Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2016

Workshop Dongeng dan Dolanan Tradisional (2)

Okey, hari ini kita bertemu lagi di workshop hari kedua tentang permainan tradisional dan dongeng. Dan hari kedua ini kita akan membahas tentang dongeng bersama Kak Khempo Antaka. Beliau merupakan dosen seni rupa dari Semarang. Selain itu beliau tentu saja adalah seorang pendongeng.

Jam delapan acara worshop dongeng dimulai dengan aneka permainan oleh Kak Khempo. Dan tak lupa juga membahas tentang dongeng. Betapa pentingnya sebuah dongeng dalam dunia anak-anak. Dengan dongeng, anak-anak diajak untuk berimajinasi mengolah rasa dan juga daya piker. Selain itu dongeng juga sangat penting untuk proses pembentukan karakter anak.


Seorang anak kecil terkadang tidak mempan dinasehati . Namun melalui dongeng yang menarik dan berkarakter, anak-anak bisa dengan mudahnya menerima nasihat melalui pesan tersirat yang disampaikan melalui dongeng.

Kita sebagai orang tua tentunya sangat miris melihat anak-anak kita banyak meniru tontonan yang ada di televisi. Dengan mudahnya anak-anak kecil itu meniru jagoan yang mereka tonton. Dan tak jarang mereka meniru hal-hal negative seperti tindak kekerasan, bulliying dan sebagainya. Tontonan-tontonan di televisi kita sangat idak baik untuk anak-anak. Meskipun yang ditayangkan itu adalah film anak-anak. Terlebih lagi film-film yang bertemakan keajaiban. Sungguh sangat tidak mendidik anak-anak kita.

Bagaimana tidak? Di sekolahan kita mengajarkan anak-anak untuk bersikap tangguh, pantang menyerah dalam menyelesaikan kesulitan. Namun saat sampai di rumah mereka disuguhi tontonan serba ajaib yang sekali ayun tongkat maka keinginan anak-anak itu akan terpenuhi. Itu sama saja mengabaikan pendidikan karakter yang kita terapkan di sekolah. Dalam tontonan itu anak-anak diajarkan untuk memeiliki sesuatu secara instan. Hmm, ada baiknya mulai sekarang kita kurangi acara nonton tv untuk anak-anak. Dan kalau perlu tinggalkan sama sekali. Ganti dengan kegiatan produktif yang lebih merangsang imajinasi kreatif bagi anak-anak. Seperti membaca buku, dan mendengarkan dongeng.

Dan ngomong-ngomong tentang dongeng, Kak Khempo Antaka ini jagonya. Teknik mendongengnya okey. Sehingga selama seharian para peserta workshop serasa tersihir sehingga enggan untuk meninggalkan tempat duduknya.

Apalagi dalam workshop dongeng itu Kak Khempo juga tidak pelit dalam berbagi ilmu tentang cara mendongeng. Mulai dari teknik medongeng yang baik untuk kegiatan di dalam kelas maupun untuk ajang lomba mendongeng. Selain itu Kak Khempo juga mengajari peserta workshop untuk membuat berbagai macam karakter suara dalam mendongeng. Kita diajari bagaimana membuat suara gajah, ayam jantan berkokok, ayam betina, suara ayah, suara nenek, suara anak-anak, suara angin, ombak, petir, boom, ambulance, dan lain sebagainya. Tidak hanya diajari lho, namun peserta juga diajak praktik langsung. Pokoknya seru.

Selain praktik membuat berbagai jenis karakter suara, peserta workshop juga diajak untuk membuat cerita sederhana dan mempraktikkannya.

Dan di penghujung acara Kak Khempo dengan keahliannya mendongeng untuk para peserta workshop. Luar biasa pelatihan hari itu. Banyak sekali ilmu yang didapat. Tinggal pengaplikasiannya di sekolahan nanti.

Sampai jumpa di acara workshop selanjutnya ya…

Salam…

Baca Selengkapnya....!

Rabu, 02 November 2016

Workshop Dongeng dan Dolanan Tradisional (1)

Selama dua hari ke depan yakni Rabu dan Kamis tanggal 2 dan 3 Nopember 2016, saya berkesempatan mengikuti workshop permainan tradisional dan dongeng. Workshop ini diselenggarakan oleh GOPTKI Kabupaten Demak. Bertempat di Pendopo Kabupaten Demak. Yang diikutii oleh sekitar 550 peserta dari kalangan pendidik PAUD se-Kabupaten Demak.

Hari pertama workshop tentang Permainan Tradisional yang diisi oleh Dr. Agus Cahyono dari UNNES Semarang. Beliau merupakan dosen seni. Dan dulu juga pernah menjadi dosen saya saat belajar di Universitas Terbuka.


Tema permainan tradisional ini cukup menarik. Mengingat untuk jaman sekarang ini permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan oleh anak-anak. Anak-anak jaman sekarang lebih senang bermain game di HP, computer atau menonton televisi. Permainan semasa saya kecil seperti Gobak Sodor, sunda mandah,jamuran di bawah terang bulan sudah lama ditinggalkan.

Padahal permainan tersebut sangat bagus untuk membentuk karakter anak. Dalam permainan tradisional itu ada unsure kerja sama, solidaritas, juga olah kinestetik. Sungguh sangat berbeda dengan permainan soliter yang dilakukan anak sekarang melalui gadget. Dan permainan-permainan modern itu justru berpotensi merusak mental anak. Karena dalam permainan modern itu tak jarang mengajarkan kekerasan, brutalisme, pornografi, dan sebagainya. Selain itu bermain game lewat gadget juga kurang baik untuk kesehatan anak. Karena anak hamper tidak bergerak untuk melakukan olah fisik. Dan sinar dari gadget itu juga berpotensi merusak mata.

Dengan adanya workshop ini diharapkan guru-guru PAUD akan menghidupkan kembali permainan tradisional melalui muatan-muatan bidang perkembangan dalam dunia pendidikan Anak Usia Dini. Sehingga anak-anak usia dini itu diharapkan akan mencintai kembali permainan tradisional seperti Sunda Mandah, Gobak Sodor atau Jamuran.

Dalam acara workshop ini tidak hanya membahas teori permainan tradisional saja. Namun juga ada praktik langsung berkreasi membuat aneka macam permainan tradisional. Dalam hal ini guru-guru dibagi per kecamatan. Sehingga ada 14 grup yang akan unjuk kebolehan dalam melakukan permainan tradisional.

Tak ayal lahu seperti Padhang Mbulan, Jamuran, Sluku-Sluku Bathok, Gundhul-Gundhul Pacul kembali berkumandang di ruangan pendapa Kabupaten Demak di hari itu.

Dan workshop untuk hari pertama ini berakhir pada pukul 16.00 WIB. Senang sekali bisa mengikuti workshop ini. Selain menambah pengetahuan, juga kembali bertemu dengan teman-teman lama semasa kuliah dari kecamatan lainnya. Dan tentu saja saya sudah tidak sabar menantikan workshop hari kedua yang akan membahas tentang dongeng untuk anak. Kali ini bersama dengan Kak Khempo Antaka.
Okey, sampai jumpa di acara workshop dongeng besok pagi ya…

Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 09 Juli 2016

Reuni Ekstemba Angkatan 87 di SMK N 7 Semarang (STM Pembangunan)




Wajah Depan STM Pembangunan Sekarang
Hari Sabtu tanggal 9 Juli 2016 kemarin ikut mendampingi suami dalam rangka reuni kelas Elektronika Komunikasi STM Pembangunan Semarang angkatan 87. Acara reuni diselenggarakan di gedung SMK 7 Semarang. Semula acara ini akan diadakan di aula. Namun acara reuni bersamaan dengan angkatan 82. Jadi yang angkatan 87 ngalah. Melipir di halaman. Selain karena menghormati yang lebih senior, juga anggota reuni angkatan 82 lebih banyak. Karena diselenggarakan untuk semua jurusan. Sedangkan untuk angkatan 87 hanya kelas Elektronika Komunikasi saja yang terdiri dari dua kelas.


Mengenang Masa Lalu dengan Bermain Futsal

Acara ini sudah lama sekali direncanakan. Tepatnya setelah boomingnya sosial media bernama WhatsApp. Dari WA terbentuklah grup EK87 yang kemudian tercetuslah acara reuni sekalian halal bi halal. Kalau diingat ini untuk pertama kalinya kelas EK 87 mengadakan reuni. Dan itu sudah berselang selama 25 tahun semenjak mereka meninggalkan kampus Simpang Lima tempat mereka menimba ilmu. Cukup lama juga. Padahal angkatan lainnya telah lebih dulu mengadakan reuni. Dan itu sudah menjadi agenda rutin tiap tahun. Untuk EK 87 ini terbilang unik. Karena sebagian besar dari alumni sudah menyebar ke segala penjuru bumi, Wow.
Edisi Senior Junior
Acara ini didukung hampir semua alumni kelas EK 87. Bahkan yang berada jauh dari Semarang pun bersedia untuk hadir. Kebanyakan dari para alumni EK 87 STM Pembangunan Semarang ini bermukim di luar kota. Ada yang di Surabaya, Jakarta, Kupang, Cilegon, bahkan ada yang di Dubai dan Abu Dhabi. Dan hebatnya yang dari Dubai dan Abu Dabhi ini pun bersedia mudik untuk menghadiri acara reuni ini. Tak lupa mereka mengundang para guru-guru tercinta. Orang-orang yang berjasa mengantarkan mereka ke tangga kesuksesan seperti yang telah mereka capai sekarang ini.

Foto Bersama EkStemba 87
Sebelum acara reuni, para alumni ini telah saling kunjung mengunjungi. Atau mengadakan reuni kecil-kecilan dengan menyambangi rumah ke rumah. Beberapa teman suamiku juga telah singgah di gubug kami yang sederhana ini. Dan 25 tahun tak bertemu, cukup heboh juga.

Rockernya Ekstemba 87
Demi suksesnya acara reuni ini maka dibentuklah panitia. Mereka bertugas mengorganisasi acara reuni. Seperti melobi tempat, menyediakan konsumsi, pengadaan kaos reuni, pengadaan buku kenangan, pengadaan door prize, sound system dan lain sebagainya.
Fun Game yang Asyik
Untuk acara reuni ini tidak dipungut iuran lhoh. Panitianya keren karena lincah nyari sponsor. Untuk para alumni yang mau nyumbang juga boleh. Besarnya nggak ditentukan. Karena kondisi tiap-tiap alumni memang berbeda-beda. Ada yang sukses banget, Ada yang standar. Namanya juga kehidupan. Namun demi kebersamaan, mereka menghilangkan perbedaan itu. Pokoknya diusahakan semua bisa hadir. Luar biasa kebersamaan dalam acara reuni kali ini. Semua panitia bekerja keras demi suksesnya acara ini. Padahal kebanyakan dari para panitia ini tidak bermukim di Semarang lho. Luar biasa.
Ketemu Sahabat Lama, Sama-Sama Wong Demak

Berkeliling  Kelas Mengenang Masa Lalu

Narsis Dulu yach

Acara reuni dimulai pagi-pagi sekali. Jam 7 pagi para alumni sudah berdatangan. Bagi yang belum sarapan, sudah tersedia bubur ayam.  Habis itu acara dibuka dengan pertandingan futsal antar alumni. Katanya untuk mengenang masa lalu. Bahkan untuk kostum awal pun ditentukan dalam rangka mengenang masa-masa di Ekstemba Semarang. Dulu ada hari di mana para siswa Ekstemba diharuskan memakai celanan jeans dan hem putih. Nah, dalam rangka mengenang masa lalu, peserta reuni diharuskan memakai celana jeans dan hem putih. Suamiku yang nggak pernah memakai celana jeans jadinya ya beli jeans baru.

Terima Penghargaan Para Pemenang Fun Game
Acara pembukaan dengan bermain futsal berlangsung seru. Namun yang namanya faktor U tetap berbicara. Tentunya dari segi fisik mereka tidak sama lagi seperti dulu. Meski pertandingan berjalan seru, tetap mereka megap-megap menggiring dan berebut bola. Namun demikian mereka masih bisa mengalahkan para juniornya saat ada pertandingan senior (para bapak) lawan junior (para anak). Entah karena faktor sungkan, faktor kematangan atau pengalaman atau keberuntungan, heheh, entahlah.

Guru-Guru Tercinta
Habis acara main bola, ada sesi foto bersama. Setelah itu diselingi dengan acara nyanyi. Lagu Semut Hitam dari God Bless jadi lagu pembuka. Ada juga yang bawain lagunya Slank. Lagunya Iwan Fals, Kemesraan juga tak ketinggalan. Pokoknya nuansa 80-90an kerasa banget. . Ada juga acara fun game. Di mana para bapak-bapak ini disuruh mengipasi balon sampai jarak tertentu kemudian balik lagi. 
Slanker Ekstemba 87 yang Jago Main Bola dan Naik Gunung

Bu Guru Cantik Tak Mau Kalah, Duet sama Muridnya
Habis acara fun game, mereka bernostalgia dengan berkeliling ke kelas-kelas di mana mereka menimba ilmu dulu. Tentu kelas-kelas mereka telah berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Setelah itu acara ramah tamah. Tentu saja membahas rencana ke depan untuk Grup EK 87 ini supaya tetap solid dan eksis. Usai berkeliling kelas, saatnya  makan-makan. Ada nasi gudeg, bakso koyor tumpang sama tahu campur. Untuk kudapannya ada arem-arem, rengginang sama tape ketan yang manis legit. Oh ya, untuk acara sarapan ada bubur ayam juga. Bubur ayamnya made in salah satu alumni.  Pokoknya mantap.

Ngerumpiin Masa Lalu

Acara reuni yang mengambil tema ‘Kita Jalin Silaturahim dan Persaudaraan Menuju Kemanfaatan Bersama’ itu berlangsung cukup sukses. Walaupun tidak semua bisa hadir. Namun mampu mengobati rasa kangen akan kebersamaan 25 tahun silam. Acara usai sekitar pukul dua siang. Dengan harapan persaudaraan mereka akan tetap terjalin. Ingat, persaudaraan itu lebih penting daripada saudara sekalipun.

Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 29 Agustus 2015

Pameran Inovasi Pendidikan Kabupaten Demak

Beberapa hari ini mulai tanggal 27 Agustus kemarin sampai dengan tanggal 29 Agustus, di alun-alun Demak diselenggarakan acara Pameran Inovasi Pendidikan dan Job Fair Kabupaten Demak. Pameran diikuti oleh semua sekolah setingkat SMP, SMA, serta SMK di Kabupaten Demak.
Lumayan ramai juga acara ini. Stan-stan yang ditampilkan juga cukup atraktif. Masing-masing sekolah unjuk gigi dengan keunggulan masing-masing. Mulai dari prestasi yang telah diraih berupa jajaran piala, aneka karya seni dan kerajinan, juga inovasi. Hanya saja dari sisi inovasi, saya melihat belum ada gregetnya. SMA N 1 Demak yang merupakan SMA terbaik di Demak menampilkan teknologi kultur jaringan pada tanaman anggrek. Ada juga barang bekas yang dirangkai menjadi bentuk robot . Ini ditampilkan oleh SMA N 1 Karanganyar Demak. Ada juga yang menampilkan budi daya jamur tiram. Sayang karena panasnya cuaca, display jamur tiram padha layu.

Acara ini sempat ditinjau oleh Bupati Demak Bapak Dachirin Said pada hari Jum’at pagi. Tak ada acara seremonial khusus untuk menyambut beliau. Hanya ada beberapa ajudan yang mendampingi. Beberapa anak sempat minta foto yang dilayani dengan ramah oleh Bapak Bupati. He, sayang saat itu sedang bersama anak-anak TK, jadi gak bisa sekalian minta foto sama Bapak Bupati. Takutnya ntar anak-anak padha bubar kalau ditinggal foto-foto.
Selain stan dari setiap peserta, ada juga panggung hiburan untuk unjuk bakat dan kebolehan anak-anak peserta pameran. Di hari terakhir bahkan ada lomba Rebana. Bagus juga acara seperti ini diadakan setiap tahunnya. Hanya saja sesuai judulnya Pameran Inovasi Pendidikan, harusnya lebih banyak inovasi-inovasi baru yang bisa ditampilkan. Jadi bukan hanya stan yang biasa-biasa saja tanpa greget. Apapun itu, tentunya mereka sudah berusaha menampilan yang terbaik yang mereka bisa. Semangat!!
Baca Selengkapnya....!

Senin, 27 Juli 2015

Reuni Ek STEMBA 1990


Hari Minggu kemarin aku mengikuti suami menghadiri reuni bersama teman-temannya dari STM Pembangunan Semarang lulusan tahun 1990. Mereka menyelenggarakan reuni perak atau 25 tahun semenjak kelulusan mereka menempuh pendidikan di jurusan elektro STM Pembangunan Semarang. Sebenarnya suamiku sih tidak satu angkatan dengan mereka. Namun karena suami banyak yang kenal, sekalian rombongan mau bezuk rekan yang sakit. Jadi ya ngikut saja. Ceritanya jadi tamu undangan.

Apa yang istimewa dari 25 tahun reuni ek STEMBA angkatan 1990 di tahun ini? Aku melihat adanya kekompakan, kesolidan, keakraban, dan rasa persaudaraan yang kental di antara sesama alumni. Dalam reuni kali ini mereka tidak datang sendiri lho. Melainkan bersama dengan keluarga mereka. Dan sebagian besar hadir. Jadi acara yang diadakan di The Fountain, Water and Resto Mapagan Ungaran ini cukup seru.



Ada acara foto bersama keluarga, foto bersama para alumni, para istri alumni bahkan foto sesama anak-anak alumni pun tak ketinggalan. Dan para anak-anak alumni ini lumayan akrab juga. Setelah acara foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan acara sholat berjamaah bersama-sama. Karena kebetulan sudah memasuki waktu dhuhur. Setelah itu baru mereka mengadakan pertandingan sepak bola. Katanya sih untuk mengenang masa-masa indah sewaktu menuntut ilmu di EK STEMBA dulu. Katanya dulu mereka sering main bola. Dan sekarang mereka ingin mengenangnya. Walau perut dan napas tak bisa diajak kompromi. Karena baru bertanding 2 kali 5 menit saja mereka sudah ngos-ngosan. Kurang olah raga kali ya… pertandingan dibagi dalam dua grup, yakni dalam kota dan luar kota. Dan skor 1-0 dimenangkan dari tim luar kota Semarang. Usai pertandingan para bapak, giliran pertandingan anak-anak para alumni. Grup dibagi menjadi dua sama, yaitu dalam kota dan luar kota. Dan karena yang bertanding ini para ABG, pertandingan berjalan lebih seru, dengan sorak sorai dari para ayah mereka. Tak ketinggalan tawa dan canda mewarnai pertandingan ini. Dan kembali skor 1-0 dimenangkan oleh tim dari luar kota. Setelah itu ada acara pembagian door prize dan saling tukar kenang-kenangan sesama alumni.


Selama bapak-bapak bereuni ria, anak-anak bisa berman di area out bound. Atau bisa pula berenang. Karena restoran ini kebetuland ilengkapi dengan kolam renang berbagai ukuran. Mulai dari anak-anak sampai dewasa. Suasana pegunungan yang asri dan hawa sejuk membuat betah anak-anak yang bermain air di kolam renang. Dan acara ini usai pukul 2 siang. Dengan harapan mereka akan terus bisa menyambung tali silaturahmi di antara sesama anggota. Pertemuan yang akan datang akan diselenggarakan di kota Kudus.

Baca Selengkapnya....!

Minggu, 03 November 2013

TERIMA KASIH TREMBESI

Masih ingat tentang cerita “The Lovely Trembesi” beberapa waktu lalu? Sekarang pohon-pohon trembesi itu sudah cukup besar. Teduh menaungi jalan. Sehingga kalau berkendara sepanjang Demak-Kudus tidak begitu kepanasan. Udara semilir yang berhembus diantara rimbunnya dedaunan juga kian menyegarkan.

Sedangkan efeknya buat tempat tinggalku cukuplah terasakan. Udara tidak lagi pengap seperti dulu. Aku tidak tahu apa itu pengaruh dari semakin tumbuhnya trembesi di dekat rumahku. Kita tahu kan, polusi udara yang dihasilkan oleh emisi kendaraan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Gas buangan semacam Karbondioksida, karbon monoksida, timbal dan segala macamnya itu jika terhirup oleh manusia lama kelamaan akan menimbulkan bermacam penyakit seperti meningkatnya kegelisahan, iritasi mata, bronkitis kronik (menahun), penyakit jantung, dan masih banyak lagi. Sedangkan bagi balita yang banyak menghirup udara kotor begitu juga rentan terkena penyakit pernafasan seperti penyakit flek. Mengerikan ya.

Semakin bertambahnya jumlah penduduk juga dibarengi dengan bertambahnya kendaraan bermotor. Sekarang ini tiap pagi kepadatan kendaraan bermotor di tempatku tak ubahnya seperti di kota besar saja. Para pekerja dan anak sekolahan, entah itu memiliki SIM atau tidak, lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana tranportasinya. Dan jumlahnya meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu.


Mungkin mahalnya biaya transportasi memaksa anak-anak SMA itu menggunakan sepeda motor untuk ke sekolah. Selain lebih cepat sampai, juga lebih irit. Seandainya pemerintah mampu menciptakan alat transportasi yang lebih murah dan aman, ya.


Tapi aku salut juga dengan anak-anak SMP sekarang yang rumahnya dekat perbatasan. Daripada naik angkot mereka lebih memilih bersepeda ramai-ramai ke sekolah. Aku sering melewati mereka. Salut untuk anak-anak itu. Jadinya juga berandai-andai kalau saja pemerintah kabupaten Demak mau memberikan fasilitas jalur khusus untuk sepeda, tentu akan lebih menyenangkan. Biar anak-anak itu lebih terjamin keamanannya.

Kembali pada si trembesi. Kendati tidak serta merta mampu mengatasi masalah pencemaran udara, namun kehadiran mereka sangatlah berarti. Melihat mereka kian tumbuh besar hati serasa senang. Mudah-mudahan mereka akan tetap lestari di sana. Menjadi pengontrol bagi udara yang kian terolusi. Terima kasih trembesi.

Baca Selengkapnya....!

Rabu, 27 Februari 2013

FESTIVAL ANAK SOLEH INDONESIA


Hari Minggu ini tanggal 27 Pebruari 2012 berlangsung Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) se-kecamatan Demak. Acara diadakan di MI Sultan Fatah yang diikuti oleh murid-murid TPQ dan TPA dari kecamatan Demak. FASI sekecamatan Demak diadakan dalam rangka mempersiapkan diri menyambut FASI tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada tahun 2014.

Para peserta diseleksi secara berjenjang. Meliputi berbagai macam perlombaan seperti Tartil Al Qur’an, Adzan dan Iqomah, Lagu-Lagu Islami (Nasyid), Ikrar dan Puitisasi Al Qur’an, Mewarnai Gambar untuk TK Al Qur’an, Menggambar (TP Al Qur’an), Tilawah (TQA) Hafalan Juz ‘Amma, Terjemah Lafdziyah, Cerita Islami, Kaligrafi, Pidatao Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, dan Pidato Bahasa Inggris.

Pada kesempatan kali ini kebetulan saya ditunjuk untuk menjadi juri di salah satu lomba yakni Lomba Cerita Islami. Maka pagi-pagi sekali aku pun mempersiapkan diri. Karena acara akan dimulai pada pukul tujuh. Akan tetapi sampai di sana baru ada beberapa gelintir peserta. Sempat ragu juga pas ditunjuk sebagai juri. Akan tetapi keinginan untuk belajar mendorongku untuk mengambil kesempatan itu. Berbekal dari juknis yang kuperoleh aku mantap melangkah ke kursi juri.



Adapun kriteria penilaian untuk Lomba Cerita Islami yang aku ampu meliputi isi cerita dengan rentang penilaian maksimal 40 minimal 25, pengembangan imajinasi dengan rentang nilai antara 15 sampai dengan 35. Sedangkan untuk retorika penyampaian cerita memiliki rentang nilai antara 10 sampai 25.


Lomba Cerita Islami termasuk paling sedikit peminatnya. Hanya 6 orang peserta putri, dan seorang peserta putra. Pelaksanaan yang agak mendadak membuat lembaga TPQ tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan anak-anaknya maju lomba. Akan tetapi semangat anak-anak ini sungguh luar biasa. Bahkan satu peserta dari cerita islami membuatku sampai terbengong mengikuti jalan cerita yang disuguhkan. Aku jadi belajar banyak. Dapat tambahan ilmu, dan dapat kenalan baru, dapat piagam pula. Alhamdulillah. Mudah-mudahan aku telah berbuat adil dalam memberikan penilaian. Bismillah.
Baca Selengkapnya....!

Minggu, 19 Februari 2012

SEMINAR BEDAH KISI-KISI UJIAN KOMPETENSI AWAL

Hari ini Minggu tanggal 19 Pebruari 2012 aku bersama teman-teman dari kecamatan Demak, menghadiri Seminar sehari bedah kisi-kisi Ujian Kompetensi Awal untuk pra sertifikasi 2012. Acara diselenggarakan di SMA N 1 Semarang. Dengan nara sumber Bapak Much Doyin dari Unnes dan Ibu Suliyem selaku ketua IGTKI PGRI Jawa Tengah.

Acara dimulai pada pukul 9 pagi hari. Padahal kami berangkat dari Demak pukul 06.30 WIB. Kami berangkat bersama rombongan nyarter bis ramai-ramai. Seru juga walaupun tadi pagi berangkatnya belum sempat sarapan. Karena masih terlalu pagi. Aku hanya sempat mencomot roti. Karena takut ketinggalan dengan teman-teman. Untunglah sampai di terminal tempat di mana kami janjian ngumpul, belum ada jam enam, dan bis juga belum kelihatan. Wah, budaya jam karet kok masih terus dipelihara, ya??

Perjalanan ke Semarang tertempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Tak terasa kami telah sampai di simpang lima. Wah, pak sopir harus pinter nyari jalan nih, karena jalan-jalan utama di hari Minggu itu ternyata di tutup. Program Car Free Day, ya? Bagus kalau masih terus berlanjut.

Setelah berulang kali tanya sama penjual makanan di pinggir jalan tentang jalur-jalur yang nggak ditutup, akhirnya sampaialah kami di SMA N 1 Semarang. Ternyata letaknya tak begitu jauh. Deket sekali dengan gubernuran. Berseberangan dengan Taman KB. Maklumlah jarang pergi ke Semarang.

Memasuki SMA N 1 Semarang hati ini sempat terkagum-kagum dengan kemegahan sekolah itu. Luas, megah, asri, sejuk, dan modern. Maklumlah sekolah berstandar internasional. Ruang Pembelajaran dalam setiap kelas dilengkapi dengan proyektor dan LCD. Wah, asyik kali ya mengajar dengan media keren semacam itu. Jadi nggak terkungkung dengan verbalisme. Mungkin kalau diterapkan di TK anak-anak akan senang sekali. Kan mereka padha senang nonton TV tuh. Tapi gurunya juga mesti kerja keras membuat media pembelajaran interaktif dengan media seperti itu. Aku bayangkan asyik sekali. Saat menerangkan tentang rekreasi kita tinggal pencet-pencet. Wow, keren.

Karena peserta seminar membludak melebihi perkiraan panitia, maka untuk kelas guru TK dibagi menjadi 3 kelas. Nggak kebayang itu pembicara ngomong dari kelas satu ke kelas lainnya. Saya pikir apa nggak punya aula yang besar ya sekolah ini?

Tapi pertemuan yang singkat ni segera diisi dengan pengetahuan tentang pembelajaran di Taman Kanak-Kanak. Dibawakan dengan manis oleh Ibu Suliyem ketua IGTKI Jawa Tengah yang memang sudah pakarnya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pembahasan mengenai PTK dengan pembicara Bapak Much Doyin dari Unnes. Bapak Much Doyin mengatakan naskah Uji Kompetensi Awal disusun berdasr ranah kognitif Bloom mulai dari C2 sampai C6. Dengan menghilangkan kriteria C1 yang notabene berisi hafalan/pengetahuan. Soal seperti itu dipandang kurang cocok untuk guru-guru yang sudah berusia lanjut yang lebih mahir dalam hal aplikasi teori pembelajaran.

Kognitif Bloom terdiri dari enam tingkatan yakni pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Jadi itulah maksud dari kode-kode C2-C6 dalam kisi-kisi uji kompetensi awal hasil download.

Lumayan menarik. Hanya sayang waktu yang tak mengijinkan untuk berlama-lama bertatap muka.

Kira-kira jam dua siang kelas usai. Akan tetapi ternyata masih ada kelas yang belum bubar. Yakni kelas untuk guru SD. Kami yang sedianya mau mampir jalan-jalan kota Semarang membatalkan niat karena salah seorang rombongan kami yang dari guru SD masih ada di kelas. Ya udah, terpaksa menanti di depan Taman KB yang berudara sejuk dan nyaman ini. Serasa ada di Bogor ey. Apalagi ditemani rintik hujan gerimis. Betul-betul mendukung suasananya. Serasa bernostalgia di Kebun Raya.

Lama menunggu, jam tiga baru kelas untuk guru SD bubar. Dan karena sudah sore maka kami langsung pulang ke Demak. Sembari membawa satu tekad kuat. Belajar sungguh-sungguh untuk menempuh Uji Kompetensi Awal yang akan dilaksanakan besok pada hari Sabtu, 25 Pebruari 2012.

Maka semua usaha berpulang pada diri kita sendiri. Pada niatan kita untuk menjadi guru profesional yang sebenarnya. Untuk mengantarkan anak-anak Indonesia menjadi manusia berguna yang tidak hanya cerdas tetapi juga bertaqwa. Mudah-mudahan perjuangan para guru dalam memperoleh sertifikat profesional menjadi rejeki yang barokah. Dan mudah-mudahan Allah memudahkan langkah kita semua.

Baca Selengkapnya....!

Jumat, 16 Desember 2011

BERITA DUKA CITA

Hari ini baru saja pulang takziyah dari Boyolali. Mengantarkan jenazah suami teman sejawat saya yang Rabu malam mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Beliau ditabrak roda dua saat hendak menyeberang pertigaan sepulang menjemput istrinya memberi les ngaji. Keadaannya cukup parah dengan banyak kebocoran di kepala. Sehingga hal itu sempat mengkhawatirkan kami semua saat kemarin membezuk beliau di ruang ICU Rumah Sakit Sultan Agung Semarang. Saat itu kami tidak diijinkan masuk karena jam bezuk sudah lewat. Namun mendengar cerita dari para kerabat dan teman sejawat korban, sungguh sangat memilukan.

Dan pagi tadi saat aku sedang mencuci, seorang teman menelpon mengabarkan kematian suami teman saya. Subhanallah, apa yang kami kawatirkan kemarin akhirnya terjadi. Sedih membayangkan kejadian itu. Ngeri sekaligus kasihan. Betapa kematian itu sangat pasti datangnya. Dan betapa waktunya tak bisa kita duga. Bisa menimpa siapa saja. Tua muda semua bisa saja dipanggil oleh-Nya.

Ingatanku pun melayang pada dua orang putri korban yang saat ini masih membutuhkan banyak perhatian. Tak terbayang mereka menjadi yatim piatu dalam waktu yang tak begitu lama. Beberapa tahun yang lalu mereka baru kehilangan ibu kandung. Dan sekarang mereka kehilangan bapak kandungnya. Walaupun masih ada teman saya selaku ibu tirinya, betapa malangnya nasib anak-anak itu. Semoga Allah senantiasa memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan dan memberikan tempat terbaik untuk almarhum.

Melihat kondisi jalan raya kita sekarang ini dan para pengendaranya pantas membuat kita jadi merasa prihatin. Jalan raya bukan lagi tempat yang aman untuk kita lalui. Lengah sedikit kitalah yang menjadi korbannya. Kebut-kebutan, pelanggaran lalu lintas masih menjadi pemandangan yang sangat biasa di jalan raya kita. Terutama para muda (anak-anak ABG) yang suka ugal-ugalan dan membahayakan nyawa pengendara lain. Main serobot seenaknya tanpa peduli keselamatan orang lain. Betapa mental para pengendara kita masih perlu dibenahi. Agar nantinya tidak lagi membahayakan dan merugikan orang lain. Kematian memang sudah diatur oleh Tuhan yang Maha Esa. Namun tidak ada salahnya kita selalu berhati-hati.

Ingatanku kembali melayang pada kejadian yang menimpa bapak mertua setahun yang lalu. Saat itu beliau ditabrak oleh pengendara motor ABG (anak-anak SMP yang notabene belum boleh mengendarai kendaraan bermotor) saat hendak menyeberang. Saat itu luka bapak tidaklah parah. Hanya mengalami luka sobek di telapak kaki. Namun beliau harus menjalani operasi dan menelan biaya yang tidak sedikit. Harapan kami bapak dapat sembuh dan menunaikan ibadah haji yang sudah lama diimpi-impikannya. (Bapak tinggal menunggu antrian untuk berangkat). Namun Allah berkehendak lain. Enam bulan setelah kecelakaan, Bapak dipanggil yang Maha Kuasa. Sedih hati kami semua.

Apa mungkin kita seperti negara Jepang saja? Kemana-mana berkendaraan sepeda ontel. Lebih aman dan tentu saja lebih sehat. Tidak boros bahan bakar, dan tidak menambah polusi. Saya tak habis pikir. Mereka yang memproduksi motor, tapi kenapa justru tidak menggunakan motor untuk kendaraan sehari-hari mereka. Mungkin nggak ya, kita seperti mereka. Rasanya kok seperti pungguk merindukan bulan.

Mengingat pertumbuhan sepeda motor di negeri kita ibarat jamur di musim hujan. Yah, mau bagaimana lagi? Dengan uang kurang dari satu juta kita sudah bisa pulang membawa motor. Jadi tak pelak lagi kalau menjelang jam kerja jalanan dipenuhi kendaraan roda dua. Apalagi untuk bisa mengendarai motor tak perlu susah payah. Asal punya keberanian kita sudah bisa membawa motor ke jalan raya. Soal SIM kan bisa diatur. Bereslah.

Sepertinya ujian SIM perlu diperketat lagi ya. Tidak hanya mengurusi bagaimana kita bisa bermanufer layaknya pembalap, namun yang tak kalah penting adalah ujian mental para pengendara. Siap atau tidak mereka membawa motor ke jalan raya. Agar saat mereka berkendara tidak lagi membahayakan orang lain. Bagaimanapun tindakan ceroboh dalam berkendara dapat mengakibatkan nyawa melayang.

Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Wahyono, SE. Apt. Suami dari Ibu Himatul Millah, dan Ayah dari Winda (15 th), dan Dini (12 th). Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk beliau. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Amin.
Baca Selengkapnya....!

Kamis, 24 November 2011

PESTA SEJUTA BUKU

Pada hari Kamis tanggal 24 sampai dengan hari Minggu tanggal 27 November2011 di Perpusda Demak diadakan acara Pesta Sejuta Buku. Selain pameran buku, diadakan pula kemeriahan berbagai macam lomba. Diantaranya Lomba menyanyi bagi siswa-siswa SMA dan SMK, lomba baca puisi yang diikuti oleh siswa-siswi SMP dan lomba mewarnai gambar untuk siswa TK dan PAUD.

Lomba menyanyi diadakan pada tanggal 24 November bersamaan dengan pembukaan Pesta Sejuta Buku. Sedangkan lomba baca puisi diadakan keesokan harinya tanggal 25 November 2011. Untuk lomba mewarnai gambar bagi siswa PAUD dan TK akan diadakan tanggal 26 November 2011.

Sayang sekali untuk Lomba mewarnai TK-ku tidak bisa berpartisipasi karena kami terlambat melakukan pendaftaran. Kami terlupa pada tanggal penutupan. Sungguh sangat disayangkan. Padahal lomba-lomba seperti ini bagus untuk mengasah mental anak.

Dan walaupun tidak bisa berpartisipasi dalam lomba mewarnai, pameran buku selalu menyita perhatianku. Berarti alamat ada pengeluaran tak terduga untuk memborong buku-buku favorit. Alhasil begitu jam sekolah bubaran, aku langsung menuju ke Perpusda yang tak seberapa jauh dari sekolahku. Eh, tapi ternyata pesta sejuta buku itu hanya diisi pameran tunggal dari penerbit Erlangga.

Dan target pertama, mencari buku-buku anak buat putri cantikku, sekalian juga buat murid-murid di sekolahan. Karena mereka semua sangat senang dibacakan cerita. Tapi yang dicari buku yang murah meriahlah, yang sesuai budget. Akan tetapi bingung juga karena bukunya bagus-bagus semua. Sebagian sudah pernah membaca, hasil pinjaman dari perpusda. Jadi nyari-nyari yang bagus yang kiranya belum pernah dibaca. Selain pictorial book, buku-buku how to juga bagus-bagus. Terutama buku-buku ketrampilan dari aneka kertas dan clay. Pikir-pikir sekalian nambah ilmu untuk dipraktekkan bersama anak-anak. Jadinya tergoda juga untuk mengambil dua buku ketrampilan, satu seni melipat kertas bentuk zig-zag, dan satu lagi membuat aneka kerajinan berbahan clay. Selain itu sebuah buku kesehatan tentang detoksifikasi juga masuk kantong. Lumayan untuk belajar hidup lebh sehat. Kan kesehatan itu mahal harganya. Jadi menjaga tentunya akan lebih baik lagi.

Paling nggak tahan deh lihat buku-buku bagus, bisa-bisa kepikiran seharian kalau yang diincar masih belum terbeli. Sering-sering saja ada pameran buku seperti ini. Peace.

Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 19 November 2011

DISEMINASI PEMENANG LOMBA KARYA TULIS ILMIAH INOVATIF PEMBELAJARAN GURU JAWA TENGAH 2011

Hari ini berlangsung acara diseminasi para pemenang lomba Karya Tulis Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru Jawa Tengah tahun 2011. Acara berlangsung di LPMP Jawa Tengah yang terletak di Jalan Kiyai Mojo Srondol Semarang. Sebagai peserta lomba saya beserta teman-teman memperoleh kehormatan untuk menghadiri acara tersebut. Acara berlangsung pukul 09.00 WIB.

 Jadi semenjak pagi saya telah bersiap-siap berangkat ke Semarang. Dengan menumpang bis saya menuju ke terminal Semarang untuk bertemu dengan teman-teman. Sebelumnya kemarin telah janjian terlebih dahulu dengan Bu Nurchasanah untuk berangkat bersama-sama.

Sampai terminal jam baru menunjukkan pukul 06.45 WIB. Lebih cepat 45 menit dari waktu yang disepakati. Tapi lebih baik menunggu daripada terlambat. Dari rumah saya sengaja berangkat pagi-pagi untuk antisipasi waktu dalam perjalanan. Soalnya tahun lalu saya terlambat karena waktu perjalanan yang saya perkirakan dapat saya tempuh dalam waktu satu jam molor dari rencana. Bis berjalan seperti keong dan berulang kali berhenti karena harus meniakkan penumpang. Akibatnya samapai d sana Bu Nur telah lama menunggu.

Lha daripada ditunggu biarlah saya saja yang nunggu. Ngetem di pos polisi depan terminal Kaligawe Semarang sambil melihat Pak Polisi menjalankan tugas mengatur lalu lintas. Wah seru juga. Banyak yang kena tilang karena melanggar rambu-rambu. Kebanyakan mereka lupa menghidupkan lampu kendaraan. Maka kena sempritlah mereka. Salut deh untuk Pak Polisi yang bermata sangat jeli. Hingga tak satu pun kendaraan yang melanggar peraturan itu lolos.

Pukul 07.15 WIB secara kebetulan aku melihat kendaraan Bu Nurchasanah melintas depan Pos. dia memberi tanda untuk kumpul di depan RSI Sultan Agung. Sebelumnya sih saya sudah memberitahu BU Nur kalau saya stand by di depan pos. sampai di depan RSI kami masih harus menunggu seorang teman lagi. Yakni Bu Masfuah, teman satu sekolahan Bu Nur yang kemarin ikut juga sebagai peserta lomba.

Tak lama Bu Masfuah hadir, lalu kami melanjutkan perjalanan dengan taksi. Mau naik bis kota takutnya salah jurusan. Karena belum pernah ke LPMP naik bis kota. Bolak-balik ke LPMP selalu diantar suami. Jadi kurang pengalaman kalau harus naik bis.

Sampai di sana kami langsung menuju gedung B, tempat acara pembukaan dilaksanakan. Setelah registrasi tiba-tiba ada seorang Ibu guru menghampiri kami dan menyerahkan surat tugas dari Kabupaten yang belum kami ambil karena memang belum jadi. Beliau adalah Ibu Sri Widayati, peserta guru SD dari kec Wonosalam. Dan setelah bincang-bincang sedikit ternyata Ibu Sri Widayati ini tetanggaku sendiri. Rumahnya satu desa denganku walau pun tidak sekampung. Maklum nih kurang gaul jadi tidak mengerti.

Tepat jam sembilan pagi acara pembukaan dimulai. Acara dibuka oleh Kepala Sekdi PPTK Dikdas, Bapak Sutarmanto. Hadir pula dalam acara itu para pemenang yang akan menampilkan makalah lomba yang telah mereka menangkan. Para pemenang itu adalah Ibu Nur Sabiha dari TK Al Irsyad Al Islamiyah Kab Banyumas. Ibu Wahyuningsih Rahayu dari SDN 5 Batursari Mranggen Demak, dan Bapak Bunyamin dari SMP N Slawi. Di samping itu hadir pula para penyelaras yang akan menjadi nara sumber. Di antaranya Prof. Slameto dari UKSW Salatiga, Prof. Ahmad Slamet dari Unes, dan seorang moderator yang saya lupa mencatat namanya.

Dalam sambutannya bapak Kepala Seksi menyayangkan, dari 150 undangan yang tidak hadir hampir 15 %. Hal ini mungkin disebabkan undangan yang belum sampai ke kantor Dinas Kabupaten, atau bisa juga kurang tertariknya peserta untuk mengikuti acara ini. Dan menurut beliau insyaallah acara ini akan diadakan lagi tahun depan. Ayo meneliti, dan ayo menulis. :)

Dalam acara diseminasi ini selain paparan makalah karya-karya pemenang, kita juga memperoleh banyak ilmu tentang Penelitian Tindakan Kelas dari para penyelaras. Uraian dari Prof. Slameto dan juga Prof. Ahmad Slamet sedikit banyak membuka mata saya yang selama ini masih menatap abu-abu terhadap teori PTK ini. Mudah-mudahan ilmu yang sangat bermanfaat ini bisa segera diimplementasikan dalam pembuatan karya tulis berikutnya.

Acara berakhir pada pukul 1 siang. Kendati demikian sepertinya para peserta enggan beranjak. Karena walau acara sudah ditutup masih banyak juga yang mengajukan pertanyaan kepada penyelaras.

Dan satu lagi kejutan manis saya terima di acara ini. Bunda Ria Winanti, juara 2 yang juga teman sekamar saya waktu lomba bisa hadir. Mulanya saya mengira beliau tidak bisa hadir karena kesibukan yang luar biasa sebagai anggota BANPNF. Akan tetapi semangat mencari ilmu telah membawanya jauh-jauh dari Sukoharjo ke LPMP Jateng. Luar biasa semangat Bunda yang satu itu.

Demikian pula untuk para juara lain seperti Bu Nurchasanah yang dua kali berturut-turut menjadi juara 3., Bu Wahyuningsih Rahayu dari jenjang SD yang lima kali berturut-turut masuk final dan akhirnya menyabet juara 1. Bu Suminem yang akhirnya berhasil menjadi juara dua. Dan masih banyak lagi. Satu yang patut diteladani dari mereka. Sikap optimis dan yakin. Saya harus belajar banyak dari para beliau ini. Untuk Bunda Ria, terima kasih untuk motivasi-motivasi dan juga buat bingkisannya, Bunda. Semoga Allah selalu melindungi Bunda, dan juga keluarga.

Begitu acara telah selesai ternyata suami telah lama menunggu. Dia menjemput saya bersama si sulung. Kami janjian mau mampir ke Gramedia Pandaranan untuk mencari buku bagi anakku. Mudah-mudahan tidak hujan. Tadi sempat khawatir dengan mendung yang menggantung tebal di langit kota Semarang. Setelah berpamitan dengan teman-teman, kami pun meluncur ke Simpang Lima.

Sesampai di Gramedia ternyata ada bazar buku murah. Tapi pas saya lihat, ternyata bukunya tidak ada yang menarik buatku. Jadi hanya beli satu buku mewarnai terbitan Erlangga for Kid untuk oleh-oleh si kecil di rumah.

Setelah itu langsung hunting buku ke dalam. Ada beberapa buku yang akan saya beli. Di antaranya buku The Magic Way to Make Your Kids Brilliant Students karangan Ichsan Solihudin. Tapi sudah bolak-balik menjelajahi rak bagian buku Psikologi, buku yang kutaksir belum juga ketemu. Akhirnya nanya juga sama pramuniaga. Dan alamak, buku yang kuinginkan kosong. Jadinya hanya nyari buku pelajaran dan beberapa peralatan menggambar seperti cat poster, dan juga sempoa buat si sulung.

Keluar dari Gramedia hujan turun rintik-rintik. Kami kawatir kawasan Johar akan banjir. Dan ketika hujan tinggal gerimis kami pun cabut meninggalkan Gramedia. Sambil dihantui rasa was-was kehujanan.

Tapi untunglah. Kami sampai di rumah dengan selamat dan tidak kehujanan.
Baca Selengkapnya....!

Senin, 14 November 2011

DARI FINAL LOMBA KARYA TULIS ILMIAH INOVATIF PEMBELAJARAN GURU JAWA TENGAH 2011

Tanggal 11 sampai dengan 14 November 2011 berlangsung acara Final Lomba Karya Tulis Ilmiah Inovatif Pembelajaran Guru Tingkat Jawa Tengah. Acara berlangsung di LPMP Jawa Tengah seperti biasanya. Hanya ada yang tidak biasa dari acara ini. Yakni waktu yang berlangsung pada akhir pekan.

Sebelum berangkat hati sudah was-was kalau-kalau akan turun hujan. Mengingat bawaan barang yang cukup banyak, dan aku menempuh perjalanan ke LPMP dengan motor. Mau naik bis juga repot dengan bawaan yang banyak. Mau naik travel, nggak ada travel di daerahku. Jadi ya berdoa banyak-banyak semoga tanggal 11 Nopember tidak hujan. Kalau terpaksa hujan, terpaksa pula harus naik bis yang dilanjutkan dengan taksi.

Dan alhamdulillah, doaku dikabulkan. Siang itu tanggal 11 Nopember 2011 langit cukup cerah. Maka dengan bersemangat kami meluncur membelah jalanan kota Semarang menuju LPMP Srondol. Memasuki wilayah kota, berkumandang suara lantunan ayat-ayat Al Qur’an dari pengeras suara masjid. Rupa-rupanya hampir memasuki waktu dhuhur. Maka suami pun berhenti untuk mencari masjid terdekat. Kebetulan hari itu adalah hari Jum’at. Jadi berhenti dulu untuk jum’atan.

Sembari menunggu suami mennunaikan ibadah shalat Jum’at, aku sms-an dengan teman-teman. Bu Eli Maslikah masih di jalan dan baru sampai di Salatiga. Bu Nur Chasanah masih di kampus menempuh ujjian akhir Semester. Bahkan Bunda Ria Winanti masih ada di Bogor dalam rangka mengikuti seleksi assesor BAN PNF. Dan beliau baru bisa kembali nanti malam.

Sampai di LPMP aku segera check in. angan-angan pingin sekamar dengan Bu Eli sembari mendengarkan cerita tetntang pengalaman beliau yang baru saja memenangkan kejuaraan Lomba menulis di Pusbuk. Tapi ternyata beliau udah sampai sejak tadi dan sudah check in. beliau sekamar dengan Bu Widji. Dengan satu pesan titipan, agar aku membookingkan kamar untuk Bunda Ria Winanti yang masih di Jakarta. Okeylah, tak masalah. Setelah check in dan membetulkan kesalahan nama yang sempat terjadi (namaku tertulis Sri Wahyuni), aku pun daftar kamar. Dapat tempat nginap di Wisma 3 lantai 3 kamar no 8. Siap-siap nih menguatkan otot kaki.

Setelah merapikan barang-barang di kamar, aku ingat kalau harus menemui seseorang yang sebelumnya telah janjian untuk bertemu di sini. Beliau adalah Ibu Yuli yang tadi pagi sempat menelponku untuk memesan Abaca Flash Card. Alhamdulillah. Kebetulan rumah Ibu Yuli ada di seputar LPMP juga. Jadi sekalian. Selain membawakan pesanan Ibu Yuli aku juga membawa beberapa paket Abaca Flash Card. Niatan mau ditawarkan teman-teman. Siapa tahu mereka semua tertarik untuk membeli daganganku.

Urusan dengan Bu Yuli selesai aku pun bersiap-siap hendak menghadiri acara pembukaan. Dari pembukaan aku bersiap-siap untuk melakukan presentasi nanti malam. Ada perubahan dalam jadwal presentasi lomba kali ini. Usai pembukaan biasanya kita bisa istirahat mempersiapkan kegiatan esok hari. Akan tetapi kali ini langsung diisi dengan presentasi. Dan seperti biasanya presentasi dilakukan dengan cara diundi.

Presntasi hari pertama berakhir pukul 10 malam. Sementara itu teman sekamarku Bunda Ria Winanti pun belum sampai di LPMP. Penerbangannya mengalami penundaan selama satu jam. Sambil menunggu Bunda Ria datang, aku mencoba tiduran. Tapi sebagaimaman biasanya di tempat yang baru, mataku enggan terpejam. Tak lama sesudah itu hp-ku berdering, ternyata Bunda Ria yang mengaarkan kalau dirinya telah sampai. Dan sekarang memintaku turun ke dekat masjid yang ada di depan wisma 3. Aku pun turun. Barangkali Bunda Ria butuh bantuan untk membawakan barang-barangnya.

Sampai d pelataran masjid, di sana sudah ada teman-teman yang lain. Ada Bu Wiji dan Bu Erni yang menemani Bunda Ria. Mereka asyik menyantap bakso. Dan aku pun dapat jatah bakso pula. Asyiknya makan bakso di tengah udara LPMP yang dingin. Usai menyantap baso aku pun membantu Bunda Ria membawakan barang-barangnya naik ke kamar kami di lantai 3. Setelah itu tak pelak lagi cerita pun mengalir di antara kami berdua. Bunda Ria banyak bercerita tentang pengalamannya selaku assessor BAN PNF. Banyak betul pengalaman yang bisa aku peroleh dari Bunda Ria.

Malam kian larut, namun kami berdua masih belum berhenti bercerita. Mungkin kami sudah sama-sama mengantuk, namun pertemuan ini terlalu sayang untuk dilewatkan dengan tidur. Jadilah larut malam kami baru berangkat tidur. Dan tidak disangka, malam pertamaku di LPMP aku bisa tidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya bersiap-siap untuk sarapan lalu ke ruang presentasi. Banyak teman yang telah menunggu. Mungkin mereka tidak ingin terlambat hadir ketika namanya dipanggil. Bisa di diskualifikasi buk.

Alih-alih mepersiapkan presentasi, eh kami malah seperti menggelar reuni. Lha para peserta ini rata-rata sudah ikut beberapa kali, jadi sudah saling padha kenal. Ribut sekali mereka bercerita sambil menunggu presentasi.

Kali ini aku bisa presentasi di menit-menit awal. Alhamdulillah jadi aku tidak cape menunggu giliran. Mengenai hasil toh semua sudah dituliskan Yang Maha Kuasa. Sore hari saat menjelang akhir dari presentasi, kabar mengejutkan datang dari BU Widi, Ibu Mertuanya meninggal. Maka beliau pun segera berkemas pulang setelah terlebih dahulu meminta ijin ke panitia. Untuk hal ini Bunda Ria dengan sigap membantu. Termasuk mencarikan tumpangan Bu Wiji untuk turun ke daerah kota.

Malam hari tak ada kegiatan lagi, maka kami pun memilih beristirahat. Apalagi Bunda Ria terlihat kecapaian sekali. Kami tinggal menunggu hasil final dari panitia yang rencananya diumumkan besok pagi. Eh, malamnya Bunda Ria dapat ilham untuk segera pulang ke Sukoharjo keesokan harinya untuk menyusul Bu Wiji yang kebetulan tetangga dekat beliau. Bunda Ria sudah pasrah tidak mengharapkan menjadi juara, setelah kemarin merasa di “bantai” dengan berbagai pertanyaan oleh dewan yuri.

Dan inilah hasil pengumuman untuk kategori Taman Kanak-Kanak.

1. Nur Sabiha dari Purwokerto sebagai juara 1.
2. Ria Winanti dari Sukoharjo sebagai juara 2
3. Nurchasanah dari Demak sebagai juara 3.

Selamat untuk teman-teman yang menjadi juara. Selain itu masih ada juga temanku dari Demak yang berhasil menjadi juara. Yakni Bu Wahyuningsih Rahayu dari SD Batursari Mranggen Demak sebagai juara 1 tingkat SD.

Sampai jumpa lagi tanggal 19 untuk menghadiri acara diseminasi. Dan mudah-mudahan tahun depan bisa ikut lagi.
Baca Selengkapnya....!

Senin, 20 Desember 2010

TERTIB BERLALU-LINTAS SEJAK DINI


Telah banyak kita saksikan kecelakaan lalulintas di mana-nama. Korban meregang nyawa bahkan meninggal dunia, kecacatan seumur hidup yang diakibatkan oleh kelengahan dalam berlalu-lintas. Utamanya di jalan raya. Mungkin kita juga sering melihat banyaknya anak-anak muda seusia SMP, SMA melakukan aksi kebut-kebutan di jalan raya tanpa mempedulikan keselamatan pengendara lain. Atau sopir bis yang ugal-ugalan main serobot kiri kanan tanpa mempedulikan pengendara lain. Atau arena balap liar yang meresahkan istirahat malam kita dengan bunyi knalpot kendaraan mereka yang sangat bising. Dan masih banyak lagi kasus-kasus kecelakaan lalulintas lainnya yang kesemuanya tentu mengundang rasa prihatin kita. Terutama korban dari pada kekacauan berkendara itu.

Dan tentang sopir bis yang suka kebut-kebutan itu saya punya cerita lucu dan menjengkelkan yang saya temui di lapangan. Tahu bis jurusan Semarang-Jepara, kan? Mereka itu suka main kejar-kejaran sesama bis. Lucunya kalau sekiranya rivalnya itu tidak kelihatan, mereka berhenti menunggu. Namun jika kiranya rival itu sudah kelihatan mereka akan lari sekencang-kencangnya tanpa memikirkan kalau aksinya itu membahayakan pengendara lain. Bahkan kalau sudah kejar-kejaran seperti itu penumpang yang menyetop di jalan pun suka mereka abaikan. Untuk hal ini saya tak habis pikir. Tapi itulah yang sering saya alami setiap kali numpang bis jurusan Jepara itu. Memang aneh.

Agaknya kita perlu menertibkan kembali rambu-rambu dalam berkendaraan. Penertiban surat-surat berkendaraan. SIM, STNK perlu kiranya untuk ditertibkan. Dan dalam ujian pengadaan SIM hendaklah bukan hanya ketrampilan berkendara dan tes tulis tentang peraturan lalu-lintas saja yang perlu ditegakkan, melainkan juga mentalitas para pengendara perlu diuji. Layak atau tidak mereka mengendarai kendaraan bermotor. Sebab kebobrokan mentalitas dalam berkendara seperti melanggar peraturan lalu-lintas, menyerobot jalan tanpa mempedulikan keselamatan orang lain itu sangat membahayakan dan juga merugikan pengendara lain yang memang sudah bertekad untuk berhati-hati dalam berkendara.

Sepertinya kita tengah menghadapi masalah yang cukup berat dalam berlalu-lintas kini. Volume kendaraan yang semakin padat merayap dan juga para pengendara yang sudah tidak mempedulikan etika dalam berkendaraan. Bukan hanya personel pengendara saja yang perlu dibenahi namun juga aparat dan birokrasi yang mengatur ketertiban berkendara perlu dibenahi. ABG-ABG yang belum layak berkendara karena masih berseragam SMP dan notabene belum mempunyai SIM juga perlu ditertibkan. Mereka ini anak-anak muda yang suka ugal-ugalan mengendarai motor tanpa memikirkan keselamatan orang lain.

Sepertinya kesadaran berkendara perlu ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Supaya ketika mereka besar nanti mempunyai kesadaran berkendara yang baik sehingga tidak merugikan orang lain.

Dalam pembelajaran sehari-hari di Taman Kanak-Kanak perlu kita sampaikan tentang tata tertib berkendara serta cara-cara berkendara yang benar. Penyampaian dapat dilakukan melalui metode bercerita atau pun dramatisasi, biar anak-anak menghayati sepenuhnya tentang kesadaran berkendara. Rambu-rambu lalulintas perlu juga kita perkenalkan sejak dini. Kalau perlu kita bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan penyuluhan kepada anak-anak TK ini tentang pentingnya berkendara dengan penuh tanggung jawab. Dulu waktu anak saya TK sekolahnya pernah di beri penyuluhan dari pihak polisi dalam rangka program “Polisi Sahabat Anak”. Alangkah baiknya kalau program itu digalakkan lagi.

Dan bukankah dalam pembelajaran di TK terdapat tema Rekreasi dimana dalam tema ini anak-anak diperkenalkan pada jenis-jenis kendaraan yang ada. Nah agaknya tertib berlalu-lintas sejak dini sangat tepat disampaikan dalam tema ini. Kendati tidak menutup kemungkinan untuk disampaikan dalam tema-tema lainnya.

Mari kita mulai, tertib berkendara dari diri kita sendiri. Agar tercipta tertib lalulintas di jalan. Dan Safety Riding dapat berjalan dengan baik. Mari kita beretika ketika berkendara agar tidak merugikan orang lain.

Gambar: techaa.wordpress.com
Baca Selengkapnya....!