Ayah Bunda, Mau si kecil tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah sedari dini?
Caranya gimana ya kak?
Yuk kenalkan ilmu tauhid/ islam sedari dini ke si kecil. Cara yang mengasikkan ialah dengan buku bacaan nih!
ππ»Nah pas banget, WinDreami punya 1 set Buku bertema islami yang cocok dan tepat untuk usia si kecil.
Apaan sih itu?
Namanya “ My First Amazing Islamic Library ”. Yuk Ayag Bunda, jadikan buku ini sebagai buku pertama si kecil. Tanamkan Islam melalui konten buku yang tepat, seru dan mudah diajarkan untuk usianya.
Buku ini dilengkapi dengan berbagai macam fitur seperti pengenalan abjad, warna, kata pertama dan bahasa Inggris untuk tumbuh kembangnya. Selain itu juga ada latihan untuk kemampuan motorik si kecil seperti fitur tracing, gunakan alat tulis yang dapat dihapus.
Gunakan gambar dan fitur animasi sebagai alat bercerita (Read Aloud). Penggunaan warna kontras membuat si kecil lebih mudah menyerap informasi dalam buku ini.
1 Set Buku dengan 20 Fitur untuk Tumbuh Kembang Si Kecil :
*Concept book terlengkap untuk anak
*Terdapat pengenalan warna
*Terdapat pengenalan bentuk
*Terdapat pengenalan Al- Quran dan hewan dalam Al-Quran sejak dini
*Terdapat pengenalan nabi
*Terdapat pengenalan rukun islam
*Terdapat pengenalan gerakan salat dan waktu salat
*Terdapat panduan orang tua untuk mengembangkan cerita
*Terdapat pengenalan 25 abjad
*Terdapat 45 My First Vocabulary
*Terdapat fitur Tracing untuk melatih motorik
*Buku wipe n clean dapat dihapus
*Ilustrasi berwarna yang kontras
*Ilustrasi dan konten yang sesuai usia anak
*Terdapat unsur islam di setiap buku dengan cara sederhana dan mudah dimengerti anak
*Bonus 8 video animasi:
#Video Animasi setiap buku
#Video Animasi doa
#Video Animasi Read Aloud Ulul Azmi
Lalu apa saja Manfaat My First Amazing Library Book untuk Anak Bunda :
- Mengenal islam dengan cara menyenangkan dan tepat
- Mendapatkan 250 kosa kata pertama dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
- Mengenal warna, hewan bentuk, kisah nabi, benda tema islami, gerakan dan waktu solat sejak dini
- Menjelajahi dunia yang belum ia jumpai melalui buku dan fitur animasi
- Mengasah kemampuan motoriknya
- Mengasah kemampuan mengingatnya
- Menumbuhkan minat baca si kecil sejak dini dengan menyenangkan dan seru
- Meningkatkan kedekatan emosional antara orang tua dan anak
Tunggu apalagi, yuk berikan buku ini sebagai buku pertama si kecil, karena apa? Karena buku ini menyakikan konten yang tepat untuk usianya mulai dari 1+ dan fitur yang tepat untuk tumbuh kembang si kecil.
πππππππππ
Ikut pesan di masa Early Bird yuk, dapatkan harga super spesial dan termurah
ππ» Dari harga normal Rp. 135.000
ππ» Harga early bird Rp. 109.000
Limited Edition
3000 pertama
………………………………………………
Spesifikasi :
°1 set berisi 5 buku
°12 halaman
°Ukuran : 10×10 cm
°Board book, tidak mudah robek
°Ujung tumpul, aman untuk si kecil
°Full color, warna kontras untuk pengenalan warna
°Berat buku ± 250 gram
Timeline Early Bird
Order masa early bird mulai dari hari ini – 14 Januari 2022,
pengiriman bertahapan mulai dari 15 Februari 2022
Chat me ya
di sini
Baca Selengkapnya....!
Tampilkan postingan dengan label Anak Usia Dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Usia Dini. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 Januari 2022
Selasa, 16 Februari 2021
BUKU ABACA BELAJAR MEMBACA MELALUI CERITA 1C
Cerita di level 1C terdiri dari 12 judul yaitu :
1. Lukisan buruk
2. Kiki jatuh
3. Sukun enak
4. Kasur rusak
5. Telur rebus
6. Hewan kutub
7. Kerok kelapa
8. Dikecoh polisi
9. Bikin abon sapi
10. Tidak boros
11. Kota Bogor
12. Pak Bob kaya
Berat sebelum packing: 60 gram
Full color
Buku ABACA merupakan lanjutan dari abaca flashcard seri 1, 2 dan 3. Anak2 yang telah belajar membaca menggunakan abaca, dan sudah mulai bisa membaca kata sederhana, bisa melanjutkan belajarnya dengan buku ini. Keunggulan :
1. Disusun secara sistematis dan terstruktur, materi level 1C masih sederhana, khusus utk anak yang baru bisa membaca kata sederhana yang mengandung konsonan (huruf mati di akhir suku kata).
2. Dilengkapi dengan ilustrasi menarik sehingga belajar membaca menjadi menyenangkan.
3. Disusun dalam bentuk cerita yang tingkat kesulitannya sangat rendah untuk membangun kepercayaan diri anak membaca buku cerita setelah belajar menggunakan flashcard.
4. Full color, baik ilustrasi ataupun teksnya untuk memudahkan anak2 belajar membaca karena suku kata yang mengandung konsonan (huruf mati) diberi warna berbeda agar anak mudah mengidentifikasi bacaannya.
5. Harga sangat terjangkau
Kegunaan :
1. Membantu anak2 belajar membaca dengan cara menyenangkan.
2. Membantu meningkatkan minat membaca anak terhadap cerita, agar setelah bisa membaca, anak2 juga akan menyukai kegiatan membaca buku.
3. Membantu meningkatkan kepercayaan diri anak membaca buku cerita.
4. Membantu mendekatkan anak dengan bacaan (buku).
5. Membangun bonding ibu dan anak (dalam proses belajar mengajar di rumah).
Harga: Rp. 25.000,- plus ongkir
WA 0895413142417
Baca Selengkapnya....!
1. Lukisan buruk
2. Kiki jatuh
3. Sukun enak
4. Kasur rusak
5. Telur rebus
6. Hewan kutub
7. Kerok kelapa
8. Dikecoh polisi
9. Bikin abon sapi
10. Tidak boros
11. Kota Bogor
12. Pak Bob kaya
Berat sebelum packing: 60 gram
Full color
Buku ABACA merupakan lanjutan dari abaca flashcard seri 1, 2 dan 3. Anak2 yang telah belajar membaca menggunakan abaca, dan sudah mulai bisa membaca kata sederhana, bisa melanjutkan belajarnya dengan buku ini. Keunggulan :
1. Disusun secara sistematis dan terstruktur, materi level 1C masih sederhana, khusus utk anak yang baru bisa membaca kata sederhana yang mengandung konsonan (huruf mati di akhir suku kata).
2. Dilengkapi dengan ilustrasi menarik sehingga belajar membaca menjadi menyenangkan.
3. Disusun dalam bentuk cerita yang tingkat kesulitannya sangat rendah untuk membangun kepercayaan diri anak membaca buku cerita setelah belajar menggunakan flashcard.
4. Full color, baik ilustrasi ataupun teksnya untuk memudahkan anak2 belajar membaca karena suku kata yang mengandung konsonan (huruf mati) diberi warna berbeda agar anak mudah mengidentifikasi bacaannya.
5. Harga sangat terjangkau
Kegunaan :
1. Membantu anak2 belajar membaca dengan cara menyenangkan.
2. Membantu meningkatkan minat membaca anak terhadap cerita, agar setelah bisa membaca, anak2 juga akan menyukai kegiatan membaca buku.
3. Membantu meningkatkan kepercayaan diri anak membaca buku cerita.
4. Membantu mendekatkan anak dengan bacaan (buku).
5. Membangun bonding ibu dan anak (dalam proses belajar mengajar di rumah).
Harga: Rp. 25.000,- plus ongkir
WA 0895413142417
Baca Selengkapnya....!
Senin, 15 Februari 2021
BUKU ABACA BELAJAR MEMBACA MELALUI CERITA 1B
Cerita di level 1B terdiri dari 12 judul yaitu :
1. Bapak Soni
2. Abah Budi
3. Dani, teman Kiki
4. Abah Budi sabar
5. Malas sekolah
6. Dani di Arab
7. Kepik lucu
8. Tak sedih lagi
9. Bibir memar
10. Iris tipis
11. Ikan asin
12. Teman karib
Berat sebelum packing: 60 gram
Full color
Buku ABACA merupakan lanjutan dari abaca flashcard seri 1, 2 dan 3. Anak2 yang telah belajar membaca menggunakan abaca, dan sudah mulai bisa membaca kata sederhana, bisa melanjutkan belajarnya dengan buku ini. Keunggulan :
1. Disusun secara sistematis dan terstruktur, materi level 1B masih sederhana, khusus utk anak yang baru bisa membaca kata sederhana yang mengandung konsonan (huruf mati di akhir suku kata).
2. Dilengkapi dengan ilustrasi menarik sehingga belajar membaca menjadi menyenangkan.
3. Disusun dalam bentuk cerita yang tingkat kesulitannya sangat rendah untuk membangun kepercayaan diri anak membaca buku cerita setelah belajar menggunakan flashcard.
4. Full color, baik ilustrasi ataupun teksnya untuk memudahkan anak2 belajar membaca karena suku kata yang mengandung konsonan (huruf mati) diberi warna berbeda agar anak mudah mengidentifikasi bacaannya.
5. Harga sangat terjangkau
Kegunaan :
1. Membantu anak2 belajar membaca dengan cara menyenangkan.
2. Membantu meningkatkan minat membaca anak terhadap cerita, agar setelah bisa membaca, anak2 juga akan menyukai kegiatan membaca buku.
3. Membantu meningkatkan kepercayaan diri anak membaca buku cerita.
4. Membantu mendekatkan anak dengan bacaan (buku).
5. Membangun bonding ibu dan anak (dalam proses belajar mengajar di rumah).
Harga: Rp 25.000,- plus ongkir
WA 0895413142417
Baca Selengkapnya....!
1. Bapak Soni
2. Abah Budi
3. Dani, teman Kiki
4. Abah Budi sabar
5. Malas sekolah
6. Dani di Arab
7. Kepik lucu
8. Tak sedih lagi
9. Bibir memar
10. Iris tipis
11. Ikan asin
12. Teman karib
Berat sebelum packing: 60 gram
Full color
Buku ABACA merupakan lanjutan dari abaca flashcard seri 1, 2 dan 3. Anak2 yang telah belajar membaca menggunakan abaca, dan sudah mulai bisa membaca kata sederhana, bisa melanjutkan belajarnya dengan buku ini. Keunggulan :
1. Disusun secara sistematis dan terstruktur, materi level 1B masih sederhana, khusus utk anak yang baru bisa membaca kata sederhana yang mengandung konsonan (huruf mati di akhir suku kata).
2. Dilengkapi dengan ilustrasi menarik sehingga belajar membaca menjadi menyenangkan.
3. Disusun dalam bentuk cerita yang tingkat kesulitannya sangat rendah untuk membangun kepercayaan diri anak membaca buku cerita setelah belajar menggunakan flashcard.
4. Full color, baik ilustrasi ataupun teksnya untuk memudahkan anak2 belajar membaca karena suku kata yang mengandung konsonan (huruf mati) diberi warna berbeda agar anak mudah mengidentifikasi bacaannya.
5. Harga sangat terjangkau
Kegunaan :
1. Membantu anak2 belajar membaca dengan cara menyenangkan.
2. Membantu meningkatkan minat membaca anak terhadap cerita, agar setelah bisa membaca, anak2 juga akan menyukai kegiatan membaca buku.
3. Membantu meningkatkan kepercayaan diri anak membaca buku cerita.
4. Membantu mendekatkan anak dengan bacaan (buku).
5. Membangun bonding ibu dan anak (dalam proses belajar mengajar di rumah).
Harga: Rp 25.000,- plus ongkir
WA 0895413142417
Baca Selengkapnya....!
