Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan www.wahyuti4tklarasati.blogspot.com

Rabu, 29 Oktober 2014

Orang yang Bahagia

Siapa saja pasti mengingnkan kebahagiaan dalam hidupnya. Tahukah kamu, bahagia itu diawali pada pagi hari, dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu.


Cek kebiasaan pagi kamu. Adakah salah satunya di bawah ini?


10 Kebiasaan Pagi Orang Bahagia


1. Bangun pagi dengan penuh syukur

2. Tidak pernah melewatkan sarapan

3. Tidak pernah lupa berdoa

4. Berolahraga sebelum bekerja



5. Merencanakan kebaikan untuk sepanjang hari

6. Tidak mengingat masa lalu dan menyesalinya.

7. Menjadikan kebahagiaan (syukur, senang, lapang dada, dll) sebagai kebiasaan saat memulai hari

8. Mengenyahkan gangguan di pagi hari

9. Menentukan target harian

10. Selalu memulai untuk bahagia, tidak menunggu.


Bahagia itu sederhana. Dan semua diawali dengan hal-hal sederhana seperti di atas.


Selamat ya, kamu orang yang bahagia!

http://gg.gg/worksmart
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 28 Oktober 2014

[Buku Baru] Nabi Muhammad Melakukan Ini



Judul : Nabi Muhammad Melakukan Ini

Spesifikasi : 21 x 28 cm,

Tebal: 112 Halaman FullColour

Penerbit : AdiBintang

Harga : Rp84.500

Sudah Tersedia di Toko Buku



“Lampunya dimatikan, ya,” kata Bunda seraya bersiap memejet tombol lampu.

“Jangan, Bunda!” Tita menahan tangan Bunda.

“Kenapa?”

“Tita takut gelap,” katanya.

“Bukannya selama ini kita tidur dalam keadaan gelap,” kata Bunda.

“Iya sih. Itu kan bersama Ayah dan Bunda. Lha sekarang Tita kan sendirian. Lagi pula Tita kan tidak pernah tahu kapan Bunda mematikan lampu. Karena Tita kan selalu tidur paling awal,” kilahnya.

“Tidak apa-apa.Tita nggak perlu takut gelap. Tahu nggak, kalau tidur dalam gelap itu lebih menyehatkan,” kata Bunda.

“Benar, Bunda?” Tita Tak percaya.

Bunda tersenyum, “Pada saat keadaan gelap itu tubuh kita memproduksi hormon melatonin. Hormon ini merupakan salah satu hormon kekebalan tubuh yang berguna untuk melawan penyakit seperti kanker yang berbahaya itu. Dan hormon itu hanya diproduksi tubuh pada saat gelap, lho. Jadi tidur dalam gelap itu lebih menyehatkan.”


Apakah kamu juga takut gelap seperti Tita?

Wah, ternyata tidur dalam gelap lebih menyehatkan.

Kisah-kisah teladan tentang hal-hal kecil yang dilakukan atau pun dilarang oleh Rasulullah. Ternyata dari apa yang dilakukan atau pun dilarang oleh Rasulullah selalu ada hikmah di dalamnya. Yuk, temukan semuanya dalam buku ini.

Buruan Beli, ya. :)
Baca Selengkapnya....!

[Buku Baru] Sehat dan Kuat Seperti Nabi Muhammad



Judul : Sehat dan Kuat Seperti Nabi Muhammad

Spesifikasi : 21 x 28 cm,

Tebal: 100 Halaman FullColour

Penerbit : AdiBintang

Harga : Rp84.500

Sudah Tersedia di Toko Buku





 



Selama hidupnya Rasulullah SAW hanya
menderita sakit sebanyak 2 kali. Yaitu pada
saat beliau menerima wahyu yang pertama.
Saat itu Rasulullah menggigil dan menderita
demam yang hebat. Sedangkan sakit yang
kedua adalah menjelang kematiannya.

Padahal teman-teman tahu bukan, kondisi
alam jazirah Arab, tempat tinggal Rasulullah
sangatlah keras. Gurun pasir yang tandus, cuaca yang
panas, ditambah aktivitas beliau sebagai seorang rasul sangatlah p a d a t .
Beliau harus berdakwah menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat
Mekah yang masih jahiliyah. Perlawanan dari masyarakat yang menolak seruan
beliau, juga peperangan fisik yang dihadapi Rasullullah menuntut stamina
yang prima. Sungguh Rasullullah merupakan manusia yang tangguh. Baik fisik
maupun mentalnya.

Teman-teman ingin tahu rahasianya? Semua itu karena Rasulullah selalu
menjalani hidup yang sehat. Seperti apa sih hidup sehat ala Rasulullah itu?

Semua dapat ditemukan dalam buku ini.
Baca Selengkapnya....!

Minggu, 26 Oktober 2014

Perlukah Belajar Bahasa Asing pada Anak


Sebetulnya berapa usia terbaik atau paling optimum untuk seorang anak mempelajari bahasa kedua? Seperti kita ketahui bahwa biasanya seorang anak akan mempelajari bahasa yang pertama (first language), yaitu bahasa ibu. Anak Indonesia biasanya menguasai Bahasa Indonesia atau bahasa daerah sebagai bahasa yang pertama. Untuk menjawab pertanyaan berapa usia optimum anak untuk belajar bahasa kedua (ketiga dst), mari kita tengok beberapa hal yang berkaitan dengan kemampuan belajar bahasa pada anak.


- Belajar bahasa merupakan proses alamiah seorang anak

Dalam milestones perkembangan seorang bayi mulai mengeluarkan 700 jenis bunyi atau babbling (mengoceh) pada usia 6 bulan. Ia dapat menyerap hingga 2000 kosakata dari lingkungannya saat usia 4 tahun (Kotulak, 1996).


- Crittical Period

Berdasarkan hipotesis periode kritis, seorang anak memiliki periode waktu dimana ia memiliki puncak skill mempelajari bahasa kedua. Peneliti menyebutkan periode ini berlangsung pada 3 tahun pertama kehidupan dan berakhir pada usia 6-7 tahun. Hal ini dihubungkan dengan perkembangan fungsi otak yang plastis pada periode ini.


Setiap anak yang sehat terlahir dengan 100 milyar sel otak, dan masing-masing sel dapat membuat 20.000 koneksi. Seberapa banyak sel membuat koneksi tergantung pada stimulasi lingkungannya (Diamond, 1988; Ornstein, 1984, 1986). 50% kemampuan belajar akan terbentuk dalam usia satu tahun pertama dan 30 persen selanjutnya terbentuk sampai sekitar usia 8 tahun. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa dalam tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak akan membentuk jaras belajar (learning pathways) yang penting di dalam otak (Bloom, 1964). Teori ini dapat dibuktikan di sekolah Swedia yang merupakan salah satu negara multilingual dimana dapat diumpai anak-anak usia 3 tahun dapat berbicara 3 bahasa dengan fasih (Dryden & Vos, 1997).


Peneliti lain berpendapat bahwa periode kritis ini berlangsung hingga usia pubertas, dan inilah periode terbaik untuk belajar bahasa kedua. Hingga usia 12 tahun otak bagaikan spons super yang dapat menyerap segala sesuatu. Selain itu, dalam periode ini akan terbentuk fondasi berpikir, berbahasa, penglihatan, attitude, aptitude dan karakter lain. Setelah melewati tahap ini maka periode kritis akan berhenti dan arsitektur fundamental otak telah sempurna terbentuk (Kotulak, 1996).


APA KEUNTUNGAN MEMPELAJARI LEBIH DARI SATU BAHASA?

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mempelajari lebih dari satu bahasa akan lebih kreatif, menunjukkan kemampuan lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan kompleks dan memiliki nilai yang lebih baik dalam ujian. Sekali seorang anak menguasai bahasa kedua, maka akan lebih mudah untuk memahami struktur bahasa selanjutnya. Secara personal anak akan lebih percaya diri dapat berkomunikasi dengan orang asing.


APAKAH ANAK AKAN ‘BINGUNG’?

Meskipun dikatakan otak anak bersifat plastis dan mudah mempelajari banyak hal, beberapa ahli merekomendasikan untuk memberi waktu yang cukup bagi seorang anak untuk secara penuh menguasai satu bahasa sebelum memperkenalkan bahasa yang kedua, ketiga dan seterusnya supaya mereka tidak melalui masa kebingungan untuk mengekspresikan sesuatu.

Betulkah itu? Ingatkah kita bahwa mungkin sebagian dari kita sudah dapat menguasai dua bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah semasa periode preschool? Bagaimana ini bisa terjadi?


Secara umum cara belajar bahasa kedua dibagi menjadi dua jenis, yaitu cara simultan (simultaneously) atau sekuensial (sequentially) (McLaughlin et al., 1995; Tabors, 2008).


- Simultaneous Second Language Learning

Belajar simultan ini meliputi proses belajar bahasa kedua pada anak usia kurang dari 3 tahun, dimana anak terekspos 2 bahasa dalam waktu yang sama. Sebagai contoh misalnya seorang anak dengan ibu berbahasa Indonesia dan ayah berbahasa Inggris.

Sebelum usia 6 bulan, bayi dapat belajar dua bahasa dengan kemampuan yang sama. Hal ini disebabkan karena bayi mampu membangun sistem bahasa dalam otaknya secara terpisah namun sama kuatnya untuk tiap bahasa yang didengarnya. Sistem terpisah ini memungkinkan seorang anak belajar lebih dari dua bahasa tanpa menjadi bingung. Akan tetapi setelah usia 6 bulan, anak akan mulai mengenali perbedaan di antara dua bahasa dan mulai memilih salah satu bahasa untuk didengarkan. Hal ini berarti orang tua harus berhati-hati untuk memberikan pejanan (exposure) yang seimbang, karena anak akan mulai melepaskan kosakata bahasa yang lebih sedikit dipejankan padanya. (Espinosa, 2008; Kuhl, 2004).


- Sequential Second Language Learners

Belajar sekuensial adalah cara belajar dimana seorang anak telah familiar dan menguasai satu bahasa kemudian diperkenalkan dengan bahasa kedua. Tidak seperti cara belajar simultan, belajar sekuensial ini dapat terjadi pada usia kapanpun dan dipengaruhi oleh faktor faktor seperti temperamen dan motivasi seorang anak. Semakin tinggi motivasi seorang anak untuk belajar bahasa baru maka akan semakin baik hasilnya.


BAGAIMANA MENGAJARKAN BAHASA KEDUA ATAU KETIGA PADA ANAK?

Ada 6 jaras utama belajar dalam otak, yaitu belajar melalui penglihatan, suara, rasa, sentuhan, bau dan mempraktekkan sesuatu (Dryden & Vos, 1997). Anak dapat belajar dari pendengaran, imitating, dan practicing. Jadi kita dapat menggunakan permainan atau games, lagu dan sebagainya. Dan yang terpenting proses ini haruslah fun, menyenangkan, tidak dipaksakan dan bukan merupakan beban bagi anak. (Jensen, 1994; Dryden & Vos, 1997).


Simpulannya Moms and Dads, berdasarkan penelitian di atas :

• Proses belajar bahasa kedua atau bahasa asing yang simultan dapat dimulai pada usia anak 3 tahun

• Periode puncak belajar bahasa kedua yaitu pada usia 3 – 7 tahun sampai pre pubertas (12 tahun)

• Beri waktu yang cukup bagi seorang anak untuk menguasai satu bahasa secara penuh terlebh dahulu (bahasa ibu) sebelum memperkenalkan bahasa kedua, ketiga dan seterusnya supaya mereka tidak melalui masa kebingungan untuk mengekspresikan sesuatu.

• Bila ingin mengajarkan lebih dari satu bahasa pada anak, sebisa mungkin prosesnya dibuat balance dan fun, tidak bersifat memaksakan dan membebani anak.

• Gunakan berbagai sarana yang bersifat menyenangkan seperti permainan


REFERENSI

Bloom, B.S. (1964). Stability and Change in Human Characteristics. New York: Wiley.

Diamond, M. (1988). Enriching Heredity. New York: Macmillan.

Dryden, G. & Vos, J. (1997). The Learning Revolution. Auckland, NZ: The Learning Web.

Espinosa, L. (2008). Challenging common myths about young English language learners. Foundation for Child Development Policy Brief, Advancing PK-3.

Jensen, E. (1994). The Learning Brain. San Diego: Turning Point for Teachers.

Kotulak, R. (1996). Inside the Brain. Andrews and McMeel.

Kuhl, P. K. (2004). Early language acquisition: Cracking the speech code. Nature Reviews Neuroscience, 5 (11), 831-843.

McLaughlin, B., Blanchard, A., & Osanai, Y. (1995). Assessing language development in bilingual preschool children. NCELA Program Information Guide Series, 22.

Ornstein, R. (1984). The Amazing Brain. Boston: Houghton Mifflin.


sumber : Sumber http://dokteranakku.net/


So, tunggu apa lagi? Bila belajar bisa dilakukan secara fun dengan bermain ABACA, jangan tunda lagi, ajari anak sebelum masa puncak terbaik belajar bahasa kedua terlewatkan. Apakah sulit? Tidak, simaak testimoni keren berikut dari Ummu Faqih yang putranya kecanduan ABACA dan progresnya luar biasa.

Semoga terinspirasi


From Founder ABACA

Diena Ulfaty


Cerdaskan buah hati anda dengan bahasa asing, bahasa ASING itu MUDAH!!,

Info HUbungi Sri Wahyuti

SMS/WA 085867486151

Abaca English series hanya Rp47.900 plus ongkir.

Free Ongkir untuk pembelian 1 paket Komplit Abaca Flash Card.

Hanya Rp245.000,-

Baca Selengkapnya....!

Kamis, 18 September 2014

Bule Pemancingan Desa Wonosari


Adem di bawah pohon jambu delima

Tanggal 16 September kemarin ada anak temanku yang berulang tahun. Untuk merayakannya, beliau mengajak kami makan-makan di Bule Pemancingan Desa Wonosari Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Lumayan jauh juga letakknya. Dan lumayan masuk kampung. By the way pemancingan ini lumayan terkenal. Karena sering dijadikan sebagai tempat pertemuan oleh aparatur Pemda Demak.

Kalau mendengar kata ‘Bule’ yang terbayang pastilah sosok bule dari negara asing yang tinggi dengan rambut pirangnya, ya? Tapi jangan salah. Bule di sini merupakan akronim dari Jambu dan Lele. Karena Desa Wonosari ini terkenal sebagai sentra produksi dari Jambu Delima yang terkenal itu. Selain jambu Desa Wonosari juga terkenal sebagai pusat pembibitan ikan lele. Nah, dua komoditi andalan itu yang dijadikan nama untuk sebuah kolam pemancingan.

Ikan Bakar Yummy!!

One by One

Faza & Mom

Tapi selain jambu delima dan lele sebenarnya masih ada lagi produk unggulan dari dari Wonosari ini. Yaitu sentra pengasapan ikan. Di sana pabriknya lumayan besar. Namanya “Asap Agung”.

Nah, ke tempat inilah kami hendak merayakan ulang tahun putra teman kami. Selepas mengajar jam 12 siang kami langsung cabut ke Bule Pemancingan. Kira-kira seperempat jam dari pusat kota. Lumayan dekat. Jalan ke sana juga sudah mulus. Berkat proyek betonisasi.
Begitu sampai di sana telah menunggu suami dari Bu Anis. Lengkap dengan sajian ikan bakarnya yang terkenal itu. Tak ketinggalan pula full music karaoke. Teman saya yang kebetulan hobby menyanyi tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Langsung saja mike disamber, dan berkaraokeanlah beliau ini. Kalau daku sih lebih senang foto-foto ikannya.

Ikan bakarnya lumayan juga. Dan lumayan murah juga. Pantaslah kalau tempat ini jadi tempat alternatif untuk makan. Tempatnya luas dan lumayan adem. Karena banyak pohon jambu. Di sana kita juga bisa mancing di kolam. Bawa anak-anak ke sini pastilah senang. Ada aneka macam mainan di area ini.

Usai makan aku pun pamit duluan. Sudah hampir jam dua siang. Sebentar lagi anak pulang dari sekolah. Jadi kudu jemput anak dulu. By the way kapan-kapan ingin ajak anak-anak sama suami ke tempat ini. In shaa Allah.

Selamat Ulang Tahun ya Mafaza Asyadil Alam, semoga tambah pinter, jadi anak yang soleh, berbhakti pada orang tua dan agama. Amin.

Baca Selengkapnya....!