Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Selasa, 22 November 2022

Bilal bin Rabah, Orang Pertama yang Mengumandangkan Azan di Dunia

Challenge Berkisah Day #12
Nama Bilal bin Rabah tetap abadi dalam ingatan muslim sebagai muadzin pertama dalam Islam. Sosoknya istimewa karena menjadi orang yang mengumandangkan azan bahkan sejak azan disyariatkan oleh Rasulullah SAW.

Keistimewaan Bilal ini terbukti dari namanya yang kini diabadikan sebagai salah satu posisi dalam ibadah salat Jumat. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda dalam haditsnya mengenai istimewanya salah satu sahabatnya ini, Bilal bin Rabah. Berikut bunyinya:

"Iya, orang itu adalah Bilal, pemuka para muadzin dan tidaklah mengikutinya kecuali para muadzin. Para muadzin adalah orang-orang yang panjang lehernya pada Hari Kiamat."(HR Muslim).

Kala Masjid Nabawi di Madinah selesai dibangun, Rasulullah SAW kemudian mensyariatkan azan sebelum didirikannya salat. Azan pada masa tersebut dimaksudkan sebagai penanda salat sekaligus pengajak muslim untuk salat berjamaah di masjid. Mulanya, setiap hendak melaksanakan salat lima waktu, kaum muslim belum mengenal azan. Mereka cukup hanya menggunakan hitungan waktu untuk melaksanakan salat lima waktu.

Setelah semua sahabat nabi berkumpul untuk salat, Rasulullah SAW kemudian menunjuk satu orang yang akan mengumandangkan azan. Hingga Bilal bin Rabah yang terpilih untuk mengumandangkan azan dengan suara keras hingga terdengar ke seluruh Madinah.

Nama lengkap Bilal adalah Bilal bin Rabah Al Habasyi. Beliau beberapa kali dipanggil dengan nama Abu Abdillah. Posturnya tinggi, kurus, dan termasuk dalam kalangan budak berkulit hitam. Ibunya adalah kelompok hamba sahaya milik dari seorang pimpinan Quraisy, Umayyah bin Khalaf.

Ketika menjadi budak inilah, Bilal mendengar tentang Islam. Ia menemui Nabi Muhammad SAW untuk mengikrarkan dirinya masuk Islam. Bilal merupakan satu-satunya Assabiqunal Awwalun yang berasal dari golongan budak kulit hitam.

Upaya masuk Islam diam-diam yang dilakukannya gagal karena majikan dan orang kafir Mekah mulai menyiksanya setelah mengetahui kabar tersebut. Di antara kalangan Assabiqunal Awwalun, Bilal bin Rabah adalah satu-satunya orang yang mendapat siksaan paling berat dari kafir Quraisy. Salah satu yang dilakukan Umayyah bin Khalaf, majikannya, adalah menjemur Bilal di padang pasir yang gersang tanpa sehelai pakaian. Selain itu Bilal juga ditimpa sebuah batu yang sangat besar di atas dadanya. Mereka menyiksa Bilal dengan tujuan menggoyahkan keimanannya dan berpaling dari ajaran Rasulullah SAW.

Namun, sekeras dan sekejam apapun siksaan mereka tidak mampu menggoyahkan keyakinan Bilal bin Rabah. Ia terus berpegang teguh pada agama Allah SWT. Hingga akhirnya, Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar As Shiddiq setelah ia membeli Bilal dari Umayyah.

#SNCPahlawanIslamKebanggaanku
#SNC2022
#BertumbuhdanTerusMenginspirasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar