Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan www.wahyuti4tklarasati.blogspot.com

Rabu, 01 September 2010

SUBSIDI KUALIFIKASI S1 / D4

Setelah menunggu sekian lama tanpa kabar yang jelas, akhirnya subsidi kualifikasi pendidikan guru ke S1 / D4 untukku keluar juga. Padahal aku sudah kehilangan harapan. Karena walaupun usulannya telah disetujui tetapi karena ketidakadaan NUPTK, dana itu belum bisa dicairkan. Akhirnya setelah NUPTK keluar, aku mencoba mengurus dana itu ke Dinas Kabupaten. Mulanya orang Dinas enggan lho karena sudah kadaluwarsa (yang lain sudah pada cair). Tetapi mungkin melihat tampang aku yang ngenes karena masih berstatus wiyata bhakti dan harus berjuang secara swadaya melanjutkan studi ke S1, akhirnya bapak dari Dinas itu mau juga membantu mengurus dana itu ke LPMP.

Namun setelah menunggu lama belum keluar juga, akupun tidak berani berharap. Takut kecewa aja. Namun akhirnya alhamdulillah keluar juga. Bahkan di saat yang sudah tidak lagi aku harapkan. Alhamdulillah, kalau sudah rejeki tak hendak kemana. Terima kasih Tuhan.

Mungkin dana 2 juta bagi orang lain kedengaran tidak seberapa. Tapi bagiku itu sangat berarti. Akhirnya kerja keras menempuh studi untuk meraih prestasi terbaik mendapat perhatian. Dan bagi guru-guru semua yang sedang melanjutkan studi ke S1, hendaklah meningkatkan kualitas diri. Kuliah untuk maju dan berprestasi. Jangan hanya asal lulus dan mendapat gelar sarjana. Masa depan anak-anak bangsa jadi taruhannya. Apalagi tantangan pada masa sekarang ini bertambah berat dan keras.

Terus terang saya prihatin juga melihat teman-teman guru kebanyakan melanjutkan kuliah hanya mengejar ijasah. Yang penting punya ijasah S1 dan ikut sertifikasi. Mungkin tidak semua guru berpikiran seperti itu. Tetapi melihat fenomena yang terjadi saat ini. Hal tersebut mungkin saja bukan? Gimana tidak? Kuliah jarang berangkat, ada tugas nebeng, eh giliran ujian nebeng juga. Lalu gimana dong dengan kualitas pendidikan di negeri kita ini?

Mungkin faktor usia menjadi kendala tersendiri. Karena sudah tua dan banyak kebutuhan, belajar menjadi tidak konsent lagi. Harusnya guru memegang prinsip menjadi insan pebelajar sepanjang hayat. Guru harus selalu belajar, belajar dan belajar. Supaya guru tidak ketinggalan jaman dan tidak ketinggalan informasi. Jangan sampai guru kalah pandai dari murid, bukan?

Maju terus guru, engkau adalah pelita harapan untuk mengentaskan bangsa ini dari keterpurukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar