Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2018

Sudah Punya Abaca tapi Bosan, Simak Triknya

BUAH HATI KU SUDAH PUNYA ABACA

Tapi BOSAN

Yuk intip- intip trik n tips dari bunda Nila..


Apabila anak bosan main abaca


Dan apabila bunda ingin anak nya lebih nyantel dengan kosa kata yg dipelajari saat ini

...


1.Adakan permainan "Pegangkan Aku"

Atur semua kartu boleh diacak...

Dan anak diminta berlomba "pegangkan ba!!!!

Anak menyentuh ba...

Kita pun ikut dalam perlombaan ini

Biar asyik...

Anak serasa ada lawan main...

Tapi kita pura2 kalah


2.Susun kartu/jejer kartu

Minta anak berlomba dengan anak lain

Susunkan bunda" ma ta"

Anak berlomba2 menyusun kata "ma ta"


3.Dikte kata...

Kita bisa diktekan kata yg dipelajari hari ini...


4.baca suku kata yg kemaren

Misal hari ini kita belajar fa...

Maka suku kata yg kmaren di ulang lagi

A,ba,ca...


5.Lingkari aku

Buat kata misal hari ini kita belajar ma

Maka buat kata


Mata

Mana

Maka


Minta anak melingkari suku kata ma


Semoga bermanfaat


SERU KAN??????

Gak ada yang rewel....

Wajah mereka semua berbinar binar....


Mau?

085867486151 ya

Sri Wahyuti
Baca Selengkapnya....!

Senin, 07 Juli 2014

[Cerita Anak] Pohon Ramadan

Lama nian tidak ngirim tulisan di media. Kangen pingin nulis-nulis lagi.

Alhamdulillah dimuat di Junior Suara Merdeka Minggu, tanggal 6 Juli 2014. Judulnya Pohon Ramadan. Pas banget dengan momen Ramadhan saat ini. Jadi intinya, nulis sesuai tema yang sedang terjadi, kemungkinan dimuat menjadi lebih besar. Selamat menulis.


Pohon Ramadhan

Oleh : Sri Wahyuti


Bulan puasa telah tiba. Seluruh umat muslim gembira menyambutnya. Mereka semua berpuasa. Menahan lapar dan dahaga. Puasa menjadi sarana untuk berlatih menahan diri dari segala godaan. Melatih empati terhadap penderitaan sesama yang kurang beruntung. Semua gembira. Kecuali Tina.

“Huh, bulan puasa nggak enak,” keluhnya.

Ibu yang sedang menyapu tertegun mendengarnya. Sambil tersenyum ibu menghampiri Tina.

“Kenapa?”

“Enggak boleh makan, enggak boleh minum, enggak boleh jajan,” gerutu Tina.

“Namanya juga lagi puasa, Tina,” Ibu tersenyum.

Tahun lalu Tina sudah mulai puasa setengah hari. Tapi puasa Tina banyak yang bolong. Ia tidak kuat. Bermain seharian membuatnya kehausan. Ibu sudah menasehati untuk tidak lari-larian. Tapi Tina tidak mengindahkan nasehat ibu.

Tina anak yang aktif dan energik. Ia tidak betah berlama-lama hanya menonton TV atau membaca buku. Ia lebih senang bermain lari-larian, kejar-kejaran dengan anak tetangga. Akibatnya puasa Tina banyak yang batal. Untuk tahun ini Tina sudah berjanji untuk puasa seharian penuh. Namun baru jam tiga rasanya sudah tidak tahan.

“Tina bosan,” keluhnya.

Seharian tidak melakukan apa-apa membuatnya tertekan.

“Tina kan bisa membaca buku. Atau membantu Ibu menyiapkan hidangan berbuka,” kata Ibu.

“Tapi Tina lemas,” katanya.

“Sabar ya, sayang. Waktu berbuka sebentar lagi,” hibur Ibu.

Ibu kembali melanjutkan pekerjaan. Sementara Tina menunggu waktu berbuka dengan rasa bosan. Semua buku sudah ia baca. Semua game sudah ia mainkan. Mau main keluar rasanya lemes. Tina beranjak ke dalam kamar. Ia berbaring sembari menunggu waktu berbuka. Dan akhirnya Tina ketiduran.

“Tina, bangun Nak. Sudah waktunya berbuka,” Ibu menggoyang-goyangkan kaki Tina dengan lembut.

Tina menggeliat.

“Sudah waktunya berbuka,” kata Ibu lagi.

“Betul, Bu?” Tina terlonjak dari tempat tidurnya.

“Iya, sudah adzan maghrib,” Ibu tersenyum.

Bergegas Tina turun dari tempat tidur. Tak sabar rasanya hendak segera melesat ke ruang makan. Ibu tentu sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa.

“Eits, cuci muka dulu,” kata Ibu.

Tina tersenyum malu. Ia lalu pergi ke kamar mandi. Setelah mencuci muka, badan rasanya segar. Bersama Ibu, Tina menuju ruang makan. Di sana Ayah telah menunggu mereka. Aneka hidangan tersaji di atas meja. Ada kurma, ada pisang goreng, dan ada es buah kesukaan Tina. Tak sabar rasanya hendak mencicipi itu semua.

Namun mata Tina tertumbuk pada sudut ruangan. Ada yang berubah di sana. Ada pohon besar yang terbuat dari plastik.

“Baru ya, Bu?” tanya Tina sambil menunjuk pohon di sudut ruangan.

“Iya. Ayah yang membuatnya,” kata Ibu.

“Kok Tina tidak tahu?”

“Kan kau tertidur tadi,” kata Ayah.

“Pohon Ramadhan. Apa maksudnya?” Tina membaca tulisan yang ada di pohon besar itu.

“Iya, itu pohon Ramadhan. Hadiah untuk Tina,” kata Ayah.

Ramadhan kok dapat hadiah pohon. Aneh deh, Tina nyengir. Bukannya ngasih hadiah buku-buku ngaji atau apa gitu yang berhubungan dengan bulan puasa.

“Dan hari ini pohon Ramadhan telah berbuah,” kata Ibu tersenyum.

“Berbuah?” kening Tina berkerut. “Itu kan pohon plastik, Ibu. Bagaimana bisa berbuah?”

“Bisa. Ini buahnya,” Ibu mengeluarkan sebuah apel plastik yang berwarna merah merona.

Mata Tina tertuju pada buah apel yang dipegang Ibu. Ada namanya di sana.

“Pohon ini berbuah karena Tina sudah berpuasa dengan baik hari ini. Untuk puasa Tina mendapatkan buah Apel merah. Untuk shalat Tina mendapatkan apel berwarna kuning. Selain itu masih banyak buah apel yang lainnya. Tina mau semua buah apel ini?” Ibu mengeluarkan sekantung buah apel plastik yang berwarna-warni.

Tina tertegun mengamati buah apel yang dipegang Ibu.

“Nanti di akhir Ramadhan Tina bisa tukarkan buah-buah ini dengan hadiah dari Ayah dan Ibu,” kata Ayah tersenyum. “Sekarang Tina bisa menggantung buah apel ini di pohon Ramadhan.”

Sekarang Tina mengerti. Dengan senang hati diterimanya buah apel dari tangan Ibu. Buah di pohon Ramadhan ini akan semakin bertambah seiring dengan kebaikan yang Tina lakukan. Tina menjadi bersemangat. Ia berjanji akan mengisi pohon Ramadhan itu dengan buah kebaikan sebanyak-banyaknya.
***
Ayo Semangat...

Baca Selengkapnya....!

Kamis, 05 Juni 2014

Menulis di Reader's Digest

Habis ngintip di blog-nya Kang Iwok.
Kebetulan nih ada tips bagi yang mau nulis cerita di RDI.
Yah, copas saja deh.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Thanks Kang Iwok. tulisannya saya copas nih...

Terkadang banyak sekali kejadian lucu yang terjadi sehari-hari. Entah itu kejadian konyol di kantor, celotehan lucu anak-anak di rumah, atau pengalaman menggelikan di beberapa kegiatan. Nah, daripada dipendam sendiri atau sekadar jadi status di facebook, kenapa nggak dikirim saja ke majalah?

Reader's Digest Indonesia adalah salah satu majalah yang menampung cerita-cerita lucu tersebut. Ayo tulis dan kirim! Persyaratannya nggak ribet kok. Ini persyaratannya kalau mau kirim naskah ke RDI :


Panjang naskah tidak lebih dari 100 kata

Belum pernah dimuat di media lain

Sertakan nama lengkap, alamat, email, no.telepon, dan nomor rekening

Kirim ke Redaksi Reader's Digest Indonesia - Jk. HR. Rasuna Said Kav. B 32-22 Jakarta 12910

Atau bisa kirim via email ke : editor.rd@feminagroup.com

Tulisan yang tidak dimuat tidak dikembalikan dan hak cipta tulisan menjadi milik RDI

Ada imbalan/honornya

Biar lebih afdal dan tahu cerita-cerita yang dimuat seperti apa, ada bagusnya beli majalahnya dulu dan baca contoh-contoh yang sudah dimuat sebelumnya. Harganya Rp. 25ribu saja. Atau kalau nggak mau beli, bisa juga akses websitenya di www.readersdigest.co.id.

Nah, punya stok cerita lucu sehari-hari? Ayo kiriiim ....

Mudah-mudahan semmpat ngirim nantinya.

Balik dulu ke kerjaan akhir tahun pelajaran

Gooooooo.....


Sumber: dari sini
Baca Selengkapnya....!

Rabu, 26 Desember 2012

[Cerita Anak] Pelangi Abadi

Ini naskah keduaku yang terbit di media masa. Termuat di Yunior Suara Merdeka, korannya Jawa Tengah. Kalau nggak salah terbitnya bulan Juli juga. Tepat satu tahun dari cerita pertamaku yang dimuat di Majalah Bobo. Hhh, masa setahun satu. Masih jauh banget dari target. Sebenarnya banyak juga cerita yang telah dikirim. Akan tetapi belum ada yang nembus lagi. Tandanya masih harus banyak belajar dan belajar, dan belajar.

PELANGI ABADI

Oleh :Sri Wahyuti

Dido memperhatikan Kakek Odi yang sedang mengaduk tanah dengan pasir. Tampaknya ia sangat tertarik sekali dengan apa yang dilakukan Kakek Odi.
“Untuk apa tanah itu, Kek?” tanya Dido ingin tahu.
“Untuk menyemai bibit tanaman, Cu. Cucu mau membantu?” tanya Kakek Odi.
“Boleh?” Dido seakan tak percaya dengan tawaran kakeknya.
Kakek mengangguk. Dan tentu saja Dido sangat senang sekali.
“Apa yang bisa Dido bantu, Kek?” tanyanya seraya bersiap menyingsingkan lengan dan bajunya.
“Tolong tanah yang telah kakek aduk dimasukkan ke dalam polybag ini, Cu,” Kakek menyerahkan setumpuk plastik. “Caranya seperti ini,” Kakek kemudian memberi contoh.
Dengan bersemangat Dido mengerjakan seperti yang dicontohkan Kakek Odi.
“Kakek mau menanam pohon apa?” tanya Dido.
“Macam-macam, Cu. Ini ada biji pohon mahoni, pohon gaharu, trembesi dan juga ketapang,” terang Kakek Odi.
“Lalu pohon ini nanti mau ditanam di mana, Kek?” tanya Dido keheranan.
Tempat tinggal Kakek Odi sudah rimbun oleh banyaknya pepohonan. Rasanya tak mungkin lagi menanam aneka pohon tadi di halaman rumah Kakek Odi.

“Pohon-pohon ini nantinya mau ditanam di perbukitan sebelah selatan, Cu. Daerah itu tampaknya sudah gundul,” kata Kakek seraya menunjuk ke arah perbukitan dekat rumah Kakek Odi.
Kakek Odi memang seorang pecinta lingkungan. Seluruh hidupnya diabdikan untuk lingkungan. Karena hal itulah Kakek Odi menolak diajak tinggal di kota bersama Dido. Kalau tinggal di kota kakek tidak bisa menekuni hobinya menanam pohon. Sebagai gantinya Didolah yang selalu mengunjungi Kakek setiap bulan. Seperti liburan kali ini.
“Kenapa sih Kakek suka menanam pohon?” tanya Dido ingin tahu.
Kakek tersenyum, “Pohon itu sangat berguna untuk kita, Cu. Pohon memberi kita sumber makanan dan udara yang bersih. Terlebih lagi kakek merindukan pelangi abadi.”
“Pelangi abadi, Kek?” tanya Dido keheranan. “Bukankah pelangi hanya muncul kalau ada hujan dan sinar matahari bersamaan. Dan kemunculannya juga sangat singkat. Mana ada pelangi abadi?” tanya Dido penasaran.
“Ada, Cu,” Kakek tersenyum. “Cucu ingat air terjun di sebelah bukit sana?” tanya Kakek menunjuk bukit di belakang rumahnya.
Dido mengangguk. Rumah kakek memang dekat dengan air terjun. Air terjun itu sangat indah. Suara gemuruhnya terdengar sampai ke rumah kakek. Kakek kemudian mengajak Dido pergi ke air terjun.
“Dulu sewaktu kakek kecil, air terjun itu aliran airnya deras sekali. Cipratan air terjun yang turun jika terkena sinar matahari akan menimbulkan pelangi. Kakek tidak perlu menunggu hujan turun untuk melihat pelangi. Karena pelangi itu selalu ada di sini. Kami anak-anak kampung biasa menyebutnya pelangi abadi,” Kakek Odi menerawang mengingat kenangan masa kecilnya.
“Tapi pelangi itu tak ada lagi ya, Kek?” tanya Dido penasaran. Diperhatikannya air terjun dengan seksama.
“Itu karena air yang mengalir sudah banyak berkurang. Gara-gara hutan yang di hulu sudah banyak yang ditebang. Jadi sumber air juga berkurang, cu,” kata Kakek Odi sedih.
“Wah, Dido juga ingin melihat pelangi abadi, Kek!” seru Dido terkagum-kagum.
Kakek tersenyum senang. “Ayo, bantu kakek menanam pohon!”
“Mari, Kek!” kata Dido bersemangat.
Mereka kembali ke rumah. Dan dengan penuh semangat Dido membantu Kakek Odi mempersiapkan kantong-kantong plastik untuk menanam pohon. Keinginannya sangat kuat untuk bisa melihat kembali pelangi abadi yang diceritakan oleh Kakek Odi.
***
Selamat Membaca.
Baca Selengkapnya....!

[Cerita Anak] Berlibur ke Desa

Cerita ini termuat di majalah Bobo Edisi 15 yang terbit tanggal 21 Juli 2011. Mulanya tidak menyangka cerita ini akan dimut. Jadi ini tulisan pertamaku yang nongol di Majalah Bobo. Pingin lagi dan lagi.



BERLIBUR KE DESA


Liburan semester telah tiba. Ayah berjanji mengajak kami liburan di desa. Kami tentu senang sekali. Karena telah lama kami tidak mengunjungi saudara-saudara kami di desa. Semua gembira, kecuali adikku Agus.


“Mau apa sih liburan di desa. Enakan juga ke Bali.” protes Agus karena keinginannya untuk melihat pulau dewata kembali tertunda.

“Ke Balinya semester depan saja, Gus. Ayah ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.” kata Ayah.

“Ada apa sih di desa? Paling-paling cuma ada sapi dan kodok.” Agus masih kelihatan kecewa.

Agus bilang begitu karena dia belum pernah pergi ke desa. Sebaliknya aku, aku sangat rindu pada alam pedesaan yang indah dan damai. Aku rindu pada gunung dan rindu pada air terjun dekat rumah paman. Aku rindu pada hamparan padi yang menguning. Pada burung-burung pipit yang terbang menukik berebut tanaman padi. Rindu memanjat pohon jambu di belakang rumah, rindu pada sungai yang jernih mengalir, yang karena saking jernihnya kita bisa melihat batu-batu di dasarnya. Dan tentu saja aku rindu pada udara pedesaan yang bersih dan sejuk. Sebentar lagi semua kerinduanku itu akan dapat terobati.

Akhirnya tibalah juga hari yang kunanti-nanti tersebut. Hari di mana kami bertiga, aku, adikku Agus dan Susi berangkat ke desa. Kami bertiga naik kereta.

“Jaga adik-adikmu, Di.” pesan ayah padaku.

“Ya, Ayah.” aku mengangguk.

Sepanjang perjalanan kami di hibur oleh indahnya pemandangan. Gunung, laut semua telah kami lewati. Juga hamparan tanaman padi yang luas membentang. Laksana karpet hijau yang menyejukkan mata.

Sayang sekali agus melewatkan itu semua. Dia lebih memilih tidur dalam perjalanan. Sampai di stasiun hari sudah malam. Tapi Paman kami telah menunggu dengan mobilnya. Perjalanan kami lanjutkan dengan mobil yang dibawa paman. Kedua adikku sudah tidak dapat menahan kantuknya. Mungkin kelelahan.

Pagi hari saat kami bangun, udara segar langsung menyapa. Beda sekali dengan udara yang kami rasakan sehari-hari. Yang begitu pengap dan kotor oleh debu dan asap knalpot.

“Wow, Kak Adi, lihat ada gunung di depan rumah paman!” seru Agus dari halaman. Dia tampak sangat kegirangan. Maklum baru sekali ini Agus berkunjung ke rumah paman. Biasanya pamanlah yang pergi ke tempat kami.

Akupun segera keluar menemui Agus. Kulihat di sana dia sudah bergaul akrab dengan anak-anak tetangga. Mereka ramai sekali memanjat pohon karsem yang tumbuh di halaman. Itulah adikku Agus. Dia mudah sekali bergaul.

“Lihat Kak, pohon ini memiliki buah seperti cherry.” katanya seraya menunjukkan buah karsem yang kemerahan.

“Itu pohon karsem.” kataku seraya ikut bergabung dengan mereka. Sementara adikku Susi tampak asyik bermain dengang Andini, putrinya paman.

“Kalian mau ikut ke sawah?” Paman tiba-tiba sudah ada di samping kami. Dibahunya terpanggul sebuah cangkul.Tampaknya beliau bersiap-siap pergi ke sawah.

“Aku ikut.” kata Tono, putra paman.

“Aku juga ikut.” kata Agus bersemangat.

Akhirnya kami berempat berangkat ke sawah. Kami berjalan menyusuri pematang. Sementara di kanan kiri kami padi-padi sudah mulai menguning. Beberapa petani bahkan telah memanen padi mereka. Ada yang memeotong padi. Ada yang merontokkan padi. Semua bekerja dengan semangat sekali.

“Kita sudah sampai.” kata Paman.

“Mana padinya?” tanya Agus.

“Padinya telah selesai di panen, Gus. Sekarang paman sedang mempersiapkan tanah untuk musim tanam berikutnya. Kalian main-mainlah dulu.” kata Paman.

“Lihat, ada belut.” pekik Tono yang langsung terjun ke sawah. Dengan sigap dia mengejar belut yang tadi sempat menampakkan moncongnya ke permukaan tanah yang berair. Belut malang itupun dapat ditangkap oleh Tono. Lalu kamipun ikut-ikutan mencari belut. Tapi yang terjadi, kami malahan mandi lumpur. Sementara tak satupun belut dapat kami tangkap. Paman tertawa-tawa melihat keadaan kami.


“Pergilah kalian mandi ke sungai. Tapi hati-hati ya, batunya licin.” kata Paman.

Bertiga kamipun menuju ke sungai di dekat sawah paman. Sungai itu tampak dangkal. Kami lalu mencari tempat yang agak dalam. Setelah ketemu kami kemudian mandi di situ.


“Kak lihat, ada ikan berkaki.” teriak Agus.

Kami terkejut dan penasaran dengan temuan Agus. Kami kemudian berlari menghampiri Agus.

“Mana sih ikan berkaki?” tanyaku penasaran.

“Itu!” Agus menunjuk segerombolan anak katak yang asyik berenang-renang.

“Ha…ha…ha.” Tono tiba-tiba terbahak-bahak. “Itu bukan ikan berkaki,. Itu kecebong. Kecebong itu anak katak. Bukan ikan.” kata Tono kemudian.

Akupun ikut tersenyum.

“Dasar anak kota! Masa anak katak dibilang ikan.”

Aku maklum. Sebagai anak yang lahir dan tumbuh besar di kota, Agus tentu belum pernah melihat anak katak yang sesungguhnya. Proses perkembangan katak mulai dari berudu menjadi katak, mungkin Agus tahu. Tapi dia belum pernah melihatnya secara langsung. Jadi dia mengira kalau anak katak itu ikan berkaki. Karena memang bentuk berudu seperti ikan.

Liburan kali ini benar-benar menyenangkan dan memberikan banyak pelajaran berharga bagi kami. Terutama buat adikku Agus.


Selamat Menikmati.
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 17 April 2012

Menulis Buku Pengayaan

Dipetik dari Blog Pak Suherli Kusmana. Mudah-mudahan bermanfaat sebagai masukan sebelum mencoba menulis naskah buku pengayaan yang baik.


Menulis Buku Pengayaan

oleh: Dr. H. Suherli, M.Pd.

1. Pendahuluan

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Adapun fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Fokusmedia, 2003).
Pendidikan akan berhasil jika peserta didik mengalami perubahan ke arah positif dalam berbagai aspek. Buku akan sangat membantu dalam pencapaian perubahan ini. Oleh karena itu, cukup beralasan apabila pemerintah dan semua pihak dapat mengembangkan pengadaan buku, baik buku teks pelajaran, buku panduan pendidik, buku pengayaan, dan buku referensi. Untuk keperluan ini diperlukan langkah-langkah pengendalian dan pemantauan agar keberadaanya benar-benar dapat membantu peningkatan mutu pendidikan serta sekaligus merupakan sarana yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan Permendiknas Nomor 11/2005 Pasal 2 yang intinya menyatakan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, selain menggunakan buku teks pelajaran sebagai acuan wajib, guru dapat menggunakan buku pengayaan dalam proses pembelajaran dan menganjurkan peserta didik membacanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan (Pusat Perbukuan Depdiknas, 2005:3).
Buku pengayaan di masyarakat sering dikenal dengan istilah buku bacaan atau buku kepustakaan. Buku ini dimaksudkan untuk memperkaya wawasan, pengalaman, dan pengetahuan pembacanya. Buku pengayaan diartikan sebagai buku yang memuat materi yang dapat memperkaya dan meningkatkan penguasaan ipteks dan keterampilan; membentuk kepribadian peserta didik, pendidik, pengelola pendidikan, dan masyarakat lainnya. Buku ini dapat menjadi bacaan bagi peserta didik, pendidik, pengelola pendidikan, dan masyarakat lainnya. Adapun karakteristik buku pengayaan adalah (1) Materi dapat bersifat kenyataan atau rekaan; (2) Pengembangan materi tidak terkait langsung dengan kurikulum atau kerangka dasarnya; (3) Materi disajikan secara popular atau teknik lain yang inovatif; (4) Penyajian materi dapat berbentuk deskripsi, eksposisi, argumentasi, narasi, puisi, dialog, dan/atau menggunakan penyajian gambar; (5) Penggunaan media bahasa atau gambar dilakukan secara inovatif dan kreatif.

2. Jenis-jenis Buku Pengayaan

Berdasarkan dominasi materi/isi yang disajikan di dalamnya, buku pengayaan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis, yaitu kelompok buku pengayaan: (1) pengetahuan, (2) keterampilan, dan (3) kepribadian. Setiap jenis buku pengayaan kadang-kadang sulit dibedakan, namun jika dikaji berdasarkan materi/isi yang mendominasi di dalamnya maka dapat ditetapkan ke dalam salah satu jenis buku pengayaan.

Buku pengayaan pengetahuan adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, dan menambah kekayaan wawasan akademik pembacanya. Adapun ciri-ciri buku pengayaan pengetahuan adalah:
1) Materi/isi buku bersifat kenyataan;
2) Pengembangan isi tulisan tidak terikat pada kurikulum;
3) Pengembangan materi bertumpu pada perkembangan ilmu terkait; dan
4) Bentuk penyajian berupa deskriptif dan dapat disertai gambar;
5) Penyajian isi buku dilakukan secara popular.

Contoh judul buku pengayaan pengetahuan adalah:
§ Tanaman Obat Penyembuh Ajaib karya Herminia de Guzman-Ladion.
§ Konsep-konsep Dasar Sistem Informasi Geografis karya Eddy Prahasta.
§ Pemugaran Candi Tikus karya Sri Sugiyanti, dkk.
§ Tumbuhan Berkhasiat karya Dadi Gundayana

Buku pengayaan keterampilan adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya penguasaan keterampilan bidang tertentu. Adapun ciri-ciri buku pengayaan keterampilan adalah:
1) Materi/isi buku mengembangkan keterampilan yang bersifat faktual;
2) Materi/isi buku berupa prosedur melakukan suatu jenis keterampilan;
3) Penyajian materi dilakukan secara prosedural
4) Bentuk penyajian dapat berupa narasi atau deskripsi yang dilengkapi gambar/ilustrasi.
5) Bahasa yang digunakan bersifat teknis.

Contoh judul buku pengayaan keterampilan adalah:
§ Membuat Mesin Tetas Elektronik karya Kelly S.
§ Budidaya Ayam Bangkok karya Dudung Abdul Muslim.
§ Petunjuk Perawatan Anggrek karya Hadi Iswanto.
§ Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan karya Ny. Rusina S. Pamuntjak.

Buku pengayaan kepribadian adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya kepribadian atau pengalaman batin seseorang. Adapun ciri-ciri buku pengayaan kepribadian adalah:
1) Materi/isi buku dapat bersifat faktual atau rekaan;
2) Materi/isi buku meningkatkan dan memperkaya kualitas kepribadian atau pengalaman batin;
3) Penyajian materi/isi buku dapat berupa narasi, deskripsi, puisi, dialog atau gambar;
4) Bahasa yang digunakan bersifat figuratif.

Contoh judul buku pengayaan kepribadian:
Layar Terkembang karya St. Takdir Alisyahbana.
Merakit dan Membina Keluarga Bahagia karya W. Jay Batra dkk.
Mendidik Anak dalam Keluarga Masa Kini karya R.I. Suhartin C.
Membangun Kreativitas karya Anna Craft.
Dicabik Benci dan Cinta 2 karya Marga T.
Pedang Raja karya Yaseoulrok.
Blues untuk Bonie karya W.S. Rendra

Dengan memahami jenis-jenis buku pengayaan sebagaimana diungkapkan, seorang penulis dapat memilah fokus penulisan buku pengayaan. Apabila penulis hanya ingin menyajikan informasi tentang sesuatu hal, maka tulisan yang disajikannya termasuk ke dalam pengayaan pengetahuan. Apabila penulis, selain menyampaikan informasi ia ingin agar pembaca melakukan kegiatan atau keterampilan tertentu maka tulisan yang disajikannya termasuk ke dalam pengayaan keterampilan. Jika penulis selain menyampaikan informasi namun berharap terdapat dampak pada perubahan kepribadian pembaca atau dapat “menyentuh” psikhis pembaca maka tulisan yang dibuatnya adalah pengayaan kepribadian. Namun, ketiga jenis tulisan ini dapat memperkaya pembaca sehingga dinamakan buku pengayaan.

Berdasarkan ilustrasi di atas dapat dinyatakan bahwa seorang penulis dengan mengusung topik tertentu, mungkin saja tulisannya menjadi jenis pengayaan pengetahuan dan mungkin pula menjadi tulisan pengayaan keterampilan. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa jika seorang penulis akan mengangkat topik “Jagung Hibrida”, tulisannya mengupas secara faktual tentang ilmu pengetahuan atau teknologi yang berhubungan dengan jagung hibrida, maka tulisannya berupa pengayaan pengetahuan. Namun, jika tulisannya mengupas cara bertanam jagung hibrida maka tulisannya itu termasuk ke dalam jenis pengayaan keterampilan. Demikian pula jika jagung hibrida ditulis dalam bentuk cerita rekaan atau kisah nyata yang dapat memperkaya pengalaman batin atau psikhis pembaca maka tulisannya itu termasuk ke dalam jenis pengayaan kepribadian.

3. Teknik Menulis Buku Pengayaan

Buku pengayaan merupakan buku yang dapat memperkaya dan meningkatkan penguasaan ipteks, keterampilan, dan membentuk kepribadian peserta didik, pendidik, pengelola pendidikan, dan masyarakat lainnya. Buku jenis ini tidak semata-mata dimaksudkan hanya untuk peserta didik (siswa) namun dapat pula digunakan oleh pihak lain atau masyarakat pada umumnya. Buku pengayaan dapat digunakan guru dalam memperkaya hasil proses pembelajaran dan guru dapat menganjurkan peserta didik untuk membaca buku-buku jenis ini.

Keberagaman jenis buku ini masih sangat sedikit. Untuk itu sangat diperlukan pembinaan kepada para penulis atau para guru yang berminat menulis buku pengayaan. Untuk dapat menulis buku pengayaan diperlukan pengenalan teknik penulisan yang handal agar dapat meningkatkan kualitas buku tersebut dan hasilnya berfungsi sebagai pengaya bagi peserta didik.

Sesuai dengan fungsinya sebagai buku pengayaan dalam proses pembelajaran di sekolah (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK), penulis buku pengayaan harus memerhatikan tiga aspek, yaitu yang berkaitan dengan materi/isi buku, penyajian materi/isi, kaidah bahasa atau ilustrasi yang digunakan, dan aspek grafika suatu buku yang layak untuk digunakan di sekolah.


3.1 Aspek Materi/Isi Buku

Dalam menulis buku pengayaan (baik pengetahuan, keterampilan, maupun kepribadian) harus memerhatikan tiga kriteria pokok, yaitu:
(1) Memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan;
(2) Menyesuaikan dengan perkembangan ilmu;
(3) Mengembangkan kemampuan bernalar.

Ketiga kriteria ini harus terpenuhi dalam mengusung materi atau isi buku pengayaan. Buku pengayaan dapat digunakan untuk mendidik pembaca dalam rangka mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kriteria pertama, “memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan” dijadikan dasar karena materi buku pengayaan diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan pendidikan. Materi buku pengayaan harus sesuai dengan tujuan pendidikan, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tentu saja, kriteria ini tidak terungkap secara eksplisit dalam materi buku pengayaan melainkan materi atau isi buku tersebut memiliki kesesuaian dengan upaya pencapaian tujuan ini. Oleh karena itu, seorang penulis dapat mengusung materi dalam buku pengayaan berdasarkan indikator dari kriteria ini, yaitu materi atau isi (a) mendukung pencapaian tujuan pendidikan; (b) mengembangkan tujuan pendidikan, dan (c) tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan.

Kriteria “menyesuaikan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (Ipteks)” dimaksudkan bahwa materi buku pengayaan itu tidak bertentangan dengan perkembangan dan konsep Ipteks. Indikator dari kriteria ini adalah materi atau isi buku pengayaan itu (a) sesuai dengan kebenaran konsep keilmuan; (b) sesuai dengan perkembangan Ipteks; (c) sesuai dengan kondisi dan data mutakhir; (d) sesuai dengan kenyataan atau bersifat faktual. Apabila penulis buku pengayaan menyusun materi, maka materi yang ditulis harus sesuai dengan kebenaran konsep keilmuan, sesuai dengan perkembangan Ipteks, sesuai dengan kondisi mutakhir dan sesuai dengan kenyataan faktual.

Kriteria, “mengembangkan kemampuan bernalar” dimaksudkan bahwa materi buku pengayaan itu harus dapat mendorong pembacanya untuk bernalar atau berpikir. Indikator dari kriteria ini adalah mendorong pembaca untuk berpikir (a) kritis; (b) kreatif; dan (c) inovatif. Pada setiap lembaga pendidikan pembelajaran berpikir tidak secara khusus dilakukan sebagai mata pelajaran, melainkan diselipkan dalam kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Oleh karena itu, apabila menulis buku pengayaan, materi yang ditulis harus dapat menjalankan fungsi mengembangkan kemampuan bernalar.


1) Kriteria Khusus Materi Buku Pengayaan Pengetahuan

Aspek yang menjadi ciri khusus buku pengayaan pengetahuan adalah “mengembangkan nilai-nilai moral dan budaya”. Aspek ini dimaksudkan agar buku pengayaan pengetahuan itu dapat mengembangkan nilai-nilai moral bangsa Indonesia sebagai nilai luhur yang merupakan karakter bangsa Indonesia. Selain itu, nilai-nilai budaya bangsa Indonesia pun perlu terus dikembangkan termasuk materi yang diusung dalam buku pengayaan pengetahuan. Untuk itu, indikator dari aspek ini adalah materi buku pengayaan (a) mengembangkan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia; (b) tidak bertentangan dengan nilai-nilai moral bangsa Indonesia; dan (c) tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa.

2) Kriteria Khusus Materi Buku Pengayaan Keterampilan

Aspek yang harus diperhatikan sebagai ciri khusus dalam materi buku pengayaan keterampilan adalah bahwa materi:
(1) Memiliki manfaat bagi kehidupan; dan
(2) Mengembangkan kecakapan hidup.
Kedua aspek ini harus diperhatikan dalam menulis buku pengayaan keterampilan. Materi buku pengayaan keterampilan harus memiliki manfaat bagi kehidupan pembaca, khususnya bagi peserta didik. Dengan demikian, materi dalam buku jenis ini adalah keterampilan-keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan siswa harus terusung dalam materi buku pengayaan keterampilan. Oleh karena itu, indikator dari aspek ini adalah: (a) dapat digunakan untuk memecahkan masalah; (b) dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya; dan (c) dapat mendorong “jiwa kewirausahaan” atau berusaha untuk mencari dan melakukan sesuatu.

Materi buku pengayaan keterampilan juga harus dapat mengembangkan kecakapan hidup (life skills) pembaca, terutama bagi peserta didik. Kecakapan hidup yang harus dikembangkan sebagai materi buku pengayaan keterampilan adalah kecakapan akademik, sosial, dan kejuruan. Oleh karena itu, indikator dari aspek ini adalah (a) mengembangkan kecakapan akademik; (b) mengembangkan kecakapan sosial; dan (c) mengembangkan kecakapan kejuruan atau motorik.


3) Kriteria Khusus Materi Buku Pengayaan Kepribadian

Dalam menulis buku pengayaan kepribadian, selain memenuhi tiga kriteria pokok di atas, materi dalam buku pengayaan kepribadian harus berupa materi yang dapat:
(1) Membangun mental-emosional;
(2) Membangun pribadi arif dan berwibawa; dan
(3) Mendorong sikap empati dan apresiasi.

Ketiga aspek ini menjadi pelengkap kriteria materi buku pengayaan kepribadian. Materi buku pengayaan kepribadian harus dapat membangun mental emosional pembaca, khususnya peserta didik. Dalam membangun mental-emosional pembaca melalui materi buku pengayaan kepribadian dapat dilakukan melalui uraian materi atau isi buku yang dapat mengembangkan jiwa sportif, sikap yang mampu mengendalikan diri dari hal-hal yang merugikan, sikap percaya diri, dan kedewasaan diri, baik dewasa mental, spiritual, maupun emosional. Oleh karena itu, indikator dari membangun mental-emosional dalam menulis buku pengayaan kepribadian adalah materi atau isi buku yang (a) mengembangkan jiwa sportivitas; (b) sikap pengendalian diri; (c) sikap percaya diri; dan (d) mendorong kedewasaan mental, spiritual, dan emosional.
Materi buku pengayaan kepribadian harus dapat membangun pribadi yang arif dan berwibawa. Materi yang mencerminkan pribadi arif dan berwibawa dalam buku pengayaan kepribadian ditunjukkan melalui pesan (message) atau kisah/cerita tokoh utama sebagai figur yang memiliki sikap komitmen terhadap tugas, berjiwa solider, mandiri dan memiliki keyakinan diri, dapat dipercaya, dan konsisten. Oleh karena itu, indikator dari aspek membangun pribadi yang arif dan berwibawa dalam menulis buku pengayaan kepribadian diungkapkan melalui isi atau pesan yang dapat (a) mengembangkan sikap komitmen terhadap tugas; (b) membangun jiwa solidaritas; (c) mendorong kemandirian dan keyakinan diri; (d) mengembangkan sikap dan perilaku yang dapat dipercaya; dan (e) mengembangkan sikap dan perilaku konsisten.
Materi buku pengayaan kepribadian harus dapat mendorong sikap empati dan apresiasi. Sikap empati itu dapat ditunjukkan melalui “ikut merasakan apa yang dialami” tokoh utama, terutama ketika mengalami suatu tekanan atau kejadian menyedihkan. Sikap apresiasi ditunjukkan melalui perilaku yang dapat mengekspresikan “apa yang dirasakan orang lain” atau tokoh utama, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Sikap empati dan apresiasi juga dapat ditunjukkan oleh sikap menghargai orang lain, dalam perbedaan atau kesamaan sebagai seseorang yang memiliki jiwa demokratis atau jiwa merdeka. Oleh karena itu, indikator materi yang memenuhi aspek mendorong sikap empati dan apresiasi dapat ditunjukkan melalui isi atau pesan yang dapat (a) mengembangkan sikap “ikut merasakan apa yang dialami orang lain”; (b) mengembangkan perilaku yang mengekspresikan “apa yang dirasakan orang lain”; dan (c) mengembangkan sikap menghargai orang lain secara demokratis dan berjiwa merdeka.


3.2 Aspek Penyajian Materi

Dalam menyajikan materi dalam buku pengayaan (baik pengetahuan, keterampilan, maupun kepribadian) harus memerhatikan empat kriteria pokok, yaitu:
(1) Sistematikanya logis;
(2) Penyajian Materi mudah dipahami;
(3) Merangsang pengembangan kreativitas;
(4) Menghindari masalah SARA, Bias Jender, serta Pelanggaran HAM & Hak Cipta.
Keempat kriteria ini harus diperhatikan oleh penulis buku pengayaan dalam menyajikan materi/isi buku.

Penyajian materi buku pengayaan harus logis dan sistematis. Kelogisan sajian materi ini ditandai oleh penataan bagian-bagian yang disajikan secara apik, baik secara deduktif maupun induktif. Selain itu, materi buku pengayaan harus sistematis baik berdasarkan pertimbangan urutan waktu, ruang, maupun jarak yang disajikan secara teratur. Penulis buku pengayaan harus dapat mengarahkan kerangka berpikir (mind frame) pembaca melalui penyajian materi yang logis dan sistematis.

Penyajian materi buku pengayaan harus mudah dipahami. Pesan yang sangat dalam dan berharga dalam buku akan menjadi sia-sia apabila isi buku sulit dipahami pembaca karena penyajiannya “berat”. Untuk itu, seorang penulis buku pengayaan harus dapat menyajikan materi/isi dalam bentuk yang familiar (intim) dengan pembaca sasaran (siswa). Materi buku pengayaan akan mudah pula dipahami oleh pembaca jika materi disajikan dalam suasana yang menyenangkan dan tidak membuat pembaca berpikir terlalu “berat”. Selain itu, untuk memudahkan penyajian buku, penulis buku pengayaan harus dapat melengkapi materi atau isi buku dengan ilustrasi (gambar atau foto) dan pesan (ilustrasi dengan bahasa). Oleh karena itu, indikator penyajian buku mudah dipahami adalah (a) penyajian materi dalam buku familiar dengan pembaca; (b) penyajian materi dapat menimbulkan suasana menyenangkan; (c) penyajian materi dilengkapi dengan ilustrasi.

Penyajian materi buku pengayaan harus dapat merangsang kreativitas pembaca, khususnya peserta didik. Rangsangan kreativitas yang harus dapat tercipta melalui penyajian buku pengayaan, misalnya aktivitas kreatif dan akademis, fisik dan psikhis, dan dorongan untuk mencoba melakukan hal-hal yang positif. Indikator penyajian buku pengayaan yang merangsang pengembangan kreativitas ini ditandai oleh indikator penyajian materi buku yang: (a) mendorong pembaca untuk melakukan aktivitas akademik dan kreatif; (b) mengarah pada pengembangan aktivitas fisik atau psikhis; (c) merangsang pembaca untuk mencoba melakukan hal-hal yang positif. Penyajian materi buku pengayaan harus menghindari masalah SARA, bias jender, pelanggaran HAM dan Hak Cipta karena masalah-masalah ini masih sangat peka. Penulis buku pengayaan harus memprediksi masalah yang akan timbul karena perbedaan Suku, Agama, Ras (keturunan), dan Antar Golongan (SARA) sehingga dalam menyajikan materi dilakukan secara cermat. Penyajian materi buku pengayaan harus juga menghindari persoalan yang dimungkinkan dapat timbul dari diskriminasi jender (wanita atau laki-laki). Perlakuan jender secara berbeda dalam materi pengayaan dapat memunculkan permasalahan yang sangat serius. Selain itu, penyajian materi buku pengayaan harus menghindari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Penyajian materi harus menghindari pelanggaran Hak Cipta, baik dari tinjauan orisinalitas gagasan maupun bentuk terjemahan yang perlu disajikan secara jelas.


1) Kriteria Khusus Penyajian Buku Pengayaan Pengetahuan
Aspek yang harus diperhatikan sebagai ciri khusus dalam materi buku pengayaan pengetahuan adalah bahwa penyajian materi seharusnya dapat:
(1) Menumbuhkan motivasi untuk mengetahui lebih jauh
(2) Mengembangkan kecakapan akademik

Selain empat kriteria pokok di muka, seorang penulis harus memerhatikan pula aspek-aspek ini dalam menyajikan buku pengayaan pengetahuan.
Penyajian buku pengayaan pengetahuan harus dapat menumbuhkan motivasi pembaca untuk mengetahui lebih jauh. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan materi buku pengayaan yang menumbuhkan motivasi untuk mengetahui lebih jauh ditandai oleh penyajian materi yang (a) mendorong keingintahuan pembaca; (b) mendorong minat untuk mengumpulkan informasi; (c) mendorong untuk mencari buku/teks sejenis.
Penyajian materi buku seharusnya dapat mengembangkan kecakapan akademik. Menulis buku pengayaan yang mengembangkan kecakapan akademik itu ditandai oleh indikator (a) menuntun pembaca untuk menggali informasi; (b) menuntun kecakapan dalam memecahkan masalah; (c) menuntun untuk mengambil keputusan.

2) Kriteria Khusus Penyajian Buku Pengayaan Keterampilan

Aspek yang harus diperhatikan dalam menyajikan materi buku pengayaan keterampilan adalah bahwa penyajian materi seharusnya:
(1) Menyertakan kelengkapan sajian
(2) Mudah untuk diterapkan

Kedua kriteria ini harus diperhatikan dalam menulis buku pengayaan keterampilan. Dalam menulis buku pengayaan keterampilan, seorang penulis harus dapat menyertakan sajian secara lengkap dan mudah diterapkan. Apabila penyajian materi keterampilan tidak disajikan secara lengkap maka akan sulit dipahami prosedur kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu, dalam menulis buku pengayaan keterampilan seharusnya penulis (a) melengkapinya dengan informasi bahan yang digunakan, alat-alat yang dipakai, dan formula yang dapat ditiru oleh pembaca; (b) melengkapi materi dengan paparan tentang prosedur kerja; dan (c) melengkapinya dengan standar keselamatan kerja dalam menerapkan prosedur-prosedur yang telah dipaparkan.
Penyajian materi pengayaan keterampilan harus mudah untuk diterapkan atau diikuti langkah-langkahnya oleh pembaca. Untuk memenuhi ini seorang penulis harus memerhatikan penyajian secara (a) praktis dan mudah dilakukan oleh pembaca sasaran; (b) sederhana (tidak kompleks) tahapan-tahapan yang harus dilakukan; (c) jelas tahapan dan penerapannya.


3) Kriteria Khusus Penyajian Buku Pengayaan Kepribadian

Aspek yang harus diperhatikan dalam menyajikan materi buku pengayaan, selain kriteria pokok di atas, dalam menulis buku pengayaan kepribadian dapat “menyajikan bacaan yang sesuai” Dalam menyajikan materi dapat menggunakan referensi yang sesuai (kecuali tulisan berbentuk prosa, puisi, atau drama). Selain itu, materi yang disajikan menggunakan jenis bacaan narasi yang sesuai. Apabila penulis buku pengayaan kepribadian mengusung deskripsi atau naskah biografi dapat menggunakan contoh-contoh perilaku yang positif dari kehidupan nyata. Oleh karena itu, dalam menyajikan buku pengayaan kepribadian, seorang penulis harus (a) menggunakan referensi yang sesuai dan relevan; (b) menggunakan jenis bacaan yang sesuai; (3) menggunakan contoh-contoh perilaku positif yang ada dalam berkehidupan nyata.

3.3 Aspek Kaidah Bahasa dan Ilustrasi

Dalam menulis buku pengayaan (baik pengetahuan, keterampilan, maupun kepribadian) harus memerhatikan kriteria penggunaan kaidah bahasa dan ilustrasi, yang meliputi:
(1) Kesesuaian ilustrasi dengan bahasa
(2) Keterpahaman bahasa atau ilustrasi
(3) Ketepatan dalam menggunakan bahasa
(4) Ketepatan dalam menggunakan gambar/foto/ilustrasi

Keempat kriteria ini harus diperhatikan oleh penulis buku pengayaan agar terbangun komunikasi yang harmonis antara penulis dengan pembacanya.
Dalam menulis buku pengayaan, seorang penulis harus memerhatikan kesesuaian ilustrasi dengan bahasa. Kesesuaian ini ditunjukkan melalui proporsi antara bahasa dengan ilustrasi secara logis dan serasi. Oleh karena itu, dalam menulis buku pengayaan harus memerhatikan indikator penggunaan bahasa dan ilustrasi (a) secara proporsional dan (b) serasi.
Buku pengayaan yang ditulis harus dapat dipahami pembacanya. Untuk itu, dalam menggunakan bahasa dan ilustrasi untuk berkomunikasi dalam buku, seorang penulis harus memerhatikan perkembangan kognisi sasaran pembaca. Namun, penggunaan ilustrasi dalam buku pengayaan kadang-kadang tidak membantu memberikan kejelasan pada teks (bahasa) yang digunakan. Dengan demikian, ilustrasi perlu dilengkapi dengan keterangan. Oleh karena itu, dalam meningkatkan keterpahaman pembaca terhadap bahasa dan ilustrasi dalam buku pengayaan, seorang penulis harus menggunakan (a) bahasa dan ilustrasi yang sesuai dengan perkembangan kognisi pembaca sasaran; (b) ilustrasi yang jelas dan dilengkapi dengan keterangan.
Kaidah bahasa dalam buku pengayaan harus diperhatikan sekali oleh penulis.
Kekurangcermatan dalam menerapkan kaidah bahasa seringkali membuat komunikasi tertulis pembaca terganggu, bahkan mungkin pembaca mencampakkan buku itu. Oleh karena itu, dalam menulis buku pengayaan, seorang penulis harus menggunakan (a) ejaan secara benar; (b) kata dan istilah dengan tepat; (c) kalimat dengan baik dan benar; (d) paragraf yang harmonis dan kompak.
Ketepatan dalam menggunakan gambar, foto, atau ilustrasi dalam buku pengayaan harus tepat dan berfungsi. Penggunaan gambar yang semena-mena tidak akan dapat meningkatkan keterbacaan dan keterpahaman pembaca. Oleh karena itu, dalam menggunakan gambar, foto, atau ilustrasi dalam buku pengayaan harus menggunakan (a) ukuran dan bentuk yang sesuai dan menarik; (b) warna gambar yang sesuai dan fungsional.

4. Langkah-langkah Menulis Buku Pengayaan

Banyak penulis pemula yang sering terhambat ketika baru mulai menulis. Hal ini karena kekurangjelasan pemahaman mereka pada mekanika penulisan. Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, di bawah ini disajikan prinsip yang dapat dijadikan acuan dalam penulisan buku pengayaan. Tahapan yang dimaksud, adalah:
1) Penulis perlu membaca buku-buku yang tergolong ke dalam klasifikasi buku pengayaan (pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian) yang digemari oleh pembaca (best seller) agar terbiasa dengan gaya tulisan yang disukai pembaca.
2) Penulis harus mengkaji asal mula gagasan penulisan yang baik muncul, misalnya gagasan terbaik yang muncul dari kehidupan langsung (kontekstual).
3) Penulis harus memahami betul untuk siapa buku tersebut ditulis. Perlu dipastikan sasaran pembaca yang diharapkan penulis dan perlu diingat bahwa buku tersebut bukan untuk diri penulis.
4) Penulis harus memahami tujuan penulisan buku. Dari awal penulis harus memastikan apakah tujuan penulisan dimaksdukan untuk tujuan memperkaya pengetahuan, keterampilan, atau kepribadian atau untuk tujuan lainnya.
5) Penulis harus memastikan hal-hal yang dijadikan pertimbangannya kepada pembaca, sehingga penulis harus memahami ketertarikan pembaca dan kebutuhan emosionalnya.
6) Penulis harus mampu membedakan antara kebutuhan literari dengan literasi (melek wacana) pembaca , dan memenuhi kedua kebutuhan ini dalam waktu bersamaan.
7) Penulis harus berpendapat bahwa pembaca sebenarnya pintar,, menyukai tantangan dan kreativitas (rima, ritme dan repetisi).
8) Penulis perlu mempersiapkan ilustrasi yang diguanakan, jika perlu sebaiknya sejak awal melibatkan seorang illustrator. Biasanya dalam menulis terdapat banyak hal yang tidak tepat jika diungkapkan dengan kata-kata, namun jika menggunakan gambar akan jauh lebih efektif.

Sebelum memulai menulis buku pengayaan, seorang penulis pemula dapat mengikuti tahapan berikut sebagai dasar dalam melatih diri secara efektif. Tahap-tahap yang dimaksud adalah:
(1) Membaca buku-buku pengayaan (pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian) yang dianggap bagus secara berulang-ulang;
(2) Membuat tulisan asli, jangan meniru gagasan atau struktur dari buku-buku pengayaan yang sudah dikenal.
(3) Memastikan tulisan akan memberi dampak emosional (pembaca harus mengalami perubahan karena membaca).
(4) Memastikan bahwa isi bacaan menarik untuk pembaca di berbagai usia, sekalipun pembaca sasaran telah ditetapkan;
(5) Menulis deskripsi dengan memerhatikan pesan “tunjukkanlah, jangan hanya menceritakan”.
(6) Penulis harus selalu ingat bahwa rahasia menulis yang baik adalah menulis ulang.
(7) Penulis harus memastikan bahwa naskah ditulis secara efektif, baik ejaan, kata, istilah, kalimat, maupun paragraf sesuai dengan kaidah bahasa dan berbahasa.
(8) Penulis pemula harus tetap yakin jika terjadi “penolakan naskah” dari penerbit maka lakukan penulisan ulang, berpikir ulang, dan kirim ke percetakan/penerbit lain.

5. Penutup

Buku pengayaan (pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian) merupakan buku yang dapat digunakan peserta didik di sekolah untuk menambah pengetahuan dan wawasannya. Selain itu, buku pengayaan juga dapat digunakan oleh tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah, atau masyarakat lainnya. Buku pengayaan masih jarang yang ditulis dengan memiliki ciri-ciri sebagai buku yang memiliki kelayakan untuk digunakan di sekolah.
Buku pengayaan dapat diidentifikasi karakteristiknya berdasarkan dominasi materi/isi yang terdapat dalam buku tersebut. Apabila dalam buku tersebut lebih dominan memuat materi yang dapat memperkaya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, dan menambah kekayaan wawasan akademik pembacanya, maka termasuk ke dalam buku pengayaan pengetahuan. Jika dalam buku terdapat bagian yang dominan memuat materi yang dapat memperkaya penguasaan keterampilan bidang tertentu maka termasuk ke dalam buku pengayan keterampilan. Demikian pula, jika sebuah buku memuat materi yang pada umumnya dapat memperkaya kepribadian atau pengalaman batin seseorang maka dinamakan buku pengayaan pengetahuan.

Dalam menulis buku pengayaan, kiranya perlu diketahui aspek-aspek yang harus diperhatikan, yaitu (1) aspek materi/isi buku pengayaan; (2) aspek penyajian materi/isi buku; dan (3) aspek kaidah bahasa dan ilustrasi. Pengenalan aspek-aspek yang diperhatikan, kriteria setiap aspek dan indikator setiap kriteria dapat membantu penulis dalam menuangkan karya menjadi buku pengayaan.


Daftar Kepustakaan

Duryatmo, Sardhi, Wirausaha Kerajinan Bambu, Puspa Swara, Jakarta, 2000.

Fachrudin, Lisdiana, Membuat Aneka Manisan, Kanisius, Yogyakarta,1998.

Muharnanto dan Aryastyani, Ria, Aneka Cetakan Lilin Hias, Puspa Swara, Jakarta, 2001.

Nelson G.C, Ceramics a Potter's Handbook, Holt, Reinhart and Winston Inc, New York, 1971.

Pusat Perbukuan (2003) Pedoman Klasifikasi Buku Pendidikan. Jakarta; Pusat Perbukuan Depdiknas.

R.A. Razak, Industri Keramik, P.N. Balai Pustaka, Jakarta, 1981.

Rasjoyo, Pendidikan Seni Rupa Untuk SMU kelas I, Erlangga, Jakarta, 1994.

Rhodes D., Clay and Glazes for the Potter, Chilton Book Company, Philadelphia, 1968.

Riyanto, Didik, Proses Batik: Batik Tulis-Batik Cap Batik Printing,CV.Aneka, Solo, 2002.

Robertson, JB., Keterampilan Teknik Listrik Praktis, Yrama Widya, Bandung, 2003.

Sahman, Humar, Mengenali Dunia Seni Rupa, Tentang Seni, Karya Seni, Aktivitas Kreatif, Apresiasi, Kritik dan Estetika, IKIP Semarang Press, Semarang, 1993 Sigar, Edi dan Ernawati, Buku Pintar Makanan, PT. Aksara Media Agung, Jakarta, 1993.

Soemarjadi dkk., Pendidikan Keterampilan, Depdikbud-Dirjendikti, Jakarta, 1991-1992. Soemarjadi, Paket BelajarIKIP/FKIP:PengetahuanTeknologiKeramik I, P2LPT& Ditjen Dikti Departemen P dan K, Jakarta, 1985.

Sulistyowati, Retno, 20 Kreasi Rangkaian Bungan Kering dari Kulit Jagung, Puspa Swara, Jakarta, 2001.

Sumarah Adhyatman, Kendi, Himpunan Keramik Indonesia, Jakarta, 1987.

_______________, Tempayan di Indonesia, Jakarta: Himpunan Keramik Indonesia, 1984.

Supriadi, Dedi (2001) Anatomi Buku Sekolah di Indonesia. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Suprapti, M. Lies, Membuat Aneka Olahan Nanas, Puspa Swara, Jakarta, 2001.

____________, Bandeng Asap, Kanisius, Yogyakarta, 2002.

Suradi, A. Prayitno, Membuat Aneka Barang Kerajinan Cideramata, Humaniora Utama Press, Bandung, 1999.

Yosalfa. Memperbaiki TV dan Radio, Puspa Swara, Jakarta, 2000

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional.

Sumber : dari sini

Baca Selengkapnya....!

Senin, 27 Februari 2012

Alamat Majalah, Tabloid dan Surat Kabar Bacaan Anak

Yang ini alamat majalah dan tabloid khusus untuk bacaan anak. DI copas dari Mbak Yas Marina. Mudah-mudahan bermanfaat dan menambah semangat untuk terus menulis dan menulis.


Bobo

Naskah terdiri dari 600-700 kata untuk cerita 2 halaman, 250-300 kata untuk cerita 1 halaman
Font Arial, ukuran 12, spasi 1,5
Di bawah naskah cerita dicantumkan nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon rumah/handphone, nomor rekening beserta nama bank dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank)
Selain lembaran naskah, lampirkan juga biodata singkat secara terpisah yang berisi nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon rumah/handphone, nomor rekening beserta nama bank dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank) ditambah tempat tanggal lahir dan riwayat pendidikan.
Naskah beserta biodata bisa dikirimkan melalui pos ke alamat: Redaksi Majalah Bobo Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4, Jalan Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta, 11530
Naskah yang tidak diterima tidak akan dikembalikan.
Berhubung banyaknya naskah yang dikirim ke redaksi Majalah Bobo, maka waktu penantian pemuatan cerita bisa memakan waktu minimal 4 bulan.


Mombi

Menerima kiriman cerpen dan dongeng.
Ketik di kertas folio, 2 spasi, maksimal 500 karakter
Naskah di kirim ke Gedung Gramedia Lt. 4, Jl. Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530. Telp. 021 5330150, 021 5330170, eks. 33271/33273 atau email mombi@gramedia-majalah.com atau firdaus@gramedia-majalah.com


Orbit

Majalah Orbit adalah majalah iptek anak.
Menerima naskah cerpen
Naskah dikirim ke Gedung The Habibie Center, Jl. Kemang Selatan No. 98, Jakarta 12560 atau dikirim melalui email redaksi@orbit-kids.com


Bravo

Menerima cerpen dan rubrik jalan-jalan
Ketik 1,5 spasi, menggunakan jenis huruf Arial 10 pt, 500-600 kata atau sekitar 3 halaman
Untuk rubrik jalan-jalan, naskah disertai foto.
Naskah dikirim hanya melalui email saja: redaksi@majalahbravo.com
Alamat kantor: Jl. H. Baping Raya No. 100, Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur
Website: www.majalahbravo.com

Aku Anak Saleh

Menerima kiriman naskah cerpen dengan font Times New Roman pt 12, spasi 1,5.
Naskah dikirim via email aas.redaksi@yahoo.com


Ino

Naskah di kirim ke Jl. M. Saidi No. 34 A Petukangan Selatan Jakarta 12270 atau via email inomajalah@yahoo.com


Mentari

Majalah Mentari menerima cerpen, dongeng dan fable (cerita dengan tokoh hewan) sebanyak 1-3 halaman, spasi 1,5. Sedangkan cerita sebelum tidur cukup 1 halaman.
Naskah dikirim ke Jl. Sumatera 31-G Lt.2 Surabaya 60281.


Majalah Irfan

Menerima cerpen bernuansa Islami, panjang naskah 600-900 kata
Flora atau Fauna: naskah informasi populer dan menarik tentang dunia tumbuhan atau hewan, panjang naskah 500-700 kata, disertai foto penunjang minimal 400 KB dan keterangan sumber foto.
English Story: cerita sederhana dalam bahasa Inggris, panjang naskah 400-600 kata disertai terjemahan daftar kata sulit.
Reportase Cilik: Rubrik khusus untuk anak-anak usia SD berisi berita ringan tentang pengalaman kunjungan ke tempat-tempat yang menarik seperti museum, tempat bersejarah, wisata alam, sekolah dan sejenisnya, panjang naskah 500-700 kata, disertai file foto penunjang dan keterangan kepemilikan copyright foto.
Naskah dikirim ke redaksi@majalahanak-irfan.com
Naskah dikirim dalam attachment (bukan di badan email)
Cantumkan nama rubrik dan judul naskah sebagai subject email.


Majalah Kreatif

Menerima naskah cerpen 600-700 kata
Menerima cerpen singkat ‘My Own Story’ 250-300 kata
Font Arial, ukuran 12, spasi 1,5
Di bawah naskah cerita dicantumkan nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon rumah/handphone, nomor rekening beserta nama bank dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank)
Selain lembaran naskah, lampirkan juga biodata singkat secara terpisah yang berisi nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon rumah/handphone, nomor rekening beserta nama bank dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank) ditambah tempat tanggal lahir dan riwayat pendidikan.
Naskah beserta biodata bisa dikirimkan melalui pos ke alamat: Redaksi Majalah Kreatif, Gedung Kompas Gramedia Jl. Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530 atau email bonakreatif@gramedia-majalah.com


Kompas (Kompas Anak)

Tiap hari minggu, surat kabar Kompas menyertakan halaman khusus buat anak-anak Kompas Anak menerima naskah cerpen atau dongeng sepanjang 3-4 halaman dengan 2 spasi.
Menerima resensi buku dengan menyertakan sampul asli
Menerima karangan, puisi, dan resensi buku khusus untuk rubrik “Kiriman Anak”
Kirim ke Redaksi Kompas Anak, Jl. Palmerah Selatan No.26-28 Jakarta 10270 atau via email: kompas@kompas.com


Pikiran Rakyat (Percil)

Pikiran Rakyat adalah surat kabar dari Bandung. Setiap hari minggu, surat kabar ini menyertakan halaman khusus buat anak-anak yaitu Percil dan hari selasa buat remaja yaitu Belia.
Percil menerima tulisan anak berupa puisi (Puisi Kecil), cerpen (Kuncup), artikel ilmu pengetahuan (Tahukah Kamu?) dan laporan wawancara (Warcil)
Belia menerima tulisan berupa esai (Inspirasi), info atau tips (Selancar) dan cerpen (Cerpen Keren)
Panjang cerpen anak sekitar 500 kata, di sudut naskah dan amplop tulis “Kuncup”
Panjang artikel sekitar 250 kata, di sudut naskah dan amplop tulis “Tahukah Kamu?”
Untuk laporan wawancara, gaya penyajiannya bisa wawancara dengan orang terkenal (artis, olahragawan, pejabat, dll.), atau tulis pengalamanmu yang unik dan menarik, lengkap dengan fotonya. Di sudut naskah dan amplop, tulis “Warcil”
Panjang esai sekitar 300-400 kata, di sudut naskah dan amplop tulis “Inspirasi”
Panjang info atau tips sekitar 300-400 kata, di sudut naskah dan amplop tulis “Selancar”
Panjang cerpen remaja sekitar 300-400 kata, di sudut naskah dan amplop tulis “Cerpen Keren”
Kirimkan tulisan puisi, cerpen, artikel ilmu pengetahuan dan warcil ke Redaksi “Percil” Jl. Soekarno-Hatta 147 Bandung atau email percil@pikiran-rakyat.com Kirimkan tulisan esai, info atau tips, cerpen remaja ke Redaksi “Belia”, Jl. Soekarno-Hatta 147 Bandung atau email belia@pikiran-rakyat.com
Naskah yang dimuat tidak dikabarkan, jadi harus sering melihat surat kabarnya setiap hari minggu atau selasa dan honor harus langsung diambil ke kantor redaksi Pikiran Rakyat.


Kawanku (majalah remaja)

Majalah Kawanku menerima kiriman cerpen remaja, maksimal 8 halaman A4, ketik 2 spasi, Times New Roman 12.
Naskah dikirim dengan subjek ‘cerpen’ melalui email cerpenkawanku@gmail.com Jika dalam waktu 3 bulan tidak dimuat, berarti cerpen tidak layak muat.


Girls

Menerima kiriman naskah cerpen dan dongeng
Panjang naskah 3 halaman folio, ketik 2 spasi atau maksimal 5.200 karakter
Kirimkan print out naskah dan disket/CD
Naskah dkirim ke Gedung Gramedia Majalah Unit 1 Lt. 4, Jl. Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530. Telp. 021 5330150/ 021 5330170.
Email: girl@gramedia-majalah.com

Story (majalah remaja)

Menerima kiriman naskah bertema remaja dengan genre bebas ( science fiction, horor, komedi, romantis)
Cerpen: 13.000-14.000 karakter + spasi atau sekitar 8-10 halaman.
Cerber atau cerbung (cerita bersambung): 26.000-40.000 karakter + spasi atau sekitar 20-30 halaman.
Novelet: 30.000-35.000 karakter + spasi atau sekitar 23-25 halaman.
Kissing (Kisah singkat): 4000-5000 karakter + spasi atau sekitar 3 halaman. (Rubrik ini khusus untuk penulis yang sedang belajar menulis cerpen).
Cerpen berbahasa Inggris: 6000 karakter + spasi atau sekitar 4 halaman Serial: Harus mengirimkan minimal 5 judul. Panjang naskah tiap judul 13.000-14.000 karakter + spasi atau sekitar 8-10 halaman.
Puisi: khusus untuk murid sekolah
Naskah dikirim ke Jl. Raya Kedoya Duri No.36, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11520. (PO BOX 6148 JKB 66). Telp. 021 5835 9108/ 021 5835 9109/ 021 58359112.
Email: story_magazine@yahoo.com


Hai (majalah remaja)

Menerima naskah cerpen remaja cowok dengan syarat naskah sebanyak 6000-12000 karakter+spasi, ketik 2 spasi, kertas folio/A4 dalam format rtf.
Kirim melalui email dengna subjek CERPEN ke: hai_magazine@gramedia-majalah.com atau de2ayu@yahoo.com


Teen (tabloid remaja)

Menerima cerpen teenlit maksimal 6 halaman A4 ketik 1,5 spasi
Naskah dikirim ke: Redaksi Teen Jl. Guru Mughni No. 2, Karet Kuningan, Jakarta Selatan 12940. Telp. 021 527 6325


AnekaYes! (Majalah Remaja)

Menerima kiriman cerpen remaja. Panjang cerpen maksimal 7 halaman folio, ketik 2 spasi. Sertakan juga surat pernyataan keaslian karya yang ditandatangani penulis. Naskah dikirim ke Jl. Salemba Tengah No.58, Jakarta Pusat 10440. Telp. 021230 6188/ 021 3989 9033
Email: aneka@indosat.net.id
Website: www.anekayess-online.com


Gaul (tabloid remaja)

Menerima kiriman cerpen remaja. Maksimal 8 halaman folio, ketik 1,5 spasi atau sekitar 10.000 karakter.
Naskah dikirim ke Jl. Kedoya Duri Raya No. 36, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11520.
Telp. 021 5835 9109. Email: tabloidgaul@yahoo.com


Keren Beken (tabloid remaja)

Menerima kiriman cerpen remaja. Panjang cerpen maksimal 7 halaman folio, ketik 2 spasi. Sertakan surat pernyataan keaslian karya yang ditandatangani penulis.
Naskah dikirim ke Jl. Salemba Tengah No. 58, Jakarta Pusat 10440. Telp. 021 2306188/ 021 39899030
Email: aneka@indosat.net.id
Website: www.anekayess-online.com


Majalah Gadis (Majalah Remaja)

Menerima naskah cerpen remaja, 6-7 halaman folio, ketik 2 spasi.
Menerima cerpen mini (Rubrik Percikan), maksimal 2 halaman folio, ketik 2 spasi.
Kirim naskah melalui email dengan subjek CERPEN ke: Redaksi.GADIS@feminagroup.com
atau melalui pos, tulis CERPEN di pojok kanan amplop ke: Jl. HR Rasuna Said Blok B Kav 32-33 Jakarta 12910 Telp. 021 526 6666.


Sumber: dari sini
Baca Selengkapnya....!

Sabtu, 18 Februari 2012

TIPS MENEMBUS MEDIA

TIPS MENEMBUS MEDIA (Copas dari Twitter @diankrist alias Dian Kristiani)
By Widya Rosanti in Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang

Berikut inilah TL beliau yang saya rangkum buat disimak teman-teman.

1. Pengen nembus media? Nggak sulit kok. Tapi, kenapa kesannya yang dimuat kok orang itu2 aja? #nembusmedia
2. Apa mereka sohib redaksi? KKN? TTM? Kasian deh kalo kamu berpikiran spt itu. Mereka yg sering dimuat, adalah org2 yg gigih #nembusmedia
3. Percayalah, tulisanmu sulit nembus media kalau kamu ogah baca/pelajari media ybs. Percuma aja kamu punya list alamat media #nembusmedia
4. Kompas Anak, beda banget dng Bobo. Bravo, punya "mesej" tersendiri. Beda pula dng Mombi. Girls, lain lagi, apalagi Kawanku #nembusmedia 5. Demikian juga dng Femina, beda banget ama Kartini. Ummi beda juga, belum lagi Sekar. Jadi, media mana yg akan kau bidik? #nembusmedia
6. Jangan menggampangkan, "Ah, yg penting majalah anak2. Sama aja toh?" No beib, u r totally wrong. #nembusmedia
7. Tulisanku jarang mejeng di media. Karena apa? Aku jarang ngirim. Tapi, biasanya yang kukirim itu dimuat. Yah, kira2 80%-20% lah #nembusmedia
8. Saat aku nulis utk Kartini (dan lsg dimuat bulan dpnnya), aku ke perpus dan baca banyak Kartini. Aku cari tau, gmn gaya Kartini #nembusmedia
9. Juga saat tulisanku dimuat di Girls, aku juga baca bbrp eksemplar Girls. Try to know their taste #nembusmedia
10. Jangan mengeluh, tulisanku kok ga pernah dimuat ya? Kok si A terus yg dimuat?Question: kamu ngirim brp banyak? Only one then stop? #nembusmedia
11. Aku kenal bbrp org yg "merajai" media dng tulisannya. Kutau mrk "menghujani" redaksi dengan naskah. 1 bln bisa 30 naskah #nembusmedia 12. Mrk tak pernah menunggu. Setelah kirim,mrk terus menulis. Jd, jika kmdn terkesan kok naskah mrk dimuat bolak-balik, ya wajar. #nembusmedia
13. Di folderku, malah ada beberapa naskah yg kukirim ke media thn 2009 dan blm dimuat s/d skrg. Aku ga peduli, aku ttp nulis yg lain #nembusmedia
14. Jd kesimpulannya, tak ada rahasia. Pelajari media yg jadi targetmu, tulis naskahmu, kirim, tak usah risau jika blm dimuat, dan terus menulis
15. Oya, antre di media juga cukup lama. Meski ada juga bbrp naskah yg dirasa sesuai moment, lsg dimuat #nembusmedia
16. Alamatnya apa? Brp halaman? Spasi? Font? Itu adalah pertanyaan useless. Baca majalahnya, bila perlu salin cerpennya di words #nembusmedia
17. Ada majalah yg memang tdk mencantumkan syarat teknis. Dan menyalin ke words dilakukan oleh teman2ku si raja dan ratu media #nembusmedia
18. Jd, jika mau dimuat, konsistensi dan persistensi sungguh dibutuhkan. So, what r u waiting for? Mari menulis utk media :) #nembusmedia
19. Sisihkan uang utk membeli media yg jadi target ya? Beli bekas juga gpp. Ke perpus pun OK. #nembusmedia

Tambahan dariku:
20. Kalau udah ngirim tapi belum dimuat, alih-alih ditolak, baca lagi contoh cerpen di media yang bersangkutan, bandingkan dengan naskah kita. Kadang kita ini kepedean dan ngeluh tulisan nggak dimuat tapi begitu di-compare, nyatanya naskah kita nggak bagus.
21. This the more important thing: Read a lot! Ini syarat mutlak. Jangan pernah bercita-cita jadi penulis kalo malas membaca. Jangan pernah berpikir kalau imajinasi muncul dengan sendirinya. Imajinasi kita, sebanding dengan infromasi yang kita serap. Makin banyak membaca, makin mudah kita menghayal.
Oke sementara itu saja. Semoga bermanfaat teman-teman. Membaca tips di atas, nggak susah kan? Yang dibutuhkan hanya persistensi dan kekuatan mental. Jangan gampang nyerah.

Baca Selengkapnya....!

Minggu, 05 Februari 2012

Teknis Standar Pengiriman Naskah dan Alamat Email Koran, Majalah, Jurnal dan Tabloid yang Menerima Kiriman Cerpen/Puisi

Teknis Standar Pengiriman Naskah dan Alamat Email Koran, Majalah, Jurnal dan Tabloid yang Menerima Kiriman Cerpen/Puisi

By Joni Lis Efendi Full in WRITING REVOLUTION

*Copas dari Grup Cerpen Koran Minggu
Oleh Kak Setta di Cerpen Koran Minggu

HAL PERTAMA yang harus diperhatikan seorang penulis sebelum mengirimkan cerpen/puisi ke suatu media adalah kecenderungan tema cerpen/puisi yang biasa dimuat oleh media tersebut. Biasanya sejalan dengan visi dan misi media.

Majalah Ummi, Tabloid Nova, tentu tidak akan memuat cerpen dengan tema remaja yang lagi patah hati dengan gaya tutur gaul seperti loe, gue, apalagi memuat kisah peri hijau dan cinderella. Begitu pula Majalah Bobo, mustahil menerima cerpen dengan tema keluarga dan rumah tangga.

Naskah diketik dalam MS Word, kertas A4, Times New Roman 12, line spacing 1.5, maksimal 10.000 karakter termasuk spasi—tergantung media, disimpan dalam format RTF (Rich Text Format), dan dikirim via file attachment.

Jangan lupa di bagian akhir naskah cantumkan nomer rekening Anda untuk pengiriman honor—jika dimuat, NPWP (nomor pokok wajib pajak—bagi yang sudah punya), alamat email, dan nomer hp.

Pada subjek email untuk pengiriman cerpen ditulis CERPEN: JUDUL CERPEN .

Tulis pengantar singkat-padat-jelas pengiriman cerpen pada badan email. Dan, akan lebih baik jika dalam pengantar ditegaskan tentang lama status cerpen yang dikirim.

“Jika setelah DUA BULAN cerpen ini belum dimuat, maka akan saya kirim ke media lain….”

Selesai.

Tarik nafas dalam-dalam, ucapkan syukur karena telah menyelesaikan sebuah cerpen/puisi dan mengirimkannya ke media. Berdoalah semoga layak muat dan dikirim honornya jika dimuat. Amin. :)

Dan, teruslah (belajar) menulis kreatif lebih baik lagi!

Selatan Jakarta, Gatsu 52-53 Lt.14

17 Januari 2012 09:29 WIB


BERIKUT alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman CERPEN/PUISI. Anda yang mengetahui info terkini terkait alamat-alamat email redaksi dan honor pemuatan cerpen/puisi dimohon bantuannya dengan menuliskannya pada komentar Anda. Terima kasih.

1. Republika
sekretariat@republika.co.id, aliredov@yahoo.com
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair.

2. Kompas
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen/puisi dari redaksi via email. Honor cerpen Rp. 1.100.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), seminggu setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

3. Koran Tempo
ktminggu@tempo.co.id
Biasanya Nirwan Dewanto—penjaga gawang rubrik Cerpen Koran Tempo, meng-sms penulis terkait pemuatan cepen/puisi jika penulis mencantumkan nomer hp di email pengiriman. Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer seminggu setelah pemuatan.

4. Jawa Pos
sastra@jawapos.co.id
Jawa Pos menerima karya-karya pembaca berupa cerpen dan puisi atau sajak. Cerpen bertema bebas dengan gaya penceritaan bebas pula. Panjang cerpen adalah sekitar 10 ribu karakter. Honor cerpen Rp. 900.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer seminggu setelah cerpen/puisi dimuat.

5. Suara Merdeka
swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 9.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 350.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

6. Suara Pembaruan
koransp@suarapembaruan.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

7. Suara Karya
redaksi@suarakarya-online.com, amiherman@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional
tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Seputar Indonesia
redaksi@seputar-indonesia.com, donatus@seputar-indonesia.com
Tidak setiap hari Minggu memuat cerpen. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Pikiran Rakyat
khazanah@pikiran-rakyat.com, ahda05@yahoo.com
Cerpen tayang per dua mingguan. Honor cerpen Rp. 350.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

11. Tribun Jabar
cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

12. Kedaulatan Rakyat
redaksi@kr.co.id, jayadikastari@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Joglo Semar (Yogyakarta)
harianjoglosemar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Minggu Pagi (Yogyakarta)
we_rock_we_rock@yahoo.co.id
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

15. Surabaya Post
redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

16. Radar Surabaya
radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

17. Lampung Post
lampostminggu@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau minta tolong teman yang ada di Lampung untuk mengambilkan ke kantor redaksi.

18. Berita Pagi (Palembang)
huberitapagi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Sumatera Ekspres (Palembang)
citrabudaya_sumeks@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Padang Ekspres
yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

21. Haluan (Padang)
nasrulazwar@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Singgalang (Padang)
hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Riau Pos
budaya_ripos@yahoo.com, habeka33@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

24. Sumut Pos
redaksi@hariansumutpos.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

25. Jurnal Medan
nasibts@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

26. Analisa (Medan)
rajabatak@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Sinar Harapan
redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

28. Jurnal Cerpen Indonesia
jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

29. Majalah Horison
horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

30. Majalah Esquire
cerpen@esquire.co.id
Honor cerpen Rp. 1.000.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

31. Majalah Sabili
elkasabili@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

32. Majalah Suara Muhammadiyah
redaksism@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

33. Majalah Ummi
kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan.

34. Majalah Kartini
redaksi_kartini@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- Sebulan setelah pemuatan honor ditransfer ke rekening penulis.

35. Majalah Alia
majalah_alia@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

36. Majalah Femina
kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat.

37. Majalah Sekar
sekar@gramedia-majalah.com, majalahsekar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit.

38. Majalah Story
story_magazine@yahoo.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 6 bulan sampai setahun. Honor cerpen Rp. 250.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer ke rekening penulis.

39. Majalah Gadis
redaksi.gadis@feminagroup.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 850.000,- ditransfer seminggu setelah majalah terbit.

40. Majalah Annida-online
majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 50.000,- honor epik (cerita kepahlawanan) Rp. 100.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.

41. Majalah Bobo
bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

42. Kompas khusus Cerpen Anak
opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.

43. Tabloid Nova
nova@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

Baca Selengkapnya....!

Senin, 30 Januari 2012

DARI WORKSHOP FIRST NOVEL KE EMPAT

Pada hari Minggu kemarin aku bersama dengan suami berkesempatan mengunjungi Jakarta dalam rangka mengikuti workshop Penulisan First-Novel yang diadakan oleh Penerbit Tiga Serangkai.

Mulanya sempat ragu-ragu antara berangkat atau tidak ketika mengetahui konsep naskah yang aku kirimkan masuk dalam daftar nominasi peserta undangan. Maklumlah, selain tempatnya yang jauh, aku juga harus memikirkan tentang akomodasi dan transportasi. Akan tetapi acara seperti ini sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi untuk bisa menggolkan konsep naskah juga bukan perkara mudah. Banyak sekali penulis yang telah mumpuni yang turut ambil bagian dalam acara ini. Ibaratnya aku ini seperti anak bawang, masih hijau dalam dunia penulisan buku, terlebih buku yang terbit di penerbit besar seperti Tiga Serangkai. Sudah pasti aku akan sangat sayang sekali melewatkan acara ini begitu saja. Dan alhamdulillah berkat dukungan dan dorongan suami akhirnya aku berangkat ke Jakarta. Dan tentu saja dengan diantar oleh suami.

Setelah mendapatkan tiket dari bis Nusantara, maka pada hari Minggu malam pukul 18.30 WIB aku berangkat ke shelter Nusantara di Pecinan. Sempat galau juga karena ketika akan berangkat ‘anak wedok’ tiba-tiba nangis ingin ikut. Semalam menempuh perjalanan di atas bis Nusantara, jam 4 pagi kami pun menginjakkan kaki di kota Jakarta. Tepatnya kami singgah di terminal bis Rawamangun. Hujan sempat turun rintik-rintik di pagi itu. Namun untunglah hujan segera berhenti. Setelah kami melakukan aktivitas pagi seperti mandi, shalat Subuh, sarapan, bingung juga mau kemana. Pastinya tempat workshop juga belum buka. Maka kami pun menunggu di terminal Rawamangun, sekalian nunggu loket tiket dibuka. Karena kami akan langsung booking ticket untuk pulang.

Pagi hari di terminal Rawamangun mengamati aktivitas manusia yang seakan tiada berhentinya. Mendapati lalu lalang manusia dengan tatapan wajah-wajah yang sepertinya kurang bersahabat. Eh, atau akunya yang terlalu sensi, tapi itulah yang aku rasakan. Melihat mobilitas orang-orang yang tak berkesudahan. Semua berjalan serba cepat, serba terburu-buru. Yah dan akhirnya aku pun memaklumi, inilah kota Jakarta. Juga aku harus maklum saat mengisi pulsa yang mana biasanya nominal 20 ribu dijual dengan harga 21 ribu. Namun saat di terminal Rawamangun bisa kena charge sampai 26 ribu. Dan aku pun tertawa saja dengan suami sembari memaklumi inilah Jakarta.

Lalu aku menghubungi teman-temandan juga penyelenggara acara, diantaranya Mbak Windri dari Tiga Serangkai. Minta ijin untuk membawa suami turut ke ruang workshop. Alhamdulillah Mbak Windri welcome banget. Jadi suami nggak perlu bingung lagi harus melakukan apa sementara aku mengikuti workshop.

Pukul delapan pagi aku menuju ke tempat workshop yang akan diselenggarakan di Gedung Rabanni Kerudung. Dan sesuai petunjuk teman-teman aku menuju ke sana dengan menggunakan kendaraan bajaj. Sekali-kalinya ingin juga merasakan naik bajaj. Karena tempatnya terbilang dekat dari Rawamangun. Mau naik taksi takutnya malah di sasar-sasarin seperti dulu. Biasalah, memanfaatkan kesempitan orang lain. Dan ternyata enak juga lho naik bajaj. Apalagi tukang bajaj-nya baik hati mau nunjukin gedung Rabanni. So, terima kasih banyak buat Pak Bajaj yang telah mengantarkan aku ke sana.

Sesampai di Rabanni Kerudung baru satu orang peserta workshop yang hadir, namn tak lama hadir juga mbak Kim Aira dan mbak Firma Sutan. Wow, para penulis terkenal yang namanya kerap menghiasai majalah Bobo. Senang sekali berada di antara mereka. Dan juga teman-teman semuanya.

Dan peserta workshop kali ini benar-benar istimewa. Hampir semua penulis keren yang sudah menerbitkan buku. Apalagi nara sumbernya, Pak Bambang Trim, sang penulis generalis, dan Bunda Ary Nilandary, benar-benar istimewa.

Ilmu-ilmu kepenulisan yang diberikan oleh Pak Bambang dan Bunda Ary juga sangat istimewa. Membuat kita berdecak ‘wow’, ternyata masih ada begitu banyak kelemahan dalam konsep naskah yang kukirimkan. Tetap semangat dan tentu saja harus semangat untuk merevisi. Mudah-mudahan menjadi layak untuk diterbitkan sebagai sebuah buku yang pantas dibaca oleh anak-anak Indonesia.

Tak lupa terima kasih saya sampaikan untuk Mbak Windri dari Tiga Serangkai yang telah menerima dengan baik suami saya yang notabene bukan peserta workshop akan tetapi diperbolehkan untuk ikutan nguping. Bahkan memfasilitasi dengan jatah makan siang. Terima kasih sekali lagi untuk Pak Bambang dan Bunda Ary untuk ilmu kepenulisan yang sangat bermanfaat.

Tautan : Bambang Trim Blog
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 30 Desember 2011

[Tips] Menembus Majalah BOBO ala Benny Rhamdani

Di bawah ini adalah sebuah tulisan cantik yang saya kopas dari blog seorang suhu penerbitan. Benny Rhamdani, dengan senang hati membagikan ilmunya supaya tulisan kita bisa menembus majalah BOBO.

Silahkan disimak,

BENNY RHAMDANI: Saya mulai menulis secara profesional kelas 3 SMP. Karya saya dimuat pertama kali di majalah BOBO. Setelah sekali dimuat, saya makin sering menulis cerpen anak, dan makin sering pula dimuat.

Tertarik menulis di BOBO? Baca dulu majalah BOBO. Kalau bisa, ya berlangganan. Kalau tidak, kunjungi kios majalah bekas. Beli dan bacalah lusinan majalah BOBO agar mengenal betul karakter tulisan yang diterima.

Sedikit tips yang dapat saya bagikan adalah:

1. Karakter/tokoh: jangan terlalu banyak. Singkirkan karakter yang cuman numpang lewat. Cukup 2-3 karakter agar pembaca bisa langsung masuk ke cerita.

2. Timeline jangan terlalu panjang. Hindari dua hari kemudian, enam belas tahun kemudian, dan seterusnya. Manfaatkan teknik kilas balik (singkat). Bobo biasanya kurang suka flashback. Lebih suka kronologis.

3. Langsung masuk cerita dengan pengenalan konflik. Jangan bertele-tele dengan deskripsi.

4. Ending jangan mudah ditebak. Pikirkan ending yang tak biasa. Jangan pernah berpikiran membuat ending yang menggantung.

5. Pikirkan beberapa alternatif setting tempat jika ada satu ide, agar tidak membosankan pembaca. Semakin unik dan jarang diangkat, semakin memperbesar lolos dari persaingan yang ketat.

6. Jangan menggurui secara verbal. Sebisa mungkin kurangi tokoh Ibu atau guru sebagai juru selamat atau penceramah.

7. Latih diksi. Jangan malas buka kamus. Diksi sangat menentukan, sudahkah tulisan kita cocok untuk segmen anak-anak.

8. Sebelum fokus pada spesialisasi genre tertentu, tetap coba menulis beberapa genre. Belum tentu yang kita pilih cocok di mata pembaca/redaksi.

9. Judul jangan asal dan normatf.

10. Hindari kesalahan sekecil apapun dalam penulisan, baik typo maupun EYD. Lakukan self editing.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Be O Be O ... BOBO ... Teman bermain dan belajar ...

SUMBER: Blog Benny
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 23 Desember 2011

FAQ Penulisan Bacaan Anak

Tulisan ini saya copas dari Grup Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang yang ditulis oleh Mbak Dian Kristiani. Semoga bermanfaat.

1. Bagaimana menjaga “mood” supaya tetap konsisten dalam menulis?
Mood bisa datang dan pergi kapan saja. Kalo nunggu mood, bisa-bisa kita nggak nulis. Pasti ada aja alasannya. Yang capek lah, yang rumah kayak kapal pecah lah, yang gak ad aide lah, dll. Yang saya pribadi lakukan selama ini, meski mood lagi nggak bagus, saya tetep nulis. Mungkin tulisannya akan jadi jelek, aneh, garing bin jayus, gak apa-apa. Yang penting saya tetap menulis. Kan, menulis nggak seperti melukis? Kalo melukis kanvas mah nggak bisa direvisi.
Nanti, kalau mood saya udah membaik, biasanya saya edit, revise dan rewrite lagi. Jadi, jangan tunggu mood untuk menulis. Tetaplan menulis, meski lagi PMS. Toh, nanti bisa kita edit lagi. Dan, tulislah apa yang kalian suka. Jika lagi bosan nulis cerita anak, boleh kok nulis yang lain. Percayalah, tak ada naskah yang tak berguna. Folder naskah saya, 90% terpakai, meski itu naskah curhat dewasa, dan saya kirim ke media. Entah dimuat ato kagak, yang penting terpakai kan? Kalo dimuat mah alhamdullilah, sesuatu banget, hihi.

2. Apa rahasia membuat bacaan anak yang bagus?
Rahasianya? Ya bacalah bacaan anak yang bagus. Kalo terbiasa membaca bacaan anak yang jelek, pasti tulisan kita jelek. That simple.

3. Bagaimana menulis naskah tanpa menggurui? (baik naskah Islami, maupun tidak)
Bayangkan saja kita jadi anak kecil, bagaimana membaca cerita yang isinya Bu Guru bla bla bla, ibu bla bla bla…dst? Bisa kok dibikin cerita yang asyik, dan hikmah atau pesannya disampaikan. Boleh saja meminjam mulut orang dewasa, tapi mbok ya caranya diperhalus…smooth gitu loh.
Bisa juga dengan adegan-adegan dalam cerita itu, yang menunjukkan anak menemukan sendiri jawabannya. Anak gak harus melulu disodori jawaban oleh ortu ato guru.

4. Bagaimana membuat cerita berima yang lentur?
Tentukan dulu mau bikin berima apa? Misalnya pengen bikin berima “ing”. Kumpulkan saja semua kata berakhiran “ing” dan tuliskan dalam selembar kertas. Peras ingatanmu untuk mengeluarkan semua kata berakhiran “ing” itu. Nah, jika sudah terkumpul, bolehlah kita mengutak-atiknya. Biasanya, prosesnya akan jadi amat mudah saat kita udah ngumpulin kata berimanya. Untuk variasi rima, bisa liat di www.kamusrima.com

5. Bagaimana cara mengirim naskah ke penerbit luar negeri dengan aman?
Belum pernah ngirim, hihi…jadi maaf, kagak teu. Tapi in my humble opinion sih, sebaiknya kontek saja penerbitnya dan tanyakan kepada mereka bagaimana prosedur pengirimannya. Jika penerbit yang kita tuju cukup besar atau punya nama, insya Allah amanlah. Mereka pasti punya SOP tersendiri, dan gak berani main-main. Entah kalo penerbit tina tini alias tipu sana tipu sini ya.

6. Apa yang akan penulis dapatkan jika naskah kita yang sudah terbit di Indonesia, kemudian terbit di LN?
Kalo di surat perjanjian salah satu penerbit sih, tertulis bahwa penulis akan mendapatkan 50% dari nilai kontrak baru ke LN. Nah, masalahnya, kita kan nggak bisa tau nilai kontrak sesungguhnya berapa? Bisa sih, minta ke penerbit untuk nunjukin perjanjian kerja sama mereka ke LN itu, tapi kalo aku enggak mau ah…berbaik sangka saja. Penerbit yang baik hati tentu tak akan memlekoto penulisnya.

7. Bagaimana kita bisa tahu apakah naskah kita diterima atau ditolak oleh penerbit, tanpa harus meneror penerbit?
Setelah mengirim naskah, ada baiknya kita telepon redaksinya. Tanyakan, apakah naskah saya berjudul A sudah diterima? Jika sudah, kira-kira berapa lama redaksi akan memutuskan naskah saya layak terbit atau tidak? Nah, berdasarkan jawaban mereka, gampang kan kita tau kapan naskah kita akan terbit, atau gone with the wind?
Kalo males nelpon, ya pake cara kuno saja. Tunggu sebulan, gak ada respon? Tanyakan….
Dua bulan, tanyakan lagi, sampe 6 bulan ga ada respon, ya bikin saja surat pernyataan penarikan naskah. Jangan tanya surat ini isinya gimana ya? Bisa dong, bikin surat kayak gini. It’s a piece of cake hehe.

8. Mana yang lebih baik, setia pada penerbit itu2 saja, atau mengirim naskah ke banyak penerbit?
Di awal menulis, aku mengirim naskah ke banyak penerbit. Dari situ aku tahu, mana penerbit yang baik hati, mana penerbit yang “aneh” dan mana penerbit yang malas. Dari situ, seleksi alam pun dilakukan. Di posisiku sekarang, aku sudah berkomitmen pada diriku sendiri, bahwa aku akan LOYAL pada penerbit yang sudah terbukti menerbitkan buku2ku dengan lancar, plus lancar pula membayar royaltinya. Semua naskahku, pertama kali PASTI akan kutawarkan ke penerbit-penerbit itu.
Menurutku, mereka sudah berkinerja baik, dan sudah seharusnya kita mensupport mereka dengan naskah2 ciamik kita.
Namun, aku juga tetap menulis sedikit-sedikit, yang kutujukan untuk penerbit yang “baru” untukku. Bukan untuk penerbit yang sudah melewati seleksi alam dariku. Jujur, penerbit2 yang gak lolos seleksi alam, tak pernah lagi kukirimi naskah. Hehe…kurasa lebih baik aku kirim ke penerbit2 lain untuk menjajaki kemungkinan baru, sambil tetap loyal pada penerbit-penerbit yang telah membesarkan aku.

9. Kenapa naskahku tak pernah dimuat?
Kemungkinannya, naskahmu jelek isi dan jalan ceritanya, naskahmu jelek tata bahasanya, naskahmu jelek cara penulisannya, naskahmu jadul, naskahmu tak ada bedanya dengan naskah-naskah yang sudah dimuat media itu sebelumnya, naskahmu ndak cocok untuk media tersebut (media satu dan lainnya, beda loh “aliran”nya), atau tema yang sama dengan naskahmu udah sering ditemukan di mana-mana. Atau, beberapa orang menulis naskah yang sama ide dan temanya denganmu. Wah, anda kurang beruntung. So, jangan mau jadi penulis yang biasa-biasa saja.

10. Gimana caranya supaya rajin nulis?
Kalo aku pribadi, memang suka menulis sih. Kalo suka, otomatis rajin kan. Suka makan bakso, otomatis rajin nongkrongin abang bakso hehe. Suka ama Bang Ray Sahetapy, otomatis kalo ndak ngliat wajahnya sehari bisa meriang. Demikian dengan menulis, Kalo cinta menulis, pasti rajin kok. Kalo kalian nggak rajin menulis dengan alasan malas, susah dsb, mungkin sebenernya kalian “memaksakan diri” menjadi penulis. Eksplorelah bakat kalian yang lain. Barangkali pemusik, penari, pelukis, atau atlet.

11. Gimana cara memulai membuat cerita anak?
Idem dengan pertanyaan sebelumnya, ya bacalah cerita anak. Dari situ, kamu bisa tahu kok bagaimana memulainya.

12. Gimana supaya cerita tak terhenti di tengah jalan?
Hmmm…kalo mau, bikin saja kerangka karangan sebelum mulai menulis. Begitu terhenti, intip saja kerangka karanganmu. Gampang kan?

13. Bagaimana cara mendapat ide?
Haiyaaaa…ide mah ada di mana-mana. Lalat terbang di hidung kita pun bisa jadi ide. Jadi penulis, harus mengasah panca inderanya dengan baik. Be sensitive booookkk….
Baca buku, baca situasi, baca TV juga bisa jadi ide loh. Tajamkan telinga, dengerkan rumpian tetangga, rumpian anak SD, rumpian tukang sayur, semuanya bisa jadi ide.

14. Bolehkah mengirim ke media lain jika naskah kita tak ada kabar?
Boleh saja, asalkan sebelumnya sudah mengirim SURAT PERNYATAAN MENARIK NASKAH.
Hanya saja, jangan baru ngirim sebulan, lalu udah ngirim surat penarikan. Ntar dipikir kita kagak serius dong.
Kalo dari pengalaman, kan ada tuh yang 1.5 tahun baru diterbitkan. Jadi, kalo kalian mau kirim ke media lain, gimana kalo tunggu 1 tahun dulu ya? Karena biasanya memang antre media itu lama, kecuali naskah kita “istimewa” dalam artian sesuai momen yang mereka cari. Tapi ya terserah, kalo mau narik naskah setelah 6 bulan, up to you. Kalo aku sih, ada yang sampai 2 tahun belum kutarik. Bukan apa-apa…wong aku ya belum tahu itu mau kuapakan? Hehe…penulis malas follow up nih aku.

15. Cerita anak yang bagus tu yang kayak apa? Gimana mengawalinya?
Yang bagus? Ya kayak buku-bukuku itu loh…hahaha…becanda ah! Yang bagus ya tentu cara penyampaiannya empuk, smooth, kata2 sederhana (bukan seadanya) dan tokoh-tokoh yang menarik. Jika ada hikmah atau pembelajaran moral yang hendak disampaikan, ya sampaikan dengan smooth melalui cerita. Bukan dengan petatah petitih secara obvious.
Gimana mengawalinya? Ya itu tadi, baca-baca dulu dong..

16. Baca-baca, baca apa dong? Baca buku siapa?
Misalnya, kamu pengen bikin pictorial book. Ya silakan liat2 pictorial book yang ada di toko. Pelajari, lalu tuliskan. Karya Arleen Amidjaja, Ali Muakhir, Endang Firdaus, bisa jadi acuan.
Kalo pengen bikin novel anak, ya baca Enid Blyton, Roald Dahl, Astrid Lindgren, atau penulis2 luar lainnya yang aku juga kagak tau haha. Kalo lokal, Kang Iwok Abqary, Tria Ayu, Ary Nilandari, dan yang terakhir Pak Deny Wibisono, bagus banget kok buku2nya.
Kalo mau membidik majalah, ya silakan baca Bobo. Girls, Mombi, dll. Pelajari, amati, lalu tuliskan ide2mu dengan gayamu sendiri, namun dengan tema yang pas untuk media yang kamu bidik.

17. Apakah harus mengandung pesan moral?
Cerita yang tidak mengandung pesan moral, bukan berarti IMMORAL. Jadi, tak harus memaksakan diri menyisipkan pesan moral dalam suatu cerita. Bisa saja menyisipkan pengetahuan, atau bahkan hanya just for fun saja. Misalnya, ceritaku tentang Nenek Rambut Panjang. Gak ada pesan moralnya kok, hanya bercerita tentang nenek yang punya rambut amat panjang. So, apakah cerita itu termasuk cerita immoral? PDA alias please dong ah..

18. Berapa lama waktu yang dibutuhkan, mulai dari mengirim sampai dimuat di media?
Jika anda beruntung, 2 hari pun bisa terima kabar. Kalo lagi kurang beruntung, bisa sampe 1.5 tahun.
Kalo ngirim naskah ke penerbit, keputusannya bisa paling cepat dalam hitungan menit, dan yang paling lama kira-kira setahun.

19. Bagaimana batasan untuk menggambarkan kesadisan dalam cerita anak, terutama fabel?
Rantai makanan dalam dunia binatang tidak bisa dihindari. Cicak makan nyamuk, singa makan rusa dll. Sah-sah saja kok dituliskan, tapi jangan dijabarkan secara detil. Misalnya: Singa mencabik-cabik rusa dengan giginya yang tajam. Leher rusa menganga, darah segar mengucur dari sana. Rusa merintih, matanya berkedip-kedip seolah menahan rasa sakit yang amat parah. Pelan-pelan, singa menguliti rusa dll dll. Hiiiiyyyy…..

20. Tips agar naskah lolos ke penerbit?
Kenali karakter buku2 penerbit itu, telpon/email redaksinya, tawarkan naskah kita (yang tentunya senafas dengan mereka) dan kirimkan.
Pastikan naskahmu benar2 rapi, lengkap, dan bagus. Be strong to your script!

21. Bagaimana cara menulis naskah anak supaya sesuai dengan usia yang dibidik?
Amati anak-anak seusia itu. Kalau yang dibidik usia 4-6 tahun, ya bahasanya tentu beda dengan anak usia 8 tahun. Kagak punya anak yang bisa diamati? Kenapa nggak ngamati buku sejenis yang ditujukan untuk usia itu?

22. Bolehkah naskah yang berbeda bahasa, dikirim ke dua media berbeda? Misalnya, Jayabaya dan Kompas?
Setahu saya, syarat mengirim ke media adalah tidak pernah dimuat di media yang lain. Namun, karena ini adalah beda bahasa, mungkin ada baiknya kamu menanyakan ke redaksi ybs. Misalnya, cerpen kamu udah dimuat di Jayabaya, tentu udah kenal dong ama redaksinya? Coba tanyakan dengan sopan, apakah jika naskah ini saya kirimkan ke media lain, masih boleh? Vice versa, saat kita mengirimkannya ke media lain (setelah dpt ijin dari Jayabaya), kasi tau bahwa ini naskah yang udah dimuat oleh Jayabaya, dalam bahasa Jawa. Intinya, komunikasikan semuanya agar tak ada pihak yang merasa tersakiti. Halah…bahasaku, haha..

23. Apakah harus punya seorang illustrator untuk menulis cerita anak?
Tergantung, jika kamu mau nulis untuk media, ya nggak perlu. Mereka punya tim illustrator sendiri. Beda halnya jika kamu mau kirim ke penerbit, dan yang kamu kirim itu pictorial book. Ada baiknya kamu mengirim naskah dilengkapi dengan sample ilustrasi. Supaya penerbit mendapat gambaran, seperti apa sih buku ini nantinya? Namun, andaikata tidak melampirkan sample ilustrasi pun, tak apa-apa kok. Siapa sih yang menolak naskah yang amat baguuuuusss, meski gak pake sample ilustrasi pun penerbit akan dengan ikhlas suka rela menerima naskahmu kok. Nantinya, penerbit akan membantu kita mencari2 ilustrator yang cocok, atau bisa juga dari tim mereka sendiri, atau kita yang disuruh nyari. So, konsentrasi dululah pada naskahmu. Hasilkan naskah yang ciamik, jangan mikiri ilustrasi dulu…nanti malah gak nulis2.

24. Bagi alamat majalah anak dong, atau list penerbit-penerbit yang OK. Yang kagak pake lama, kagak pake ribet, dan lancar bayar royaltinya.
Hmmm…semua alamat majalah, semua alamat penerbit, bisa ditemukan di masing-masing majalah, atau buku terbitan penerbit itu. Silakan dicatat, sekalian dipelajari karakter buku2 dan majalah-majalah itu.
Percayalah, hanya mendapat list tanpa mengetahui karakteristik mereka, percuma.

25. Duit saya cekak, mana bisa beli majalah atau buku2 gitu?
Pernah denger kata “perpustakaan”? Pernah denger kalimat “pasar buku loak”? Atau pernah denger kalimat “numpang baca di lapak majalah, padahal cuma beli koran seharga 2rb?”
Come on, mau dapet ikan gede ya kudu pake umpan gede dong.

26. Enak mana, jual putus ato royalti?
Kalo saya pribadi, melihat siapa penerbitnya. Jika penerbitnya Gramedia group, atau grup lain yang terpercaya (tak ada penulis lain yang mengeluhkan soal royalti), maka saya akan pilih royalti. Dapetnya jauh lebih banyak :)
Kalo penerbitnya penerbit baru, atau penerbit yang samar-samar saya pernah dengar kalo royaltinya hanya sekian puluh ribu, atau cepek cepek doang, saya akan pilih julput. Ndak pusing :)
Juga, tergantung keadaan keuangan. Kalo kantong cekak, pilih julput. Kantong tebal, pilih royalti. Haha...

Baca Selengkapnya....!