Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Sabtu, 27 Mei 2017

Cara Asyik Bisa Baca ya Abaca

CARA ASYIK BISA BACA YAA ABACA....


Adalah Tika seorang anak usia TK pulang sekolah nangis dan bilang ke Ibunya ga mau sekolah lagi? Dan ketika ditanya Ibunya alasannya karena di sekolah dia disuruh belajar membaca pakai buku. Dia bingung dan berpikir keras untuk bisa membaca sampai akhirnya merasa pusing dan menangis. Ia dimarahi sama gurunya, ditanya juga apakah Tika di rumah nggak diajari membaca sama Ibunya.


Mungkin kejadian di atas Anda pernah menjumpai atau bahkan dialami ananda sendiri.
Apa yang membuat Tika bingung ketika disuruh membaca pakai buku di sekolahnya?


Bagi anak usia dini, huruf (simbol) adalah sesuatu yang abstrak, sama halnya ketika kita disodorkan Matematika dan Fisika. Sesuatu yang abstrak akan susah untuk ditangkap otak, karena memerlukan proses berfikir ‘ekstra’ untuk mendefinisikan makna symbol agar mudah dipahami otak.


Lantas bagaimana seharusnya? Apakah belajar membaca tidak perlu pakai buku? Pakai metode apa yang bagus dan bagaimana caranya?


Banyak metode di pasaran yang mengusung tema belajar membaca, namun kita harus benar-benar teliti metode apa yang tepat, contohnya seperti flascard (kartu belajar). Banyak flashcard yang menawarkan cara cepat bisa membaca tapi metode yang sistematis dan paling sesuai dengan anak usia dini adalah ABACA Flashcard. Mengapa?

1. Materi ABACA disusun dari yang termudah hingga tersulit menurut anak.

2. Kartu ABACA diklasifikasikan secara konsisten, sehingga mudah dihafal anak.

3. Perpaduan selaras antara materi dan game sehingga belajar dirasa anak sangat menyenangkan.


Belajar pakai ABACA mengharuskan mengetes kesiapan anak terlebih dahulu, jika anak belum siap maka ditunda belajarnya. Jika anak sudah siap, maka bisa dilanjutkan belajar membaca pakai kartu di ABACA.


Nah, tahapan selanjutnya jika anak sudah hafal semua suku kata yg ada di kartu, lanjutkan dengan sistem jejer kartu misal kartu “ba” dijejer dengan “ca” sehingga anak bisa membaca bahwa itu dibaca “baca”. Latih kemampuan anak untuk bisa membaca 2 sampai 3 kata dengan sistem jejer kartu. Dan jika anak mulai bisa dan terlatih, baru melanjutkan belajar membaca pakai buku. Dan tentunya cari buku yang penuh warna dan variabel hurufnya yang sederhana dulu. Sehingga anak tetap merasa bahagia belajar membacanya.


Iklan by : Bunda Rovi NA


Minat order abaca Hubungi:


Sri Wahyuti

Agen Resmi Abaca Flash Card

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 26 Mei 2017

Hanya 10-15 Menit per Hari Abaca Bentuk Karakter Positif Anak

Sekarang banyak ortu yang kecewa, sedih, miris, dan khawatir melihat kelakuan dan tingkah polah anak-anak secara umum.


Anak-anak yang diharapkan menjadi anak sholeh, hormat dan patuh pada ortu, bersikap baik, manis, sopan, peduli, bertanggung jawab, dan sederet harapan lainnya,


malah terbalik menjadi anak- anak yang susah diatur, suka ngelawan, cuek dengan lingkungannya, ga mau tau dengan tanggung jawabnya, dsb.


Ortu mana yang gak sedih dan kecewa melihat keadaan begitu. Memang sih, banyak faktor yang menyebabkan anak-anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan harapan.


Tapi, daripada mencari "kambing hitam"... lebih baik cari "action" yang bisa menjadi "jalan keluar".... ya gak ayah/ bunda?? ;-)


Coba deh, tiap hari luangkan waktu ayah/bunda kira-kira 10 menit untuk bermain ABACA dengan buah hati anda. Dengan bermain Abaca banyak lho pendidikan karakternya, misalnya:


1. DISIPLIN.

Dalam Abaca ada aturan main yang harus diikuti anak, seperti pada Seri Membaca 1 (panen es krim).

Kapan anak bisa melangkah di papan hadiahnya, kapan dapat reward, dan kuda-kudanya hanya boleh melangkah sesuai jumlah poin yang didapat anak.


2. JUJUR.

Anak terbiasa jujur mencocokkan/ menukarkan hadiahnya berdasarkan jumlah poin yang didapatnya.


3. SABAR dan MENERIMA KEKALAHAN.

Anak dilatih bersabar jika sampai pada kotak kosong yang gak ada hadiahnya atau menerima kekalahan dengan lapang dada bila reward yang dikumpulkan kalah banyak dibanding temannya.


4. PANTANG MENYERAH.

Anak terlatih untuk pantang menyerah dalam menebak suku kata pada tiap kartu Abaca, karena termotivasi oleh rewardnya.


Kalau Abaca digunakan dalam kelompok, asyik juga. Anak jadi berpacu untuk mendapatkan reward misalnya berpacu panen es krim sebanyak-banyaknya.


5.BERTANGGUNG JAWAB.

Bila telah selesai bermain Abaca, biasakanlah anak membantu membereskan kartu-kartunya dan menyimpannya kembali.


Gak susah kok, bilang ke anak:

"Ayoo.... kartunya dikumpul lagi, merah sama merah, kuning sama kuning, hijau juga...."


"Lalu hitung dulu, apa sudah cocok dengan jumlah yang tertera di tiap box, trus masukkan ke box yang warnanya cocok yaa? nah, tutup boxnya, simpan, besok kita main lagi. Okey anak-anak?? :-D


Masih banyak lho ayah/bunda, karakter positif yang bisa dibangun melalui permainan ABACA. Tunggu iklan kami selanjutnya yah?! :-) :-)


Sampai jumpa di kesempatan berikutnya.

Selamat bermain dan belajar bersama Abaca ya?! :-D


Ingat ya ayah bunda, cuma kira2 10 menit lho tiap hari. JANGAN LUPA...?! ;-) ;-)


Abaca Flash Card tidak dijual di toko buku atau mainan.


Info selanjutnya, silahkan hubungi:

Marketer & Agen Resmi Abaca Flashcard


Sri wahyuti

SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!

Kamis, 25 Mei 2017

Abaca Bisa Menjalin Hubungan Positif dengan Teman

Beberapa hari yang lalu Arka sakit dan harus dirawat di RS. Setelah pulang dari RS, ada teman sebayanya Arka yang datang menjenguk. Namanya Deri, dia sangat pemalu dan ga mau lepas dari pangkuan ayahnya.


Arka setelah 4 hari berbaring di RS ingin bermain ABACA dan mengambil ABACA seri 1 beserta stik esnya. Melihat Arka bermain, perlahan Deri mau mendekat dan ikut bermain. Deri yang tadinya malu dan berkata lirih, akhirnya bisa bersuara keras.


Karena Arka sudah hafal semua suku katanya, maka Arka yang mengajari Deri, dan yang membuat Bunda Arka bangga, Arka berusaha mengajari Deri bukan menggurui. Karena Deri belum banyak hafal suku kata dan tetap ingin bisa mengumpulkan es krim, akhirnya permainan pun diubah menjadi mencocokkan stik dengan gambar es. Akhirnya stik es krim dibagi menjadi dua bagian yang sama banyak.


Arka lebih dulu selesai mencocokkan semua stiknya, karena melihat stik milik Deri masih banyak, Bunda Arka takut Arka akan merebut stik milik Deri karena ga sabar ingin gantian bermain, tetapi ternyata dugaan Bunda Arka salah, justru Arka membantu Deri yang kesulitan dalam mencocokkan sampai stiknya habis. Pada saat stiknya Deri gantian habis, Deri pun spontan mengucapkan terima kasih.


Ternyata ABACA ga hanya bisa untuk belajar membaca saja ya bunda...tapi juga bisa menjadi jembatan anak untuk menjalin hubungan yang positif antar teman.


Testimoni dr bunda Arka, Bunda Lilin


Dapatkan ABACA di agen, marketer dan reseller ABACA, karena ABACA tidak dijual di toko buku


By laskar abaca 1


Untuk informasi dan pemesanan

Sms /WA Sri Wahyuti

Agen Resmi Abaca Flashcard

085867486151
Baca Selengkapnya....!

Rabu, 24 Mei 2017

Abaca English TOP Banget

ABACA seri English TOP BGT deh.....

Belum pernah di ajarin sama bunda,Dahlan langsung minta bermain ABACA seri English nya....


Dan ternyata ketika bunda menunjukan sebuah gambar tas Dahlan langsung berkata "a bag" sebutnya dengan senyum yg mengembang.....
Lalu menunjukkan gambar buku kemudian Dahlan pun menyebut kan lg "a book"
Dan bunda kaget ketika Dahlan mengucapkan " bunda bilang donk You are right ",katanya dengan polos.


"Kok Dahlan sudah tau kan bunda blm pernah ngajarin Dahlan bahasa Inggris."tanya q menyelidik.


"Iya donk bunda kan aq pintar,aq kan lihat video ka2 yg main Abaca di hp bunda." Katanya dengan nada polos.


Senyum nya pun mengembang.Tetap semangat ya sayang.,...


Creat n Pict by Dik Ulan


ABACA tidak di jual di TOKO BUKU/MAINAN.

Hanya ada di Agen Resmi ABACA

Sri Wahyuti

085867486151
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 23 Mei 2017

Menyuruh Anak Belajar Itu Penting Tapi Menciptakan Anak Yang Gemar Belajar Jauh Lebih Penting

MENYURUH ANAK BELAJAR ITU PENTING TAPI MENCIPTAKAN ANAK YG GEMAR BELAJAR JAUH LEBIH PENTING


Bunda, pernah ngalami nggak? Menyuruh anak belajar, malah anak kabur entah ke mana. Atau malah ngambek, nangis, dan lebih parah nya jadi ngamuk? 😱😱


Jadi dilema gak sih bunda kalau begini? Terus gimana cara menyuruh anak belajar tanpa paksaan?


Guru, penulis, dan pemerhati pendidikan, Joanne F. Foster, Ed.D (Toronto University, Canada) berbagi delapan tips yang bisa dipraktikkan Ayah bunda untuk menstimulasi anak belajar dan gemar belajar, yaitu:


1. Perkaya hidup anak dengan bahasa, dan aktivitas fisik.

Sejalan dengan teori kecerdasan majemuk yang dikembangkan oleh psikolog perkembangan, Howard Gardner, Joanne Foster berpendapat bahwa anak tidak hanya berkembang dengan belajar di sekolah yang menstimulasi kecerdasan logika saja.


Anak perlu belajar mengembangkan bagian kecerdasan majemuk yang lain, melalui puisi, olahraga – apapun yang memanfaatkan indera anak.


Kecerdasan majemuk yang dikelola dengan baik akan menjadikan anak seorang pembelajar yang paham bagaimana cara belajar terbaik sesuai keunikannya. Dengan demikian, anak lebih terpacu untuk gemar belajar.


2. Picu rasa ingin tahu anak

Keingintahuan membuat anak semangat belajar, sebaliknya ketidaktertarikan membuat anak bosan belajar. Ayah bunda bisa memicu rasa ingin tahu anak dengan mengajukan pertanyaan yang menarik, dan tantang anak untuk membuat pertanyaannya sendiri sesuai minatnya. Kemampuan bertanya membuat anak belajar lebih banyak ketimbang anak-anak lain yang hanya belajar menghapalkan jawaban. Dan anak yang gemar bertanya, pasti gemar belajar dan mencari tahu.


3. Berikan kesempatan berefleksi

Belajar saja tidak cukup – anak perlu memahami dirinya sendiri yang sedang belajar untuk mengetahui sejauh mana ia berkembang dalam bidang bakat yang ditekuninya. Ayah Ibu dapat mengajak anak mengobrol tentang kegemaran dan minatnya saat ini, dan bagaimana anak ingin mengembangkan apa yang digemarinya sekarang di kemudian hari. Jika anak kesulitan menjawab, Anda bisa memberi waktu anak untuk berpikir.


4. Jangan terlalu serius

Jangan terlalu menekan anak untuk mencapai prestasi tertentu. Tekanan justru seringkali membuat anak berhenti gemar belajar. Apapun capaian anak dalam pengembangan bakatnya, coba bergembiralah bersama anak.


5. Jadilah teladan

Seringkali kita menuntut anak gemar belajar, namun saat pulang kerja kita mengeluhkan beban pekerjaan kita di depan anak-anak. Kita justru tidak menunjukkan orangtua yang mampu menjalani kariernya secara positif, terlepas dari berbagai tantangan yang ada.


6. Berikan umpan balik sesegera mungkin

Mengapa sih anak-anak suka bermain game? Salah satu elemen dalam game yang menarik adalah umpan balik sesegera mungkin. Saat anak menggerakkan karakter, ia bisa melihat langsung apakah usahanya berhasil atau tidak. Anak jadi cepat tahu di mana kesalahannya, dan dengan cara apa ia bisa memperbaikinya.


Inilah yang membuat Abaca flashcard cocok untuk menstimulus anak yang gemar bermain game, beralih ke game yang positif


Seperti halnya bermain game, belajar jadi lebih seru saat anak dengan segera menyadari perkembangan diri di bidang bakat yang ditekuninya.


7. Bahas target belajar anak

Salah satu hal yang membuat anak kehilangan semangat untuk belajar adalah karena dibebani target belajar yang terlalu tinggi. Atau sebaliknya, target belajar yang terlalu rendah membuat anak tidak tertantang untuk belajar.


Untuk mengembalikan gemar belajar dalam diri anak, Anda dapat membahas target belajar bersama anak.


8. Tumbuhkan sikap apresiatif dalam keluarga.

Apresiasi juga dapat menumbuhkan sikap bersyukur anak bahwa dirinya telah berusaha semaksimal mungkin, sesuai kapasitasnya sebagai seorang pembelajar.


Dengan demikian, anak tidak mudah berhenti gemar belajar saat menghadapi kegagalan atau saat target belajarnya tidak tercapai.


Persembahan #laskarabacagrup20

More info

📲 sms/wa Sri Wahyuti

Agen Resmi/Marketer Abaca Flash Card

085867486151
Baca Selengkapnya....!