Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya buku baru “Kisah Bintang Sepak Bola Muslim siap di launching oleh Penerbit AdiBintang. Kalau tidak ada halangan, waktu launching dilaksanakan besok pagi hari Kamis, tanggl 16 Januari di Futsal Pondok Indah (FPI)
Judul Buku: Kisah Seru Bintang Sepak Bola Muslim
Penulis : Sri Wahyuti
Penerbit : AdiBintang
Harga : Rp64.500,-
Halaman: 208 full colour
Kita pernah mendengar bagaimana Lionel Messi harus berjuang melawan tubuhnya yang susah berkembang lalu kemudian menjadi superstar sepakbola dunia. Kita juga pernah dengar bagaimana Crstiano Ronaldo menangis pada saat kalah bertanding, dan hal itu memotivasi dirinya untuk menjadi pemain kelas dunia. Dan baru-baru ini meraih piala Ballon d’Or.
Buku ini berkisah tentang perjuangan para pemain sepak bola muslim dunia. Bagaimana mereka berjuang untuk menjadi bintang di tengah ketatnya persaingan di Liga Eropa.
Ada kisah tentang Ozil, Kareem Benzema, Ibrahim Affelay, Frank Ribery, Demba Ba, dan masih banyak lagi. Semua ditulis dalam bentuk cerita sehingga menarik bagi anak-anak.
Buku ini mencoba menghimpun penggalan-penggalan pesan dakwah yang dilakukan oleh
para pesepakbola dunia. Mungkin belum terasa utuh potret yang ada. Tetapi paling tidak
penggalan pesan buku ini dapat memberi inspirasi kepada kita bahwa sepakbola bisa menjadi
medan dakwah. Apakah pribadi “Mubaligh Lapangan Hijau” juga bisa dilahirkan secara lebih
utuh? (Drs. Almuzzammil Yusuf, M.Si, Mantan Pemain POPSI 1981;
Mantan Team Eksibisi MBFA ke Kyoto Jepang 1981, Posisi Stricker.
Sekarang Wakil Ketua Komisi III DPR RI)
“Ini buku yang sangat inspiratif memberi bekal keagamaan kuat kepada para pemain muda Indonesia,” kata Bapak Taufiq Jursal Effendi, GM Futsal Pondok Indah (FPI).
Tunggu apa lagi? Segera dapatkan buku ini untuk kado ananda yang suka dengan sepak bola. Memberikan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak untuk senantiasa bekerja keras meraih impian jika ingin sukses menjadi bintang.
Buku ini sudah bisa diperoleh di Toko Buku di seluruh Indonesia.
Bisa juga kontak saya di 085867486151
Terima kasih.
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 15 Januari 2014
Selasa, 14 Januari 2014
TUPPERWARE CHC 2014
TEMA CERITA DAN GAMBAR :
"MENOLONG ORANG LAIN"
PERSYARATAN :
1. Masukkan karyamu ke dalam amplop lalu kirim ke : PT. Tupperware Indonesia, Alamanda Tower Lantai 15, Unit A - E, Jl. T.B. Simatupang Kavling 23-24, Cilandak, Jakarta - 12430 atau email ke : customer@tupperware.com
2. Dibagian kiri atas amplop tulis :
3. KODE A (SD) : KARYA CERITA atau KARYA GAMBAR
4. KODE B (SMP) : KARYA CERITA atau KARYA GAMBAR
5. KODE C (SMU) : KARYA CERITA atau KARYA GAMBAR
6. Karya paling lambat diterima panitia tanggal : 15 Maret 2014
7. Lomba terbuka untuk pelajar setingkat SD, SMP & SMU seluruh Indonesia
8. Hasil karya sendiri dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba atau dipublikasikan
9. Tidak dipungut biaya
10. Cara penulisan bebas (tidak ada batasan halaman, bisa tulis tangan, ketik manual ataupun komputer)
11. Media dan alat gambar bebas namun tidak diperkenankan menggambar menggunakan komputer
12. Karya yang diterima akan menjadi hak milik panitia dan tidak akan dikembalikan
13. Panitia berhak mempublikasikan hasil karya peserta/pemenang di media massa dan atau di media promosi Tupperware lainnya
14. Nama pemenang akan diumumkan melalui website www.tupperware.co.id dan akan dihubungi secara resmi via surat dan telepon di akhir Juni 2014
15. Tidak ada surat menyurat dalam proses penjurian. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat digangguu gugat
HADIAH :
1. Juara 1 Rp. 5.000.000,- + laptop, piagam dan produk Tupperware
2. Juara 1 Rp. 3.000.000,- + laptop, piagam dan produk Tupperware
3. Juara 1 Rp. 1.000.000,- + laptop, piagam dan produk Tupperware
Yuuukkk.....kirim karya kamu sebanyak-banyaknya
Baca Selengkapnya....!
TEMA CERITA DAN GAMBAR :
"MENOLONG ORANG LAIN"
PERSYARATAN :
1. Masukkan karyamu ke dalam amplop lalu kirim ke : PT. Tupperware Indonesia, Alamanda Tower Lantai 15, Unit A - E, Jl. T.B. Simatupang Kavling 23-24, Cilandak, Jakarta - 12430 atau email ke : customer@tupperware.com
2. Dibagian kiri atas amplop tulis :
3. KODE A (SD) : KARYA CERITA atau KARYA GAMBAR
4. KODE B (SMP) : KARYA CERITA atau KARYA GAMBAR
5. KODE C (SMU) : KARYA CERITA atau KARYA GAMBAR
6. Karya paling lambat diterima panitia tanggal : 15 Maret 2014
7. Lomba terbuka untuk pelajar setingkat SD, SMP & SMU seluruh Indonesia
8. Hasil karya sendiri dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba atau dipublikasikan
9. Tidak dipungut biaya
10. Cara penulisan bebas (tidak ada batasan halaman, bisa tulis tangan, ketik manual ataupun komputer)
11. Media dan alat gambar bebas namun tidak diperkenankan menggambar menggunakan komputer
12. Karya yang diterima akan menjadi hak milik panitia dan tidak akan dikembalikan
13. Panitia berhak mempublikasikan hasil karya peserta/pemenang di media massa dan atau di media promosi Tupperware lainnya
14. Nama pemenang akan diumumkan melalui website www.tupperware.co.id dan akan dihubungi secara resmi via surat dan telepon di akhir Juni 2014
15. Tidak ada surat menyurat dalam proses penjurian. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat digangguu gugat
HADIAH :
1. Juara 1 Rp. 5.000.000,- + laptop, piagam dan produk Tupperware
2. Juara 1 Rp. 3.000.000,- + laptop, piagam dan produk Tupperware
3. Juara 1 Rp. 1.000.000,- + laptop, piagam dan produk Tupperware
Yuuukkk.....kirim karya kamu sebanyak-banyaknya
Baca Selengkapnya....!
Minggu, 24 November 2013
Lomba Menulis Cerpen Genre Sastra Hijau
Berhadiah Total Rp 50 Juta + Perhutani Green Pen Award.
Lomba Menulis Cerita Pendek Hutan & Lingkungan
PERHUTANI GREEN PEN AWARD
Berhadiah:
Uang Tunai, Piagam dan Buku Menulia Sastra Hijau Bersama Perhutani
Peserta Kategori A (Pelajar SLTP dan SLTA)
Peserta Kategori B (Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum)
Syarat-Syarat Lomba:
1. Peserta lomba adalah: Warga Negara Indonesia, Pelajar SLTP dan SLTA (Kategori A) dan Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum (Kategori , di di Tanah Air maupun yang bermukim di luar negeri
2. Lomba dibuka 22 November 2013 dan ditutup 22 Februari 2014 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3. Judul bebas, tema cerita: Kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya (binatang dan tumbuhan) dengan berbagai aspeknya terkait dengan hutan dan lingkungan hidup yang melingkupi eksistensi bumi
4. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif. Boleh menggunakan jargon bahasa daerah, bahasa asing dan bahasa gaul untuk segmen dialog para tokoh cerita
5. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran) dan belum pernah dipublikasi
6. Panjang naskah 5 – 10 halaman A4, ditik 1,5 spasi dengan huruf Times New Roman ukuran 12 font, margin standar.
7. Naskah diprint sebanyak 2 (dua) rangkap, file dimasukkan dalam CD dilampiri Biodata dan Identitas (Kategori A melampirkan fotocopy Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari Sekolah; Kategori B melampirkan Kartu Mahasiswa/KTP bagi Mahasiswa, Guru, Dosen dan Umum melampirkan Fotocopy KTP). Cantumkan alamat, Telepon/HP dan E-mail yang mudah dikontak.
8. Peserta wajib melampirkan tulisan singkat tentang salah satu kegiatan Perum Perhutani. Tulisan ditik rapi sebanyak 70 – 100 kata, diperbolehkan menambahkan foto apabila ada. Sumber informasi mengenai Perum Perhutani dapat diaskes di Situs Remi: www.perumperhutani.com atau dari internet, surat kabar, majalah dll dengan menyebut sumbernya
9. Peserta mengirimkan karya i 1 (satu) judul, maksimal 2 (dua) judul, dikirimkan ke Panitia Lomba Menulis Cerpen Hutan dan Lingkungan (LMCHL) Perum Perhutani – Jl. Gedung Hijau I No.17 Pondok Indah, Jakarta Selatan 12450
10. Naskah yang dilombakan menjadi milik penyelenggara, hak cipta pada pengarang
11. Pemenang diumumkan 22 Maret 2014 melalui Situs: www.perumperhutani.com, www.rayakultura.net dan Grup-Grup Penulis di Jejaring Sosial
12. Hadiah Bagi Pemenang Kategori A
- Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 4.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 3 (Tiga) Pemenang Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 750.000,-
- 50 (Lima Puluh) Pemenang Harapan mendapat Piagam Perhutani Green Pen Award
13. Hadiah Bagi Pemenang Kategori B
- Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 5.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 3.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- 3 (Tiga) Pemenang Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 50 (Lima Puluh) Pemenang Harapan mendapat Piagam Perhutani Green Pen Award
Catatan:
1. Seluruh Pemenang mendapat Buku Seni Menulis Sastra Hijau
2. Informasi Perhutani Green Pen Award dapat diakses di www.perumperhutani.com dan www.rayakultura.net
3. Bagi yang ingin mendalami Sastra Hijau dapat mengakses Artikel-artikel Penulisan Sastra Hijau di Situs: www.rayakultura.net
Jakarta, 22 November 2013
Naning Pranoto – Koordinator Lomba
Sumber : dari sini Baca Selengkapnya....!
Lomba Menulis Cerita Pendek Hutan & Lingkungan
PERHUTANI GREEN PEN AWARD
Berhadiah:
Uang Tunai, Piagam dan Buku Menulia Sastra Hijau Bersama Perhutani
Peserta Kategori A (Pelajar SLTP dan SLTA)
Peserta Kategori B (Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum)
Syarat-Syarat Lomba:
1. Peserta lomba adalah: Warga Negara Indonesia, Pelajar SLTP dan SLTA (Kategori A) dan Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum (Kategori , di di Tanah Air maupun yang bermukim di luar negeri
2. Lomba dibuka 22 November 2013 dan ditutup 22 Februari 2014 (Stempel Pos/Jasa Kurir)
3. Judul bebas, tema cerita: Kehidupan manusia dan makluk hidup lainnya (binatang dan tumbuhan) dengan berbagai aspeknya terkait dengan hutan dan lingkungan hidup yang melingkupi eksistensi bumi
4. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang benar, indah (literer) dan komunikatif. Boleh menggunakan jargon bahasa daerah, bahasa asing dan bahasa gaul untuk segmen dialog para tokoh cerita
5. Naskah yang dilombakan karya asli (bukan jiplakan, terjemahan atau saduran) dan belum pernah dipublikasi
6. Panjang naskah 5 – 10 halaman A4, ditik 1,5 spasi dengan huruf Times New Roman ukuran 12 font, margin standar.
7. Naskah diprint sebanyak 2 (dua) rangkap, file dimasukkan dalam CD dilampiri Biodata dan Identitas (Kategori A melampirkan fotocopy Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari Sekolah; Kategori B melampirkan Kartu Mahasiswa/KTP bagi Mahasiswa, Guru, Dosen dan Umum melampirkan Fotocopy KTP). Cantumkan alamat, Telepon/HP dan E-mail yang mudah dikontak.
8. Peserta wajib melampirkan tulisan singkat tentang salah satu kegiatan Perum Perhutani. Tulisan ditik rapi sebanyak 70 – 100 kata, diperbolehkan menambahkan foto apabila ada. Sumber informasi mengenai Perum Perhutani dapat diaskes di Situs Remi: www.perumperhutani.com atau dari internet, surat kabar, majalah dll dengan menyebut sumbernya
9. Peserta mengirimkan karya i 1 (satu) judul, maksimal 2 (dua) judul, dikirimkan ke Panitia Lomba Menulis Cerpen Hutan dan Lingkungan (LMCHL) Perum Perhutani – Jl. Gedung Hijau I No.17 Pondok Indah, Jakarta Selatan 12450
10. Naskah yang dilombakan menjadi milik penyelenggara, hak cipta pada pengarang
11. Pemenang diumumkan 22 Maret 2014 melalui Situs: www.perumperhutani.com, www.rayakultura.net dan Grup-Grup Penulis di Jejaring Sosial
12. Hadiah Bagi Pemenang Kategori A
- Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 4.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 3 (Tiga) Pemenang Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 750.000,-
- 50 (Lima Puluh) Pemenang Harapan mendapat Piagam Perhutani Green Pen Award
13. Hadiah Bagi Pemenang Kategori B
- Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 5.000.000,-
- Pemenang 2: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 3.000.000,-
- Pemenang 3: Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
- 3 (Tiga) Pemenang Karya Unggulan, masing-masing mendapat hadiah Piagam Perhutani Green Pen + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
- 50 (Lima Puluh) Pemenang Harapan mendapat Piagam Perhutani Green Pen Award
Catatan:
1. Seluruh Pemenang mendapat Buku Seni Menulis Sastra Hijau
2. Informasi Perhutani Green Pen Award dapat diakses di www.perumperhutani.com dan www.rayakultura.net
3. Bagi yang ingin mendalami Sastra Hijau dapat mengakses Artikel-artikel Penulisan Sastra Hijau di Situs: www.rayakultura.net
Jakarta, 22 November 2013
Naning Pranoto – Koordinator Lomba
Sumber : dari sini Baca Selengkapnya....!
Jumat, 15 November 2013
[RESENSI BUKU] PENANGSANG TARIAN REMBULAN LUKA

Judul Buku : Penangsang, Tarian Rembulan Luka
Penulis : Nassirun Purwokartun
Penerbit : MetaMind Tiga Serangkai
Jumlah Halaman : xvi, 648 halaman 14 X 21 cm
ISBN : 978-602-9251-18-0
Harga : Rp. 86.000
“Penget!
Layang ingsun Kanjeng Sultan Pajang
Tumeka marang Harya Penangsang
Yen sira nyata wong lanang sarta kendel
Payo prang ijen, aja nggawa bala
Nyabranga marang sakulon bengawan iki
Sun enteni ing kana!
(poenika Serat Babad Tanah Djawi
Wiwit Saking Nabi Adam Doemoegi Ing Taoen 1647,
Kaetjab wonten ing Tanah Nederlan ing taoen 1941)
Dalam kesumat yang mengakar demi menegakkan kehormatan para gurunya, Hadiwijaya, Si Karebet Pengging, menebarkan genderang pergolakan tanpa jarak pada seterunya, Penangsang. Baginya, Sang Adipati Jipang itu menjadi penghalang nyata yang paling mengancam langkahnya mengendalikan Demak, jantung penyebaran Islam di Tanah Jawa. Upaya Hadiwijaya memecah belah trah Kesultanan Demak makin benderang ketika didapati kenyataan bahwa peran para Waliyyul Amri tak lagi mendapatkan sambutan peduli dari banyak orang.
Dibalik upaya Hadiwijaya melekatkan bentuk kesultanan menjadi kerajaan pada Demak, para kerabat Pengging, penasihat Hadiwijaya, merakit siasat yang lebih ulung, merebut Demak dari barisan trah Raden Patah dengan “meminjam” tangan Hadiwijaya. Tak peduli, muslimat itu melewati jalinan masa yang panjang hingga saatnya Hadiwijaya terkubur dalam waktu.
Gelapnya perjalanan Penangsang dalam menghadapi seteru hidupnya tak lantas melahirkan selongsong gelap dalam jiwa makrifatullahnya. Dalam ancaman surat penantang dan perlawanan dari kubu Hadiwijaya, kedekatannya pada Illahi Rabbi mengantarkanannya untuk menempa alam pikirannya dengan lebih bestari. Meladeni tanding senjata dengan Hadiwijaya atau menjatuhkan pilihan lain yang lebih sakral meskipun itu mengalirkan cekung-cekung luka dan mengabarkan duka layaknya tarian rembualan luka.
Sejarah adalah cermin. Membersihkan sejarah dari manipulasi artinya membersihkan cermin agar selalu berguna untuk berkaca. Dan penulisan novel Penangsang adalah salah satunya. (Hidayat Nur Wahid, Mantan ketua MPR RI)
Tulisan yang mengalir dan enak dibaca tentang perang suksesi Kesultanan Demak pasca mangkatnya Sultan Trenggono. Dalam buku ini kita disuguhi narasi sejarah dan imajinasi yang sangat memikat. (Agus Sunyoto, Penulis Walisongo,Rekonstruksi Sejarah Yang Dsingkirkan)
Sebuah petualangan sejarah yang mengasyikkan, ditulis berdasarkan riset yang cermat dan cerdas. (Joni AriaDinata, Redaktur Majalah Sastra Horison)
Sejarah selalu membuka ruang kosong imajinasi untuk menyampaikan kebenaran dan atau menyangkalnya. Haryo Penangsang paraga yang luar biasa, ksatria yang memesona dan karenanya dirindukan, menemukan gema yang menggetarkan dan menyempurnakan keberadaannya. (Arwendo Atmowiloto, Penulis Senopati Pamungkas.
Membaca novel ini membuat saya sangat terkaget-kaget dengan fakta realita yang disajikan. Apa yang tergambar tentang citra diri Penangsang langsung memporak-porandakan mindset saya tentang sosok Adipati Jipang, pewaris syah tahta Kasultanan Demak.
Dari buku tentang Joko Tingkir yang pernah saya baca saat SD dulu sosok Aryo Penangsang digambarkan sebagai seorang yang ambisius, pemarah, gila jabatan, dan mengahalalkan segala cara demi ambisinya menguasai dinasti Kesultanan Demak. Sebaliknya dengan si Hadiwijaya atau Joko Tingkir digambarkan sebagai seorang yang luar biasa kepahlawannya, budi pekertinya, dan semua itu bertolak belakang dengan gambaran masing-masing tokoh yang saya baca di novel Penangsang Tarian Rembulan Luka tulisan dari Nassirun Purwokartun ini.
Terkejut, kaget, dan sempat menjadi bingung juga dengan kenyataan yang saya baca. Sedangkan dalam novelnya Pak Nassirun ini watak Penangsang memang keras hati, namun ia sama sekali tidak memiliki ambisi untuk menduduki tahta Kesultanan Demak kendati secara garis keturunan dia sangat berhak. Justru si Hadiwijaya Joko Tingkir inilah yang licik dan menghalalkan segala cara demi mewujudkan ambisinya menguasai Kesultanan Demak. Termasuk juga perilaku bejatnya yang suka mengumbar hawa nafsu. Betul-betul membuat bingung.
Akhirnya saya pun berkesempatan berdialog dengan Pak Nassirun mengenai novel ini. Dan beliau menulis novel ini tidak sekedar nulis saja. Tetapi melalui riset yang panjang. Katanya beliau memerlukan waktu 10 tahun untuk memantapkan hati menuliskan kebenaran ini. Dan mengenai perilaku si Hadiwijaya Karebet Pengging ini mengenai peristiwa Dadung Awuk dan pertempuran dengan buaya (rakit sinangga bajul) pada buku Joko Tingkir yang saya baca waktu kecil ternyata penuh dengan makna kiasan.
Wah, saya jadi rada emosi menuliskan resensi ini. Tak apa, hanya sedikit rasa kecewa saya pada si Joko Tingkir yang sempat menjadi idola masa kecil saya. Saya benar-benar merasa tertipu dengan pemahaman masa kanak-kanak saya. Sebagai mana seorang kanak-kanak kita tentu akan mengidolakan sang pahlawan. Dan ternyata sang pahlawan itu adalah seorang pecundang.
Selain itu dalam novel ini yang digambarkan tewas dalam pertempuran berdarah di tepi Bengawan Sore kala purnama itu bukanlah Aryo Penangsang Sang Adipati Jipang. Karena jauh sebelum surat tantangan itu sampai kepada Adipati Jipang, Sang Aryo Penangsang telah hijrah mengikuti saran gurunya, yakni Sunan Kudus.
Sebagai orang Demak saya memang tertarik untuk mengetahui sejarah daerah saya. Dan sedikit banyak saya tahu tentang silsilah dan suksesi yang terjadi. Kecuali tentang kebalik-baliknya penggambaran sosok Joko Tingkir dan Aryo Penangsang selama ini.
Namun yang pasti novel ini sangatlah luar biasa. Membacanya kita serasa terhanyut dalam berbagai peristiwa yang terjadi para era 1500 yang lampau. Sayangnya yang saya baca ini langsung seri ke 3. Saya jadi penasaran dengan seri 1 dan seri 2-nya. Mudah-mudahan saya beroleh kesempatan untuk membacanya juga. Karena dengar-dengar novel 1 sudah sold out.
Baca Selengkapnya....!
Kamis, 14 November 2013
YUK, KITA NGE-BLOG!
Memiliki Acer Slim Aspire E1 benar-benar sebuah impian. Dan tentu saja impian itu akan sangat membahagiakan kalau bisa menjadi kenyataan. Memiliki Acer Slim Aspire E1 bukan hanya ingin “tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya” namun lebih dari itu. Acer Slim Aspire E1 akan banyak membantu saya menyelesaikan banyak pekerjaan. Karena Acer Slim Aspire E1 ini didukung oleh prosesor Intel®. Mulai dari Intel® Celeron® dan Core™ i3, dan 30% Lebih Tipis. Sudah pasti semua ingin memilikinya.
Apa saya layak memiliki Acer Slim Aspire E1 ini?
Sebagai orang yang mempunyai hobby menulis, aku ingin bisa lebih produktif. Baik itu dalam hal menulis buku atau menulis di blog sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan terhadap pembaca semuanya. Selain itu masih banyak juga angan-angan yang ada dalam benak saya seandainya memiliki Acer Slim Aspire E1 ini. Dengan bentuknya yang lebih tipis dibanding notebook biasa membuatnya mudah dibawa ke mana saja. Sehingga aku bisa menenteng-nentengnya ke sekolah tanpa perlu membuat pegal si pundak. Dan hobby menulis bisa disalurkan di mana saja kapan saja.
Selain itu keinginan untuk memperkenalkan teknologi kepada rekan-rekan guru akan bisa terlaksana. Paling tidak memperkenalkan mereka pada dunia yang mengasyikkan ini. Yaitu menulis dan berbagi pengetahuan melalui blog. Dan tentu saja membawa mereka kepada komunitas keren Kumpulan Emak-Emak Blogger.
Tetapi selama ini keinginan untuk memperkenalkan teman-teman agar tidak ragu untuk menulis belum sepenuhnya tercapai. Kesibukan telah membuat teman-temanku ini ragu. Dan tentu saja perasaan tidak mampu karena merasa belum mampu menguasai teknologinya. Padahal sungguh, di antara teman-teman ini ada yang pintar mendongeng, pintar berpantun, pintar berdakwah. Alangkah indahnya kalau kepintarannya itu bisa ditularkan kepada khalayak melalui blog. Siapa tahu bisa ikut ajang Guraru Award juga. Selama ini aku juga belum pernah ikutan karena selalu ketinggalan info.
Selain ingin mengenalkan dunia tulis menulis blog kepada sesama teman, tentu saja aku ingin terus bereksperimen membuat media pembelajaran berbasis IT untuk keperluan murid-muridku. Wah, kok larinya ke sana lagi, yah. Ya, karena aku ini guru, jadi ya fokusnya memang harus ke sana. Mendidik anak-anak generasi penerus bangsa ini dengan sebaik-baiknya. Termasuk memberikan pembelajaran berbasis IT kepada mereka. Supaya mereka menjadi anak-anak pintar yang kelak menguasai teknologi.
Dan karena aku mengajar di Taman Kanak-Kanak aku berkeinginan untuk membuat media belajar sambil bermain melalui game yang mengasyikkan. Jadi untuk selingan, anak-anak bisa belajar secara mandiri melalui komputer dengan permainan yang menarik. Semoga saja apa yang aku angankan ini dapat terwujud.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”
Foto dari :
www.acerid.com Baca Selengkapnya....!
![]() |
| Notebook impian |
Sebagai orang yang mempunyai hobby menulis, aku ingin bisa lebih produktif. Baik itu dalam hal menulis buku atau menulis di blog sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan terhadap pembaca semuanya. Selain itu masih banyak juga angan-angan yang ada dalam benak saya seandainya memiliki Acer Slim Aspire E1 ini. Dengan bentuknya yang lebih tipis dibanding notebook biasa membuatnya mudah dibawa ke mana saja. Sehingga aku bisa menenteng-nentengnya ke sekolah tanpa perlu membuat pegal si pundak. Dan hobby menulis bisa disalurkan di mana saja kapan saja.
Selain itu keinginan untuk memperkenalkan teknologi kepada rekan-rekan guru akan bisa terlaksana. Paling tidak memperkenalkan mereka pada dunia yang mengasyikkan ini. Yaitu menulis dan berbagi pengetahuan melalui blog. Dan tentu saja membawa mereka kepada komunitas keren Kumpulan Emak-Emak Blogger.
Tetapi selama ini keinginan untuk memperkenalkan teman-teman agar tidak ragu untuk menulis belum sepenuhnya tercapai. Kesibukan telah membuat teman-temanku ini ragu. Dan tentu saja perasaan tidak mampu karena merasa belum mampu menguasai teknologinya. Padahal sungguh, di antara teman-teman ini ada yang pintar mendongeng, pintar berpantun, pintar berdakwah. Alangkah indahnya kalau kepintarannya itu bisa ditularkan kepada khalayak melalui blog. Siapa tahu bisa ikut ajang Guraru Award juga. Selama ini aku juga belum pernah ikutan karena selalu ketinggalan info.
Selain ingin mengenalkan dunia tulis menulis blog kepada sesama teman, tentu saja aku ingin terus bereksperimen membuat media pembelajaran berbasis IT untuk keperluan murid-muridku. Wah, kok larinya ke sana lagi, yah. Ya, karena aku ini guru, jadi ya fokusnya memang harus ke sana. Mendidik anak-anak generasi penerus bangsa ini dengan sebaik-baiknya. Termasuk memberikan pembelajaran berbasis IT kepada mereka. Supaya mereka menjadi anak-anak pintar yang kelak menguasai teknologi.
Dan karena aku mengajar di Taman Kanak-Kanak aku berkeinginan untuk membuat media belajar sambil bermain melalui game yang mengasyikkan. Jadi untuk selingan, anak-anak bisa belajar secara mandiri melalui komputer dengan permainan yang menarik. Semoga saja apa yang aku angankan ini dapat terwujud.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam event “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”
Foto dari :
www.acerid.com Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)




