Pernah menemukan anak yang kalo diajari apa aja nangis? Misal disuruh baca IQRO eeh malah nangis. Tahu enggak kenapa anak nangis? Ya, betul sekali bunda, mereka menangis karena stres. Materinya kerasa banget sulitnya, sehingga jadi lupa terus sama materi pelajarannya. Dan buntutnya tertekan.
Ini juga dialami oleh anaknya ummu Junnah yang sebelumnya nggak maju-maju, belajar sampai di huruf "Jim dan kho" tapi ga maju-maju lagi. Stres. Beban sekali belajar seperti itu.
Apakah anak yang stres ini kira-kira akan jadi mencintai ilmu yang dipelajarinya? Jawabnya 100% TIDAK!!! Makanya membuat anak stres ketika belajar itu tidak boleh, baik anak SD SMP SMA, apalagi TK ga boleh stres ketika belajar karena efek sampingnya jadi benci dengan ilmu yang dipelajarinya.
Makanya mencari media yang dapat merangsang anak cinta belajar dan ilmu harus benar-benar tepat, seperti abaca flashcard yang sudah membantu ribuan bunda di seluruh nusantara sukses mengajarkan putra putrinya dengan cara yang tidak bikin stres. Ummi Junnah adalah seorang agen yang juga merasa terbantu setelah mengubah media belajar, beralih ke abaca flashcard. Progres belajarnya pun tinggi, dan hasilnya subhanallah ....
Bunda bisa konsultasi pada kami jika nanti bunda kesulitan mengatasi masalah anak bunda, dan kesulitan dalam penggunaan abaca. Kami siap bantu menganalisis masalah bunda.
MAU SAYA BANTU BUN?
Terima kasih telah membaca pesan ini sampai selesai.
Iklan ini dipersembahkan oleh tim kreatif abaca flashcard.
DAPATKAN SEMUA SERINYA HANYA DI SELURUH AGEN DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD.
ABACA TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU.
Untuk informasi dan pemesanan
SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Sabtu, 12 November 2016
Jumat, 11 November 2016
KALO ADA MASALAH PADA MURID ITU YG DIEDUKASI GURUNYA, BUKAN ILMUNYA YG DIAMPUTASI
Beginilah yang dilakukan abaca. Sejak ada isu tentang pro kontra calistung abaca malah mengadakan training tentang pentingnya kesiapan murid sebelum belajar membaca. Bahkan mengedukasi para guru untuk melakukan pendekatan yang sesuai psikologi anak. Sehingga anak-anak yang sebelumnya bete di sekolah bahkan sampe ada yang menangis saat belajar membaca, kini berbalik kondisinya. Bukannya menangis, malah murid-murid ini jadi kecanduan belajar membaca di kelas bersama Bu guru sampai malas pulang. Mereka betah di sekolah dan menghabiskan waktu bermain abaca bersama Bu Guru. Seperti kisah Bunda Nila, salah satu guru TK di sekolah PAUD di Semarang.
Disamping edukasi ke guru tentang kesiapan anak, kami juga mengenalkan konsep ramah otak abaca flashcard yang terbukti di lapangan membantu banyak murid, mulai murid ABK yang penanganannya spesial. Sebab memang kondisinya berbeda dengan anak umumnya. Tapi juga anak-anak yang sebagian memiliki karakter rumit agar sukses belajar calistung tanpa tekanan dengan progres luar biasa. Semua guru yang tergabung di abaca, diberi edukasi tentang pentingnya memahami karakter anak dan tidak fokus pada hasil.
Alhasil ilmu training dari abaca, menyebar ke guru lainnya juga ke orangtua murid.
Kami telah menyumbangkan ilmu penting untuk menangani persoalan belajar anak usia dini. Tidak cuma belajar calistung tapi juga iqra dan bahasa Inggris.
Anda ingin pula teredukasi? Beli katalog abaca aja dan bisa langsung terdaftar sebagai pemasarnya juga. Katalog abaca berisi ilmu calistung dan sejarah penemuan abaca flashcard juga dilengkapi sekitar 20 problem solving di lapangan tentang calistung usia dini. Atau kalau Anda mau nyemplung total, daftar jadi agen juga boleh.
Yuk Bunda, ikut memajukan sistem pendidikan Indonesia bersama abaca. Agar makin banyak anak Indonesia yang kecanduan belajar dan cinta dengan aktivitas belajar, bahwa jadi pintar ga harus bete. Menjadi pintar dan bahagia bisa banget. Kalo anak stres jangan diamputasi ilmunya donk, tapi edukasi gurunya agar menggunakan pendekatan yg brilliant dan efektif.
GABUNG BERSAMA KAMI SEKARANG UNTUK MENGUBAH PENDIDIKAN INDONESIA.
Untuk informasi
SMS/WA di 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Disamping edukasi ke guru tentang kesiapan anak, kami juga mengenalkan konsep ramah otak abaca flashcard yang terbukti di lapangan membantu banyak murid, mulai murid ABK yang penanganannya spesial. Sebab memang kondisinya berbeda dengan anak umumnya. Tapi juga anak-anak yang sebagian memiliki karakter rumit agar sukses belajar calistung tanpa tekanan dengan progres luar biasa. Semua guru yang tergabung di abaca, diberi edukasi tentang pentingnya memahami karakter anak dan tidak fokus pada hasil.
Alhasil ilmu training dari abaca, menyebar ke guru lainnya juga ke orangtua murid.
Kami telah menyumbangkan ilmu penting untuk menangani persoalan belajar anak usia dini. Tidak cuma belajar calistung tapi juga iqra dan bahasa Inggris.
Anda ingin pula teredukasi? Beli katalog abaca aja dan bisa langsung terdaftar sebagai pemasarnya juga. Katalog abaca berisi ilmu calistung dan sejarah penemuan abaca flashcard juga dilengkapi sekitar 20 problem solving di lapangan tentang calistung usia dini. Atau kalau Anda mau nyemplung total, daftar jadi agen juga boleh.
Yuk Bunda, ikut memajukan sistem pendidikan Indonesia bersama abaca. Agar makin banyak anak Indonesia yang kecanduan belajar dan cinta dengan aktivitas belajar, bahwa jadi pintar ga harus bete. Menjadi pintar dan bahagia bisa banget. Kalo anak stres jangan diamputasi ilmunya donk, tapi edukasi gurunya agar menggunakan pendekatan yg brilliant dan efektif.
GABUNG BERSAMA KAMI SEKARANG UNTUK MENGUBAH PENDIDIKAN INDONESIA.
Untuk informasi
SMS/WA di 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Jumat, 04 November 2016
Prasangka dalam Pembelajaran Calistung Anak Usia Dini
Ketika berita ttg calistung usia dini menyebar dg porsi yg tidak proporsional, banyak orang tidak mengamalkan hadist nabi utk menjauhi prasangka atau dugaan atau asumsi. Bahkan tanpa mencari tahu usia berapakah calistung mulai diterapkan di negara2 maju yang ternyata di negara maju penerapan calistungnya pun beragam. Ada yg 4 tahun atau 5 tahun (Inggris dan Amerika Serikat), ada yg 6 tahun (Denmark), bahkan ada yg 7 tahun (Finlandia), dll.
Ada 3 parameter penting yg memengaruhi apakah anak akan senang atau tertekan ketika menerima materi huruf yaitu metode yg digunakan, guru yg mengajar, serta faktor kesiapan anak. Artinya, beda guru, beda metode, beda kesiapan anak MAKA AKAN BEDA HASIL. Jadi berhati2lah dalam memilih media, jangan sampai memilih media yg materinya berat. Kalo abaca flashcard beda, materinya diklasifikasikan sedemikian rupa agar mudah dikuasai anak dan dilengkapi game yg kesulitannya terukur. Dan jadilah guru yg sabar dan bijak dg mengetes kesiapan anak sebelum belajar membaca agar hasil maksimal.
Diambil dari http://www.today.com/parents/your-baby-can-read-claims-overblown-experts-say-2D80555479 yg menyatakan bahwa para ahli literasi dari 10 universitas terkemuka di Amerika Serikat menyebutkan pelajaran membaca bisa dimulai ketika anak usia 4 atau 5 tahun. Bahkan sebuah artikel dari surat kabar terkemuka, huffingtonpost menyebutkan, "Banyak ahli literasi dari Amerika yang berpendapat bahwa anak usia 4 atau 5 tahun sudah harus distimulasi dg bbrp 'building block of reading' atau skill dasar yg diperlukan utk belajar membaca spt mengenal huruf2 dalam alfabet dan bunyinya." Bunda Erwin Triwahyuni, termasuk bunda cerdas yg tidak memercayai prasangka shg meskipun termasuk orang yg menentang calistung usia dini, Bunda Erwin berani mencoba abaca flashcard. Hasilnya benar2 di luar perkiraan. Putri Bunda Erwin nyandu belajar tiap hari dan ga mau berhenti sebelum dapat 10 es krim, dan materinya masuk ke otak tanpa beban. Amazing. Lalu beliau memutuskan menjadi agen abaca sebab abaca ternyata berbeda dari metode2 lainnya.
DAPATKAN SEMUA SERINYA HANYA DI AGEN RESMI DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD
ABACA FLASHCARD TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU.
Iklan dipersembahkan oleh tim kreatif abaca flashcard
Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Ada 3 parameter penting yg memengaruhi apakah anak akan senang atau tertekan ketika menerima materi huruf yaitu metode yg digunakan, guru yg mengajar, serta faktor kesiapan anak. Artinya, beda guru, beda metode, beda kesiapan anak MAKA AKAN BEDA HASIL. Jadi berhati2lah dalam memilih media, jangan sampai memilih media yg materinya berat. Kalo abaca flashcard beda, materinya diklasifikasikan sedemikian rupa agar mudah dikuasai anak dan dilengkapi game yg kesulitannya terukur. Dan jadilah guru yg sabar dan bijak dg mengetes kesiapan anak sebelum belajar membaca agar hasil maksimal.
Diambil dari http://www.today.com/parents/your-baby-can-read-claims-overblown-experts-say-2D80555479 yg menyatakan bahwa para ahli literasi dari 10 universitas terkemuka di Amerika Serikat menyebutkan pelajaran membaca bisa dimulai ketika anak usia 4 atau 5 tahun. Bahkan sebuah artikel dari surat kabar terkemuka, huffingtonpost menyebutkan, "Banyak ahli literasi dari Amerika yang berpendapat bahwa anak usia 4 atau 5 tahun sudah harus distimulasi dg bbrp 'building block of reading' atau skill dasar yg diperlukan utk belajar membaca spt mengenal huruf2 dalam alfabet dan bunyinya." Bunda Erwin Triwahyuni, termasuk bunda cerdas yg tidak memercayai prasangka shg meskipun termasuk orang yg menentang calistung usia dini, Bunda Erwin berani mencoba abaca flashcard. Hasilnya benar2 di luar perkiraan. Putri Bunda Erwin nyandu belajar tiap hari dan ga mau berhenti sebelum dapat 10 es krim, dan materinya masuk ke otak tanpa beban. Amazing. Lalu beliau memutuskan menjadi agen abaca sebab abaca ternyata berbeda dari metode2 lainnya.
DAPATKAN SEMUA SERINYA HANYA DI AGEN RESMI DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD
ABACA FLASHCARD TIDAK DIJUAL DI TOKO BUKU.
Iklan dipersembahkan oleh tim kreatif abaca flashcard
Untuk Informasi dan Pemesanan
SMS/WA 085867486151
Baca Selengkapnya....!
Kamis, 03 November 2016
Workshop Dongeng dan Dolanan Tradisional (2)
Okey, hari ini kita bertemu lagi di workshop hari kedua tentang permainan tradisional dan dongeng. Dan hari kedua ini kita akan membahas tentang dongeng bersama Kak Khempo Antaka. Beliau merupakan dosen seni rupa dari Semarang. Selain itu beliau tentu saja adalah seorang pendongeng.
Jam delapan acara worshop dongeng dimulai dengan aneka permainan oleh Kak Khempo. Dan tak lupa juga membahas tentang dongeng. Betapa pentingnya sebuah dongeng dalam dunia anak-anak. Dengan dongeng, anak-anak diajak untuk berimajinasi mengolah rasa dan juga daya piker. Selain itu dongeng juga sangat penting untuk proses pembentukan karakter anak.
Seorang anak kecil terkadang tidak mempan dinasehati . Namun melalui dongeng yang menarik dan berkarakter, anak-anak bisa dengan mudahnya menerima nasihat melalui pesan tersirat yang disampaikan melalui dongeng.
Kita sebagai orang tua tentunya sangat miris melihat anak-anak kita banyak meniru tontonan yang ada di televisi. Dengan mudahnya anak-anak kecil itu meniru jagoan yang mereka tonton. Dan tak jarang mereka meniru hal-hal negative seperti tindak kekerasan, bulliying dan sebagainya. Tontonan-tontonan di televisi kita sangat idak baik untuk anak-anak. Meskipun yang ditayangkan itu adalah film anak-anak. Terlebih lagi film-film yang bertemakan keajaiban. Sungguh sangat tidak mendidik anak-anak kita.
Bagaimana tidak? Di sekolahan kita mengajarkan anak-anak untuk bersikap tangguh, pantang menyerah dalam menyelesaikan kesulitan. Namun saat sampai di rumah mereka disuguhi tontonan serba ajaib yang sekali ayun tongkat maka keinginan anak-anak itu akan terpenuhi. Itu sama saja mengabaikan pendidikan karakter yang kita terapkan di sekolah. Dalam tontonan itu anak-anak diajarkan untuk memeiliki sesuatu secara instan. Hmm, ada baiknya mulai sekarang kita kurangi acara nonton tv untuk anak-anak. Dan kalau perlu tinggalkan sama sekali. Ganti dengan kegiatan produktif yang lebih merangsang imajinasi kreatif bagi anak-anak. Seperti membaca buku, dan mendengarkan dongeng.
Dan ngomong-ngomong tentang dongeng, Kak Khempo Antaka ini jagonya. Teknik mendongengnya okey. Sehingga selama seharian para peserta workshop serasa tersihir sehingga enggan untuk meninggalkan tempat duduknya.
Apalagi dalam workshop dongeng itu Kak Khempo juga tidak pelit dalam berbagi ilmu tentang cara mendongeng. Mulai dari teknik medongeng yang baik untuk kegiatan di dalam kelas maupun untuk ajang lomba mendongeng. Selain itu Kak Khempo juga mengajari peserta workshop untuk membuat berbagai macam karakter suara dalam mendongeng. Kita diajari bagaimana membuat suara gajah, ayam jantan berkokok, ayam betina, suara ayah, suara nenek, suara anak-anak, suara angin, ombak, petir, boom, ambulance, dan lain sebagainya. Tidak hanya diajari lho, namun peserta juga diajak praktik langsung. Pokoknya seru.
Selain praktik membuat berbagai jenis karakter suara, peserta workshop juga diajak untuk membuat cerita sederhana dan mempraktikkannya.
Dan di penghujung acara Kak Khempo dengan keahliannya mendongeng untuk para peserta workshop. Luar biasa pelatihan hari itu. Banyak sekali ilmu yang didapat. Tinggal pengaplikasiannya di sekolahan nanti.
Sampai jumpa di acara workshop selanjutnya ya…
Salam…
Baca Selengkapnya....!
Jam delapan acara worshop dongeng dimulai dengan aneka permainan oleh Kak Khempo. Dan tak lupa juga membahas tentang dongeng. Betapa pentingnya sebuah dongeng dalam dunia anak-anak. Dengan dongeng, anak-anak diajak untuk berimajinasi mengolah rasa dan juga daya piker. Selain itu dongeng juga sangat penting untuk proses pembentukan karakter anak.
Seorang anak kecil terkadang tidak mempan dinasehati . Namun melalui dongeng yang menarik dan berkarakter, anak-anak bisa dengan mudahnya menerima nasihat melalui pesan tersirat yang disampaikan melalui dongeng.
Kita sebagai orang tua tentunya sangat miris melihat anak-anak kita banyak meniru tontonan yang ada di televisi. Dengan mudahnya anak-anak kecil itu meniru jagoan yang mereka tonton. Dan tak jarang mereka meniru hal-hal negative seperti tindak kekerasan, bulliying dan sebagainya. Tontonan-tontonan di televisi kita sangat idak baik untuk anak-anak. Meskipun yang ditayangkan itu adalah film anak-anak. Terlebih lagi film-film yang bertemakan keajaiban. Sungguh sangat tidak mendidik anak-anak kita.
Bagaimana tidak? Di sekolahan kita mengajarkan anak-anak untuk bersikap tangguh, pantang menyerah dalam menyelesaikan kesulitan. Namun saat sampai di rumah mereka disuguhi tontonan serba ajaib yang sekali ayun tongkat maka keinginan anak-anak itu akan terpenuhi. Itu sama saja mengabaikan pendidikan karakter yang kita terapkan di sekolah. Dalam tontonan itu anak-anak diajarkan untuk memeiliki sesuatu secara instan. Hmm, ada baiknya mulai sekarang kita kurangi acara nonton tv untuk anak-anak. Dan kalau perlu tinggalkan sama sekali. Ganti dengan kegiatan produktif yang lebih merangsang imajinasi kreatif bagi anak-anak. Seperti membaca buku, dan mendengarkan dongeng.
Dan ngomong-ngomong tentang dongeng, Kak Khempo Antaka ini jagonya. Teknik mendongengnya okey. Sehingga selama seharian para peserta workshop serasa tersihir sehingga enggan untuk meninggalkan tempat duduknya.
Apalagi dalam workshop dongeng itu Kak Khempo juga tidak pelit dalam berbagi ilmu tentang cara mendongeng. Mulai dari teknik medongeng yang baik untuk kegiatan di dalam kelas maupun untuk ajang lomba mendongeng. Selain itu Kak Khempo juga mengajari peserta workshop untuk membuat berbagai macam karakter suara dalam mendongeng. Kita diajari bagaimana membuat suara gajah, ayam jantan berkokok, ayam betina, suara ayah, suara nenek, suara anak-anak, suara angin, ombak, petir, boom, ambulance, dan lain sebagainya. Tidak hanya diajari lho, namun peserta juga diajak praktik langsung. Pokoknya seru.
Selain praktik membuat berbagai jenis karakter suara, peserta workshop juga diajak untuk membuat cerita sederhana dan mempraktikkannya.
Dan di penghujung acara Kak Khempo dengan keahliannya mendongeng untuk para peserta workshop. Luar biasa pelatihan hari itu. Banyak sekali ilmu yang didapat. Tinggal pengaplikasiannya di sekolahan nanti.
Sampai jumpa di acara workshop selanjutnya ya…
Salam…
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 02 November 2016
Workshop Dongeng dan Dolanan Tradisional (1)
Selama dua hari ke depan yakni Rabu dan Kamis tanggal 2 dan 3 Nopember 2016, saya berkesempatan mengikuti workshop permainan tradisional dan dongeng. Workshop ini diselenggarakan oleh GOPTKI Kabupaten Demak. Bertempat di Pendopo Kabupaten Demak. Yang diikutii oleh sekitar 550 peserta dari kalangan pendidik PAUD se-Kabupaten Demak.
Hari pertama workshop tentang Permainan Tradisional yang diisi oleh Dr. Agus Cahyono dari UNNES Semarang. Beliau merupakan dosen seni. Dan dulu juga pernah menjadi dosen saya saat belajar di Universitas Terbuka.
Tema permainan tradisional ini cukup menarik. Mengingat untuk jaman sekarang ini permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan oleh anak-anak. Anak-anak jaman sekarang lebih senang bermain game di HP, computer atau menonton televisi. Permainan semasa saya kecil seperti Gobak Sodor, sunda mandah,jamuran di bawah terang bulan sudah lama ditinggalkan.
Padahal permainan tersebut sangat bagus untuk membentuk karakter anak. Dalam permainan tradisional itu ada unsure kerja sama, solidaritas, juga olah kinestetik. Sungguh sangat berbeda dengan permainan soliter yang dilakukan anak sekarang melalui gadget. Dan permainan-permainan modern itu justru berpotensi merusak mental anak. Karena dalam permainan modern itu tak jarang mengajarkan kekerasan, brutalisme, pornografi, dan sebagainya. Selain itu bermain game lewat gadget juga kurang baik untuk kesehatan anak. Karena anak hamper tidak bergerak untuk melakukan olah fisik. Dan sinar dari gadget itu juga berpotensi merusak mata.
Dengan adanya workshop ini diharapkan guru-guru PAUD akan menghidupkan kembali permainan tradisional melalui muatan-muatan bidang perkembangan dalam dunia pendidikan Anak Usia Dini. Sehingga anak-anak usia dini itu diharapkan akan mencintai kembali permainan tradisional seperti Sunda Mandah, Gobak Sodor atau Jamuran.
Dalam acara workshop ini tidak hanya membahas teori permainan tradisional saja. Namun juga ada praktik langsung berkreasi membuat aneka macam permainan tradisional. Dalam hal ini guru-guru dibagi per kecamatan. Sehingga ada 14 grup yang akan unjuk kebolehan dalam melakukan permainan tradisional.
Tak ayal lahu seperti Padhang Mbulan, Jamuran, Sluku-Sluku Bathok, Gundhul-Gundhul Pacul kembali berkumandang di ruangan pendapa Kabupaten Demak di hari itu.
Dan workshop untuk hari pertama ini berakhir pada pukul 16.00 WIB. Senang sekali bisa mengikuti workshop ini. Selain menambah pengetahuan, juga kembali bertemu dengan teman-teman lama semasa kuliah dari kecamatan lainnya. Dan tentu saja saya sudah tidak sabar menantikan workshop hari kedua yang akan membahas tentang dongeng untuk anak. Kali ini bersama dengan Kak Khempo Antaka.
Okey, sampai jumpa di acara workshop dongeng besok pagi ya…
Baca Selengkapnya....!
Hari pertama workshop tentang Permainan Tradisional yang diisi oleh Dr. Agus Cahyono dari UNNES Semarang. Beliau merupakan dosen seni. Dan dulu juga pernah menjadi dosen saya saat belajar di Universitas Terbuka.
Tema permainan tradisional ini cukup menarik. Mengingat untuk jaman sekarang ini permainan tradisional sudah banyak ditinggalkan oleh anak-anak. Anak-anak jaman sekarang lebih senang bermain game di HP, computer atau menonton televisi. Permainan semasa saya kecil seperti Gobak Sodor, sunda mandah,jamuran di bawah terang bulan sudah lama ditinggalkan.
Padahal permainan tersebut sangat bagus untuk membentuk karakter anak. Dalam permainan tradisional itu ada unsure kerja sama, solidaritas, juga olah kinestetik. Sungguh sangat berbeda dengan permainan soliter yang dilakukan anak sekarang melalui gadget. Dan permainan-permainan modern itu justru berpotensi merusak mental anak. Karena dalam permainan modern itu tak jarang mengajarkan kekerasan, brutalisme, pornografi, dan sebagainya. Selain itu bermain game lewat gadget juga kurang baik untuk kesehatan anak. Karena anak hamper tidak bergerak untuk melakukan olah fisik. Dan sinar dari gadget itu juga berpotensi merusak mata.
Dengan adanya workshop ini diharapkan guru-guru PAUD akan menghidupkan kembali permainan tradisional melalui muatan-muatan bidang perkembangan dalam dunia pendidikan Anak Usia Dini. Sehingga anak-anak usia dini itu diharapkan akan mencintai kembali permainan tradisional seperti Sunda Mandah, Gobak Sodor atau Jamuran.
Dalam acara workshop ini tidak hanya membahas teori permainan tradisional saja. Namun juga ada praktik langsung berkreasi membuat aneka macam permainan tradisional. Dalam hal ini guru-guru dibagi per kecamatan. Sehingga ada 14 grup yang akan unjuk kebolehan dalam melakukan permainan tradisional.
Tak ayal lahu seperti Padhang Mbulan, Jamuran, Sluku-Sluku Bathok, Gundhul-Gundhul Pacul kembali berkumandang di ruangan pendapa Kabupaten Demak di hari itu.
Dan workshop untuk hari pertama ini berakhir pada pukul 16.00 WIB. Senang sekali bisa mengikuti workshop ini. Selain menambah pengetahuan, juga kembali bertemu dengan teman-teman lama semasa kuliah dari kecamatan lainnya. Dan tentu saja saya sudah tidak sabar menantikan workshop hari kedua yang akan membahas tentang dongeng untuk anak. Kali ini bersama dengan Kak Khempo Antaka.
Okey, sampai jumpa di acara workshop dongeng besok pagi ya…
Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)




