Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Jumat, 06 Mei 2016

Anggrek, si Cantik Exotis yang Tahan Lama

Hari libur gini paling asyik nongkrong di kebun yang tak seberapa luas itu. Eh, sebenarnya sih bukan kebun ding. Hanya sekumpulan pot bunga yang diletakkan berjajar. Dan itu pun letaknya di atas dak rumah. Jadi gak bisa dong dibilang kebun.

Tapi walau ada di dak rumah, lumayanlah buat cuci mata. Capek, penat, bete, dijamin bakal ilang kalau sudah nongkrong di kebun kayak gini. Bahkan bisa-bisa jadi lupa waktu.


Dan aku senangnya itu nongkrongin si kembang anggrek. Walau tak banyak koleksi yang aku miliki, dan anggreknya juga anggrek yang murahan, lumayanlah bikin hati senang. Bunganya itu lho. Bisa tahan mekar selama berbulan-bulan. bahkan aggrek dendrobiumku bisa sampai tiga bulan lebih. Dan sampai sekarang masih memamerkan keindahan bunganya. Jadi makin cinta dengan si cantik yang eksotis itu.

Anggrek jenis dendrobium itu memang yang paling mudah dipelihara. Gak perlu perawatan yang beribet. Juga tahan terkena paparan cahaya matahari seperti di kota Demak yang lumayan panas ini. Si Dendrobium enggak protes. Dan masih tetap rajin berbunga. Tapi ya jangan ditaruh dibawah paparan sinar matahari langsung. Kasihan. Mesti ada penghalangnya. Cukup cahaya matahari pagi saja. Karena si Dendrobium ini memerlukan intensitas cahaya antara 70-80 % saja. Kalau kepananasan juga si doi bakalan gosong daunnya. Dan tentu menjadi tidak cantik lagi.

Selain rajin berbunga, perkembangbiakan anggrek dendrobium seperti milikku ini juga cukup gampang. Tinggal pisahkan saja anakkannya dari induknya. Soal media bisa dipilih. Mau ditanam di pot atau langsung ditempel di pakis buat digantung di pohon. Terserah mana yang gampang. Kalau mau tanam di pot bisa pakai media pakis yang dihancurkan. Lalu tambahkan pula kompos. Jangan lupa siram pagi dan sore. Lebih bagus lagi sebelum matahari terbit atau saat matahar terbenam. Sekali-kali kalau pas lagi nyuci beras buat nanak nasi, air cuciannya jangan dibuang. Gunakan saja untuk menyiram anggrek cantik itu. Maka si anggrek akan membalasnya dengan keindahan bunganya.

Hm, kayaknya mesti ditangkarkan lagi nih ya. Supaya semakin semarak kebun kecilku ini.

7 komentar:

  1. aduh memang bagus banget anggreknya, jadi aku inget ibuku, punya tanaman anggrek yg selalu bagus dan terpelihara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Tira, saya senang anggrek karena mekarnya awet. Salam kenal ya Mak. Terima kasih telah mampir, :)

      Hapus
  2. Anggrek memang bunga yang super cantik ya Mak.. Canrik-cantik sekali Mak anggreknyaaa, Mak Wahyuti juga pasti tangannya dingin, makanya anggreknya cantik-cantik semuaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak Adriana, ini mah nyari yang mudah perawatannya saja. Anggrek Dendro yang yang ribet banget. Kalau si bulan belum berani pelihara, secara kondisi iklim tempat tinggalku lumayan panas juga.
      Kata teman-teman sih gitu, kalau tanganku dingin untuk nangani urusan tanaman. Alhamdulillah, hobby juga sih Mak. Salam kenal ya mak Adriana. Terima kasih telah mampir.

      Hapus
  3. anggreknya cantik-cantik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak April Hamsa. Hanya anggrek murahan kok. :)

      Hapus
  4. Indah sekali bunganya. Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami sboplaza.com ya. Ada kelas online nya juga lho. Terimakasih ^_^

    BalasHapus