Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Sabtu, 29 Oktober 2011

PERPISAHAN DI PANTAI KARTINI


Kemarin saya menerima undangan untuk menghadiri perpisahan gugus Melati dari wilayah Kecamatan Karanganyar. Perpisahan bagi guru-guru yang purna tugas dan kepindahan saya ke TK Muslimat NU Demak dilaksanakan pada hari ini Sabtu, 29 Oktober 2011. Tempat yang kami tuju untuk merayakanperpisahan ini adalah Pantai Kartini di Jepara.


Dengan menyewa tiga buah angkot kami menuju ke Jepara. Sepanjang jalan banyak yang kami lalui. Diantaranya menyaksikan buah-buah rambutan yang bergelantungan di pohon sepanjang jalan yang kami lewati. Lalu jajaran buah durian yang dijajakan oleh para pedagang begitu mengundang selera. Rupa-rupanya sekarang ini sedang musim durian.

Sampai di Pantai Kartini hari telah menjelang siang. Namun mentari masih malu-malu menampakkan dirinya dari balik awan. Suasana tampak syahdu. Serasa mendukung hari perpisahan ini. Perasaanku hampir tak tergambarkan. Antara sedih dan juga gembira campur aduk jadi satu. Kok bisa ya. Saya sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang hangat seperti mereka yang telah sekian tahun menghabiskan waktu bersama. Dan saya gembira karena hari ini memiliki kesempatan untuk bertemu mereka kembali setelah sekian bulan berpisah. Jadi kami bertemu kembali untuk berpisah.


Sampai di Patung Kura-Kura Raksasa kami lalu menuju ke gasebo yang ada di tengah laut. Semilir angin pantai membelai wajah-wajah kusut kami yang lelah selama perjalanan. Setelah gelar tikar kami istirahat sambil menikmati hidangan yang telah dipersiapkan panitia. Akhirnya tiba juga acara inti perpisahan ini.

Setelah sedikit prakata dari ketua Gugus tibalah diriku mengungkapkan sepatah dua patah kata. Dan kendati semalam sudah di konsep, akan tetapi ketika tampil ada yang kelupaan juga. Maklum nih, mesti belajar banyak gimana caranya bicara di depan banyak orang. (Demam panggung mode on).



Eh, tapi ternyata mengalir lancar juga. Apalagi ketika seorang teman meminta saya menerangkan produk dari Abaca Flash Card. Jadinya kita malah promosi dagangan. Alhamdulillah semua terlihat antusias. Tentu saja, kami kan guru TK yang peduli dengan pendidikan anak. Dan kami ingin anak-anak didik kami bisa belajar membaca dengan cara bermain yang menyenangkan. Sehingga tidak terkesan mereka dipaksa belajar membaca. Dan akhirnya beberapa teman pun tertarik untuk mencoba Abaca Flash Card. Alhamdulillah.

Seusai sepatah kata dariku, kami, aku dan tiga guru lainnya yang juga purna dan pindah tugas menerima bingkisan dari teman-teman. Diringin dengan ucapan perpisahan dan peluk cium. Walah, diriku yang berusaha untuk tegar ternyata mewek juga. Terharu dengan perhatian teman-teman semua. Terima kasih teman-teman, untuk perhatiannya padaku selama ini. Semoga persahabatan kita akan tetap abadi kendati kita tidak lagi bersama-sama dalam naungan satu gugus. (hik…hik)




Lepas dari Pantai Kartini, ternyata kami belum puas menikmati suasana pantai. Banyak teman-teman menginginkan kami pergi ke Pantai Bandengan yang tempatnya tak jauh dari Pantai Kartini. Padahal sebelumnya kami tak berencana ke antai Bandengan. Dan demi suara terbanyak (mumpung juga kammi masih di area Jepara) maka pergilah kami ke Bandengan setelah terlebih dahulu borong ikan asin di pedagang kaki lima. Maklum saja, itu adalah oleh-oleh khas yang bisa kami temukan selain souvenir berupa kerajinan kerang-kerangan. Pingin banget beli bros dari kerang, akan tetapi waktunya dah habis karena teman-teman sudah mau cabut ke Bandengan. Padahal murah meriah lho. Bros kura-kura hanya 2000 rupiah. Mudah-mudahan di Bandengan juga ada.




Perjalanan dari Kartini ke Bandengan tak membutuhkan waktu lama. Kira-kira hanya dua puluh menit dah sampai. Pantai lumayan ramai kendati bukan hari libur. Banyak anak yang asyik bermain air. Ada yang berenang, ada yang naik jet ski, naik speed boat, naiak banana boat. Jadi ingin ikutan nyemplung. Tapi apa daya, tidak membawa baju ganti. Tapi temenku ada yang nekad juga nyemplung setelah terlebih dulu beli baju buat ganti. Jadinya aku hanya jalan-jalan saja di bibir pantai. Angin lumayan kenceng hari ini. Sehingga mau tak mau kudu pakai kaca mata kalau tidak ingin kelilipan pasir pantai.

Melihat pasir pantai bandengan yang bersih, kayaknya asyik ya kalau pasir ini dibuat main anak-anak di area pasir air. Dibentuknya lebih mudah dibandingkan dengan pasir hitam dari gunung. Kira-kira kalau ngambil buat pembelajaran di kelas boleh nggak, ya? Tapi ups, ngambil kan dosa bu guru. Terus coba kalau semua jadi kepincut ambil pasir pantai buat pembelajaran di kelas, pantai bisa abrasi. (ups. Nggak jadi)

Karena angin pantai begitu kenceng, sampai-sampai pasir masuk ke mata kendati dah pakai kaca mata, maka terpaksa kami duduk-duduk di bawah pohon karsen sembari membelakangi pantai. Sayang banget, padahal pemandangan laut begitu indah. Ombak bergulung-gulung tertiup angin di antara birunya air laut. Deh, jadi romantis.



Melihat buah karsen yang memerah jadi keingetan anakku yang suka sekali berburu buah karsen tiap kali pulang sekolah, keingetan juga dia di panggul-panggul ayahnya agar bisa metik buah karsen sendiri. Oh indahnya.

Jam 2 kami pun cabut dari Pantai Bandengan untuk kembali pulang ke Demak. Dan buat berpisah dengan teman-teman. See You pantai Bandengan, and good bye all my friend. Luv U full.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar