Sesuai misi Abaca Flashcard
Kami pun hadir untuk senantiasa menemani putra putri dalam menjelajah dunia
Lewat "MEMBACA"
Saat ini pemerintah menggalakkan
"GERNAS BAKU"
Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku"
Mengingat zaman kekinian saat ini
Anak cenderung lebih suka menonton TV dan main Gadget
Tak ada lagi hobi membaca yang dulu dulu sering kita tulis sebagai hobi kita diwaktu kecil
Pemerintah menyatakan Indonesia pada peringkat ke 64 dari 72 negara
Melihat penting nya membaca buku dan mencintai kegiatan membaca buku
Maka pemerintah menggalakkan kegiatan membaca buku
Abaca Flashcard sangat mendukung kegiatan GERNAS BAKU ini
Dimana ortu membaca kan buku ke Anak
Akan meningkatkan bonding antara mereka
Persis seperti abaca flashcard
Bermain nya pun harus di dampingi ortu
By NILA SARI AYU
Pemesanan :
WA.085867486151
Baca Selengkapnya....!
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Mei 2018
Jumat, 23 Maret 2018
Sudah Punya Abaca tapi Bosan, Simak Triknya
BUAH HATI KU SUDAH PUNYA ABACA
Tapi BOSAN
Yuk intip- intip trik n tips dari bunda Nila..
Apabila anak bosan main abaca
Dan apabila bunda ingin anak nya lebih nyantel dengan kosa kata yg dipelajari saat ini
...
1.Adakan permainan "Pegangkan Aku"
Atur semua kartu boleh diacak...
Dan anak diminta berlomba "pegangkan ba!!!!
Anak menyentuh ba...
Kita pun ikut dalam perlombaan ini
Biar asyik...
Anak serasa ada lawan main...
Tapi kita pura2 kalah
2.Susun kartu/jejer kartu
Minta anak berlomba dengan anak lain
Susunkan bunda" ma ta"
Anak berlomba2 menyusun kata "ma ta"
3.Dikte kata...
Kita bisa diktekan kata yg dipelajari hari ini...
4.baca suku kata yg kemaren
Misal hari ini kita belajar fa...
Maka suku kata yg kmaren di ulang lagi
A,ba,ca...
5.Lingkari aku
Buat kata misal hari ini kita belajar ma
Maka buat kata
Mata
Mana
Maka
Minta anak melingkari suku kata ma
Semoga bermanfaat
SERU KAN??????
Gak ada yang rewel....
Wajah mereka semua berbinar binar....
Mau?
085867486151 ya
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Tapi BOSAN
Yuk intip- intip trik n tips dari bunda Nila..
Apabila anak bosan main abaca
Dan apabila bunda ingin anak nya lebih nyantel dengan kosa kata yg dipelajari saat ini
...
1.Adakan permainan "Pegangkan Aku"
Atur semua kartu boleh diacak...
Dan anak diminta berlomba "pegangkan ba!!!!
Anak menyentuh ba...
Kita pun ikut dalam perlombaan ini
Biar asyik...
Anak serasa ada lawan main...
Tapi kita pura2 kalah
2.Susun kartu/jejer kartu
Minta anak berlomba dengan anak lain
Susunkan bunda" ma ta"
Anak berlomba2 menyusun kata "ma ta"
3.Dikte kata...
Kita bisa diktekan kata yg dipelajari hari ini...
4.baca suku kata yg kemaren
Misal hari ini kita belajar fa...
Maka suku kata yg kmaren di ulang lagi
A,ba,ca...
5.Lingkari aku
Buat kata misal hari ini kita belajar ma
Maka buat kata
Mata
Mana
Maka
Minta anak melingkari suku kata ma
Semoga bermanfaat
SERU KAN??????
Gak ada yang rewel....
Wajah mereka semua berbinar binar....
Mau?
085867486151 ya
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Selasa, 06 Agustus 2013
[MOTORIK HALUS] MEMBATIK DI ATAS TISU
Membatik merupakan kegiatan mengaasyikkan yang disukai anak-anak. Mereka begitu asyik berkreasi. Dan dengan membiarkan mereka bebas berimajinasi, karya yang dihasilkan mereka sangatlah luar biasa. Pertama kali menyampaikan materi membatik dengan tisu ini, saya sama sekali tidak mengira hasilnya akan bagus-bagus.

Dari bahan yang sederhana dan murah, anak-anak bisa berkreasi dan pembelajaran motorik halus tidak lagi membosankan untuk mereka. Di bawah ini saya uraikan cara pembuatan dan bahan-bahan yang diperlukan. Modelnya dibuat resmi, sekalian untuk portofolio guru.
I. Judul : Membatik di atas tisu
II. Bidang Pengembangan : Motorik Halus
III. Kegiatan : Membatik di atas tisu
IV. Indikator Tingkat Pencapaian Perkembangan (TPP) :
- Membatik dengan jumputan. (F 43)
V. Tujuan Pengembangan:
- Mengenalkan pada anak tentang pembuatan batik secara sederhana.
- Mengasah imajinasi dan kreativitas anak.
- Melatih motorik halus anak.

VI. Alat dan Bahan
- Kertas tisu warna putih. Lebih baik tisu model kotak.
- Pewarna makanan sesuai selera.
- Wadah plastik.
- Sendok
- Pipet.

VII. Cara Pembuatan
- Campur pewarna dengan air. Aduk rata. Usahakan tidak terlalu encer. Beri masing-masing pewarna dengan pipet. Satu pipet untuk satu warna supaya warna tidak tercampur.
- Ambil kertas tisu.
- Lipat dua sama besar. Akan membentuk empat persegi panjang. Lipat dua lagi akan diperoleh bentuk bujur sangkar. Lipat lagi akan diperoleh bentuk segitiga. Lipat dua lagi. Akan diperoleh segitiga yang lebih kecil.
- Ambil salah satu warna dengan pipet. Teteskan pewarna mulai dari ujung lipatan.
- Ambil pewarna lainnya, teteskan pada bagian yang masing putih.
- Jumlah pewarna sesuai dengan keinginan.
- Jika tidak ada pipet bisa diganti dengan sendok.
- Biarkan mengering.
- Setelah tisu kering buka dengan perlahan sesuai arah lipatan. Usahakan jangan sampai sobek.
- Tempel dengan hati-hati pada buku tugas anak.
- Batiknya sudah jadi.
- Selamat mencoba.
VIII. Gambar Media


Baca Selengkapnya....!
Minggu, 12 Mei 2013
[Media Pembelajaran] BONEKA JARI DARI KAIN FLANEL
Kain Flanel begitu mudah untuk dibuat menjadi aneka macam bentuk kerajinan tangan. Mulai dari bros, sampai untuk membuat media pembelajaran semacam boneka jari.
Dalam pembelajaran di Taman Kanak-Kanak boneka jari biasa diunakan untuk bermain sandiwara boneka. anak-anak Begitu senang memainkannya. Palagi jika boneka jari itu menyerupai karakter-karakter unik yang dekat dengan anak-anak. Membuat Mereka begitu senang bermain dengannya.
Cara pembuatannya juga begitu mudah. Para Ibu guru dan juga orang tua di rumah bisa membuatnya sendiri. Hanya perlu sedikit kreativitas untuk mencipta tokoh-tokoh yang disukai oleh anak-anak.
I. Judul : Media Pembelajaran “BONEKA JARI”
II. Bidang Pengembangan : Bahasa
III. Kegiatan : Bercerita dengan Boneka Jari
IV. Indikator Tingkat Pencapaian Perkembangan (TPP) :
- Menceritakan kembali sesuatu berdasarkan ingatannya. (Bhs 26)
V. Tujuan Penggunaan:
- Mengasah imajinasi serta keberanian anak untuk bercerita atau bermain sandiwara boneka.
VI. Alat dan Bahan
- Kain flanel warna-warni
- Karton untuk membuat pola.
- Gunting
- Jarum
- Benang
- Mata boneka
- Lem tembak
VII. Cara Pembuatan
- Potong kain flanel seukuran jari tangan. Buat karakter bagian kepala, bisa dibuat model binatang atau manusia.
- Jahit kedua sisinya.
- Pasangi dengan mata boneka.
- Beri jahitan untuk bagian mulut.
- Boneka jari sudah jadi.
- Boneka jari siap dimainkan.

VIII. Cara Penggunaan
Boneka ini bisa digunakan untuk kegiatan bercerita atau bermain sandiwara boneka
Baca Selengkapnya....!
Kamis, 16 Februari 2012
BERMAIN WARNA DENGAN KELERENG
Banyak sekali ragam kegiatan pengembangan motorik halus untuk anak usia dini. Salah satunya adalah BERMAIN WARNA DENGAN KELERENG. Kegiatan ini sangat mudah dilakukan. Dan sudah pasti anak-anak sangat menyukainya.
Simak, ya.
Kegiatan : Bermain Warna dengan Kelereng
Lingkup Pengembangan : Motorik Halus
Tingkat Pencapaian Perkembangan : Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan
Indikator : Bermain warna dengan berbagai media, misal : krayon, cat air, benang, kelereng, dll. (FM 55)
Alat dan Bahan
: 1. Kelereng
2. Pewarna poster (merah, kuning, hijau, dll)
3. Air
4. Baki
5. Mangkok dan sendok
6. Kertas
7. Gunting
Cara melaksanakan kegiatan
: 1. Campur cat dengan air dalam mangkok yang berbeda-beda. Usahakan campuran jangan terlalu encer supaya cat dapat menempel di kelereng. Aduk dengan sendok. Masukkan kelereng ke dalam masing-masing mangkok.
2. Buat pola dari kertas. Pola sesuai selera. Lebih baik sesuaikan dengan tema yang sedang berjalan. Misalnya pola baju untuk tema Kebutuhanku dan Rekreasi, dll.
3. Ambil baki, letakkan pola yang telah dibuat di tengah-tengah baki. Ambil masing-masing satu kelereng yang telah tercampur dengan warna dari tiap-tiap mangkok. Usahakan sendok yang digunakan terpisah, supaya warna tidak tercampur.
4. Goyangkan kelereng dalam baki sampai semua pewarna yang semula menempel di kelereng berpindah di pola. Ambil pola dan keringkan.
5. Tempel di buku tugas anak-anak.
supaya meja tetap bersih selama kegiatan berlangsung, maka meja bisa dialasi dengan koran atau plastik. Tujuannya agar cat yang tercecer pada saat anak-anak mengambil kelereng tidak mengotori meja.
Selamat berkreasi.
Baca Selengkapnya....!
Simak, ya.
Kegiatan : Bermain Warna dengan Kelereng
Lingkup Pengembangan : Motorik Halus
Tingkat Pencapaian Perkembangan : Melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan
Indikator : Bermain warna dengan berbagai media, misal : krayon, cat air, benang, kelereng, dll. (FM 55)
Alat dan Bahan
: 1. Kelereng
2. Pewarna poster (merah, kuning, hijau, dll)
3. Air
4. Baki
5. Mangkok dan sendok
6. Kertas
7. Gunting
Cara melaksanakan kegiatan
: 1. Campur cat dengan air dalam mangkok yang berbeda-beda. Usahakan campuran jangan terlalu encer supaya cat dapat menempel di kelereng. Aduk dengan sendok. Masukkan kelereng ke dalam masing-masing mangkok.
2. Buat pola dari kertas. Pola sesuai selera. Lebih baik sesuaikan dengan tema yang sedang berjalan. Misalnya pola baju untuk tema Kebutuhanku dan Rekreasi, dll.
3. Ambil baki, letakkan pola yang telah dibuat di tengah-tengah baki. Ambil masing-masing satu kelereng yang telah tercampur dengan warna dari tiap-tiap mangkok. Usahakan sendok yang digunakan terpisah, supaya warna tidak tercampur.
4. Goyangkan kelereng dalam baki sampai semua pewarna yang semula menempel di kelereng berpindah di pola. Ambil pola dan keringkan.
5. Tempel di buku tugas anak-anak.
supaya meja tetap bersih selama kegiatan berlangsung, maka meja bisa dialasi dengan koran atau plastik. Tujuannya agar cat yang tercecer pada saat anak-anak mengambil kelereng tidak mengotori meja.
Selamat berkreasi.
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 18 Januari 2012
JENDELA HURUF
Semua orang tentu sudah mengenal jendela. Dan semuanya juga sudah mengenal huruf. Bagaimana dengan jendela huruf? Barangkali banyak yang bertanya, apa itu jendela huruf?
Jendela huruf adalah sebuah permainan mengenal huruf untuk anak-anak di Taman Kanak-Kanak. Sebuah alat peraga sederhana yang mendorong anak-anak untuk bermain. Dari bermain itu tanpa mereka sadari sebenarnya anak-anak telah belajar. Sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran di TK yakni belajar seraya bermain dan bermain sambil belajar.
Bagaimana bentuk permainan jendela huruf?
Sangat sederhana. Dan bahannya mudah diperoleh serta pembuatannya sangat mudah. Kita dapat memanfaatkan bahan bekas seperti kardus susu sebagai bahan dasar pembuatan jendela huruf.
Bagaimana caranya?
Caranya sangatlah mudah. Ambil karton bekas susu. Lalu potong dengan ukuran 20 cm X 15 cm. bisa juga sesuai dengan lebar bahan yang tersedia. Lapisi karton dengan kertas polos sehingga tampak rapi. Lalu buat lubang sebesar koin pada karton. Jumlah lubang pada karton dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bisa lima sampai enam lubang.
Setelah itu siapkan kertas kecil berukuran persegi selebar lubang karton. Gambari tiap potongan kertas persegi dengan aneka gambar. Bisa gambar binatang, buah-buahan, atau apapun benda yang diketahui anak. Siapkan setelah gambar siap buat pula tulisan dari gambar-gambar yang telah kita buat. Untuk tulisan bisa kita sesuaikan dengan tingkatan perkembangan anak. Misalnya pada gambar balon, untuk anak TK kelompok A bisa kita buat huruf depannya saja, yakni b. Kita siapkan untuk pembelajaran pengenalan huruf. Sedangkan untuk kelompok B, bisa kita buat tulisan suku kata awalnya, yakni ba. Untuk kelompok B semester akhir yang mana para siswa sudah mahir membaca bisa kita tuliskan kata lengkapnya yakni balon.
Tempelkan gambar-gambar itu menutupi lubang yang telah kita buat. Lalu balik karton dan tempelkan kertas yang bertuliskan huruf/suku kata/kata pada sisi yang satunya. Sesuaikan gambar dengan huruf awal/ suku kata/ kata yang ada. Misal gambar balon dengan huruf b atau suku kata ba, atau tulisan balon. (sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak). Tempeli semua sampai lubang yang kita buat telah tertutup semuanya. Jadilah kita memiliki alat peraga pengembangan bahasa yang bernama jendela huruf.
Lalu bagaimana cara bermainnya?
Sangat mudah. Siapkan media jendela huruf. Siapkan pula dua buah pensil. Dua anak berhadap-hadapan dengan memegang pensil. Satu anak yang menghadap sisi gambar bertanya pada teman di depannya. Misalnya: “Apakah huruf awal dari gambar balon?” Maka anak yang satunya menunjuk huruf awal dari gambar balon dengan melubanginya. Apabila jawabannya benar maka ia akan membuat lubang tepat pada gambar balon. Lakukan secara bergantian. Namun untuk anak di sebelahnya yang ditanyakan adalah gambarnya. Misal: “Yang mana gambar dari huruf awal b/suku kata ba/tulisan balon?” Demikian seterusnya.
Selain cara pembelajaran yang telah saya uraikan, dapat pula membuat variasi yang lain. Misalnya pada saat pembelajaran klasikal ketika anak melingkar di karpet. Guru bisa menyuruh anak untuk maju bermain jendela huruf. Namun lebh disarankan biarkan anak yang bermain sendiri. Karena pembelajaran yang baik adalah mengaktifkan anak. Bukan gurunya yang aktif sendiri.
Selamat mencoba. Baca Selengkapnya....!
Jendela huruf adalah sebuah permainan mengenal huruf untuk anak-anak di Taman Kanak-Kanak. Sebuah alat peraga sederhana yang mendorong anak-anak untuk bermain. Dari bermain itu tanpa mereka sadari sebenarnya anak-anak telah belajar. Sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran di TK yakni belajar seraya bermain dan bermain sambil belajar.
Bagaimana bentuk permainan jendela huruf?
Sangat sederhana. Dan bahannya mudah diperoleh serta pembuatannya sangat mudah. Kita dapat memanfaatkan bahan bekas seperti kardus susu sebagai bahan dasar pembuatan jendela huruf.
Bagaimana caranya?
Caranya sangatlah mudah. Ambil karton bekas susu. Lalu potong dengan ukuran 20 cm X 15 cm. bisa juga sesuai dengan lebar bahan yang tersedia. Lapisi karton dengan kertas polos sehingga tampak rapi. Lalu buat lubang sebesar koin pada karton. Jumlah lubang pada karton dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bisa lima sampai enam lubang.
Setelah itu siapkan kertas kecil berukuran persegi selebar lubang karton. Gambari tiap potongan kertas persegi dengan aneka gambar. Bisa gambar binatang, buah-buahan, atau apapun benda yang diketahui anak. Siapkan setelah gambar siap buat pula tulisan dari gambar-gambar yang telah kita buat. Untuk tulisan bisa kita sesuaikan dengan tingkatan perkembangan anak. Misalnya pada gambar balon, untuk anak TK kelompok A bisa kita buat huruf depannya saja, yakni b. Kita siapkan untuk pembelajaran pengenalan huruf. Sedangkan untuk kelompok B, bisa kita buat tulisan suku kata awalnya, yakni ba. Untuk kelompok B semester akhir yang mana para siswa sudah mahir membaca bisa kita tuliskan kata lengkapnya yakni balon.
Tempelkan gambar-gambar itu menutupi lubang yang telah kita buat. Lalu balik karton dan tempelkan kertas yang bertuliskan huruf/suku kata/kata pada sisi yang satunya. Sesuaikan gambar dengan huruf awal/ suku kata/ kata yang ada. Misal gambar balon dengan huruf b atau suku kata ba, atau tulisan balon. (sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak). Tempeli semua sampai lubang yang kita buat telah tertutup semuanya. Jadilah kita memiliki alat peraga pengembangan bahasa yang bernama jendela huruf.
Lalu bagaimana cara bermainnya?
Sangat mudah. Siapkan media jendela huruf. Siapkan pula dua buah pensil. Dua anak berhadap-hadapan dengan memegang pensil. Satu anak yang menghadap sisi gambar bertanya pada teman di depannya. Misalnya: “Apakah huruf awal dari gambar balon?” Maka anak yang satunya menunjuk huruf awal dari gambar balon dengan melubanginya. Apabila jawabannya benar maka ia akan membuat lubang tepat pada gambar balon. Lakukan secara bergantian. Namun untuk anak di sebelahnya yang ditanyakan adalah gambarnya. Misal: “Yang mana gambar dari huruf awal b/suku kata ba/tulisan balon?” Demikian seterusnya.
Selain cara pembelajaran yang telah saya uraikan, dapat pula membuat variasi yang lain. Misalnya pada saat pembelajaran klasikal ketika anak melingkar di karpet. Guru bisa menyuruh anak untuk maju bermain jendela huruf. Namun lebh disarankan biarkan anak yang bermain sendiri. Karena pembelajaran yang baik adalah mengaktifkan anak. Bukan gurunya yang aktif sendiri.
Selamat mencoba. Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)


