Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Kamis, 14 Juni 2012

[RESENSI BUKU] TAJ MAHAL, KISAH CINTA ABADI

[RESENSI BUKU] TAJ MAHAL, KISAH CINTA ABADI


Judul Buku : Taj Mahal, Kisah Cinta Abadi

Penulis : John Shors

Penerbit : Mizan

Tahun Terbit : November 2007

Cetakan ke : 6

Tebal Buku : 457 hal



Penguasa Hindustan, Shah Jahan, mengalami mahaduka setelah istrinya, Mumtaz Mahal, meninggal saat melahirkan bayi sungsang di tenda perang. Pada tahun 1632, ia menitahkan penciptaan istana pualam –yang dirancang berdasarkan citra tentang surga dalam Al Qur’an- sebagai jejak terakhir raga istrinya. Dengan bantuan Isa, arsitek berdarah Persia, ditambah dua puluh dua ribu pekerja dan ratusan gajah, ia berhasil mewujudkan Lambang Keagungan cinta yang diberinya nama: Taj Mahal.


Berlatar asmara dan perselingkuhan, intrik dan perang saudara, Jahanara, anak Mumtaz Mahal, membabar kisah dibalik penciptaan Taj Mahal. Ia bercerita tentang dirinya yang berusaha kabur dari “suami politik”-nya demi memburu kekasih rahasia yang bersembunyi di balik dinding-dinding Taj Mahal. Tapi kemudian ia terjebak dalam perang antara kakak dan adiknya: Pangeran Dara Shikuh, seorang mistikus yang berjuang mempersaudarakan Muslim dan Hindu, melawan Aurangzeb, yang gila takhta dan gemar memanipulasi agama untuk menumpas lawan-lawan politiknya.


Melalui narasi-narasi liris setiap babak, roman sejarah ini bakal menyihir anda untuk memasuki India masa silam, dengan kemegahan harem dan kesyahduan Yamuna, dalam sebuah pertunjukan klasik –seperti Mahabharata atau Seribu Satu Malam- tentang pertarungan antara kuasa cinta dan angkara.



Itu adalah sekelumit kata yang tertulis dalam sampul belakang buku karya John Shors yang berjudul asli Beneath a Marble Sky: A Novel of the Taj Mahal. Yang kemudian oleh Meithya Rose diterjemahkan dalam Taj Mahal: Kisah Cinta Abadi.


Membaca buku setebal 457 halaman ini akan membuat diri kita mampu menahan nafas mengikuti alur penceritaan yang sangat memikat. Membuat hati turut bersedih manakala penulis bertutur tentang kehilangan seorang pecinta sejati seperti Shah Jahan. Juga mampu membuat kita berdegup saat mengikuti perang saudara yang sedemikian kejam dan tak terbayangkan. Sampai-sampai seorang Andrea Hirata pun berkomentar:


“John Shors menguasai seni bercerita. Ketika dia menulis dialog, adegan bergerak-gerak dalam kepalaku. Ketika dia menulis deskripsi, deskripsinya demikian bertenaga. Dan ketika dia menulis cinta, aku merona-rona, aku merana.” –Andrea Hirata, Penulis Tetralogi Laskar Pelangi.


Buku yang sangat bagus. Walaupun agak kadaluarsa. Karena buku ini diterbitkan pertama kali pada Oktober 2006. Dan yang kubaca adalah buku cetakan ke 6 per November 2007. Sungguh sangat luar biasa sekali.


Baca dan rasakan sensasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar