Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Selasa, 05 Juli 2011

KABAR DARI SAYEMBARA PENULISAN NASKAH PUSBUK 2011

Lewat bulan Juni, hati berdebar menanti Pak Pos membawa kabar gembira, namun yang dinanti tak kunjung tiba. Buka internet pun tiada kabar berita. Hati gelisah tiada tara. pasalnya sudah lewat dari jadwal semula. Apalagi kalau bukan tentang Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2011 yang diselenggarakan oleh PUSBUK.

Kemarin sempat chating dengan Pak Eka Budianta yang biasa jadi Ketua Dewan Juri, kata beliau hari Senin (tgl 27 kalau nggak salah) baru mulai rapat. kupikir tentu sebentar lagi. teman-teman semua yang ikut mengirimkan naskah ke PUSBUK tentunya gelisah juga, bukan? tanya sana-tanya sini pada orang-orang yang dianggap tahu.

Akhirnya setelah lama hunting berita, akhirnya ada juga postingan dari Pak Wijaya Kusumah yang mengabarkan sedikit berita tentang naskah di PUsbuk. sedikit banyak hal tersebut memberikan penerangan kepada kita.

Di bawah ini saya copas dari blog beliau. (Saya sudah ijin, ya OM, Makasih):

Informasi Sayembara Naskah Buku Pengayaan Pusat Kurikulum dan Perbukuan tahun 2011

Oleh Wijaya Kusumah.

Semoga di saat anda membaca informasi dari saya ini, anda dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Semoga pula jalan-jalan keemasan menghampiri hidup anda dalam mencapai kebahagiaan bersama keluarga tercinta. Amin.

Teman-teman guru yang saya banggakan. Begitu banyaknya sms yang masuk ke ponsel jadul saya menanyakan kabar tentang kapan pengumuman sayembara naskah buku pengayaan tahun 2011. Hampir setiap hari ada saja sms yang menanyakan informasi di atas. Oleh karena itu, saya segera mencari tahu informasinya.

Akhirnya saya mencoba mencari tahu dan datang langsung ke pusat kurikulum dan perbukuan di senen jakarta pusat. Saya temui petugas di sana dan saya dapatkan informasi bahwa pengumuman sayembara naskah buku pengayaan akan diumumkan sekitar bulan september tahun 2011 setelah lebaran idul fitri.

Secara tak sengaja saya dan pak johan wakyudi juga bertemu dengan ibu vera salah seorang panitia pusbuk tahun lalu yang sekarang bertugas di pusat bahasa rawamangun. Dari beliau kami dapatkan sedikit informasi tentang nasib buku para pemenang yang belum dicetak sampai saat ini.

Saya berharap anda sering-sering membuka website pusat kurikulum dan perbukuan yang dapat anda cari informasinya di google.

Demikian sedikit informasi dari saya semoga mencerahkan para peserta yang mengikuti lomba tahun ini. Semoga anda terpilih tahun ini.

Salam Blogger persahabatan
Omjay



Demikian sedikit berita yang saya dapatkan. Untuk lebih jelasnya silahkan cek link berikut: http://wijayalabs.com
Baca Selengkapnya....!

DEMAK EKSPO DI LAPANGAN TEMBIRING

Usai menikmati kawasan car free day, kami melanjutkan perjalanan ke terminal. Rencana mau membelikan keperluan sekolah untuk si sulung. Tapi kejutan lain kami terima. Saat melewati Lapangan Tembiring suasana lumayan ramai. Tak tahunya lagi ada pameran pembangunan, alias Demak Ekspo. Kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Banyak produk di pajang di Demak Ekspo. Tujuan kami sih hendak melihat-lihat saja. Maklum semua tak terencana. Tapi yang namanya melihat produk dengan harga miring so pasti hati tergoda juga. Sulungku meminta joystick buat main game. Karena kebetulan stik yang lama sudah tak terpakai. Dapat barang dengan harga 55 ribu double stick. Padahal kemarin baru Tanya di took computer harganya mencapai 85 ribu. Wah lumayan nih.

Lalu kami terus berkeliling. Tak sengaja ketemu counter sepatu Pak Tukiyono. Wah kebetulan lagi nih. Pak Tukiyono ini adalah pembuat sepatu yang berasal dari Desa Ngelowetan Mijen Demak. Kemarin aku SMS dia mau pesan sepatu. Tapi nomer lamanya tidak bisa dihubungi. Mungkin beliaunya ganti nomer. Jadi kebetulan dong kalau aku ketemu beliau di sini. Lagi-lagi nyari harga miringnih. Kan lumayan. Namanya juga emak-emak, kalau beli-beli harus diperhitungkan dong. Kalau dapat harga yang miring dengan kualitas sama, why not? Kami pun dapat kontak yang baru. Mudah-mudahan besok aku sempat berkunjung ke stand beliau di rumah.

Lepas dari counter sepatu, eh aku lihat kerudung bagus buat putrid cantikku. Yah lapar mata lagi. Dan lagi-lagi dapat harga miring. Lumayan, bertambah lagi koleksi jilbab putriku.

Lelah berkeliling, tapi lapangan tembiring tambah ramai. Rupa-rupanya rombongan peziarah yang hendak melakukan wisata religi di kabupaten Demak. Bulan apa ya ini? Tadi kami berjumpa dengan bus pariwisata banyak sekali.

Usai dari Tembiring aku mengajak suamiku menengok ke Kadilangu. Aku hendak mengambil beberapa photo untuk keperluan menulis antologi KAmus tentang wisata religi. Untuk Masjid Demak aku sudah punya koleksinya. Tapi untuk Makam Kadilangu, aku sama sekali belum punya.

Sampai di sana, wah, keadaan ramai sekali. Sampai penuh sesak oleh para peziarah. Akhirnya niatan untuk masuk pun kami batalkan. Biarlah lain kali saja. Member kesempatan untuk pengunjung dari luar daerah. Akhirnya yang kephoto hanya gerbang masuknya saja. Habis melihat kerumunan orang yang menyemut rasanya sudah capek duluan.

Dan kami pun meluncur pulang. Sampai jumpa lain waktu. See U.
Baca Selengkapnya....!

SUNDAY, DEMAK CAR FREE DAY

Hari Minggu pagi kemarin kami sekeluarga jalan-jalan ke kota Demak. Ketika hendak memasuki kawasan alun-alun, kami tiba-tiba dihentikan sama polisi. Kami sempat kaget. Ada apa? Mungkin ada operasi Lalulintas. Tapi suamiku yang merasa semua surat jalan telah komplit, dengan tenang berhenti. Oleh polisi kami diminta memarkir kendaraan kami jika hendak memasuki kawasan alun-alun. Katanya hari Minggu adalah waktunya car free day untuk kawasan wisata religius alun-alun Masjid Agung Demak.

Rupa-rupanya aksi car free day dalam rangka menyambut hari lingkungan hidup tgl 5 Juni kemarin masih terus berlanjut. Bagus deh kalau begitu. Pantas saja, tadi di sepanjang jalan Sunan Kalijaga kendaraan macet banget. Karena untuk bis-bis besar yang dari terminal dilewatkan di situ. Kan melebihi kapasitas lebar jalan, jadinya macet.

Rupa-rupanya perlu dicarikan jalur alternative yang lain sehingga aksi car free day tidak menimbulkan dampak yang lain, seperti kemacetan. Lucu juga dong aksi car free day kan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sehingga dengan demikian diharapkan berkurang juga emisi gas buang kendaraan ke udara. Lha kalau terjadi kemacetan ya sama saja tak ada pengaruh karena kemacetan sendiri kan menumpuk gas buangan kendaraan.

Tapi asyik juga melihat kawasan alun-alun bebas kendaraan bermotor. Banyak anak berlalu lalang. Ada yang jogging, sekedar jalan kaki, bersepeda, bahkan ada yang main skate board dan line skating. Ayo nak, mumpung free , kapan lagi?

Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 02 Juli 2011

MENGGAMBAR UNTUK HIASAN DINDING SEKOLAH

Waktu libur tak terasa sudah berjalan separo. Sepertinya belum merasakan liburan bener-bener. Soalnya waktu libur pun diisi dengan kegiatan menggambar untuk menghias dinding sekolah. Eh, ternyata aku bisa juga ya menggambar. Walaupun untuk modelnya harus mencari tiruan gambar dari sana-sini. Untuk berimajinasi sendiri rasanya masih jauh.

Tapi dipandang-pandang gambarku ternyata okey juga. Hkhk, sekali-kali memuji hasil karya sendiri. Maaf ya, tak ada maksud menyombongkan diri. Tapi semua belum lengkap karena tidak semua tema selesai kugambar. Bertahap kali, ya.

Ini nih hasil karyaku selama liburan akhir tahun:

1. Diri Sendiri


2. Lingkungan


3. Binatang


4. Tanaman


5. Rekreasi

a. Rekreasi 

  a. Kendaraan







  6. Air, Api, Udara


  7. Tanah Airku


8. Alam Semesta


Baca Selengkapnya....!

PAHATAN LANGIT


Di suatu sore yang lumayan cerah, tergerak hati ingin mengabadikan keindahan sunset. Bermodal kamera HP dengan pedenya keluar rumah. Memandangi langit yang berangsur meredup oleh gumpalan awan. Rupa-rupanya akan turun hujan.

Tiba-tiba mata tertuju pada sederet gumpalan awan hitam yang berderet-deret. Hati sempat tertegun, kok gumpalannya bagus, ya. Jadi teringat sama guludan tanah sawah. Tapi alangkah terkejut hati ini, ketika diamati dengan seksama, ternyata guludan awan itu membentuk suatu tulisan, dan terbacalah lafads ALLAH pada gumpalan awan itu.

Subhanallah, tanpa menunggu lama, kamera HP di tangan segera dionkan, dan terjepretlah pahatan langit di sore itu. Subhanallah, tak henti-hentinya hati bersyukur merasa takjub melihat kebesaran Allah. Saya pun jadi teringat dengan perkataan suami saya bahwa saat tsunami melanda Aceh pada tahun 2004, ombaknya pun membentuk tulisan berlafadz Allah. Benar-benar luar biasa. Baca Selengkapnya....!