Minggu, 25 Maret 2018
[Mainan Edukatif] Brick Geometry
BRICK GEOMETRY
Untuk usia +6 tahun.
Size produk : 21 x 16 x 2,5 cm
Berat : 380 gram
Game ini mengasah imajinasi anak, serta kreativitas, dan kemampuan berfikir logis. Anak-anak belajar membuat berbagai macam bentuk seperti sepeda, rumah, ayunan, pesawat, kereta kuda, tempat pensil, kursi, meja dan bentuk2 lainnya.
Satu set Brick GEOMETRY terdiri atas
- potongan berbentuk geometri yang dapat terhubung satu sama lain dengan double headed connector untuk membuat bentuk 2 atau 3 dimensi spt ayunan, kursi, meja, roket, pesawat, kereta kuda, dll.
- tersedia dalam 2 kemasan (isi 450pcs dan isi 400 pcs)
- lembar panduan yang berisi berbagai desain atau ilustrasi membuat berbagai bentuk 3 dimensi. Anak2 juga dapat bermain dg imajinasinya sendiri.
MATERIAL
Plastik 100% tidak beracun dan aman untuk anak2.
KEGUNAAN
- Anak-anak dapat belajar untuk merencanakan dan berpikir secara visual dan logis sebelum membuat model (bentuk benda yang mereka inginkan).
- Meningkatkan kemampuan mengenal geometri benda.
- merangsang perkembangan sensorik
- meningkatkan ketelitian
- melatih kesabaran
- melatih koordinasi tangan - mata
- Anak terdorong untuk bermain aktif dan konstruktif dengan teman-temannya (shg terbangun hubungan sosial), sekaligus membangun keterampilan motorik halus, dan imajinasi.
- Meningkatkan rasa percaya diri pada Anak untuk berkreasi.
- membantu mengalihkan anak dari Gadget.
* PENGGUNAAN MAINAN INI TETAP PERLU PENDAMPINGAN ORANGTUA.
Repost By Bunda Tranz Sista, Bunda Siti Masruroh
Info Dan Order :
Sri Wahyuti
085867486151 Baca Selengkapnya....!
Untuk usia +6 tahun.
Size produk : 21 x 16 x 2,5 cm
Berat : 380 gram
Game ini mengasah imajinasi anak, serta kreativitas, dan kemampuan berfikir logis. Anak-anak belajar membuat berbagai macam bentuk seperti sepeda, rumah, ayunan, pesawat, kereta kuda, tempat pensil, kursi, meja dan bentuk2 lainnya.
Satu set Brick GEOMETRY terdiri atas
- potongan berbentuk geometri yang dapat terhubung satu sama lain dengan double headed connector untuk membuat bentuk 2 atau 3 dimensi spt ayunan, kursi, meja, roket, pesawat, kereta kuda, dll.
- tersedia dalam 2 kemasan (isi 450pcs dan isi 400 pcs)
- lembar panduan yang berisi berbagai desain atau ilustrasi membuat berbagai bentuk 3 dimensi. Anak2 juga dapat bermain dg imajinasinya sendiri.
MATERIAL
Plastik 100% tidak beracun dan aman untuk anak2.
KEGUNAAN
- Anak-anak dapat belajar untuk merencanakan dan berpikir secara visual dan logis sebelum membuat model (bentuk benda yang mereka inginkan).
- Meningkatkan kemampuan mengenal geometri benda.
- merangsang perkembangan sensorik
- meningkatkan ketelitian
- melatih kesabaran
- melatih koordinasi tangan - mata
- Anak terdorong untuk bermain aktif dan konstruktif dengan teman-temannya (shg terbangun hubungan sosial), sekaligus membangun keterampilan motorik halus, dan imajinasi.
- Meningkatkan rasa percaya diri pada Anak untuk berkreasi.
- membantu mengalihkan anak dari Gadget.
* PENGGUNAAN MAINAN INI TETAP PERLU PENDAMPINGAN ORANGTUA.
Repost By Bunda Tranz Sista, Bunda Siti Masruroh
Info Dan Order :
Sri Wahyuti
085867486151 Baca Selengkapnya....!
Sabtu, 24 Maret 2018
Bracelet Craft Kit Pengalih Kebosanan
ANAK2 YG TIDAK SIBUK DG KEGIATAN BERMANFAAT PASTI MEMBUANG WAKTUNYA UNTUK CAPER
Kadang merengek, kadang bikin ulah, berantem dg adik atau kakak, marah2 melulu, dll. Pernah bun, merasa hati ga enak banget sama anak? Kenapa kok anakku berantem? Kenapa bikin ulah? Dll
Jika bunda mengalami hal semacam itu, artinya anak2 perlu kegiatan positif yg akan membuat mereka sibuk. Jadi sebelum mereka CAPER lalu bunda kehilangan akal dan memberinya Gadget maka berikan anak bunda mainan edukasi yang nilainya tinggi dan telah mendapat penghargaan dari Toy Industry Assosiation. Bracelet Craft Kit.
Halah, belibet sih namanya. Ya bun, bahasa 'Jawanya' ya mainan merajut gelang karet. Kalo ketrampilan ini dikuasai anak, akan banyak manfaatnya lho.
Hanya dg 1 ketrampilan merajut anak bisa belajar
1. Berbagi gelang ke teman2nya.
2. Berwirausaha dg menjual hasil kreasinya
3. Bertukar hadiah spesial dg gelang buatan sendiri kepada teman2nya
Yg jelas, ini jg mengasah jiwa sosialnya. Kepedulian anak thd anak lain. Mencairkan suasana kelas, bayangin kalo anak membagi2kan gelangnya pasti dia akan jadi primadona teman2nya. Ya kan?
Fitur
- plastik box ukuran 34,5 x 21,5 x 4,5 cm
- papan bracelet craft ukuran 28 x 5 cm (warna random)
- 1 hook besar
- 6 pcs mini hook
- 12 pcs charms aneka bentuk untuk bracelet craft
- 6 pack 5 clips (tiap pack berisi 20-24 pcs)
- 22 warna karet unik, seperti glitter, glow in the dark, rainbow, solid, dll.
- jumlah karet tidak dihitung, kurang lebih 4400 pcs
- petunjuk permainan membuat gelang simpel
Wah lihat gambarnya, saya yg ibu-ibu aja tertarik, apalagi anak-anak ya... πΉπΉπΉ
By_ Laskar Abaca grup 17
Mau?
085867486151
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Kadang merengek, kadang bikin ulah, berantem dg adik atau kakak, marah2 melulu, dll. Pernah bun, merasa hati ga enak banget sama anak? Kenapa kok anakku berantem? Kenapa bikin ulah? Dll
Jika bunda mengalami hal semacam itu, artinya anak2 perlu kegiatan positif yg akan membuat mereka sibuk. Jadi sebelum mereka CAPER lalu bunda kehilangan akal dan memberinya Gadget maka berikan anak bunda mainan edukasi yang nilainya tinggi dan telah mendapat penghargaan dari Toy Industry Assosiation. Bracelet Craft Kit.
Halah, belibet sih namanya. Ya bun, bahasa 'Jawanya' ya mainan merajut gelang karet. Kalo ketrampilan ini dikuasai anak, akan banyak manfaatnya lho.
Hanya dg 1 ketrampilan merajut anak bisa belajar
1. Berbagi gelang ke teman2nya.
2. Berwirausaha dg menjual hasil kreasinya
3. Bertukar hadiah spesial dg gelang buatan sendiri kepada teman2nya
Yg jelas, ini jg mengasah jiwa sosialnya. Kepedulian anak thd anak lain. Mencairkan suasana kelas, bayangin kalo anak membagi2kan gelangnya pasti dia akan jadi primadona teman2nya. Ya kan?
Fitur
- plastik box ukuran 34,5 x 21,5 x 4,5 cm
- papan bracelet craft ukuran 28 x 5 cm (warna random)
- 1 hook besar
- 6 pcs mini hook
- 12 pcs charms aneka bentuk untuk bracelet craft
- 6 pack 5 clips (tiap pack berisi 20-24 pcs)
- 22 warna karet unik, seperti glitter, glow in the dark, rainbow, solid, dll.
- jumlah karet tidak dihitung, kurang lebih 4400 pcs
- petunjuk permainan membuat gelang simpel
Wah lihat gambarnya, saya yg ibu-ibu aja tertarik, apalagi anak-anak ya... πΉπΉπΉ
By_ Laskar Abaca grup 17
Mau?
085867486151
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Jumat, 23 Maret 2018
Sudah Punya Abaca tapi Bosan, Simak Triknya
BUAH HATI KU SUDAH PUNYA ABACA
Tapi BOSAN
Yuk intip- intip trik n tips dari bunda Nila..
Apabila anak bosan main abaca
Dan apabila bunda ingin anak nya lebih nyantel dengan kosa kata yg dipelajari saat ini
...
1.Adakan permainan "Pegangkan Aku"
Atur semua kartu boleh diacak...
Dan anak diminta berlomba "pegangkan ba!!!!
Anak menyentuh ba...
Kita pun ikut dalam perlombaan ini
Biar asyik...
Anak serasa ada lawan main...
Tapi kita pura2 kalah
2.Susun kartu/jejer kartu
Minta anak berlomba dengan anak lain
Susunkan bunda" ma ta"
Anak berlomba2 menyusun kata "ma ta"
3.Dikte kata...
Kita bisa diktekan kata yg dipelajari hari ini...
4.baca suku kata yg kemaren
Misal hari ini kita belajar fa...
Maka suku kata yg kmaren di ulang lagi
A,ba,ca...
5.Lingkari aku
Buat kata misal hari ini kita belajar ma
Maka buat kata
Mata
Mana
Maka
Minta anak melingkari suku kata ma
Semoga bermanfaat
SERU KAN??????
Gak ada yang rewel....
Wajah mereka semua berbinar binar....
Mau?
085867486151 ya
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Tapi BOSAN
Yuk intip- intip trik n tips dari bunda Nila..
Apabila anak bosan main abaca
Dan apabila bunda ingin anak nya lebih nyantel dengan kosa kata yg dipelajari saat ini
...
1.Adakan permainan "Pegangkan Aku"
Atur semua kartu boleh diacak...
Dan anak diminta berlomba "pegangkan ba!!!!
Anak menyentuh ba...
Kita pun ikut dalam perlombaan ini
Biar asyik...
Anak serasa ada lawan main...
Tapi kita pura2 kalah
2.Susun kartu/jejer kartu
Minta anak berlomba dengan anak lain
Susunkan bunda" ma ta"
Anak berlomba2 menyusun kata "ma ta"
3.Dikte kata...
Kita bisa diktekan kata yg dipelajari hari ini...
4.baca suku kata yg kemaren
Misal hari ini kita belajar fa...
Maka suku kata yg kmaren di ulang lagi
A,ba,ca...
5.Lingkari aku
Buat kata misal hari ini kita belajar ma
Maka buat kata
Mata
Mana
Maka
Minta anak melingkari suku kata ma
Semoga bermanfaat
SERU KAN??????
Gak ada yang rewel....
Wajah mereka semua berbinar binar....
Mau?
085867486151 ya
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 21 Maret 2018
Merajut Asyik dan Menyenangkan
MERAJUT ASYIK DAN MENYENANGKAN πΈπΈ
Bund say... Pernah belajar merajut?
Pernah merasa bete karena gagal melulu ππ
Dan akhirnya malah ngambeg gak jadi belajar...
Saya pernah tuh ngalamin kaya gitu
Tapi sekarang nih ada alat buat belajar merajut yang menyenangkan lho...
Namanya *BRACELET CRAFT KIT*
Apaan sih itu?
Bracelet Craft kit merupakan tool untuk belajar merajut. Mainan ini sangat populer di America. Sampai-sampai mendapat penghargaan 2014 Toy of the year winner di USA, yang diberikan oleh _Toy Industry Association._
*BRACELET CRAFT KIT* dilengkapi hook serta
papan yg bisa dipake 'merajut'.
Mainan Ini bisa digunakan mulai dari usia 6 tahun dengan mengikuti pola sederhana. Cocok pula untuk anak usia 9 tahun ke atas karena cukup menantang anak untuk mengikuti pola rajutan.
Kegunaan :
- Mengasah kreativitas anak usia 9+ untuk menciptakan berbagai macam kerajinan membuat cincin, gelang maupun kalung.
-Melatih kesabaran anak. Karena saat merajut anak dilatih untuk mengikuti pola yang ada.
-Melatih jiwa wirausaha anak. Hasil rajutan bisa dijual kepada teman-teman anak. Bisa pula dijadikan hadiah spesial buat teman.
- Sebagai pengisi waktu luang yg asyik, menambah ketrampilan baru dan pengalih perhatian anak dari gadget dan tontonan kurang mendidik.
Fitur :
- plastik box ukuran 25,5 x 21,5 x 4,5 cm
- 1 hook besar + 2 mini hook
- 6 pcs mini hook
- 6 pcs charms aneka bentuk untuk bracelet craft
- 1 bungkus s-clips (krg lebih 90 pcs)
- 21 warna karet unik, seperti glitter, glow in the dark, rainbow, solid, dll.
- jumlah karet tidak dihitung, kurang lebih 4200 pcs
- petunjuk permainan membuat gelang simpel
Tuh kan *BRACELET CRAFT KIT* bikin mupeng
πΈHook➡jarum rajut besar
πΈMini Hook➡jarum rajut kecil
πΈCharm➡Cetakan pola
Laskar abaca 16
Mau?
085867486151 ya
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Bund say... Pernah belajar merajut?
Pernah merasa bete karena gagal melulu ππ
Dan akhirnya malah ngambeg gak jadi belajar...
Saya pernah tuh ngalamin kaya gitu
Tapi sekarang nih ada alat buat belajar merajut yang menyenangkan lho...
Namanya *BRACELET CRAFT KIT*
Apaan sih itu?
Bracelet Craft kit merupakan tool untuk belajar merajut. Mainan ini sangat populer di America. Sampai-sampai mendapat penghargaan 2014 Toy of the year winner di USA, yang diberikan oleh _Toy Industry Association._
*BRACELET CRAFT KIT* dilengkapi hook serta
papan yg bisa dipake 'merajut'.
Mainan Ini bisa digunakan mulai dari usia 6 tahun dengan mengikuti pola sederhana. Cocok pula untuk anak usia 9 tahun ke atas karena cukup menantang anak untuk mengikuti pola rajutan.
Kegunaan :
- Mengasah kreativitas anak usia 9+ untuk menciptakan berbagai macam kerajinan membuat cincin, gelang maupun kalung.
-Melatih kesabaran anak. Karena saat merajut anak dilatih untuk mengikuti pola yang ada.
-Melatih jiwa wirausaha anak. Hasil rajutan bisa dijual kepada teman-teman anak. Bisa pula dijadikan hadiah spesial buat teman.
- Sebagai pengisi waktu luang yg asyik, menambah ketrampilan baru dan pengalih perhatian anak dari gadget dan tontonan kurang mendidik.
Fitur :
- plastik box ukuran 25,5 x 21,5 x 4,5 cm
- 1 hook besar + 2 mini hook
- 6 pcs mini hook
- 6 pcs charms aneka bentuk untuk bracelet craft
- 1 bungkus s-clips (krg lebih 90 pcs)
- 21 warna karet unik, seperti glitter, glow in the dark, rainbow, solid, dll.
- jumlah karet tidak dihitung, kurang lebih 4200 pcs
- petunjuk permainan membuat gelang simpel
Tuh kan *BRACELET CRAFT KIT* bikin mupeng
πΈHook➡jarum rajut besar
πΈMini Hook➡jarum rajut kecil
πΈCharm➡Cetakan pola
Laskar abaca 16
Mau?
085867486151 ya
Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!
Senin, 26 Januari 2015
Dampingi Buah Hati Pintar Membaca Sejak Dini Bersama ABACA FLASHCARD
Bingung mencari metode belajar membaca yang baik untuk anak Anda? Pernahkah Anda mendengar tentang metode Flash Card? Mari kita simak fakta berikut, semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang bingung mencari program belajar membaca yang terbaik untuk buah hati Anda…
Kapan Sebaiknya Anak Anda Belajar Membaca?
Permasalahan seputar waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca pernah menjadi perbincangan yang hangat. Ketika itu, sebagian berpendapat bahwa mengajarkan anak membaca terlalu dini bisa berakibat buruk untuk perkembangannya karena dianggap akan membebani. Mereka yang beranggapan seperti ini menyarankan agar anak belajar membaca setelah mereka berusia 6-7 tahun.
Namun demikian, seiring dengan diadakannya berbagai penelitian dan studi ilmiah, ternyata si anak justru akan terbebani apabila mereka terlambat belajar membaca dan berbagai studi juga menunjukkan bahwa usia 6-7 tahun dapat digolongkan ke dalam kategori ‘terlambat’ tersebut.
Keuntungan Belajar Membaca Sejak Usia Dini
1. Bagaimana belajar membaca sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) bisa mempengaruhi prestasi membaca anak di masa depannya? Dolores Durkin merupakan peneliti yang pertama kali mendalami masalah ini pada tahun 1958-1964 dan mengadakan berbagai studi untuk menelitinya. Apa kesimpulan yang dapat diambil dari studi selama 6 tahun ini?
2. Anak yang bisa membaca sejak dini ternyata senantiasa bisa mengungguli kemampuan membaca anak yang terlambat, hingga ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kemampuan membaca sejak dini ternyata tidak berhubungan dengan IQ anak, namun sangat berhubungan dengan suasana rumah dan keluarganya. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata muncul dari keluarga yang memiliki perhatian dan usaha ekstra dalam membantu mereka belajar membaca.
3. Kemampuan membaca sejak dini juga tidak berhubungan dengan kondisi sosial-ekonomi. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata memiliki orang tua yang mau menyempatkan waktu untuk kegiatan membaca bersama anaknya, walaupun latar belakang sosial-ekonomi mereka berbeda-beda.
Durkin juga mendapati bahwa anak-anak yang mulai belajar membaca sejak usia 3-4 tahun ternyata selalu mengungguli anak-anak lainnya yang mulai belajar membaca sejak usia 5-6 tahun. Mereka bahkan bisa terus unggul hingga rentang masa 8 tahun.
Siap mengajarkan anak Anda belajar membaca di usia dini? kami memiliki alternatif media flashcard dan game menarik ABACA Falashcard ... berminat?? Langsung komen disini yaa..
Atau Hubungi aku di 085867486151 Baca Selengkapnya....!
Kapan Sebaiknya Anak Anda Belajar Membaca?
Permasalahan seputar waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca pernah menjadi perbincangan yang hangat. Ketika itu, sebagian berpendapat bahwa mengajarkan anak membaca terlalu dini bisa berakibat buruk untuk perkembangannya karena dianggap akan membebani. Mereka yang beranggapan seperti ini menyarankan agar anak belajar membaca setelah mereka berusia 6-7 tahun.
Namun demikian, seiring dengan diadakannya berbagai penelitian dan studi ilmiah, ternyata si anak justru akan terbebani apabila mereka terlambat belajar membaca dan berbagai studi juga menunjukkan bahwa usia 6-7 tahun dapat digolongkan ke dalam kategori ‘terlambat’ tersebut.
Keuntungan Belajar Membaca Sejak Usia Dini
1. Bagaimana belajar membaca sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) bisa mempengaruhi prestasi membaca anak di masa depannya? Dolores Durkin merupakan peneliti yang pertama kali mendalami masalah ini pada tahun 1958-1964 dan mengadakan berbagai studi untuk menelitinya. Apa kesimpulan yang dapat diambil dari studi selama 6 tahun ini?
2. Anak yang bisa membaca sejak dini ternyata senantiasa bisa mengungguli kemampuan membaca anak yang terlambat, hingga ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kemampuan membaca sejak dini ternyata tidak berhubungan dengan IQ anak, namun sangat berhubungan dengan suasana rumah dan keluarganya. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata muncul dari keluarga yang memiliki perhatian dan usaha ekstra dalam membantu mereka belajar membaca.
3. Kemampuan membaca sejak dini juga tidak berhubungan dengan kondisi sosial-ekonomi. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata memiliki orang tua yang mau menyempatkan waktu untuk kegiatan membaca bersama anaknya, walaupun latar belakang sosial-ekonomi mereka berbeda-beda.
Durkin juga mendapati bahwa anak-anak yang mulai belajar membaca sejak usia 3-4 tahun ternyata selalu mengungguli anak-anak lainnya yang mulai belajar membaca sejak usia 5-6 tahun. Mereka bahkan bisa terus unggul hingga rentang masa 8 tahun.
Siap mengajarkan anak Anda belajar membaca di usia dini? kami memiliki alternatif media flashcard dan game menarik ABACA Falashcard ... berminat?? Langsung komen disini yaa..
Atau Hubungi aku di 085867486151 Baca Selengkapnya....!
Senin, 12 Januari 2015
Melepas Anak Outbound Tanpa Pendampingan Orang Tua
Beberapa waktu lalu, anakku yang baru kelas satu SD diajak oleh sekolahnya untuk pergi outbound. Lumayan jauh juga lokasi tujuannya. Dan dalam outbound ini orang tua tidak diperkenankan untuk mendampingi. Mereka akan pergi bersama ustadz dan ustadzahnya saja. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orang tua menghadapi situasi seperti itu. Mengingat ini adalah untuk pertama kalinya melepas si kecil pergi jauh tanpa pengawasan darinya. Cemas, takut, kuatir dan segala macamnya jadi satu. Terlebih bagi ada anak-anak yang suka mabuk dalam perjalanan. Orang tua pastinya sangat khawatir.
Tetapi demi kemandirian sang anak, orang tua juga mesti mengesampingkan perasaannya sendiri. Mau tak mau harus tega melepas mereka pergi sendirian. Tentu saja dengan serentetan nasehat menjaga diri yang entah oleh anak didengarkan atau tidak. Karena yang terpancar dari wajah-wajah mereka hanyalah rasa bahagia hendak pergi bersama teman-teman sekelasnya.
Sebagai orang tua kita tentunya menginginkan anak-anak bisa mandiri sejak dini. Dan tentu saja bisa menjaga dirinya dengan baik, selama tidak berada dalam pengawasan kita.
Di bawah ini beberapa hal yang saya lakukan sebelum melepas mereka pergi outbound tanpa pengawasan kita.
1. Latih anak untuk bisa mengurus dirinya sendiri dan juga barang-barangnya.
2. Persiapkan keperluannya sebaik mungkin. Mulai dari pakaian ganti, handuk, peralatan mandi, jas hujan (karena sekarang sedang musim hujan), sandal, snack, minuman, dan obat-obatan yang diperlukan. Terutama minyak angin.
3. Pisahkan barang bawaan anak dalam wadah tersendiri yang mudah diambil.
4. Beritahukan langkah yang harus dilakukan bila anak selesai kegiatan. Bagaimana dia harus menyimpan barang-barangnya.
5. Beri nama untuk setiap barang yang dibawanya untuk menghindari tertukarnya barang dengan milik teman lainnya. Serta untuk memudahkan pendamping saat barang anak tertinggal.
6. Hubungi pendamping serta minta nomor kontaknya. Jangan lupa untuk aktif menghubungi para pendamping untuk menanyakan keadaan anak.
7. Pastikan anak dalam keadaan sehat saat pergi outbound.
8. Minum obat anti mabuk bagi anak yang sering mabuk dalam perjalanan.
Berkat persiapan yang matang, anak pun bisa menikmati outbound dengan gembira. Kendati tanpa pendampingan orang tua.
Baca Selengkapnya....!
Tetapi demi kemandirian sang anak, orang tua juga mesti mengesampingkan perasaannya sendiri. Mau tak mau harus tega melepas mereka pergi sendirian. Tentu saja dengan serentetan nasehat menjaga diri yang entah oleh anak didengarkan atau tidak. Karena yang terpancar dari wajah-wajah mereka hanyalah rasa bahagia hendak pergi bersama teman-teman sekelasnya.
Sebagai orang tua kita tentunya menginginkan anak-anak bisa mandiri sejak dini. Dan tentu saja bisa menjaga dirinya dengan baik, selama tidak berada dalam pengawasan kita.
Di bawah ini beberapa hal yang saya lakukan sebelum melepas mereka pergi outbound tanpa pengawasan kita.
1. Latih anak untuk bisa mengurus dirinya sendiri dan juga barang-barangnya.
2. Persiapkan keperluannya sebaik mungkin. Mulai dari pakaian ganti, handuk, peralatan mandi, jas hujan (karena sekarang sedang musim hujan), sandal, snack, minuman, dan obat-obatan yang diperlukan. Terutama minyak angin.
3. Pisahkan barang bawaan anak dalam wadah tersendiri yang mudah diambil.
4. Beritahukan langkah yang harus dilakukan bila anak selesai kegiatan. Bagaimana dia harus menyimpan barang-barangnya.
5. Beri nama untuk setiap barang yang dibawanya untuk menghindari tertukarnya barang dengan milik teman lainnya. Serta untuk memudahkan pendamping saat barang anak tertinggal.
6. Hubungi pendamping serta minta nomor kontaknya. Jangan lupa untuk aktif menghubungi para pendamping untuk menanyakan keadaan anak.
7. Pastikan anak dalam keadaan sehat saat pergi outbound.
8. Minum obat anti mabuk bagi anak yang sering mabuk dalam perjalanan.
Berkat persiapan yang matang, anak pun bisa menikmati outbound dengan gembira. Kendati tanpa pendampingan orang tua.
Baca Selengkapnya....!
Sabtu, 29 Juni 2013
Awas! Jajanan Berbahaya untuk Anak-Anak.
Bakso goreng, es warna, es infus, dan telor gulung adalah sebagian dari banyak jajanan yang sering dijual di sekitar sekolah-sekolah dan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Berikut ini jenis jajanan anak yang sering dijual di sekolah-sekolah.
1. Jajanan utama: bakso, siomay, mie goreng, lumpia basah, batagor, pempek, gado-gado, dan mie ayam.
2. Minuman: es campur, es cendol, es warna, es infus, es krim, dan es mambo.
3. Kue dan warna camilan: agar-agar,jeli, kerupuk, kue ape, apem, bakwan, tahu goreng, pisang goreng, spageti kering, telor dadar, telor gulung, dan bihun.
4. Buah-buahan: semangka, papaya, rujak melon, mangga dan jambu.
Jenis jajanan tersebut, menurut penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sebagian mengandung bahan kimia berbahaya dan hampir 50% tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan. Masih menurut BPOM, dari 163 sampel jajanan anak yang diuji di 10 provinsi, sebanyak 80 sampel atau 50%-nya tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, seperti mengandung bahan kimia berbahaya, tidak mengindahkan kebersihan, dan tidak memenuhi ketentuan.
Bahan kimia berbahaya yang sering dijumpai dalam pangan jajanan anak sekolah di antaranya sebagai berikut.
1. Formalin, adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembalsaman (pada mayat), pembasmi hama tanaman dalam pertanian, dan untuk pembasmi lalat serta serangga lainnya. Bahan kimia ini banyak dijumpai dalam mie basah, bakso, sosis, tahu, buah-buahan dan lainnya.
2. Boraks, merupakan senyawa kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen, mengurangi kesadahan air, dan bersifat antiseptic. Boraks biasanya dijumpai dalam mie basah, bakso, kerupuk, dan lainnya.
3. Methanyl yellow, adalah zat warna sintetis yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Methanyl yellow biasanya terdapat dalam kerupuk, tahu, mie, pisang goreng, dan pangan jajanan lain yang berwarna kuning.
4. Rhodamin B, adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industry tekstil dan kertas. Rhodamin B biasanya terdapat dalam jajanan yang berupa kerupuk, es puter, es sirup dan lainnya.
Nah, mulai sekarang, para orang tua harus lebih memantau anak-anak mengenai jajanannya. Selain beberapa bahan di atas yang harus diwaspadai oleh kita, jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah seharusnya bebas pula dari bahaya fisik, seperti adanya rambut, kuku, perhiasan, serangga mati, batu atau kerikil, potongan ranting atau kayu, pecahan gelas atau kaca, potongan plastic, dan potongan kaleng; bahaya kimia seperti cemaran bahan kimia, pestisida, cat, minyak tanah, dan bahan kimia berbahaya lainnya; juga terbebas dari bahaya biologis seperti mikroba pathogen: virus, parasit, kapang, dan bakteri. Bahaya biologis ini dapat terjadi karena cara pengolahan pangan yang tidak higienis (tidak memperhatikan kebersihan pada saat mengolah pangan).
Ada beberapa cara yang barangkali dapat membantu Anda mendeteksi jajanan anak tanpa harus pergi ke laboratorium.
1. Ciri-ciri jajanan yang mengandung formalin
a. Teksturnya kenyal, keras, mengilap, berminyak dan tidak mudah hancur;
b. Tahan lama jika disimpan agak lama (awet);
c. Tidak berlendir;
d. Bau menyengat seperti asam format;
e. Tidak dihinggapi lalat.
2. Ciri-ciri jajanan yang mengandung boraks:
a. Teksturnya sangat renyah;
b. Jika pada bakso menjadi kenyal;
c. Berwarna keputih-putihan;
d. Dapat memberikan rasa getir.
3. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna methanyl yellow.
a. Warna kuning mencolok dan cenderung berpendar.
b. Banyak terdapat titik-titik warna karena tidak merata pada saat membuat adonan, misalnya pada kerupuk.
4. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna rhodamin B
a. Warna merah mencolok dan cenderung berpendar, misalnya pada es putar.
b. Banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen, misalnya pada kerupuk.
Berikut ini beberapa tips memilih pangan jajanan yang aman.
1. Beli makanan jajanan di tempat yang bersih dan terlindung dari sinar matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor atau tercemar.
2. Hindari makanan yang dijual di tempat terbuka dan tanpa penutup atau tanpa kemasan.
3. Amati warnanya. Jika warna makanan atau minuman terlalu mencolok atau terlalu cerah (berpendar), besar kemungkinan pangan tersebut mengandung pewarna sintetis.
4. Jangan membeli makanan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas Koran (kertas koran mengandung timbal/Pb yang berbahaya bagi kesehatan) dan plastik berwarna hitam/merah.
5. Jangan membeli jajanan yang digoreng dengan memakai minyak jelantah (minyak yang sudah berwarna hitam karena dipakai berulang-ulang) karena dapat mengganggu kesehatan.
6. Anak-anak sebaiknya dibekali makanan agar tidak jajan di sekolah.
7. Orang tua dan guru seharusnya saling bekerja sama dalam memantau anak.
8. Anjurkan kepada pihak sekolah tempat anak Anda menuntut ilmu agar membina dan mengawasi pedagang-pedagang jajanan di sekolah tersebut.
Selain hal di atas, kita sebagai orang tua juga harus lebih selektif dan berhati-hati memilih produk jajanan yang akan dikonsumsi dengan cara tidak segan-segan menanyakan kepada penjual, apakah produknya menggunakan bahan kimia berbahaya atau tidak.
(Dikutip dari: Himawan, Candra, Mia Siti Aminah, Bahan-bahan berbahaya dalam kehidupan, Bandung: Salamadani, 2009)
Dicopas dari: http://dewiyasmarina.blogspot.com/2009/08/awas-jajanan-anak-sekolah-berbahan.html?showComment=1372471821575#c9062804077037545160 Baca Selengkapnya....!
1. Jajanan utama: bakso, siomay, mie goreng, lumpia basah, batagor, pempek, gado-gado, dan mie ayam.
2. Minuman: es campur, es cendol, es warna, es infus, es krim, dan es mambo.
3. Kue dan warna camilan: agar-agar,jeli, kerupuk, kue ape, apem, bakwan, tahu goreng, pisang goreng, spageti kering, telor dadar, telor gulung, dan bihun.
4. Buah-buahan: semangka, papaya, rujak melon, mangga dan jambu.
Jenis jajanan tersebut, menurut penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sebagian mengandung bahan kimia berbahaya dan hampir 50% tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan. Masih menurut BPOM, dari 163 sampel jajanan anak yang diuji di 10 provinsi, sebanyak 80 sampel atau 50%-nya tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, seperti mengandung bahan kimia berbahaya, tidak mengindahkan kebersihan, dan tidak memenuhi ketentuan.
Bahan kimia berbahaya yang sering dijumpai dalam pangan jajanan anak sekolah di antaranya sebagai berikut.
1. Formalin, adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembalsaman (pada mayat), pembasmi hama tanaman dalam pertanian, dan untuk pembasmi lalat serta serangga lainnya. Bahan kimia ini banyak dijumpai dalam mie basah, bakso, sosis, tahu, buah-buahan dan lainnya.
2. Boraks, merupakan senyawa kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen, mengurangi kesadahan air, dan bersifat antiseptic. Boraks biasanya dijumpai dalam mie basah, bakso, kerupuk, dan lainnya.
3. Methanyl yellow, adalah zat warna sintetis yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Methanyl yellow biasanya terdapat dalam kerupuk, tahu, mie, pisang goreng, dan pangan jajanan lain yang berwarna kuning.
4. Rhodamin B, adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industry tekstil dan kertas. Rhodamin B biasanya terdapat dalam jajanan yang berupa kerupuk, es puter, es sirup dan lainnya.
Nah, mulai sekarang, para orang tua harus lebih memantau anak-anak mengenai jajanannya. Selain beberapa bahan di atas yang harus diwaspadai oleh kita, jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah seharusnya bebas pula dari bahaya fisik, seperti adanya rambut, kuku, perhiasan, serangga mati, batu atau kerikil, potongan ranting atau kayu, pecahan gelas atau kaca, potongan plastic, dan potongan kaleng; bahaya kimia seperti cemaran bahan kimia, pestisida, cat, minyak tanah, dan bahan kimia berbahaya lainnya; juga terbebas dari bahaya biologis seperti mikroba pathogen: virus, parasit, kapang, dan bakteri. Bahaya biologis ini dapat terjadi karena cara pengolahan pangan yang tidak higienis (tidak memperhatikan kebersihan pada saat mengolah pangan).
Ada beberapa cara yang barangkali dapat membantu Anda mendeteksi jajanan anak tanpa harus pergi ke laboratorium.
1. Ciri-ciri jajanan yang mengandung formalin
a. Teksturnya kenyal, keras, mengilap, berminyak dan tidak mudah hancur;
b. Tahan lama jika disimpan agak lama (awet);
c. Tidak berlendir;
d. Bau menyengat seperti asam format;
e. Tidak dihinggapi lalat.
2. Ciri-ciri jajanan yang mengandung boraks:
a. Teksturnya sangat renyah;
b. Jika pada bakso menjadi kenyal;
c. Berwarna keputih-putihan;
d. Dapat memberikan rasa getir.
3. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna methanyl yellow.
a. Warna kuning mencolok dan cenderung berpendar.
b. Banyak terdapat titik-titik warna karena tidak merata pada saat membuat adonan, misalnya pada kerupuk.
4. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna rhodamin B
a. Warna merah mencolok dan cenderung berpendar, misalnya pada es putar.
b. Banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen, misalnya pada kerupuk.
Berikut ini beberapa tips memilih pangan jajanan yang aman.
1. Beli makanan jajanan di tempat yang bersih dan terlindung dari sinar matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor atau tercemar.
2. Hindari makanan yang dijual di tempat terbuka dan tanpa penutup atau tanpa kemasan.
3. Amati warnanya. Jika warna makanan atau minuman terlalu mencolok atau terlalu cerah (berpendar), besar kemungkinan pangan tersebut mengandung pewarna sintetis.
4. Jangan membeli makanan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas Koran (kertas koran mengandung timbal/Pb yang berbahaya bagi kesehatan) dan plastik berwarna hitam/merah.
5. Jangan membeli jajanan yang digoreng dengan memakai minyak jelantah (minyak yang sudah berwarna hitam karena dipakai berulang-ulang) karena dapat mengganggu kesehatan.
6. Anak-anak sebaiknya dibekali makanan agar tidak jajan di sekolah.
7. Orang tua dan guru seharusnya saling bekerja sama dalam memantau anak.
8. Anjurkan kepada pihak sekolah tempat anak Anda menuntut ilmu agar membina dan mengawasi pedagang-pedagang jajanan di sekolah tersebut.
Selain hal di atas, kita sebagai orang tua juga harus lebih selektif dan berhati-hati memilih produk jajanan yang akan dikonsumsi dengan cara tidak segan-segan menanyakan kepada penjual, apakah produknya menggunakan bahan kimia berbahaya atau tidak.
(Dikutip dari: Himawan, Candra, Mia Siti Aminah, Bahan-bahan berbahaya dalam kehidupan, Bandung: Salamadani, 2009)
Dicopas dari: http://dewiyasmarina.blogspot.com/2009/08/awas-jajanan-anak-sekolah-berbahan.html?showComment=1372471821575#c9062804077037545160 Baca Selengkapnya....!
Rabu, 10 April 2013
KUNJUNGAN KE PERPUSDA DEMAK
Dalam rangka memenuhi undangan dari KPA (Kantor Perpustakaan dan Arsip)/Perpusda Demak, maka pada hari Senin kemarin TK Muslimat NU mengajak anak-anak melakukan kunjungan ke sana. Selain itu tujuan kami ke Perpusda adalah untuk merangsang minat baca pada anak-anak sejak dini.
Seru sekali kegiatan hari itu. Kami beramai-ramai jalan kaki ke sana. Jaraknya cukup dekat sih. Hanya sekitar 300 meter. Anak-anak terlihat sangat antusias. Karena sebelumnya bu guru sudah mengompori anak-anak. Yakni dengan menceritakan hal-hal mengenai Perpusda, juga buku-buku asyik yang bisa dipinjam di sana.
Tentu saja anak-anak penasaran. Karena setiap hari mereka diberi kegiatan story telling dan story reading yang bahannya bersumber dari buku-buku yang dipinjam dari Perpusda.
Bersembilan kami mengantar ke-165 peserta didik kami. Satu orang guru harus tinggal di sekolahan untuk meng-handle situasi di sana. Siapa tahu ada sidak dari penilik. Atau ada tamu dari wali murid.
Tra la la, tra la la, sambil bernyanyi-nyanyi kami berjalan menuju Perpusda. Wah, jalanan langsung penuh. Musti ekstra hati-hati karena lewat jalan besar.
Sampai di sana kami disambut oleh salah satu pegawai. Sayang bu Kepala KPA sedang tugas luar. Anak-anak langsung di bawa tur kelling. Mulai dari ruang baca. Di sana anak-anak diberi kesempatan untuk mencari buku-buku kesukaannya. Ramai sekali suasananya. Lima belas menit di ruang baca, anak-anak di bawa ke ruang internet. Seru juga di sana. Mengingat anak-anak jaman sekarang biar pun masih TK juga nggak asing dengan yang namanya internet. Anak-anak malah minta dibukakan game. Ketahuan kalau di rumah lihat kompie pasti dibuat mainin game. Tapi karena komputer hanya ada 20 buah, sementara kami seratusan lebih, maka anak-anak hanya sebentar saja di ruang internet. Mereka lalu di ajak ke ruang arsip. Dari ruang arsip anak-anak diajak ke ruang administrasi. Tempat pembuatan Kartu Tanda Anggota. Gratis.
Dari tempat pembuatan KTA, anak-anak diajak ke aula di lantai atas. Di sana anak-anak bebas berlarian karena ruangannya cukup lapang. Dan ada banyak mainan di sana. Sudah pasti anak-anak heboh sekali.
Akan tetapi lagi-lagi jumlah mainan yang tidak setara dengan jumlah anak, jadilah berebutan. Untuk mengatasi hal itu, akhirnya dibuatlah kegiatan. Anak-anak diputarkan film, diajak bernyanyi, bermain tepuk, bermain tebak-tebakan, dan mendengarkan story telling dari petugas perpustakaan. Ada juga door prize-nya lho buat anak yang berani maju unjuk diri. Seru sekali pokoknya.
Tak terasa waktu sudah menunjuukan pukul 09.30 WIB. Sudah waktunya pulang. Akan tetapi Ibu Kepala KPA baru saja datang dari tugas luarnya. Sedikit sambutan dan permainan dari beliau. Terpaksa waktu pulang diundur. Terbayang pasti di sekolahan sudah penuh dengan para penjemput anak-anak. Akan tetapi anak-anak juga tidak keberatan waktu pulangnya sedikit molor, karena acaranya memang asyik.
Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak mengenal seluk beluk tentang KPA (Kantor Perpustakaan dan Arsip). Sehingga anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya. Diharapkan juga sedari kecil anak-anak sudah senang membaca buku. Karena dengan membaca kita jadi banyak tahu.
Sampai ketemu di kegiatan selanjutnya.
Baca Selengkapnya....!
Seru sekali kegiatan hari itu. Kami beramai-ramai jalan kaki ke sana. Jaraknya cukup dekat sih. Hanya sekitar 300 meter. Anak-anak terlihat sangat antusias. Karena sebelumnya bu guru sudah mengompori anak-anak. Yakni dengan menceritakan hal-hal mengenai Perpusda, juga buku-buku asyik yang bisa dipinjam di sana.
Tentu saja anak-anak penasaran. Karena setiap hari mereka diberi kegiatan story telling dan story reading yang bahannya bersumber dari buku-buku yang dipinjam dari Perpusda.
Bersembilan kami mengantar ke-165 peserta didik kami. Satu orang guru harus tinggal di sekolahan untuk meng-handle situasi di sana. Siapa tahu ada sidak dari penilik. Atau ada tamu dari wali murid.
Tra la la, tra la la, sambil bernyanyi-nyanyi kami berjalan menuju Perpusda. Wah, jalanan langsung penuh. Musti ekstra hati-hati karena lewat jalan besar.
Sampai di sana kami disambut oleh salah satu pegawai. Sayang bu Kepala KPA sedang tugas luar. Anak-anak langsung di bawa tur kelling. Mulai dari ruang baca. Di sana anak-anak diberi kesempatan untuk mencari buku-buku kesukaannya. Ramai sekali suasananya. Lima belas menit di ruang baca, anak-anak di bawa ke ruang internet. Seru juga di sana. Mengingat anak-anak jaman sekarang biar pun masih TK juga nggak asing dengan yang namanya internet. Anak-anak malah minta dibukakan game. Ketahuan kalau di rumah lihat kompie pasti dibuat mainin game. Tapi karena komputer hanya ada 20 buah, sementara kami seratusan lebih, maka anak-anak hanya sebentar saja di ruang internet. Mereka lalu di ajak ke ruang arsip. Dari ruang arsip anak-anak diajak ke ruang administrasi. Tempat pembuatan Kartu Tanda Anggota. Gratis.
Dari tempat pembuatan KTA, anak-anak diajak ke aula di lantai atas. Di sana anak-anak bebas berlarian karena ruangannya cukup lapang. Dan ada banyak mainan di sana. Sudah pasti anak-anak heboh sekali.
Akan tetapi lagi-lagi jumlah mainan yang tidak setara dengan jumlah anak, jadilah berebutan. Untuk mengatasi hal itu, akhirnya dibuatlah kegiatan. Anak-anak diputarkan film, diajak bernyanyi, bermain tepuk, bermain tebak-tebakan, dan mendengarkan story telling dari petugas perpustakaan. Ada juga door prize-nya lho buat anak yang berani maju unjuk diri. Seru sekali pokoknya.
Tak terasa waktu sudah menunjuukan pukul 09.30 WIB. Sudah waktunya pulang. Akan tetapi Ibu Kepala KPA baru saja datang dari tugas luarnya. Sedikit sambutan dan permainan dari beliau. Terpaksa waktu pulang diundur. Terbayang pasti di sekolahan sudah penuh dengan para penjemput anak-anak. Akan tetapi anak-anak juga tidak keberatan waktu pulangnya sedikit molor, karena acaranya memang asyik.
Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak mengenal seluk beluk tentang KPA (Kantor Perpustakaan dan Arsip). Sehingga anak-anak dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya. Diharapkan juga sedari kecil anak-anak sudah senang membaca buku. Karena dengan membaca kita jadi banyak tahu.
Sampai ketemu di kegiatan selanjutnya.
Baca Selengkapnya....!
Sabtu, 29 Desember 2012
GAYA BELAJAR ANAK
Belajar dan Pembelajaran Visual, Auditori, Kinestetik
Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu :
“modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.
1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat.
Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
1. Bicara agak cepat
2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
3. Tidak mudah terganggu oleh keributan
4. Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
5. Lebih suka membaca dari pada dibacakan
6. Pembaca cepat dan tekun
7. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
8. Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
9. Lebih suka musik dari pada seni
10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja.
Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
1. Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
2. Penampilan rapi
3. Mudah terganggu oleh keributan
4. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
5. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
6. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
7. Biasanya ia pembicara yang fasih
8. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
9. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
10. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
11. Berbicara dalam irama yang terpola
12. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat.
Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
1. Berbicara perlahan
2. Penampilan rapi
3. Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
4. Belajar melalui memanipulasi dan praktek
5. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
6. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
7. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
8. Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
9. Menyukai permainan yang menyibukkan
10. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
11. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam
2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar anak Anda?
Wallahu’alam
dikutip dari http://nuritaputranti.wordpress.com Baca Selengkapnya....!
Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu :
“modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing2 dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”.
1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat.
Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
1. Bicara agak cepat
2. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
3. Tidak mudah terganggu oleh keributan
4. Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
5. Lebih suka membaca dari pada dibacakan
6. Pembaca cepat dan tekun
7. Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
8. Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
9. Lebih suka musik dari pada seni
10. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.
2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang2 saja.
Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
1. Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
2. Penampilan rapi
3. Mudah terganggu oleh keributan
4. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
5. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
6. Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
7. Biasanya ia pembicara yang fasih
8. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
9. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
10. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
11. Berbicara dalam irama yang terpola
12. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat.
Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
1. Berbicara perlahan
2. Penampilan rapi
3. Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
4. Belajar melalui memanipulasi dan praktek
5. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
6. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
7. Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
8. Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
9. Menyukai permainan yang menyibukkan
10. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
11. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam
2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar anak Anda?
Wallahu’alam
dikutip dari http://nuritaputranti.wordpress.com Baca Selengkapnya....!
Senin, 09 April 2012
Contoh Langkah-Langkah Mendongeng
Dongeng merupakan salah satu hal yang paling disukai anak-anak. Tak terkecuali muridku. Tiap akhir jam pelajaran mereka selalu menagih untuk dibacakan dongeng. Jadi mau tak mau diriku harus rajin berburu buku-buku dongeng yang cocok untuk anak-anak. Beruntung nih sekolahku dekat dengan perpustakaan daerah, jadi setiap saat aku bisa hunting buku-buku kegemaran muridku.
Namun setelah sekian lama hanya berani mendongeng dengan membaca buku cerita, sekali-kali ingin juga mendongeng tanpa buku. Alias berimprovisasi sendiri. Untuk itu mesti belajar juga bagaimana teknik mendongeng yang baik.
Setelah buka buku di sana-sini akhirnnya terangkum juga contoh-contoh langkah untuk mendongeng. Mudah-mudahan bermanfaat untuk para guru dan juga ortu yang suka membacakan dongeng untuk buah hatinya. Selamat membaca :
Bercerita Tanpa Alat:
1. Guru mengatur posisi tempat duduk anak
2. Guru merangsang anak agar mau mendengarkan dan mem perhatikan isi cerita.
3. Guru mulai bercerita dengan terlebih dahulu menyebutkan judul cerita.
4. Setelah selesai bercerita, guru memberi tugas pada anak – anak, untuk menceritakan kembali isi cerita tersebut secara bergantian.
5. Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Bercerita dengan alat peraga langsung:
1. Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2. Guru memberikan pendahuluan dengan membicarakan tentang alat peraga seekor kelinci dan daun kol , misalnya tentang warna bulu kelinci, nama , jumlah kaki, bentuk telinga, makanannya, berjalannya bagaimana, dsb. Sambil memberi kesempatan anak untuk memegang dan membelai kelinci tersebut.
3. Setelah cukup memberi penjelasan tentang alat peraga kelinci, guru lalu memasukkan kelinci ke dalam kandang, lalu guru mulai bercerita.
4. Guru merangsang anak untuk mendengarkan cerita.
5. Setelah selesai bercerita guru memberikan pertanyaan kepada anak.
6. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut.
7. Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Bercerita dengan gambar - gambar:
1. Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan ( gambar – gambar )
2. Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3. Guru merangsang anak agar mau mendengarkan dan mem perhatikan isi cerita.
4. Guru bercerita dengan memperlihatkan alat peraga satu persatu sesuai dengan bagian yang diceritakan.
5. Guru memberikan pertanyaan tentang isi cerita pendek tersebut kepada anak satu persatu (bertahap) kepada anak secara bergantian.
6. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut.
7. Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Bercerita dengan menggunakan papan planel:
1. Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2. Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3. Guru menunjukkan alat peraga yang telah disiapkan dan kemudian menyebutkan nama –nama tokoh yang ada dalam isi cerita yang akan disampaikan.
4. Guru merangsang anak untuk mendengarkan cerita.
5. Guru menyebutkan judul cerita.
6. Sambil bercerita, guru meletakkan potongan – potongan gambar pada papan planel yang sesuai dengan adegan yang akan diceritakan.
7. Agar tidak membingungkan anak diusahakan supaya tidak terlalu banyak adegan yang sekaligus ditempelkan di papan planel pada saat yang sama.
8. Setelah selesai bercerita guru memberikan pertanyaan kepada anak.
9. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut.
10.Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Membacakan Cerita ( Story Reading ):
1) Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2)Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3)Buku dipegang oleh guru di tangan kiri dan posisi buku diatur sedemikian rupa , sehingga gambar dan tulisan dapat dilihat dengan jelas oleh anak.
4)Guru merangsang anak untuk mendengarkan cerita.
5)Sebagai pendahuluan, guru memperlihatkan gambar yang ada pada sampul sambil menyebutkan judul cerita dan membicarakan isi gambar.
6) Guru membacakan cerita setiap halaman dengan intonasi suara, irama yang menarik dan ucapan yang jelas.
7)Setelah membacakan cerita, guru memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali isi cerita secara bergantian.
8)Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Sandiwara boneka dengan panggung boneka :
1) Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2)Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3)Guru memberikan prolog / pendahuluan.
4)Guru melaksanakan dialog / percakapan antar boneka. Diantara dialog/percakapan tersebut diberi pengiring.
5)Setelah dialog yang dilakukan sudah selesai, layar panggung ditutup apabila tidak ada layar boneka turun ke bawah panggung baik melalui sebelah kiri maupun sebelah kanan.
6)Guru memberikan tugas kepada anak untuk menceritakan kembali isi cerita sederhana.
7) Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Senam Fantasi Menurut Cerita:
1. Dalam senam fantasi menurut cerita anak – anak melakukan gerak – gerik seolah – olah menjadi pelaku dalam sebuah cerita, atau sedang mengalami suatu peristiwa.
2. Dalam senam menurut cerita dapat juga diperguna kan alat – alat jika perlu. Selanjutnya harus juga diperhatikan dalam bentuk senam seperti di atas jangan sampai terlalu banyak cerita/percakapan dan terlalu sedikit bergerak.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Dikutip dari berbagai sumber.
Baca Selengkapnya....!
Namun setelah sekian lama hanya berani mendongeng dengan membaca buku cerita, sekali-kali ingin juga mendongeng tanpa buku. Alias berimprovisasi sendiri. Untuk itu mesti belajar juga bagaimana teknik mendongeng yang baik.
Setelah buka buku di sana-sini akhirnnya terangkum juga contoh-contoh langkah untuk mendongeng. Mudah-mudahan bermanfaat untuk para guru dan juga ortu yang suka membacakan dongeng untuk buah hatinya. Selamat membaca :
Bercerita Tanpa Alat:
1. Guru mengatur posisi tempat duduk anak
2. Guru merangsang anak agar mau mendengarkan dan mem perhatikan isi cerita.
3. Guru mulai bercerita dengan terlebih dahulu menyebutkan judul cerita.
4. Setelah selesai bercerita, guru memberi tugas pada anak – anak, untuk menceritakan kembali isi cerita tersebut secara bergantian.
5. Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Bercerita dengan alat peraga langsung:
1. Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2. Guru memberikan pendahuluan dengan membicarakan tentang alat peraga seekor kelinci dan daun kol , misalnya tentang warna bulu kelinci, nama , jumlah kaki, bentuk telinga, makanannya, berjalannya bagaimana, dsb. Sambil memberi kesempatan anak untuk memegang dan membelai kelinci tersebut.
3. Setelah cukup memberi penjelasan tentang alat peraga kelinci, guru lalu memasukkan kelinci ke dalam kandang, lalu guru mulai bercerita.
4. Guru merangsang anak untuk mendengarkan cerita.
5. Setelah selesai bercerita guru memberikan pertanyaan kepada anak.
6. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut.
7. Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Bercerita dengan gambar - gambar:
1. Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan ( gambar – gambar )
2. Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3. Guru merangsang anak agar mau mendengarkan dan mem perhatikan isi cerita.
4. Guru bercerita dengan memperlihatkan alat peraga satu persatu sesuai dengan bagian yang diceritakan.
5. Guru memberikan pertanyaan tentang isi cerita pendek tersebut kepada anak satu persatu (bertahap) kepada anak secara bergantian.
6. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut.
7. Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Bercerita dengan menggunakan papan planel:
1. Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2. Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3. Guru menunjukkan alat peraga yang telah disiapkan dan kemudian menyebutkan nama –nama tokoh yang ada dalam isi cerita yang akan disampaikan.
4. Guru merangsang anak untuk mendengarkan cerita.
5. Guru menyebutkan judul cerita.
6. Sambil bercerita, guru meletakkan potongan – potongan gambar pada papan planel yang sesuai dengan adegan yang akan diceritakan.
7. Agar tidak membingungkan anak diusahakan supaya tidak terlalu banyak adegan yang sekaligus ditempelkan di papan planel pada saat yang sama.
8. Setelah selesai bercerita guru memberikan pertanyaan kepada anak.
9. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut.
10.Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Membacakan Cerita ( Story Reading ):
1) Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2)Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3)Buku dipegang oleh guru di tangan kiri dan posisi buku diatur sedemikian rupa , sehingga gambar dan tulisan dapat dilihat dengan jelas oleh anak.
4)Guru merangsang anak untuk mendengarkan cerita.
5)Sebagai pendahuluan, guru memperlihatkan gambar yang ada pada sampul sambil menyebutkan judul cerita dan membicarakan isi gambar.
6) Guru membacakan cerita setiap halaman dengan intonasi suara, irama yang menarik dan ucapan yang jelas.
7)Setelah membacakan cerita, guru memberi kesempatan kepada anak untuk menceritakan kembali isi cerita secara bergantian.
8)Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Sandiwara boneka dengan panggung boneka :
1) Guru menyiapkan alat peraga yang diperlukan.
2)Guru mengatur posisi tempat duduk anak sesuai yang direncanakan.
3)Guru memberikan prolog / pendahuluan.
4)Guru melaksanakan dialog / percakapan antar boneka. Diantara dialog/percakapan tersebut diberi pengiring.
5)Setelah dialog yang dilakukan sudah selesai, layar panggung ditutup apabila tidak ada layar boneka turun ke bawah panggung baik melalui sebelah kiri maupun sebelah kanan.
6)Guru memberikan tugas kepada anak untuk menceritakan kembali isi cerita sederhana.
7) Guru memberikan pujian kepada anak yang sudah bisa dan memberikan motivasi kepada anak yang belum bisa.
Senam Fantasi Menurut Cerita:
1. Dalam senam fantasi menurut cerita anak – anak melakukan gerak – gerik seolah – olah menjadi pelaku dalam sebuah cerita, atau sedang mengalami suatu peristiwa.
2. Dalam senam menurut cerita dapat juga diperguna kan alat – alat jika perlu. Selanjutnya harus juga diperhatikan dalam bentuk senam seperti di atas jangan sampai terlalu banyak cerita/percakapan dan terlalu sedikit bergerak.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Dikutip dari berbagai sumber.
Baca Selengkapnya....!
Senin, 02 April 2012
Ayo Belajar Membaca sambil Memanen Es Krim dan Menjelajah Dunia Stroberi dengan Guncangan Dinamit !
BEST SELLER TERJUAL LEBIH DARI 1000 PAKET SEBULAN
Ribuan anak telah menggunakan ABACA Flash card, mereka ketagihan bermain panen es krim dan sebagian lagi sudah tak sabar menjelajah dunia stroberi dengan guncangan dinamit.
ABACA Flash Card seri 1
Dengan ABACA flash card seri 1, putra dan putri Anda bisa belajar suku kata sambil memanen es krim.
Setiap kali putra/putri Anda mampu menebak suku kata dengan benar maka dia akan memanen es krim dan kuda-kudanya bisa berjalan di atas papan monopoli es krim. Terdiri dari 44 suku kata, 1 lembar A4 papan bermain panen es krim, 1 lembar A4 halaman reward yang berisi sekitar 50 gambar es krim, dan 2 buah kuda-kuda.
ABACA Flash card seri 2
Dengan ABACA flash card 2, putra-puteri Anda bisa belajar suku kata sambil menjelajah dunia stroberi dengan guncangan dinamit. Setiap bertemu dengan kartu dinamit, bunda akan diminta membacakan cerita seru mengenai stroberi, seperti kisah raja Loius Perancis yang maniak stroberi, atau tentang legenda di balik nama stroberi. Terdiri dari 44 kartu suku kata, 8 kartu dinamit, 1 lembar A4 papan cerita stroberi, 1 lembar A4 halaman reward yang berisi sekitar 45 gambar stroberi.
ABACA Flash Card berbeda dari flash card (kartu belajar membaca) yang ada di pasaran, karena kartu ini disusun secara sistematis. Dari 44 kartu yang ada di seri 1 dan 2, diklasifikasikan lagi ke dalam 5 box. Sang penemu menggunakan landasan bahwa menyusun kartu secara acak ataupun berurutan tanpa klasifikasi yang jelas akan menurunkan tingkat keberhasilan pengguna.
Itulah sebabnya ABACA flash card mampu mengatasi masalah :
1. Anak kesulitan menghafal suku kata dan sering terbalik2 antara suku kata ba dan da, pa dan qa, ma dan wa, dll.
2. Anak pintar tapi malas belajar.
3. Penderita ADHD yang memiliki rentang perhatian pendek, tidak bisa mendengar, kesulitan berkonsentrasi, dll. Tapi ABACA telah terbukti mampu membuat penderita ADHD middle duduk tenang selama 1 jam sambil bermain ABACA Flash Card dan mampu membaca kata kaca, jaka, dll.
Harga hanya Rp. 45.000 per paket (plus ongkos kirim untuk luar kota)
Hubungi SRI WAHYUTI (AGEN KUDUS) di 085867486151
Dibuka lowongan untuk reseller.
Ada diskon menarik untuk reseller. Cek ketentuan di bawah ini.
Jika ada yg mau daftar jd reseller resmi maka berlaku harga berikut
Beli 8-10 harga @36000
Beli 11-25 harga 33.750
Beli min 26 harga @31.050
Baca Selengkapnya....!
Ribuan anak telah menggunakan ABACA Flash card, mereka ketagihan bermain panen es krim dan sebagian lagi sudah tak sabar menjelajah dunia stroberi dengan guncangan dinamit.
ABACA Flash Card seri 1
Dengan ABACA flash card seri 1, putra dan putri Anda bisa belajar suku kata sambil memanen es krim.
Setiap kali putra/putri Anda mampu menebak suku kata dengan benar maka dia akan memanen es krim dan kuda-kudanya bisa berjalan di atas papan monopoli es krim. Terdiri dari 44 suku kata, 1 lembar A4 papan bermain panen es krim, 1 lembar A4 halaman reward yang berisi sekitar 50 gambar es krim, dan 2 buah kuda-kuda.
ABACA Flash card seri 2
Dengan ABACA flash card 2, putra-puteri Anda bisa belajar suku kata sambil menjelajah dunia stroberi dengan guncangan dinamit. Setiap bertemu dengan kartu dinamit, bunda akan diminta membacakan cerita seru mengenai stroberi, seperti kisah raja Loius Perancis yang maniak stroberi, atau tentang legenda di balik nama stroberi. Terdiri dari 44 kartu suku kata, 8 kartu dinamit, 1 lembar A4 papan cerita stroberi, 1 lembar A4 halaman reward yang berisi sekitar 45 gambar stroberi.
ABACA Flash Card berbeda dari flash card (kartu belajar membaca) yang ada di pasaran, karena kartu ini disusun secara sistematis. Dari 44 kartu yang ada di seri 1 dan 2, diklasifikasikan lagi ke dalam 5 box. Sang penemu menggunakan landasan bahwa menyusun kartu secara acak ataupun berurutan tanpa klasifikasi yang jelas akan menurunkan tingkat keberhasilan pengguna.
Itulah sebabnya ABACA flash card mampu mengatasi masalah :
1. Anak kesulitan menghafal suku kata dan sering terbalik2 antara suku kata ba dan da, pa dan qa, ma dan wa, dll.
2. Anak pintar tapi malas belajar.
3. Penderita ADHD yang memiliki rentang perhatian pendek, tidak bisa mendengar, kesulitan berkonsentrasi, dll. Tapi ABACA telah terbukti mampu membuat penderita ADHD middle duduk tenang selama 1 jam sambil bermain ABACA Flash Card dan mampu membaca kata kaca, jaka, dll.
Harga hanya Rp. 45.000 per paket (plus ongkos kirim untuk luar kota)
Hubungi SRI WAHYUTI (AGEN KUDUS) di 085867486151
Dibuka lowongan untuk reseller.
Ada diskon menarik untuk reseller. Cek ketentuan di bawah ini.
Jika ada yg mau daftar jd reseller resmi maka berlaku harga berikut
Beli 8-10 harga @36000
Beli 11-25 harga 33.750
Beli min 26 harga @31.050
Baca Selengkapnya....!
Kamis, 15 Maret 2012
Pendidikan Anak Usia Dini
Isi:
Pendidikan anak usia dini memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara perkembangan yang dialami anak pada usia dini dengan keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya. Misalnya, anak-anak yang hidup dalam lingkungan (baik di rumah maupun di KB atau TK) yang kaya interaksi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar akan terbiasa mendengarkan dan mengucapkan kata-kata dengan benar, sehingga ketika mereka masuk sekolah, mereka sudah mempunyai modal untuk membaca.
Sehubungan dengan fungsi-fungsi yang telah dipaparkan tersebut, maka tujuan pendidikan anak usia dini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia dan potensinya.
2. Mengidentifikasi penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi penyimpangan, dapat dilakukan intervensi dini.
3. Menyediakan pengalaman yang beranekaragam dan mengasyikkan bagi anak usia dini, yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi dalam berbagai bidang, sehingga siap untuk mengikuti pendidikan pada jenjang sekolah dasar (SD).
TIGA PILAR KEBIJAKAN PAUD
1. Perluasan dan pemerataan akses layanan PAUD kepada semua anak antara lain melalui:
- Pemberdayaan semua potensi yg ada di masyarakat;
- Keberpihakan kpd anak-anak yg kurang beruntung
2. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing antara lain dg cara :
Mengupayakan PAUD yg murah dan mudah, tetapi bermutu.
3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan pendidikan (PAUD) antara lain dengan cara meningkatkan Keterbukaan, kemudahan dan fleksibilitas di bidang layanan PAUD kepada masyarakat.
Sasaran PAUD
a. Sasaran Utama :
Anak lahir s/d usia 6 tahun (utamanya yang belum mendapat layanan PAUD Jalur Pendidikan Formal),prioritas 2-4 th.
- Th 2009 ditargetkan 35% anak 2-4 th terlayani di PAUD Nonformal, dan 53,90 % Anak usia 0-6 tahun terlayani di PAUD Formal dan Nonformal
b. Sasaran antara :
-Orang tua/keluarga, calon orangtua
-Pendidik dan Pengelola PAUD
-Semua Lembaga Layanan Anak Usia Dini
-Para tokoh masyarakat dan stakeholders PAUD
Jalur Formal : Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain sederajat
Jalur Nonformal : Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain sederajat
Jalur Informal : Pendidikan Keluarga atau Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Lingkungan
Sumber: dari sini Baca Selengkapnya....!
Pendidikan anak usia dini memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara perkembangan yang dialami anak pada usia dini dengan keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya. Misalnya, anak-anak yang hidup dalam lingkungan (baik di rumah maupun di KB atau TK) yang kaya interaksi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar akan terbiasa mendengarkan dan mengucapkan kata-kata dengan benar, sehingga ketika mereka masuk sekolah, mereka sudah mempunyai modal untuk membaca.
Sehubungan dengan fungsi-fungsi yang telah dipaparkan tersebut, maka tujuan pendidikan anak usia dini dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia dan potensinya.
2. Mengidentifikasi penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi penyimpangan, dapat dilakukan intervensi dini.
3. Menyediakan pengalaman yang beranekaragam dan mengasyikkan bagi anak usia dini, yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi dalam berbagai bidang, sehingga siap untuk mengikuti pendidikan pada jenjang sekolah dasar (SD).
TIGA PILAR KEBIJAKAN PAUD
1. Perluasan dan pemerataan akses layanan PAUD kepada semua anak antara lain melalui:
- Pemberdayaan semua potensi yg ada di masyarakat;
- Keberpihakan kpd anak-anak yg kurang beruntung
2. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing antara lain dg cara :
Mengupayakan PAUD yg murah dan mudah, tetapi bermutu.
3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan pendidikan (PAUD) antara lain dengan cara meningkatkan Keterbukaan, kemudahan dan fleksibilitas di bidang layanan PAUD kepada masyarakat.
Sasaran PAUD
a. Sasaran Utama :
Anak lahir s/d usia 6 tahun (utamanya yang belum mendapat layanan PAUD Jalur Pendidikan Formal),prioritas 2-4 th.
- Th 2009 ditargetkan 35% anak 2-4 th terlayani di PAUD Nonformal, dan 53,90 % Anak usia 0-6 tahun terlayani di PAUD Formal dan Nonformal
b. Sasaran antara :
-Orang tua/keluarga, calon orangtua
-Pendidik dan Pengelola PAUD
-Semua Lembaga Layanan Anak Usia Dini
-Para tokoh masyarakat dan stakeholders PAUD
Jalur Formal : Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain sederajat
Jalur Nonformal : Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain sederajat
Jalur Informal : Pendidikan Keluarga atau Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Lingkungan
Sumber: dari sini Baca Selengkapnya....!
Rabu, 14 Maret 2012
SHARING DARI PENGGUNA ABACA (TERBARU)
Dikutip dari status Mak Diena Ulfaty, sang produsen Abaca Flash Card.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Diena Ulfaty
just to shared.....:):)
i'm a private teacher....for the last 1month....i'm teaching Calistung for a boy named Enzo...4 years old...yang skarang lagi duduk d kelas TK-A Providesia National Plus School Manado
nie anak bisa di kategorikan pinter....cepat menangkap pelajaran yang dikasih...tapi yang jadi persoalan:
1. bahasa ibu yang dipakainya adalah Bahasa Inggris...jadi kalo ngomong sehari2 yah pake english...ABC english..tau dia..but..ABECE..ampuuunn...baik cara ngucapin ato nulisnya,,,ga tauu dia bun....
:(...padahal di sekolahnya 1st language tuh Bahasa indonesia... kebayang kan ribetnya??
2. kalo main....udah dehhh..lupaaaaa semuanya..:)
sampe kalo belajar maunya ada mainan...*tapi kalo lagi les sama aku bun...No Toys,,No Excuses..xixixi..kalo ga...hukumannya..No TV..No Playing,,nah lhoo..:):) 3. Too active...maunya gerak sana gerak sini...and CEPAT BOSAN kalau mo di ajarin sesuatu
pertama kali ngajarin calistung ke Enzo...jujur ajah...mumet nie kepala..bingung mo mulai darimana?metode apa yang tepat?...
sampe aku nemu buku d gramedia yg menggunakan metode silabel...atau membaca per suku kata...jadi para bunda....udah g jaman lagi ngajarin anak pake metode b+a+c+a...itu mah jaman aku TK dulu..taon 80an kalo ga salah...:):)
and abracadabra....it works...berhasil bunda....walaupun ga 100% langsung bisa baca...yah bertahap lah *bukan dalam waktu seminggu langsung jadi...cuman kendalanya...Enzo kan cepet bosan....jadi kalo dalam 2hari di ulang2 mulu...mana mau dia??palingan juga baru mulai...udah ijin ke toilet,,,,*yahhhh...itulah dunia anak...suka2 dia kan...ga boleh maksa kan??apalagi...menurut Permendiknas 58 tahun 2010 ga ada kan di tulis anak 4 taon udah harus tau membaca??:):)
and you know what??saat itulah dapet tawaran tentang ABACA flash card ini....pertamanya sih cuma iseng ajah..pengen ngambil....biar buat nambah2 metode...yah..ga rugi juga kan,,,kar'na belajar itu emang g boleh cuma dari 1 sumber ajah....
tapiiiiiiiiiii.....pas udah d praktekin ke Enzo...beneran deh bunda.....dia seneng bangetttttt...kalo biasanya dia cepet bosan...ini udah lewat sejam jadi ga kerasa...karna dia kegirangan collect ice creamnya....sekarang mah...kalo bunda nunjukin beberapa suku kata....jangan heran...lancarrrrr kek jalan tol dia jawabnya...and of course...sebagai guru lesnya....aku seneeeeeeeng bukan main...ada rasa bangga juga kan yahhh...*ya gak bunda2 dirumah??
apalagi dy bacanya ga pake nambah2...kek matematika...hehe....
padahal belum ada sebulan pake flash cardnya..baru juga 2x pertemuan pake flash card..hehe...kebayang nanti sebulan kedepan...*nanti aku post sebulan lagi yah bunda..up date berita..:):)
soooooooo....gimana menurut bunda2???
ini bukan sihir bukan dongeng lho bunda....apalagi pake dibantu ma Master Tarno...*kidding...xixixi
it's just an experience that i want to shared with every mom in this group... Thank youuu ABACA...
U Rockkkkk!!!
kata anak jaman skarang..:):):)...Be Blessed bunda2...
Nama pemberi testimoni Liva Pangkey, guru Calistung, Manado
Baca Selengkapnya....!
Mudah-mudahan bermanfaat.
Diena Ulfaty
just to shared.....:):)
i'm a private teacher....for the last 1month....i'm teaching Calistung for a boy named Enzo...4 years old...yang skarang lagi duduk d kelas TK-A Providesia National Plus School Manado
nie anak bisa di kategorikan pinter....cepat menangkap pelajaran yang dikasih...tapi yang jadi persoalan:
1. bahasa ibu yang dipakainya adalah Bahasa Inggris...jadi kalo ngomong sehari2 yah pake english...ABC english..tau dia..but..ABECE..ampuuunn...baik cara ngucapin ato nulisnya,,,ga tauu dia bun....
:(...padahal di sekolahnya 1st language tuh Bahasa indonesia... kebayang kan ribetnya??
2. kalo main....udah dehhh..lupaaaaa semuanya..:)
sampe kalo belajar maunya ada mainan...*tapi kalo lagi les sama aku bun...No Toys,,No Excuses..xixixi..kalo ga...hukumannya..No TV..No Playing,,nah lhoo..:):) 3. Too active...maunya gerak sana gerak sini...and CEPAT BOSAN kalau mo di ajarin sesuatu
pertama kali ngajarin calistung ke Enzo...jujur ajah...mumet nie kepala..bingung mo mulai darimana?metode apa yang tepat?...
sampe aku nemu buku d gramedia yg menggunakan metode silabel...atau membaca per suku kata...jadi para bunda....udah g jaman lagi ngajarin anak pake metode b+a+c+a...itu mah jaman aku TK dulu..taon 80an kalo ga salah...:):)
and abracadabra....it works...berhasil bunda....walaupun ga 100% langsung bisa baca...yah bertahap lah *bukan dalam waktu seminggu langsung jadi...cuman kendalanya...Enzo kan cepet bosan....jadi kalo dalam 2hari di ulang2 mulu...mana mau dia??palingan juga baru mulai...udah ijin ke toilet,,,,*yahhhh...itulah dunia anak...suka2 dia kan...ga boleh maksa kan??apalagi...menurut Permendiknas 58 tahun 2010 ga ada kan di tulis anak 4 taon udah harus tau membaca??:):)
and you know what??saat itulah dapet tawaran tentang ABACA flash card ini....pertamanya sih cuma iseng ajah..pengen ngambil....biar buat nambah2 metode...yah..ga rugi juga kan,,,kar'na belajar itu emang g boleh cuma dari 1 sumber ajah....
tapiiiiiiiiiii.....pas udah d praktekin ke Enzo...beneran deh bunda.....dia seneng bangetttttt...kalo biasanya dia cepet bosan...ini udah lewat sejam jadi ga kerasa...karna dia kegirangan collect ice creamnya....sekarang mah...kalo bunda nunjukin beberapa suku kata....jangan heran...lancarrrrr kek jalan tol dia jawabnya...and of course...sebagai guru lesnya....aku seneeeeeeeng bukan main...ada rasa bangga juga kan yahhh...*ya gak bunda2 dirumah??
apalagi dy bacanya ga pake nambah2...kek matematika...hehe....
padahal belum ada sebulan pake flash cardnya..baru juga 2x pertemuan pake flash card..hehe...kebayang nanti sebulan kedepan...*nanti aku post sebulan lagi yah bunda..up date berita..:):)
soooooooo....gimana menurut bunda2???
ini bukan sihir bukan dongeng lho bunda....apalagi pake dibantu ma Master Tarno...*kidding...xixixi
it's just an experience that i want to shared with every mom in this group... Thank youuu ABACA...
U Rockkkkk!!!
kata anak jaman skarang..:):):)...Be Blessed bunda2...
Nama pemberi testimoni Liva Pangkey, guru Calistung, Manado
Baca Selengkapnya....!
Selasa, 06 Maret 2012
Senin, 27 Februari 2012
Edunimasi 2012
Untuk teman-teman semua yang gape membuat animasi, ada lomba asyik untuk diikuti.
Ayo buruan daftar, jangan sampai ketinggalan, ya.
Cek this out:
Lomba Edunimasi 2012 : http://www.edunimasi.com/edunimasi-2012#.T0hcTRY8t_Z Baca Selengkapnya....!
Ayo buruan daftar, jangan sampai ketinggalan, ya.
Cek this out:
Lomba Edunimasi 2012 : http://www.edunimasi.com/edunimasi-2012#.T0hcTRY8t_Z Baca Selengkapnya....!
Seminar Nasional "Alam Terkembang Menjadi Guru"
Ayo rame-rame daftar di Seminar Nasional "Alam Terkembang Menjadi Guru" yang digagas oleh Ibu Septi Peni Wulandani bersama School of Life Lebah Putih.
Acaranya dijamin keren karena pembicaranya juga keren. Om Ganteng, sebutan anak-anak Kandang Jurank Doang kepadanya. Ya, dia adalah Dick Doang. Dengan keynote speaker Ibu Septi Peni Wulandani, sang maestro Jarimatika.
Simak fotonya:
Acaranya akan berlangsung pada hari Minggu 18 Maret 2012. Jangan sampai ketinggalan.
Baca Selengkapnya....!
Acaranya dijamin keren karena pembicaranya juga keren. Om Ganteng, sebutan anak-anak Kandang Jurank Doang kepadanya. Ya, dia adalah Dick Doang. Dengan keynote speaker Ibu Septi Peni Wulandani, sang maestro Jarimatika.
Simak fotonya:
Acaranya akan berlangsung pada hari Minggu 18 Maret 2012. Jangan sampai ketinggalan.
Baca Selengkapnya....!
Minggu, 26 Februari 2012
MENGAJAR BAYI ANDA MEMBACA (METODE GLENN DOMAN)
Di copas dari tulisan Bunda Mukti Amini Farid, dosen UT dan UNJ.
MENGAJAR BAYI ANDA MEMBACA (METODE GLENN DOMAN)
Ini materi bagus dari Taufan Surana. Semoga bermanfaat buat teman2. Buku aslinya sudah banyak juga di Indonesia, kalau kurang puas.
Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun- dan mereka menyukainya. Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian "Bagaimana otak anak-anak berkembang?". Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak. Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca. PENELITIAN TENTANG OTAK ANAK Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia 'melihat' atau 'mendengar' sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami. Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur pengkihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.
Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:
Sikap dan pendekatan orang tua Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali. Belajar adalah: - Hadiah, bukan hukuman - Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja - Bersenang-senang, bukan bersusah payah - Suatu kehormatan, bukan kehinaan.
Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.
Bahan yang sesuai:
a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten
Tahap-tahap mengajar:
TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.
Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm
Huruf berwarna merah
Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
Buatlah hanya 15 kata, misal IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)
Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.
Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
Katakan dengan jelas 'ini bacaannya IBU/AYAH'
Jangan jelaskan apa-apa
Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok
Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam
Hari Kedua
Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
Jangan lakukan test, belum waktunya !
Hari Ketiga
Lakukan seperti hari ke-2
Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran
Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.
Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
Pilih kata kesukaannya
Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas 'ini apa?'
Hitung dalam hati sampai sepuluh
Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda. Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.
Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan.
"Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat"
Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata.
Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.
TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
Huruf dan warna seperti tahap pertama
Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing datu dalam setiap kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.
TIPS:
Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'
Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
Ingat, membaca bukan berbicara
Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.
TAHAP KETIGA : (kata-kata 'rumah')
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.
Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2 suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga, jendela, dll
Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah 5 kata baru dari tahap ke tiga
Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas, topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk, berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakan 'Ibu melompat', 'kakak melompat', dsb
TAHAP KEEMPAT :
Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
Ukuran huruf 5 cm
Huruf kecil, warna hitam
Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya 'ini' dan kata 'bola' menjadi 'ini bola'.
Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.
TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
Pilihkan buku sederhana dengan syarat: Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata, Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata, Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm, Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah, Carilah yang mendekati persyaratan tersebut
Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.
Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.
TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.
Kunci Keberhasilan
Jangan membosankan anak
Jangan memaksa anak
Jangan tegang
Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
Bergembiralah
Ciptakan cara baru
Jawablah semua pertanyaan anak
Berilah buku bacaan yang bermutu
PENUTUP
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan, ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.
Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya pertanyaan yg diajukannya.
Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya suka membaca.
Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana untuk membaca yang tidak lepas dari buku.
Jadi, dengan buku yg merupakan "JENDELA ILMU", anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan.
"Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !"
Sumber: Buku "Mengajar Bayi Membaca" - Glenn Doman
Sumber Postingan: dari sini
Baca Selengkapnya....!
MENGAJAR BAYI ANDA MEMBACA (METODE GLENN DOMAN)
Ini materi bagus dari Taufan Surana. Semoga bermanfaat buat teman2. Buku aslinya sudah banyak juga di Indonesia, kalau kurang puas.
Membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan bahwa semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun- dan mereka menyukainya. Tahun 1961 satu tim ahli dunia yang terdiri atas, dokter, spesialis membaca, ahli bedah otak dan psikolog mengadakan penelitian "Bagaimana otak anak-anak berkembang?". Hal ini kemudian berkembang menjadi satu informasi yang mengejutkan mengenai bagaimana anak-anak belajar, apa yang dipelajari anak-anak, dan apa yang bisa dipelajari anak-anak. Hasil penelitian juga mendapatkan, ternyata anak yang cedera otak-pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi. Jelaslah bahwa ada sesuatu yang salah pada apa yang sedang terjadi, pada anak-anak sehat, jika di usia ini belum bisa membaca. PENELITIAN TENTANG OTAK ANAK Bagi otak tidak ada bedanya apakah dia 'melihat' atau 'mendengar' sesuatu. Otak dapat mengerti keduanya dengan baik. Yang dibutuhkan adalah suara itu cukup kuat dan cukup jelas untuk didengar telinga, dan perkataan itu cukup besar dan cukup jelas untuk dilihat mata sehingga otak dapat menafsirkan. Kalau telinga menerima rangsang suara, baik sepatah kata atau pesan lisan, maka pesan pendengaran ini diuraikan menjadi serentetan impuls-impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang bisa melihat untuk disusun dan diartikan menjadi kata-kata yang dapat dipahami. Begitu pula kalau mata melihat sebuah kata atau pesan tertulis. Pesan visual ini diuraikan menjadi serentetan impuls elektrokimia dan diteruskan ke otak yang tidak dapat melihat, untuk disusun kembali dan dipahami. Baik jalur pengkihatan maupun jalur pendengaran sama-sama menuju ke otak dimana kedua pesan ditafsirkan otak dengan proses yang sama.
Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak:
Sikap dan pendekatan orang tua Syarat terpenting adalah, bahwa diantara orang tua dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan, karena belajar membaca merupakan permainan yang bagus sekali. Belajar adalah: - Hadiah, bukan hukuman - Permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja - Bersenang-senang, bukan bersusah payah - Suatu kehormatan, bukan kehinaan.
Membatasi waktu untuk melakukan permainan ini sehingga betul-betul singkat. Hentikan permainan ini sebelum anak itu sendiri ingin menghentikannya.
Bahan yang sesuai:
a. bahan-bahan dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster)
b. kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar
c. tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten
Tahap-tahap mengajar:
TAHAP PERTAMA : (perbedaan penglihatan)
Mengajarkan anak anda membaca dimulai menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak anda sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain.
Ukuran karton : tinggi 15 cm, panjang 60 cm
Ukuran huruf, tinggi 12,5 cm dan lebar 10 cm, serta setiap huruf berjarak kira-kira 1,25 cm
Huruf berwarna merah
Gunakan huruf kecil (bukan huruf kapital)
Buatlah hanya 15 kata, misal IBU (UMMI/MAMA/BUNDA), BAPAK (ABI/PAPA/AYAH)
Ke-15 kata-kata pertama harus terdiri dari kata-kata yang paling dikenal dan paling dekat dengan lingkungannya yaitu nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, makanan kesukaan, atau sesuatu yang dianggap penting untuk diketahui oleh sang anak.
Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
Katakan dengan jelas 'ini bacaannya IBU/AYAH'
Jangan jelaskan apa-apa
Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok
Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam
Hari Kedua
Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
Jangan lakukan test, belum waktunya !
Hari Ketiga
Lakukan seperti hari ke-2
Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran
Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.
Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
Pilih kata kesukaannya
Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas 'ini apa?'
Hitung dalam hati sampai sepuluh
Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda. Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.
Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan.
"Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat"
Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata.
Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.
TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
Huruf dan warna seperti tahap pertama
Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing datu dalam setiap kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.
TIPS:
Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'
Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
Ingat, membaca bukan berbicara
Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.
TAHAP KETIGA : (kata-kata 'rumah')
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.
Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2 suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga, jendela, dll
Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah 5 kata baru dari tahap ke tiga
Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas, topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk, berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakan 'Ibu melompat', 'kakak melompat', dsb
TAHAP KEEMPAT :
Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
Ukuran huruf 5 cm
Huruf kecil, warna hitam
Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya 'ini' dan kata 'bola' menjadi 'ini bola'.
Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.
TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
Pilihkan buku sederhana dengan syarat: Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata, Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata, Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm, Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah, Carilah yang mendekati persyaratan tersebut
Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.
Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.
TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.
Kunci Keberhasilan
Jangan membosankan anak
Jangan memaksa anak
Jangan tegang
Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
Bergembiralah
Ciptakan cara baru
Jawablah semua pertanyaan anak
Berilah buku bacaan yang bermutu
PENUTUP
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan, ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.
Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya pertanyaan yg diajukannya.
Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya suka membaca.
Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana untuk membaca yang tidak lepas dari buku.
Jadi, dengan buku yg merupakan "JENDELA ILMU", anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan.
"Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !"
Sumber: Buku "Mengajar Bayi Membaca" - Glenn Doman
Sumber Postingan: dari sini
Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)










