8 KARTU DINAMIT BIKIN TAMBAH SEMANGAT BELAJAR MEMBACA MAS RAKA DAN LULUS SERI BACA 2 HANYA DALAM 2x PERTEMUAN
(Cerita anak didik les saya dulu sy repost kembali)
Setelah 14x pertemuan mas Raka bisa lulus Seri baca 1 dan sudah bisa baca 2-3 kata ketika sistem jejer kartu. Kemarin mas Raka berhasil menyelesaikan box 4 dan 5 di Seri baca 2. Box 4 selesai dalam waktu 5 menit dan box 5 dalam waktu 10 menit (tetap disertai cerita imajinasinya). Dan akhirnya bisa selesai Seri baca 2 hanya dalam 2x pertemuan.
Woww....keren yah mas Raka
Apa siy yang bikin mas Raka bisa cepat selesai seri baca 2nya?
Di Seri Baca 2 ada kartu dinamit yang selalu dinantikan.
Kartu dinamit inilah yang bikin mas Raka tambah semangat belajarnya, karena saya selalu bercerita kisah stroberi yang petunjuknya ada di tiap kartu Dinamit.
Dan ketika saya coba belajar baca pakai jejer kartu, mas Raka pun bisa membacanya. Permainan pun dikreasikan. Mas Raka mengumpulkan 8 kartu Dinamit, dan dia akan memilih 1 kartu setiap bisa membaca kartu yg saya jejer. Makin seru lho permainannya. Dia suka seri 2 ini karena pasti dapat hadiah stroberi dan ga akan dapat zonk yg ada di permainan es krim seri baca 1.
Untuk seorang yang suka berimajinasi seperti mas Raka, cerita tentang stroberi pun langsung dia fahami walau baru pertama kali mendengar ceritanya. Ketika dia memilih kartu dinamit yg ingin dia dengarkan lagi, mas Raka selalu memberikan inti ceritanya di awal seperti ketika memilih kotak nomor 1 dia bilang, "Cerita tentang legenda Stroberi Tante." dan untuk cerita kotak nomor 5 "Ini ceritanya tentang kue stroberi." Dan begitu juga untuk kotak2 yg lainnya.
Senin depan saya belum lanjutkan ke Seri Baca 3. Saya masih ingin mengasah kemampuan baca mas Raka di seri baca 1 dan 2 yang akan kami gabungnkan permainan.
Wah...seperti apa kelanjutan keseruan belajarnya mas Raka pakai ABACA, nantikan cerita selanjutnya ya..
Copy from Sri Atin- Agen Resmi ABACA
bunda Rovi' Nur Andriawati
Bagi yg ingin mencoba ABACA bisa hubungi:
Sri Wahyuti
SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 03 Mei 2017
Selasa, 02 Mei 2017
[Resensi] Kembali Ke Titik Nol
Baru saja selesai membaca buku Kembali ke Titik Nol yang ditulis oleh Saptuari Sugiarto. Dasyat. Buku ini benar-benar luar biasa. Menggedor nurani pembaca untuk melakukan perubahan pada diri sendiri. Tak peduli harus kembali ke titik nol untuk memulai bertransformasi menuju hidup yang lebih baik sesuai dengan tuntunan Illahi.
Sudah lama juga saya membaca tulisan Saptuari yang tersebar di facebook. Dan semakin viral tulisan beliau beredar di Whatshap. Akhirnya karena penasaran googling dan masuk ke dalam grup fb Saptuari yang bertajuk Belajar Wirausaha Bareng Saptuari. Nah, di sanalah ketemu dengan promo buku trilogy yang ditulis oleh Saptuari. Baca reviewnya sedikit, dan karena tampaknya menarik, maka langsung order deh buku itu di kedai Jogist. Eh, nggak langsung juga ding.
Sebelum order buku, nguber dulu di pameran buku. Karena kebetulan saat itu sedang ada pameran buku murah di kotaku. Dan alamak, bukunya gak ada. Jadi ya langsung order saja.
Begitu buku tiba, tak sabaran ingin segera menuntaskan isi buku yang tampaknya sangat bergizi ini. Bagaimana tidak, mataku tidak bisa berhenti untuk menelusuri huruf demi huruf yang berjajar, lembar demi lembar tak sabar ingin segera dibuka dan dituntaskan. Dan seperti promonya di cover muka, buku ini memang luar biasa. Bahasanya ringan namun sarat makna.
Buku ini secara garis besar membahas tentang riba. Dalam buku ini ada juga kisah-kisah para pejuang anti riba yang sudah berhasil kembali ke titik nol untuk memulai perjalanan barunya yang penuh berkah.
Lalu habis baca buku ini langsung menuju cermin besar. Berkaca diri. Ah nggak pakai cermin besar ding. Cukup melakukan flash back. Menelusuri jejak hidup yang telah kulalui. Dan alamak, banyak kali kesalahan yang telah diperbuat. Baik sengaja atau tidak. Dan satu yang mengerikan seperti kata buku ini. Tentang riba dalam kehidupan kita yang sudah bagaikan gurita menjerat kehidupan kita di segala sendi. Dan dosa riba itu ternyata sangatlah ngeribanget. Karena seperti sabda Rasulullah suatu saat ada jaman di mana riba itu sudah menjadi hal yang sangat biasa. Bahkan yang tidak mau terlibat riba minimal akan terkena debunya. Wah, ngeribanget khan. Coba pikir, jaman sekarang ini apa sih yang nggak tersangkut riba? Kredit, cicilan, leasing, bahkan yang namanya nabung pun terkena riba juga bukan?
Karena sunatullah jaman sekarang memang seperti itu. Nah, buku berharga ini mengajak kita paling tidak marilah kita melepaskan diri dari yang namanya jeratan riba. Dan buku ini memuat kisah perjuangan melawan riba, suka duka, berdarah-darah. Dan setelah berhasil, hidup menjadi lebih tentram dan barokah. Allah dan rasulnya sangat membenci riba. Bahkan dalam bagi siapa saja yang masih mainan riba akan ditantang perang oleh Allah. Apa ndak ngeri tuh perang melawan Allah. Lha kita ini ciptaanNya. Masa mau melawan Allah. Ya gak mungkin menang lah. Dan hadiah luar biasa bagi yang sudah bisa meninggalkan riba ini.
Pokokya buku ini full semangat. Wajib punya dan wajib baca. Untuk hidup yang lebih baik.
Next one, Berani jadi Taubater. Kebalik ya,…
Harusnya Berani jadi Taubater dulu yang dibaca…
Judul Buku : Kembali Ke Titik Nol
Penulis : Saptuari Sugiyarto
Penerbit: Delta Saputra
Buku ini pokoknya recomended banget buat kamu...
Baca Selengkapnya....!
Sudah lama juga saya membaca tulisan Saptuari yang tersebar di facebook. Dan semakin viral tulisan beliau beredar di Whatshap. Akhirnya karena penasaran googling dan masuk ke dalam grup fb Saptuari yang bertajuk Belajar Wirausaha Bareng Saptuari. Nah, di sanalah ketemu dengan promo buku trilogy yang ditulis oleh Saptuari. Baca reviewnya sedikit, dan karena tampaknya menarik, maka langsung order deh buku itu di kedai Jogist. Eh, nggak langsung juga ding.
Sebelum order buku, nguber dulu di pameran buku. Karena kebetulan saat itu sedang ada pameran buku murah di kotaku. Dan alamak, bukunya gak ada. Jadi ya langsung order saja.
Begitu buku tiba, tak sabaran ingin segera menuntaskan isi buku yang tampaknya sangat bergizi ini. Bagaimana tidak, mataku tidak bisa berhenti untuk menelusuri huruf demi huruf yang berjajar, lembar demi lembar tak sabar ingin segera dibuka dan dituntaskan. Dan seperti promonya di cover muka, buku ini memang luar biasa. Bahasanya ringan namun sarat makna.
Buku ini secara garis besar membahas tentang riba. Dalam buku ini ada juga kisah-kisah para pejuang anti riba yang sudah berhasil kembali ke titik nol untuk memulai perjalanan barunya yang penuh berkah.
Lalu habis baca buku ini langsung menuju cermin besar. Berkaca diri. Ah nggak pakai cermin besar ding. Cukup melakukan flash back. Menelusuri jejak hidup yang telah kulalui. Dan alamak, banyak kali kesalahan yang telah diperbuat. Baik sengaja atau tidak. Dan satu yang mengerikan seperti kata buku ini. Tentang riba dalam kehidupan kita yang sudah bagaikan gurita menjerat kehidupan kita di segala sendi. Dan dosa riba itu ternyata sangatlah ngeribanget. Karena seperti sabda Rasulullah suatu saat ada jaman di mana riba itu sudah menjadi hal yang sangat biasa. Bahkan yang tidak mau terlibat riba minimal akan terkena debunya. Wah, ngeribanget khan. Coba pikir, jaman sekarang ini apa sih yang nggak tersangkut riba? Kredit, cicilan, leasing, bahkan yang namanya nabung pun terkena riba juga bukan?
Karena sunatullah jaman sekarang memang seperti itu. Nah, buku berharga ini mengajak kita paling tidak marilah kita melepaskan diri dari yang namanya jeratan riba. Dan buku ini memuat kisah perjuangan melawan riba, suka duka, berdarah-darah. Dan setelah berhasil, hidup menjadi lebih tentram dan barokah. Allah dan rasulnya sangat membenci riba. Bahkan dalam bagi siapa saja yang masih mainan riba akan ditantang perang oleh Allah. Apa ndak ngeri tuh perang melawan Allah. Lha kita ini ciptaanNya. Masa mau melawan Allah. Ya gak mungkin menang lah. Dan hadiah luar biasa bagi yang sudah bisa meninggalkan riba ini.
Pokokya buku ini full semangat. Wajib punya dan wajib baca. Untuk hidup yang lebih baik.
Next one, Berani jadi Taubater. Kebalik ya,…
Harusnya Berani jadi Taubater dulu yang dibaca…
Judul Buku : Kembali Ke Titik Nol
Penulis : Saptuari Sugiyarto
Penerbit: Delta Saputra
Buku ini pokoknya recomended banget buat kamu...
Baca Selengkapnya....!
Gadget Potensi Pemicu Mental Hectic
GADGET POTENSI PEMICU MENTAL HECTIC
Gadget adalah suatu piranti praktis yg dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Seperti : Laptop dan telepon seluler.
Mental Hectic adalah suatu kondisi yang bisa ditandai dengan aktivitas yang intens, kebingungan, depresi, cemas
Dokter anak asal Amerika serikat, _Cris Rowan_ dalam tulisannya di *Huffington Post* menyebutkan beberapa dampak buruk Gadget terhadap anak :
1. Tidak fokus, gangguan kognitif, kurang mampu mengendalikan diri, kesulitan belajar
2. Hambatan perkembangan
3. Obesitas
4. Gangguan tidur
5. Penyakit mental
6. Agresif
7. Penurunan daya konsentrasi
8. Ketergantungan
9. Radiasi
10. Edukasi yang tidak berkelanjutan
Ayah Bunda jika anak diusia dini diberikan gadget sebagai mainan maka itu akan berpengaruh terhadap proses pemerolehan bahasa . Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah gangguan pada perkembangan emosi yang menyebabkan mental Hectic.
Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi penggunaan Gadget 📲💻
"Sebaiknya anak usia dini diberikan permainan yg mengharuskan orangtua berinteraksi langsung dg anaknya. Karena interaksi langsung ini, merangsang perkembangan bahasa, kognitif, serta emosi anak.
Abaca Flashcard adalah pilihan tepat sebagai media fun Learning. Metode nya yang privat sangat efektif meningkatkan kemampuan majemuk anak
Referensi : Dery Romadhon ( Pengaruh Gadget terhadap perkembangan anak )
Markom Laskar Abaca Team 11
Untuk informasi dan pemesanan
SMS /WA. 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Gadget adalah suatu piranti praktis yg dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Seperti : Laptop dan telepon seluler.
Mental Hectic adalah suatu kondisi yang bisa ditandai dengan aktivitas yang intens, kebingungan, depresi, cemas
Dokter anak asal Amerika serikat, _Cris Rowan_ dalam tulisannya di *Huffington Post* menyebutkan beberapa dampak buruk Gadget terhadap anak :
1. Tidak fokus, gangguan kognitif, kurang mampu mengendalikan diri, kesulitan belajar
2. Hambatan perkembangan
3. Obesitas
4. Gangguan tidur
5. Penyakit mental
6. Agresif
7. Penurunan daya konsentrasi
8. Ketergantungan
9. Radiasi
10. Edukasi yang tidak berkelanjutan
Ayah Bunda jika anak diusia dini diberikan gadget sebagai mainan maka itu akan berpengaruh terhadap proses pemerolehan bahasa . Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah gangguan pada perkembangan emosi yang menyebabkan mental Hectic.
Peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengawasi penggunaan Gadget 📲💻
"Sebaiknya anak usia dini diberikan permainan yg mengharuskan orangtua berinteraksi langsung dg anaknya. Karena interaksi langsung ini, merangsang perkembangan bahasa, kognitif, serta emosi anak.
Abaca Flashcard adalah pilihan tepat sebagai media fun Learning. Metode nya yang privat sangat efektif meningkatkan kemampuan majemuk anak
Referensi : Dery Romadhon ( Pengaruh Gadget terhadap perkembangan anak )
Markom Laskar Abaca Team 11
Untuk informasi dan pemesanan
SMS /WA. 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Senin, 01 Mei 2017
Digital Nanny
"DIGITAL NANNY"
Yakni fenomena dimana keberadaan gadget seakan menggantikan peran pengasuhan orang tua terhadap anak. Tak sedikit anak-anak yang bisa duduk anteng berjam-jam nonton video atau main games di gadget.
Penelitian telah dilakukan Universitas di kota Leeds dan Universitas Manchester and Institut of Cancer Research di Manchester, Inggris. Mereka menyatakan bahwa syaraf anak masih berkembang dan tengkorak anak masih tipis sehingga anak lebih rentan terserang radiasi dari gadget.
Dr Gary Smalling dalam artikel yang diterbitkan The New York Times juga mengatakan bahwa anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teknologi mengurangi interaksi dan menggangu ketrampilan berkomunikasi.
Anak yang kecanduan gadget berpotensi mengalami ketidakstabilan emosi, ia sering mengabaikan orang yang sedang berbicara padanya, maunya marah-marah sama orangtuanya dan mudah stres.
Makin riskan nggak tuch kalau yang punya balita, masa iya jadi kecanduan gadget ...???
Si imuuuut bisa terpapar radiasi, apatis sama lingkungan, ndak kreatif, belum lagi kalau mata jadi ikutan error plus terkena mental hectic.
Tahukah Bunda, sejumlah ahli teknologi seperti Steve Jobs (Apple) dan Evan Williams (Twitter) justru sangat membatasi akses gadget ke anak-anak mereka dan lebih banyak mengajak anak bereksplorasi lewat kegiatan "dunia nyata" dan membaca buku.
Lalu apa solusinya untuk anak" yang suka gadget...?
Berikan alat stimulus lain yang lebih bermanfaat seperti buku, media edukatif atau kegiatan fisik yang membantu perkembangan otak anak secara aktif.
ABACA FLASHCARD ini salah satu media yang bisa mengimbangi efek gadget. Bahkan sebagian anak dapat meninggalkan gadget setelah kenal ABACA, meski sebagian yang lain sifatnya hanya mengurangi intensitas bermain gadget.
Yuk ....dampingi dan luangkan waktu buat si kecil,....ajak bermain dan belajar dengan ABACA Flashcard, klo kecanduan games yang satu ini sih aman bunda...
Gak cuman bikin pintar tapi seru dan fun. plus anti mental hectic
Laskar abaca 12
Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA Sri Wahyuti
085867486151
Baca Selengkapnya....!
Yakni fenomena dimana keberadaan gadget seakan menggantikan peran pengasuhan orang tua terhadap anak. Tak sedikit anak-anak yang bisa duduk anteng berjam-jam nonton video atau main games di gadget.
Penelitian telah dilakukan Universitas di kota Leeds dan Universitas Manchester and Institut of Cancer Research di Manchester, Inggris. Mereka menyatakan bahwa syaraf anak masih berkembang dan tengkorak anak masih tipis sehingga anak lebih rentan terserang radiasi dari gadget.
Dr Gary Smalling dalam artikel yang diterbitkan The New York Times juga mengatakan bahwa anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teknologi mengurangi interaksi dan menggangu ketrampilan berkomunikasi.
Anak yang kecanduan gadget berpotensi mengalami ketidakstabilan emosi, ia sering mengabaikan orang yang sedang berbicara padanya, maunya marah-marah sama orangtuanya dan mudah stres.
Makin riskan nggak tuch kalau yang punya balita, masa iya jadi kecanduan gadget ...???
Si imuuuut bisa terpapar radiasi, apatis sama lingkungan, ndak kreatif, belum lagi kalau mata jadi ikutan error plus terkena mental hectic.
Tahukah Bunda, sejumlah ahli teknologi seperti Steve Jobs (Apple) dan Evan Williams (Twitter) justru sangat membatasi akses gadget ke anak-anak mereka dan lebih banyak mengajak anak bereksplorasi lewat kegiatan "dunia nyata" dan membaca buku.
Lalu apa solusinya untuk anak" yang suka gadget...?
Berikan alat stimulus lain yang lebih bermanfaat seperti buku, media edukatif atau kegiatan fisik yang membantu perkembangan otak anak secara aktif.
ABACA FLASHCARD ini salah satu media yang bisa mengimbangi efek gadget. Bahkan sebagian anak dapat meninggalkan gadget setelah kenal ABACA, meski sebagian yang lain sifatnya hanya mengurangi intensitas bermain gadget.
Yuk ....dampingi dan luangkan waktu buat si kecil,....ajak bermain dan belajar dengan ABACA Flashcard, klo kecanduan games yang satu ini sih aman bunda...
Gak cuman bikin pintar tapi seru dan fun. plus anti mental hectic
Laskar abaca 12
Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA Sri Wahyuti
085867486151
Baca Selengkapnya....!
Minggu, 30 April 2017
Cerita Bunda Esti
Awalnya saya gak yakin, ternyata saya sudah membuktikannya sendiri pada anak saya yang saat itu usianya 3 tahun 3 bulan, namanya Gagah Umara Fillahh.
Pertama ketemu ABACA, anak ini langsung jatuh hati karena liat ada banyak gambar es krim yang warna-warni. Langsung mau main terus sampai gak mau diajak istirahat (padahal saat itu Ia sedang demam).
Hampir setiap hari, yang dicari adalah mainan es krim ini. Bahkan kadang bangun tidurpun dia udah nenteng2 ABACAnya 😅😅
Meskipun saya harus lebih meluangkan waktu untuk menemaninya bermain dan belajar, tapi saya puas dan luar biasa bahagia ketika anak saya berhasil merampungkan ABACA seri 1 nya dalam waktu hampir 1 bulan.. 😍😍
Dan alhamdulillah lagi, saya harus banyak bersyukur karena ABACA ini anak saya sekarang lagi senang mengobservasi benda2 yang ada disekitarnya dan membuat contoh seperti yang ada di ABACA.
Contoh sederhananya aja, saat menemani ibunya memasak Bakwan Jagung di dapur. Ia langsung berucap " Ibu... Ba- itu untuk Bakwan. Ja- itu untuk Jagung. Ibu pakai Wa- wajan yaa.." Bahkan sampai kebiasaan ini bisa dibawa saat Ia dikamar mandi, saat mau makan, mau tidur..
Menurut saya ABACA itu luar biasa. Dan sayapun akhirnya bisa mengiklan ABACA dari pengalaman anak saya sendiri.. 😍😍
By: Bunda Esti Handayani (20/04/17 - Batch 5 PPA on messanger
Picture By Onie Daulat
Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA Sri Wahyuti
Agen Resmi Abaca Flash Card
085867486151
Baca Selengkapnya....!
Pertama ketemu ABACA, anak ini langsung jatuh hati karena liat ada banyak gambar es krim yang warna-warni. Langsung mau main terus sampai gak mau diajak istirahat (padahal saat itu Ia sedang demam).
Hampir setiap hari, yang dicari adalah mainan es krim ini. Bahkan kadang bangun tidurpun dia udah nenteng2 ABACAnya 😅😅
Meskipun saya harus lebih meluangkan waktu untuk menemaninya bermain dan belajar, tapi saya puas dan luar biasa bahagia ketika anak saya berhasil merampungkan ABACA seri 1 nya dalam waktu hampir 1 bulan.. 😍😍
Dan alhamdulillah lagi, saya harus banyak bersyukur karena ABACA ini anak saya sekarang lagi senang mengobservasi benda2 yang ada disekitarnya dan membuat contoh seperti yang ada di ABACA.
Contoh sederhananya aja, saat menemani ibunya memasak Bakwan Jagung di dapur. Ia langsung berucap " Ibu... Ba- itu untuk Bakwan. Ja- itu untuk Jagung. Ibu pakai Wa- wajan yaa.." Bahkan sampai kebiasaan ini bisa dibawa saat Ia dikamar mandi, saat mau makan, mau tidur..
Menurut saya ABACA itu luar biasa. Dan sayapun akhirnya bisa mengiklan ABACA dari pengalaman anak saya sendiri.. 😍😍
By: Bunda Esti Handayani (20/04/17 - Batch 5 PPA on messanger
Picture By Onie Daulat
Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA Sri Wahyuti
Agen Resmi Abaca Flash Card
085867486151
Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)




