Jika sudah mampir silahkan tinggalkan Pesan, Kritik atau Saran pada kolom komentar. Sebagai tanda persahabatan

Sabtu, 17 Juni 2023

Lemon Story: Antara Prinsip Ekonomi ataukah Sebuah Kedzoliman?

Mau sedikit cerita ya...
Kemarin kan aku panen jeruk lemon lumayan banyak tuh. 5 kiloan lebih.
Terus karena banyak nih, aku inisiatif mau nawarin jeruk ke penjual bumbu yang biasa jual jeruk pecel juga.
Sampai sana orangnya welcome. Karena saya sudah sering belanja ke beliau juga untuk beli bumbu-bumbu dapur. Jeruk saya dipuji, wah mbak kok besar-besar banget. Nyenengke gitu katanya.
Aku gak menyebut harga. Karena aku gak ngerti harga pasar. Kalau dengan end user aku jual murah kan 15.000 sekilo. Untuk ukuran harga jeruk lemon segitu itu murah buangeet. Karena aku kalau beli lemon yang kuning itu sekilo bisa dibanderol harga 45.000 bahkan pernah 80k sekilo. Mungkin karena lemonnya naik pesawat jadi mahal.
Ibunya exited dan tanya. Piro mbak?
Saya jawab monggo ibu biasane beli berapa?
Dan you know guys berapa ibu itu nawar harga 5 kilo lemon yang kubawa?
35k per 5 kg. Itu berarti jeruk lemonku hanya dihargai 7ribu per kilo.
Saya langsung ngelus dada. Bukan karena murahnya lemonku dihargai, tapi ingatanku langsung kepada para petani.
Aku teringat bagaimana susahnya mereka bercocok tanam dan begitu tiba masa panen harga jual dijatuhkan. Ya Allah.
Saya tarik saja jeruk lemonku. Gak jadi tak jual sama ibunya. Lha wong kalau aku beli di ibu itu saja lemon sekilo 40ribuan guys.
Kan aku dulu sering beli lemon di ibu itu. Makanya aku tawarkan lemonku ke beliau.
Tapi Ya Allah. Prinsip ekonominya ngena banget guys. 五五五 Nawarnya sadis banget.
Kemarin makku juga jual jeruk lemon ini ke pasar dekat rumah pada bakul bumbon. Masih dihargai 12k per kilo. Lha ini betul-betul sadis banget menurutku. 五五
Dan akhirnya aku hanya bisa berdoa. Ya Allah, pertemukanlah dengan pembeli-pembeli yang tepat dan amanah. 仆仆
Dan alhamdulillah ketika aku ngetik cerita ini beberapa orderan masuk. Matur thank you Ya Allah. 仆仆
Sekian ceritaku untuk hari ini ya guys.
Daripada numpuk dalam benakku lebih baik tak release. Biar gak nyampah di otak.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar