Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan
Tampilkan postingan dengan label Lihat Kebunku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lihat Kebunku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Februari 2020

Sanseiveira, Ampuh Usir Bau Tak Sedap

Punya piaraan kucing di rumah tentunya sangat menyenangkan. Binatang ini lucu, sangat bersahabat dengan manusia. Dan yang pasti menyenangkan. Tingkahnya yang menggemaskan bisa jadi penawar lelah setelah penat beraktivitas seharian. Dengan melihat tingkah si kucing sifat manjanya yang suka menggelendot ampuh buat ngusir stress. And it,s work. Trust me…

Tapi kalau ada piaraan kucing di rumah sudah pasti ada resikonya juga. Pup dan pip-nya si meong baunya sungguh tak sedap. Walau kucing sendiri adalah binatang yang bersih. Habis pup atau pis dia pasti akan menimbun kotorannya dengan pasir.



Kalau kita rajin mengganti pasir di litter box kucing sih bau bisa ditanggulangi. Tapi masa iya tiap hari diganti. Bisa jebol kantung buat beli pasir aja dong. Paling nggak kan dibuang kotorannya saja dan pasirnya dipakai lagi setidaknya dua hari. Itupun kadang sudah bau kan.

Don’t worry be happy. Ada cara ampuh buat nanggulangi bau litter box si meong. Taruh saja beberapa pot sanseivera di dekat kandang si kucing. Maka bau acem dari kotoran si meong tak lagi menganggu. Karena tanaman sanseivera ini ampuh lho serap bau tak sedap.

Sudah tahu kan tanaman yang terkenal dengan sebutan lidah mertua ini. Tidak hanya menyerap bau tak sedap, sanseivera juga ampuh serap udara beracun semacam asap rokok, bau sampah, dan bau-bauan tak sedap lainnya. Bentuknya juga indah dipandang.

Menanam sanseivera sangatlah mudah. Kita bahkan bisa menanam dengan hanya memeotong daunnya. Tancapkan pada media tanam, maka sansivera akan tumbuh lebat. Tanaman ini juga tidak memerlukan banyak air untuk tumbuh subur. Di kala tanaman lain kekeringan, si lidah mertua ini masih bisa bertahan lho. Kalau tanah yang dipakai subur, maka hanya dengan beberapa bulan kita sudah harus re-potting . Mengganti pot dengan yang lebih besar. Atau memecah-mecah anakan sanseivera menjadi beberapa pot tanaman baru.

So, ndak usah gusar ya, kalau ada bau tak sedap di rumah. Tanam saja sanseivera ini. Ddan tetap pelihara meong.

Baca Selengkapnya....!

Kamis, 14 Juli 2016

My Little Strawberry, Panen Perdana

Kebun Miniku
Apa kabar My Little Strawberry?

Setelah sukses menangkarkan serumpun strawberry jadi beberapa pot (tepatnya 12 pot) tiba saatnya untuk membuahkan strawberry. Caranya? Sempat mikir juga. By the way nggak sempat tanya-tanya ke Mbah Google. Akhirnya pakai insting saja.

Bunga yang Cantik
Rumpun strawberry yang kemarin ditangkarkan sulur-sulurnya, kini dikonsentrasikan untuk berbuah. Sulur-sulur yang kemarin ditangkarkan sepertinya sudah bisa dipisahkan dari induknya. Jadi sulur-sulur itu dipotong. Alhamdulillah, selang beberapa waktu, sulur-sulur itu bertahan menjadi rumpun yang subur dan indah.

Bakal Buah

Tetap seperti biasa, menyiram tiap pagi dan sore. Supaya my little strawberry tumbuh subur. Tapi nggak rutin juga ding. Karena alhamdulillah lagi nih, meskipun sudah bulan Juli, tetapi langit masih bermurah hati mencurahkan tetesan airnya ke bumi. Sehingga my little strawberry nggak perlu disiram lagi. Terima kasih ya, Allah.


Mulai Memerah
Oh ya, secara berkala, my little strawberry ini juga perlu nutrisi ya. Biar tambah subur. Aku gak pernah pakai pupuk buatan. Takut nggak cocok. Jadi aku pakai saja air cucian beras. Air itu aku siramkan pada my little strawberry.

Dan nggak nyangka. Yang ditunggu, yang dinanti pun tiba. My little strawberry mulai berbunga. Alangkah senangnya hati ini. Luar biasa. Strawberry yang notabene tumbuh di daerah dingin, kini bisa tumbuh di samping rumahku. Berbunga lagi. Mudah-mudahan bunga-bunga ini sukses menjadi buah ya.
Bunga strawberry ini berwarna putih. Menggantung pada tangkai bunga yang tumbuh menjulur dari pangkal batang strawberry. Lumayan, ada 3 sampai 5 bunga. Setelah tiga hari kelopak bunga mulai rontok. Dan tampaklah bakal buah strawberry menyembul dengan indahnya.

Luar biasa. Ternyata strawberry bisa juga berbuah di daerah Demak. Itu pun dengan perawatan yang seadanya. Hanya memanfaatkan sedikit lahan di samping rumah. Dari muncul bunga sampai menjadi buah tak memerlukan waktu yang lama bagi strawberry. Hanya sekitar dua mingguan. Dan strawberry ranum sudah siap untuk dipetik. Strawberry organik yang bebas pupuk kimia.

Siap dipanen
Jadi lebih semangat lagi hendak menangkarkan si little strawberry. Paling tidak buat dikonsumsi sendiri. Anak-anak pasti suka dengan jus strawberry. Suka juga makan strawberry dengan dicocol gula. Strawberry kan banyak mengandung vitamin dan juga antioksidan.

So, here we go my little strawberry.

Baca Juga: My Little Strawberry
Baca Selengkapnya....!

Jumat, 13 Mei 2016

Wijayakusuma, si Cantik yang Misterius

Bunga Wijayakusuma
Pernah mendengar nama bunga wijayakusuma? Apa yang terbayang dalam benak ketika mendengar nama bunga itu? Tentunya terbayang sebuah bunga indah yang penuh misteri. Kenapa penuh misteri? Mungkin karena bunga ini hanya mekar pada waktu malam hari saja. Dan jarang orang tahu, kapan bunga ini mekar. Kendati sudah ditunggui. Dalam arti kata si wijayakusuma ini suka mekar diam-diam. Dan mekarnya hanya sebentar di waktu malam. Seiring dengan semburat sang surya, maka si cantik wijayakusuma pun mulai layu.
Sesaat Sebelum Mekar
Bunga wijayakusuma termasuk dalam anggota tanaman kaktus. Batangnya merupakan daun yang kemudian mengeras. Memiliki nama latin Epiphyllum oxypetalum. Dan karena hanya mekar di malam hari, wijayakusuma sering disebut sebagai ratu malam. Daun tanaman bunga wijayakusuma berbentuk pipih. Dengan tinggi bisa mencapai tiga meter. Namun ada beberapa jenis dari wijayakusuma ini memiliki tinggi yang cukup mini. Bunga wijayakusuma muncul dari tepi daun yang bergerigi. Berbentuk lonceng yang kian lama kian memanjang. Dalam satu tangkai daun bisa terdapat beberapa tangkai bunga. 
Wanginya Lembut Banget...


Kelopak bunga berbentuk roset atau melingkar. Perkembang biakan bunga wijayakusuma bisa dilakukan dengan biji atau stek daun. Sangat mudah. Cukup potong sehelai daun yang cukup tua. Benamkan di media tanam. Selang tak berapa lama dari tepi daun akan muncul tunas-tunas baru.

Untuk jenis wijayakusuma mini pertumbuhannya lebih subur bila di taruh pada pot gantung. Sehingga bunganya juga lebih banyak. Bunga wijayakusuma termasuk rajin berbunga.
Semarak di Malam Hari
Dalam cerita pewayangan, bunga ini merupakan senjata pusaka dari Kresna. Merupakan bunga ajaib yang bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Tapi itu merupakan cerita. Dan fakta mengejutkan karena bunga wijayakusuma ini juga memiliki beragam khasiat. Diantaranya menyembuhkan luka abses, sebagai anti radang, obat batuk dan pendarahan. Khasiat lainnya adalah mengatasi tuberkulosis paru dengan batuk asma, batuk darah dan muntah darah
Ada juga mitos terkait dengan si cantik wijayakusuma ini. Bahwa barang siapa yang menyaksikan bunga ini mekar, maka ia akan memperoleh kebaikan. Bisa berupa rejeki, kesehatan dan semacamnya. Pokoknya berupa keberkahan.

Si Cantik Misterius

Aku bahkan pernah mendengar cerita, seorang kakek rela terkantuk-kantuk di luar rumah pada malam hari. Hanya demi melihat si cantik wijayakusuma ini mekar. Lha namanya bunga mekar kan pelan banget, slow motion begitu. Masa ditungguin. Emang bisa tahu prosesnya? Kan biasanya ujug-ujug telah mekar begitu saja. Kecuali mungkin mau direkam ya.
Sebelum Layu di Pagi Hari
Oh ya, si cantik wijayakusuma ini bila mekar memiliki aroma wangi yang teramat lembut. Tetapi terkadang juga tidak berbau wangi. Mungkin telat momentnya. Karena pernah juga bunga wijayakusumaku mekar banyak sekali. Dan tidak tercium bau wangi. Namun terkadang juga di suatu ketika bunga mekar, ada wangi yang menguar. Jadi mesti ngepasin momentnya kali ya.

Nah, selamat berburu mekarnya bunga wijayakusuma ya. Kalau aku sih mending tak tinggal tidur saja. Bye…

Baca Selengkapnya....!

Jumat, 06 Mei 2016

Anggrek, si Cantik Exotis yang Tahan Lama

Hari libur gini paling asyik nongkrong di kebun yang tak seberapa luas itu. Eh, sebenarnya sih bukan kebun ding. Hanya sekumpulan pot bunga yang diletakkan berjajar. Dan itu pun letaknya di atas dak rumah. Jadi gak bisa dong dibilang kebun.

Tapi walau ada di dak rumah, lumayanlah buat cuci mata. Capek, penat, bete, dijamin bakal ilang kalau sudah nongkrong di kebun kayak gini. Bahkan bisa-bisa jadi lupa waktu.


Dan aku senangnya itu nongkrongin si kembang anggrek. Walau tak banyak koleksi yang aku miliki, dan anggreknya juga anggrek yang murahan, lumayanlah bikin hati senang. Bunganya itu lho. Bisa tahan mekar selama berbulan-bulan. bahkan aggrek dendrobiumku bisa sampai tiga bulan lebih. Dan sampai sekarang masih memamerkan keindahan bunganya. Jadi makin cinta dengan si cantik yang eksotis itu.

Anggrek jenis dendrobium itu memang yang paling mudah dipelihara. Gak perlu perawatan yang beribet. Juga tahan terkena paparan cahaya matahari seperti di kota Demak yang lumayan panas ini. Si Dendrobium enggak protes. Dan masih tetap rajin berbunga. Tapi ya jangan ditaruh dibawah paparan sinar matahari langsung. Kasihan. Mesti ada penghalangnya. Cukup cahaya matahari pagi saja. Karena si Dendrobium ini memerlukan intensitas cahaya antara 70-80 % saja. Kalau kepananasan juga si doi bakalan gosong daunnya. Dan tentu menjadi tidak cantik lagi.

Selain rajin berbunga, perkembangbiakan anggrek dendrobium seperti milikku ini juga cukup gampang. Tinggal pisahkan saja anakkannya dari induknya. Soal media bisa dipilih. Mau ditanam di pot atau langsung ditempel di pakis buat digantung di pohon. Terserah mana yang gampang. Kalau mau tanam di pot bisa pakai media pakis yang dihancurkan. Lalu tambahkan pula kompos. Jangan lupa siram pagi dan sore. Lebih bagus lagi sebelum matahari terbit atau saat matahar terbenam. Sekali-kali kalau pas lagi nyuci beras buat nanak nasi, air cuciannya jangan dibuang. Gunakan saja untuk menyiram anggrek cantik itu. Maka si anggrek akan membalasnya dengan keindahan bunganya.

Hm, kayaknya mesti ditangkarkan lagi nih ya. Supaya semakin semarak kebun kecilku ini.

Baca Selengkapnya....!

Senin, 14 Maret 2016

My Little Strawberry, Dari Satu Tumbuh Seribu

Beberapa waktu lalu saat survey lokasi untuk acara outbound anak-anak TK di nDayu Park Sragen. Pulangnya bawa oleh-oleh. Bukan jajanan atau makanan khas seperti biasanya. Kali ini oleh-olehnya luar biasa. Yakni pohon strawberry. Wah, sudah lama juga pingin nanam strawberry. Apalagi kemarin sempat kecewa juga saat jalan-jalan ke Keteb Pass. Rencana mau wisata petik strawberry tapi gatot. Alias gagal total.

Tapi ya, khayalannya nggak setinggi itu kali ya. Mau coba dulu. Barangkali si strawberry ini mau tumbuh dan berkembang di kota Demak ya hot. Syukur-syukur sih bisa berbuah ya… Karena kata pak penjualnya ini jenis strawberry yang bisa tumbuh di dataran rendah. Beda sama jenis Strawberry yang ada di Malang atau Tawangmangu yang cenderung memiliki iklim lebih dingin dan sejuk.


Menurut penjualnya yang tadi di nDayu Park, strawberry butuh cahaya matahari di pagi hari. Dan hindarkan si strawberry ini dari panas terik secara langsung. Jadi perlu para-para atau peneduh. Jadi sampai rumah, langsung mikir, lokasi mana yang kira-kira bisa cocok sama habitat si strawberry ini. Dan lokasinya ya di samping rumah sisi sebelah timur. Di tempat ini kalau pagi terkena cahaya matahari langsung. Dan jam sepuluh pagi, cahaya matahari sudah bergeser. Jadi mudah-mudahan cocok ya untuk habitat strawberry.

Tak lupa tiap pagi dan sore disiramin. Gak usah banyak-banyak, takut ntar terjadi busuk akar. Jadi ya secukupnya saja. Sampai basah saja. Alhamdulillah nih, si strawberry daunnya mengkilat subur. Tak seberapa lama mulai tumbuh sulur-sulur baru. Kata penjualnya lagi, kalau mau punya banyak pohon strawberry, dari sulur-sulur ini kita letakkan pada polybag yang baru. Setelah sulur ini menancapkan akarnya, bisa kita pisahkan dari indukannya. Wah, jadi bisa punya banyak pohon strawberry nih. Ibaratnya dari satu pohon bisa jadi seribu nih. Tinggal mikir lahannya, cukup atau nggak ya.

Mudah-mudahan pohon strawberryku ini jadi banyak, dan tentu saja berbuah lebat. Biar bisa dipetik manfaatnya, ya.

Baca Selengkapnya....!

Minggu, 20 Desember 2015

Jenis Pisang Pengaruhi Warna pada Bunga Mawar

Mawar Cantikku

Beberapa waktu lalu seperti biasanya. Tiap pagi usai jemur baju, aku pasti cek-cek si bunga mawar. Alhamdulillah, dua kuntum siap mekar di hari itu. Bonus buat pecinta tanaman seperti aku adalah ketika melihat tanamanku berbunga.

Namun ada yang lain ceritanya dari mekarnya si mawar kali ini. Apa ya? Ternyata setelah aku perhatikan, warna bunga mawarku kali ini kelihatan lebih gelap. Kalau kemarin-kemarin warnanya kan merah merona. Tapi mekar kali ini warnanya menjadi merah magenta. Wow, keren.

Warna lebih Gelap
Dengan nutrisi kulit pisang hijau


Lalu aku ingat-ingat, aku kasih nutrisi apa ya buat si mawar kemarin/ seperti biasanya sih, seminggu sekali aku kasih potongan kulit pisang. Dan biasanya aku kasih si mawar kulit pisang raja. Tapi kemarin aku beri dia kulit pisang hijau. Dan rupanya itulah yang membuat warna si mawar jadi berbeda. Ternyata jenis pisang mempengaruhi warna pada bunga mawar.

Warna lebih gelap
Jadi tertarik nih buat nyoba macam-macam jenis pisang buat si mawar. Gak ribet kok. Kita yang makan pisangnya, si mawar kebagian kulitnya. Dan bonusnya kita di kasih lihat bunga-bunga yang semarak dan semerbak mewangi. Jadi kalau makan pisang jangan buang kulitnya sembarangan ya. Bisa bikin orang kepleset. Lebih baik benamkan di media tanam si mawar. Hasilnya….

Lihat dan buktikan sendiri, ya


Nutrisi non kulit pisang hijau





Baca Selengkapnya....!

Jumat, 20 November 2015

Menyelamatkan Adenium dari Busuk Batang

Black Ruby kesayangan
Beberapa waktu lalu, tanaman Adenium saya mengalami busuk batang. Lumayan merisaukan juga. Karena Adenium itu sudah cukup besar. Jadi rasanya eman sekali kalau sampai tidak selamat. Dia adalah Adenium Black Ruby, Adenium pertama saya yang aku beli dalam posisi baru disambung sama nurserinya. Lumayan mahal juga waktu itu. Kebetulan di temapt kami Adenium belum begitu booming.

Bunga Pertama yang mekar dari Black Ruby

Hari demi hari merawat si adenium Black Ruby ini. Sampai sampai sudah waktunya membuka tali sambungan tapi tidak kami lakukan karena takut akan mati. Dan akibatnya batang si Black Ruby ini seperti tercekik. Lama si Black Ruby ini menghiasi teras rumah kami dengan bunganya yang merah merekah bertepi hitam. Sampai si Black Ruby ini tumbuh besar.



Busuk batang yang meresahkan
Dan beberapa waktu lalu, batang si Black Ruby ini tiba-tiba melunak. Tak berapa lama batang yang melunak ini pun mulai membusuk. Daun-daunnya mulai menguning dan rontok satu persatu. Saya tidak tahu penyebabnya. Terlalu banyak terkena siraman, infeksi virus, bakteri atau kenapa. Wah, sempat risau juga. Kawatir si black Ruby ini tidak selamat. Akhirnya saya ingat kalau bawang putih itu ampuh untuk mengatasi virus.

Luka mulai mengering
Maka saya ambil beberapa siung bawang putih. Lalu saya tumbuk dan campur dengan air. Larutan bawang putih ini saya siramkan pada batang black ruby yang membusuk. Sebelumnya bagian yang membusuk ini saya ambil supaya tidak menjalar ke mana-mana. Rutin tiap hari selama seminggu aku lakukan perawatan ini. Bukan itu saja. Sekitar akar juga saya siram pakai larutan bawang putih. Dan beberapa siung bawang putih yang telah saya potong menjadi dua, saya tanam di area pot.
Alhamdulillah, batang black ruby yang semula membusuk, lama-lama mulai mengering. Daun-daunnya pun mulai bersemi kembali. Batangnya juga kembali mengeras. Bukan main senang hati saya. Kini semua tanaman adenimuku rutin saya siram dengan larutan bawang putih tiap satu minggu sekali. Alhasil adenium saya tumbuh sehat dengan bunga yang mekar cantik. Terima kasih bawang putih. Kau telah menyelamatkan black rubyku.
Kembali semarak berbunga
Baca Selengkapnya....!

Selasa, 21 Juli 2015

Kopi dan Kulit Pisang untuk Bunga Mawar


Mawar Cantikku


Mawar merupakan salah satu bunga favoritku. Baunya yang semerbak mewangi jadi daya tarik tersendiri. Selain itu perawatannya yang gampang susah lumayan membuatku penasaran untuk menaklukkan si mawar ini. Beberapa kali sempat menanam bunga mawar. Mulai dari mawar hibrida yang berbunga indah itu. Sampai mawar kampung yang semerbak mewangi. Bisa hidup sih, namun tak bertahan lama. Ada yang mogok berbunga, ada yang mati karena penyakit busuk. Namun semua itu tak menghentikan niatku untuk menanam si ratu bunga ini.

Dari sekian banyak jenis mawar, aku paling suka dengan mawar kampung. Bunganya lebih wangi dibanding mawar hibrida yang dijual di pasar kembang. Naun sayangnya sekarang ini rada susah juga nyari si mawar kampung ini. Jadi begitu jalan-jalan nemu si mawar kampung ini langsung saja menemui yang punya. Minta beberapa stek untuk ditanam. Dengan doa dan harapan yang tinggi. Semoga aku bisa menikmati keindahannya.

Dan alhamdulillah dengan sentuhan cinta, si mawar kampung ini bisa tumbuh. Bukan main senangnya hatiku. Apalagi saat sicantik ini mulai berbunga, wah, rasanya exited sekali. Mau tahu rahasianya si mawar kampung ini bisa tumbuh subur. Boleh percaya boleh tidak, tapi setiap hari aku sempatkan untuk nyamperi si mawar kampung ini. Sembari menyiraminya setiap hari aku sapa dia. Saya ajak bicara tentang harapan-harapanku padanya. Dan tentu saja aku tak lupa berdoa sama Allah semoga berkenan menumbuhkan mawar indah ini untukku. Dan tak lupa pula berburu tips di dunia maya untuk merawat si mawar elok ini.


Beberapa waktu lalu sempat browsing di internet. Sayangnya kehilangan jejak alamat websitenya. Jadi sebelum aku lupa aku coba buat menulisnya lagi. Mudah-mudahan berguna buat para pecinta mawar seperti aku. 

Mekar Semarak Berkat Kulit Pisang

Kalau ingin mawar memiliki bunga yang mekar dengan ukuran lebih besar, ada tips sederhana untuk itu. Mau tahu? Simak ya di bawah ini.


1. Kulit pisang. Kalau kamu lagi makan pisang, jangan buang kulitnya sembarangan ya. Selain bisa membuat orang terpeleset, kulit pisang busuk juga kurang sedap dipandang. Lebih baik kasihkan si kulit pisang ini untuk mempercantik si mawar. Dijamin  bunga si mawar bakalan lebih besar. Karena kulit pisang kaya akan potasium yang akan membuat si mawar lebih tahan terhadap serangan penyakit. Caranya gampang kok. Potong kulit pisang menjadi potongan yang kecil. Setelah itu masukkan dalam kantong plastik selama 2-3 hari. Setelah itu taburkan di sekitar rumpun mawar. Namun jangan tunggu sampai kulit pisang benar-benar membusuk. Bisa juga dengan menguburkan potongan kulit pisang secara langsung di sekitar media tanam si mawar. Kulit pisang akan melepaskan kalium dan memberi makan si mawar cantik ini. 


2. Ampas kopi. Mawar senang tumbuh pada media tanam yang cenderung asam. Dan ampas kopi mampu membuat media basa menjadi asam. Caranya cukup mudah. Larutkan ampas kopi dengan seember air, lalu siramkan pada media tanam si mawar. Lakukan hal itu dua kali setahun. Hal ini untuk menghindari tanaman keracunan kafein. Selain itu bisa juga bubuk kopi langsung ditaburkan pada pokok sekitar si mawar. Namun jangan banyak-banyak ya. 

Kuncup semakin Semarak

Setelah mencoba kedua tips di atas, alhamdulillah bunga mawarku tumbuh lebih subur. Kuncup semakin banyak. Satu batang sampai tiga lhoh. Dan bunganya mekar lebih besar lagi. Selamat mencoba ya.
Baca Selengkapnya....!