Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Rabu, 22 Juni 2016

Lomba Menulis Cerita Anak 2016 Kemdikbud Juara 1 Rp. 12 Juta

Lomba menulis ceria anak ini diselenggarakan oleh Kemdikbud. Hadiahnya luar biasa. Juara 1. Rp. 12 juta.
Untuk menjadi generasi unggul, anak Indonesia memerlukan inspirasi positif dari berbagai sumber, antara lain, cerita anak. Pesan dalam cerita anak seyogianya mampu membuat anak tidak hanya berwawasan global nan modern, tetapi juga berwatak luhur selaras dengan kearifan budayanya. Gagasan tentang nilai kebaikan yang terwujud dalam adat istiadat, pepatah petitih, permainan tradisional, dan warisan budaya takbenda lainnya merupakan khazanah kearifan lokal yang sangat berharga untuk dimanfaatkan sebagai bahan cerita anak. Sehubungan dengan hal itu, guna menyediakan prasarana penghargaan bagi guru yang berprestasi dalam penulisan karya sastra, Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memberikan peluang dan tantangan bagi guru untuk mengangkat kearifan lokal menjadi bacaan bermutu yang sesuai dengan kebutuhan anak Indonesia melalui Sayembara Penulisan Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal.
Peserta;
Peserta sayembara ini adalah guru sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiah (MI) serta guru lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di seluruh Indonesia.
Penulisan Naskah;

1. Cerita berbentuk prosa dan menggunakan bahasa Indonesia.
2. Isi cerita sesuai untuk anak berusia 4 – 10 tahun.
3. Tema cerita sesuai dengan kekinian, tidak mengandung unsur pornografi dan radikalisme, serta tidak berpotensi menimbulkan konflik suku, agama, ras, dan antargolongan.
4. Cerita mengangkat kearifan lokal, tetapi tidak bersumber dari cerita rakyat.
5. Cerita harus asli (bukan saduran atau terjemahan), belum pernah diterbitkan atau dipublikasikan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apa pun.
6. Naskah cerita memuat 2.500-3.000 kata serta diketik dengan menggunakan kertas ukuran A-4; huruf Tahoma berukuran 11; spasi 1,5; dan satu sisi halaman (tidak bolak-balik).
7. Naskah cerita dapat disertai ilustrasi buatan sendiri.

Pengiriman Naskah;

1. Naskah cerita dikirim sebanyak empat rangkap dengan dilampiri;
- biodata (termasuk alamat lengkap yang terjangkau layanan pos dan nomor telepon yang dapat dihubungi),
- fotokopi kartu tanda penduduk (KTP),
- surat keterangan mengajar dari kepala sekola/ lembaga pendidikan, dan
- surat pernyataan keaslian karya bermaterai rp.6.000,00.

2. Peserta dapat mengirim naskah sebanyak-banyaknya tiga judul karya.
3. Naskah dapat diserahkan secara langsung atau dikirimkan melalui pos.
4. Naskah diterima panitia selambat-lambatnya 29 Agustus 2016 (per tanggal pengiriman).

Untuk informasi lebih lengkap silakan lihat pada tautan di bawah

Lampiran: http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/sites/default/files/Brosur%20Sayembara%20Cernak%202016—_1.jpg

semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 13 Mei 2016

Wijayakusuma, si Cantik yang Misterius

Bunga Wijayakusuma
Pernah mendengar nama bunga wijayakusuma? Apa yang terbayang dalam benak ketika mendengar nama bunga itu? Tentunya terbayang sebuah bunga indah yang penuh misteri. Kenapa penuh misteri? Mungkin karena bunga ini hanya mekar pada waktu malam hari saja. Dan jarang orang tahu, kapan bunga ini mekar. Kendati sudah ditunggui. Dalam arti kata si wijayakusuma ini suka mekar diam-diam. Dan mekarnya hanya sebentar di waktu malam. Seiring dengan semburat sang surya, maka si cantik wijayakusuma pun mulai layu.
Sesaat Sebelum Mekar
Bunga wijayakusuma termasuk dalam anggota tanaman kaktus. Batangnya merupakan daun yang kemudian mengeras. Memiliki nama latin Epiphyllum oxypetalum. Dan karena hanya mekar di malam hari, wijayakusuma sering disebut sebagai ratu malam. Daun tanaman bunga wijayakusuma berbentuk pipih. Dengan tinggi bisa mencapai tiga meter. Namun ada beberapa jenis dari wijayakusuma ini memiliki tinggi yang cukup mini. Bunga wijayakusuma muncul dari tepi daun yang bergerigi. Berbentuk lonceng yang kian lama kian memanjang. Dalam satu tangkai daun bisa terdapat beberapa tangkai bunga. 
Wanginya Lembut Banget...


Kelopak bunga berbentuk roset atau melingkar. Perkembang biakan bunga wijayakusuma bisa dilakukan dengan biji atau stek daun. Sangat mudah. Cukup potong sehelai daun yang cukup tua. Benamkan di media tanam. Selang tak berapa lama dari tepi daun akan muncul tunas-tunas baru.

Untuk jenis wijayakusuma mini pertumbuhannya lebih subur bila di taruh pada pot gantung. Sehingga bunganya juga lebih banyak. Bunga wijayakusuma termasuk rajin berbunga.
Semarak di Malam Hari
Dalam cerita pewayangan, bunga ini merupakan senjata pusaka dari Kresna. Merupakan bunga ajaib yang bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Tapi itu merupakan cerita. Dan fakta mengejutkan karena bunga wijayakusuma ini juga memiliki beragam khasiat. Diantaranya menyembuhkan luka abses, sebagai anti radang, obat batuk dan pendarahan. Khasiat lainnya adalah mengatasi tuberkulosis paru dengan batuk asma, batuk darah dan muntah darah
Ada juga mitos terkait dengan si cantik wijayakusuma ini. Bahwa barang siapa yang menyaksikan bunga ini mekar, maka ia akan memperoleh kebaikan. Bisa berupa rejeki, kesehatan dan semacamnya. Pokoknya berupa keberkahan.

Si Cantik Misterius

Aku bahkan pernah mendengar cerita, seorang kakek rela terkantuk-kantuk di luar rumah pada malam hari. Hanya demi melihat si cantik wijayakusuma ini mekar. Lha namanya bunga mekar kan pelan banget, slow motion begitu. Masa ditungguin. Emang bisa tahu prosesnya? Kan biasanya ujug-ujug telah mekar begitu saja. Kecuali mungkin mau direkam ya.
Sebelum Layu di Pagi Hari
Oh ya, si cantik wijayakusuma ini bila mekar memiliki aroma wangi yang teramat lembut. Tetapi terkadang juga tidak berbau wangi. Mungkin telat momentnya. Karena pernah juga bunga wijayakusumaku mekar banyak sekali. Dan tidak tercium bau wangi. Namun terkadang juga di suatu ketika bunga mekar, ada wangi yang menguar. Jadi mesti ngepasin momentnya kali ya.

Nah, selamat berburu mekarnya bunga wijayakusuma ya. Kalau aku sih mending tak tinggal tidur saja. Bye…

Baca Selengkapnya....!

Jumat, 06 Mei 2016

Anggrek, si Cantik Exotis yang Tahan Lama

Hari libur gini paling asyik nongkrong di kebun yang tak seberapa luas itu. Eh, sebenarnya sih bukan kebun ding. Hanya sekumpulan pot bunga yang diletakkan berjajar. Dan itu pun letaknya di atas dak rumah. Jadi gak bisa dong dibilang kebun.

Tapi walau ada di dak rumah, lumayanlah buat cuci mata. Capek, penat, bete, dijamin bakal ilang kalau sudah nongkrong di kebun kayak gini. Bahkan bisa-bisa jadi lupa waktu.


Dan aku senangnya itu nongkrongin si kembang anggrek. Walau tak banyak koleksi yang aku miliki, dan anggreknya juga anggrek yang murahan, lumayanlah bikin hati senang. Bunganya itu lho. Bisa tahan mekar selama berbulan-bulan. bahkan aggrek dendrobiumku bisa sampai tiga bulan lebih. Dan sampai sekarang masih memamerkan keindahan bunganya. Jadi makin cinta dengan si cantik yang eksotis itu.

Anggrek jenis dendrobium itu memang yang paling mudah dipelihara. Gak perlu perawatan yang beribet. Juga tahan terkena paparan cahaya matahari seperti di kota Demak yang lumayan panas ini. Si Dendrobium enggak protes. Dan masih tetap rajin berbunga. Tapi ya jangan ditaruh dibawah paparan sinar matahari langsung. Kasihan. Mesti ada penghalangnya. Cukup cahaya matahari pagi saja. Karena si Dendrobium ini memerlukan intensitas cahaya antara 70-80 % saja. Kalau kepananasan juga si doi bakalan gosong daunnya. Dan tentu menjadi tidak cantik lagi.

