERSAMA KAMI SEKARANG UNTUK MENGUBAH PENDIDIKAN INDONESIA.

Untuk informasi

SMS/WA di 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 04 November 2016

Prasangka dalam Pembelajaran Calistung Anak Usia Dini

Ketika berita ttg calistung usia dini menyebar dg porsi yg tidak proporsional, banyak orang tidak mengamalkan hadist nabi utk menjauhi prasangka atau dugaan atau asumsi. Bahkan tanpa mencari tahu usia berapakah calistung mulai diterapkan di negara2 maju yang ternyata di negara maju penerapan calistungnya pun beragam. Ada yg 4 tahun atau 5 tahun (Inggris dan Amerika Serikat), ada yg 6 tahun (Denmark), bahkan ada yg 7 tahun (Finlandia), dll.


Ada 3 parameter penting yg memengaruhi apakah anak akan senang atau tertekan ketika menerima materi huruf yaitu metode yg digunakan, guru yg mengajar, serta faktor kesiapan anak. Artinya, beda guru, beda metode, beda kesiapan anak MAKA AKAN BEDA HASIL. Jadi berhati2lah dalam memilih media, jangan sampai memilih media yg materinya berat. Kalo abaca flashcard beda, materinya diklasifikasikan sedemikian rupa agar mudah dikuasai anak dan dilengkapi game yg kesulitannya terukur. Dan jadilah guru yg sabar dan bijak dg mengetes kesiapan anak sebelum belajar membaca agar hasil maksimal.


Diambil dari http://www.today.com/parents/your-baby-can-read-claims-overblown-experts-say-2D80555479 yg menyatakan bahwa para ahli literasi dari 10 universitas terkemuka di Amerika Serikat menyebutkan pelajaran membaca bisa dimulai ketika anak usia 4 atau 5 tahun. Bahkan sebuah artikel dari surat kabar terkemuka, huffingtonpost menyebutkan, "Banyak ahli literasi dari Amerika yang berpendapat bahwa anak usia 4 atau 5 tahun sudah harus distimulasi dg bbrp 'building block of reading' atau skill dasar yg diperlukan utk belajar membaca spt mengenal huruf2 dalam alfabet dan bunyinya." Bunda Erwin Triwahyuni, termasuk bunda cerdas yg tidak memercayai prasangka shg meskipun termasuk orang yg menentang calistung usia dini, Bunda Erwin berani mencoba abaca flashcard. Hasilnya benar2 di luar perkiraan. Putri Bunda Erwin nyandu belajar tiap hari dan ga mau berhenti sebelum dapat 10 es krim, dan materinya masuk ke otak tanpa beban. Amazing. Lalu beliau memutuskan menjadi agen abaca sebab abaca ternyata berbeda dari metode2 lainnya.


DAPATKAN SEMUA SERINYA HANYA DI AGEN RESMI DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD


ABACA FLASHCARD TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU.

Iklan dipersembahkan oleh tim kreatif abaca flashcard



Untuk Informasi dan Pemesanan

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Kamis, 03 November 2016

Workshop Dongeng dan Dolanan Tradisional (2)

Okey, hari ini kita bertemu lagi di workshop hari kedua tentang permainan tradisional dan dongeng. Dan hari kedua ini kita akan membahas tentang dongeng bersama Kak Khempo Antaka. Beliau merupakan dosen seni rupa dari Semarang. Selain itu beliau tentu saja adalah seorang pendongeng.

Jam delapan acara worshop dongeng dimulai dengan aneka permainan oleh Kak Khempo. Dan tak lupa juga membahas tentang dongeng. Betapa pentingnya sebuah dongeng dalam dunia anak-anak. Dengan dongeng, anak-anak diajak untuk berimajinasi mengolah rasa dan juga daya piker. Selain itu dongeng juga sangat penting untuk proses pembentukan karakter anak.


Seorang anak kecil terkadang tidak mempan dinasehati . Namun melalui dongeng yang menarik dan berkarakter, anak-anak bisa dengan mudahnya menerima nasihat melalui pesan tersirat yang disampaikan melalui dongeng.

Kita sebagai orang tua tentunya sangat miris melihat anak-anak kita banyak meniru tontonan yang ada di televisi. Dengan mudahnya anak-anak kecil itu meniru jagoan yang mereka tonton. Dan tak jarang mereka meniru hal-hal negative seperti tindak kekerasan, bulliying dan sebagainya. Tontonan-tontonan di televisi kita sangat idak baik untuk anak-anak. Meskipun yang ditayangkan itu adalah film anak-anak. Terlebih lagi film-film yang bertemakan keajaiban. Sungguh sangat tidak mendidik anak-anak kita.

Bagaimana tidak? Di sekolahan kita mengajarkan anak-anak untuk bersikap tangguh, pantang menyerah dalam menyelesaikan kesulitan. Namun saat sampai di rumah mereka disuguhi tontonan serba ajaib yang sekali ayun tongkat maka keinginan anak-anak itu akan terpenuhi. Itu sama saja mengabaikan pendidikan karakter yang kita terapkan di sekolah. Dalam tontonan itu anak-anak diajarkan untuk memeiliki sesuatu secara instan. Hmm, ada baiknya mulai sekarang kita kurangi acara nonton tv untuk anak-anak. Dan kalau perlu tinggalkan sama sekali. Ganti dengan kegiatan produktif yang lebih merangsang imajinasi kreatif bagi anak-anak. Seperti membaca buku, dan mendengarkan dongeng.

Dan ngomong-ngomong tentang dongeng, Kak Khempo Antaka ini jagonya. Teknik mendongengnya okey. Sehingga selama seharian para peserta workshop serasa tersihir sehingga enggan untuk meninggalkan tempat duduknya.

Apalagi dalam workshop dongeng itu Kak Khempo juga tidak pelit dalam berbagi ilmu tentang cara mendongeng. Mulai dari teknik medongeng yang baik untuk kegiatan di dalam kelas maupun untuk ajang lomba mendongeng. Selain itu Kak Khempo juga mengajari peserta workshop untuk membuat berbagai macam karakter suara dalam mendongeng. Kita diajari bagaimana membuat suara gajah, ayam jantan berkokok, ayam betina, suara ayah, suara nenek, suara anak-anak, suara angin, ombak, petir, boom, ambulance, dan lain sebagainya. Tidak hanya diajari lho, namun peserta juga diajak praktik langsung. Pokoknya seru.

Selain praktik membuat berbagai jenis karakter suara, peserta workshop juga diajak untuk membuat cerita sederhana dan mempraktikkannya.

Dan di penghujung acara Kak Khempo dengan keahliannya mendongeng untuk para peserta workshop. Luar biasa pelatihan hari itu. Banyak sekali ilmu yang didapat. Tinggal pengaplikasiannya di sekolahan nanti.

Sampai jumpa di acara workshop selanjutnya ya…

Salam…

Baca Selengkapnya....!

Rabu, 02 November 2016

Workshop Dongeng dan Dolanan Tradisional (1)

Selama dua hari ke depan yakni Rabu dan Kamis tanggal 2 dan 3 Nopember 2016, saya berkesempatan mengikuti workshop permainan tradisional dan dongeng. Workshop ini diselenggarakan oleh GOPTKI Kabupaten Demak. Bertempat di Pendopo Kabupaten Demak. Yang diikutii oleh sekitar 550 peserta dari kalangan pendidik PAUD se-Kabupaten Demak.

Hari pertama workshop tentang Permainan Tradisional yang diisi oleh Dr. Agus Cahyono dari UNNES Semarang. Beliau merupakan dosen seni. Dan dulu juga pernah menjadi dosen saya saat belajar di Universitas Terbuka.


Tema permainan tradisional ini cukup menarik. Mengingat untuk jaman sekarang ini permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan oleh anak-anak. Anak-anak jaman sekarang lebih senang bermain game di HP, computer atau menonton televisi. Permainan semasa saya kecil seperti Gobak Sodor, sunda mandah,jamuran di bawah terang bulan sudah lama ditinggalkan.

Padahal permainan tersebut sangat bagus untuk membentuk karakter anak. Dalam permainan tradisional itu ada unsure kerja sama, solidaritas, juga olah kinestetik. Sungguh sangat berbeda dengan permainan soliter yang dilakukan anak sekarang melalui gadget. Dan permainan-permainan modern itu justru berpotensi merusak mental anak. Karena dalam permainan modern itu tak jarang mengajarkan kekerasan, brutalisme, pornografi, dan sebagainya. Selain itu bermain game lewat gadget juga kurang baik untuk kesehatan anak. Karena anak hamper tidak bergerak untuk melakukan olah fisik. Dan sinar dari gadget itu juga berpotensi merusak mata.

Dengan adanya workshop ini diharapkan guru-guru PAUD akan menghidupkan kembali permainan tradisional melalui muatan-muatan bidang perkembangan dalam dunia pendidikan Anak Usia Dini. Sehingga anak-anak usia dini itu diharapkan akan mencintai kembali permainan tradisional seperti Sunda Mandah, Gobak Sodor atau Jamuran.

Dalam acara workshop ini tidak hanya membahas teori permainan tradisional saja. Namun juga ada praktik langsung berkreasi membuat aneka macam permainan tradisional. Dalam hal ini guru-guru dibagi per kecamatan. Sehingga ada 14 grup yang akan unjuk kebolehan dalam melakukan permainan tradisional.

Tak ayal lahu seperti Padhang Mbulan, Jamuran, Sluku-Sluku Bathok, Gundhul-Gundhul Pacul kembali berkumandang di ruangan pendapa Kabupaten Demak di hari itu.

Dan workshop untuk hari pertama ini berakhir pada pukul 16.00 WIB. Senang sekali bisa mengikuti workshop ini. Selain menambah pengetahuan, juga kembali bertemu dengan teman-teman lama semasa kuliah dari kecamatan lainnya. Dan tentu saja saya sudah tidak sabar menantikan workshop hari kedua yang akan membahas tentang dongeng untuk anak. Kali ini bersama dengan Kak Khempo Antaka.
Okey, sampai jumpa di acara workshop dongeng besok pagi ya…

Baca Selengkapnya....!