Selain rajin berbunga, perkembangbiakan anggrek dendrobium seperti milikku ini juga cukup gampang. Tinggal pisahkan saja anakkannya dari induknya. Soal media bisa dipilih. Mau ditanam di pot atau langsung ditempel di pakis buat digantung di pohon. Terserah mana yang gampang. Kalau mau tanam di pot bisa pakai media pakis yang dihancurkan. Lalu tambahkan pula kompos. Jangan lupa siram pagi dan sore. Lebih bagus lagi sebelum matahari terbit atau saat matahar terbenam. Sekali-kali kalau pas lagi nyuci beras buat nanak nasi, air cuciannya jangan dibuang. Gunakan saja untuk menyiram anggrek cantik itu. Maka si anggrek akan membalasnya dengan keindahan bunganya.

Hm, kayaknya mesti ditangkarkan lagi nih ya. Supaya semakin semarak kebun kecilku ini.

Baca Selengkapnya....!

Rabu, 04 Mei 2016

Bukuku di Pameran Buku Murah

Saat ini di Jakarta tengah berlangsung pameran buku murah dengan diskon yang gila-gilaan. Pameran bertajuk Big Bad Wolf yang mengambil ikon serigala jahat dalam cerita si tudung merah ini berlangsung tanggal 30 April-08 Mei di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Hall 10 yang berlokasi di Bumi Serpong Damai Tangerang. Selain itu buku yang dipamerkan pun amat sangat banyak. Rasanya mupeng lihatin teman-teman pada nulis review kunjungan ke pameran buku murah tersebut. Ada yang kalap sampai borong bertroli-troli buku. Ada kisah yang antri berjam-jam buat bisa masuk. Ada yang datang kemaleman. Wah, kayaknya seru sekali.


Aku tidak bisa membayangkan akan jadi apa diriku seandainya tempat pameran itu dekat denganku. Bisa-bisa gak bisa tidur mikirin buku-buku yang ada namun nggak terbeli. Ya dah, mimpi saja kali ya.

Dan lihat-lihat di list promosi para penerbit ada yang nyempil juga nih bukuku. Utamanya dari Zaituna ufuk Abadi, tempat Penerbit Adibintang bernaung. Tempat buku-bukuku diterbitkan. Di antara judul buku yang nyempil di daftar buku murah Zaituna yaitu buku Sehat dan Kuat seperti Nabi Muhammad.

Aku jadi keingetan beberapa waktu lalu menerima email dari pemberitahuan kalau bukuku itu masuk daftar yang akan diobral. Kisaran harganya Rp 30.000,- sedangkan harga normalnya Rp 78.000,-

Yuk, yang ke pameran buku murah, jangan lupa borong bukuku yach.

Kalau mau tahu isinya bisa diintip di sini.

Baca Selengkapnya....!

Minggu, 24 April 2016

Outbound ke nDayu Park Sragen


Hari Sabtu kemarin tanggal 23 April 2016 mendampingi anak-anak TK Muslimat NU Demak Outbound. Lokasi yang dituju yakni nDayu Park Sragen. Lumayan jauh juga. Pukul 6 pagi anak-anak sudah berkumpul di depan LP Demak. Tepat bus yang akan kami tumpangi standby. Setelah check in peserta dan briefing untuk kru bus Senja Furnindo, kami pun berangkat pada pukul 7 pagi. Jalur yang ditempuh melalui Purwodadi.

Rupanya di jalur Purwodadi sedang terjadi perbaikan jalan. Alhasil kami pun terjebak macet. Belum lagi jalanan berlubang yang kami lalui. Sukses bikin goyangan dombret. Selain itu keberadaan sinyal yang byar pet membuat komunikasi dengan pihak nDayu Park jadi terhambat. Perkiraan waktu tempuh selama 2 jam akhirnya jadi molor. Pukul 11.30 WIB kami baru sampai di lokasi. Itu pun belum komplit. Baru bus 4 saja yang sudah sampai.


Setelah semua bus tiba, anak-anak segera dikumpulkan di aula. Sambutan dari pihak nDayu Park lumayan ramah. Manajer Marketing Bapak Krestiyanto menyambut kami dengan antusias. Demikian pula dengan kakak-kakak pemandu.

Karena kedatangan kami yang sangat terlambat dari jadwal, maka perubahan rencana segera disusun. Usai penyambutan, kami langsung makan siang, sholat dan setelah itu baru melaksanakan kegiatan outbound.

Anak-anak dibagi per kelas. Jadi ada 5 kelompok. Masing-masing kelompok bergerak sesuai arahan dari pemandu dengan didampingi guru kelas masing-masing. Sementara anak-anak melakukan kegiatan outbound, wali murid bebas berjalan-jalan di mini zoo atau areal nDayu Park.


Untuk kelompok B 1, kami menuju lokasi pembuatan roti donat kentang. Di sini anak-anak diajari cara membuat donat kentang. Anak-anak langsung praktek membuat kue donat. Habis itu kami menuju lokasi memberi makan ikan. Banyak sekali ikannya. Besar-besar lagi. jenis ikan yang dipelihara adalah ikan tawes. Anak-anak senang sekali memberi makan ikan. Terlebih setelah ikan-ikan itu bermunculan berebut makanan.


Habis dari tempat pemeliharaan ikan, kami menuju mini zoo. Di sana anak-anak diperkenalkan dengan aneka binatang. Cocok untuk menanamkan cinta satwa pada anak-anak. Binatang yang dipelihara diantaranya aneka ikan seperti patin, lele, ikan buaya dan lain-lain. Di dalam lokasi mini zoo ada juga tempat untuk terapi ikan. Arifnya murah banget. Hanya lima ribu rupiah saja.
Selain bermacam-macam ikan, ada pula kera, buaya, burung merak, kasuari, rusa jawa, rusa totol, ular, landak, kebo bule, ada pula beruang lho. Habis dari mini zoo, anak-anak menuju tempat perah susu. Di kandang sapi sudah menunggu Pak Sabar. Dengan sabar beliau memandu anak-anak praktek memerah susu sapi. Ada insiden kecil terjadi. Saat kami tiba di kandang sapi, sudah ada kelompok lain yang juga praktek memerah susu. Jadi kami harus menunggu sementara waktu sampai merek selesai. Sementara menunggu, ada anak iseng menggoyang-goyangkan pohon karsen. Dan ternyata di pohon karsen itu sedang ada ulatnya. Hiii, ulatnya besar-besar. Ulat bulu lagi. alhasil beberapa anak mengalami gatal-gatal. Pertolongan segera dilakukan. Dan perah susu sapi pun berlanjut. Walau beberapa anak mengalami gatal.
Habis itu kami lalu menuju lokasi menangkap ikan. Di sana sudah menunggu kakak pemandu dengan jaringnya. Di sini anak-anak diajak praktik menangkap ikan. Wow, seru sekali. Walau tak ada ikan yang berhasil ditangkap.

Habis dari lokasi tangkap ikan, anak-anak diajak ke lokasi penanaman ketela. Di lahan yang tak begitu luas itu anak-anak diajak praktik menanam ketela rambat. Dijelaskan cara menanam dan juga manfaat dari ketela rambat ini. Anak-anak jadi tambah wawasan. Habis itu anak-anak diajak terjun ke sawah untuk menanam padi. Berbecek-becek di lumpur. Namun anak-anak senang sekali. Jangan takut kaki menjadi kotor. Ada bak khusus untuk membasuh lumpur yang menempel di kaki. Kendati demikian ada pula anak-anak yang merasa jijik. Mereka tidak mau turun ke sawah.
Dan usai tanam padi adalah saat yang ditunggu-tunggu. Saatnya ke kolam renang. Anak-anak senang sekali. Mereka bisa berenang beramai-ramai. Tak lupa beberapa ibu guru ikut turun ke kolam.

Usai dari kolam renang, saatnya untuk check out dari nDayu Park. Jangan khawatir, anak-anak tidak akan pulang dengan tangan kosong. Ada roti donat, susu sapi dan ikan sebagai oleh-oleh untuk anak-anak. Ada pula oleh-oleh ubi jalar untuk para gurunya.
Anak-anak sangat senang. Perjalanan outbound kali ini sungguh berkesan. Terima kasih kepada pihak Ndayu Park untuk kerja samanya sehingga kegiatan outbound berjalan lancar.

Karena jalanan yang kurang bersahabat, maka pulangnya kami lewat jalur Salatiga. Di sini kami mampir untuk beli oleh-oleh. Dan kami tiba kembali di Demak pukul 10 malam. Capai, namun sangat berkesan.

Baca Selengkapnya....!