Melanjutkan tentang cerita jalan-jalan kemarin. Sehabis dari Air Terjun Monthel, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Tirta Samudra Bandengan. Sudah lama juga aku tidak menginjakkan kaki di sana. Terakhir pergi ke Pantai Bandengan bersama anak-anak setahun yang lalu. Aku selalu senang berada di sana.
Angin laut sepoi-sepoi, air laut yang bening dan pasir pantai yang putih bersih telah membuatku jatuh hati pada pantai itu. Tak bosan rasanya untuk pergi ke sana lagi dan lagi.
Perjalanan dari Gunung Muria ke Pantai Bandengan memakan waktu yan glumayan lama juga. Hampir dua jam. Tapi kami sengaja berjalan santai. Dengan harapan sore hari kami sampai di sana. Jadi suasana tak begitu panas. Alhasil pukul setengah tiga kami tiba di sana. Membeli tiket seharga Rp5.000,- per orang. Pengunjung saat itu bejubel. Maklumlah ini kan musim liburan. Jadi Pantai Tirta Samudra merupakan tempat pilihan mengisi libur panjang bagi warga Jepara, Demak dan sekitarnya. Walau tak menutup kemungkinan banyak juga pengunjung dari daerah lain.
Ada yang baru dari Pantai Tirta Samudra ini. Yakni dibangunnya tanggul sepanjang pantai. Selain itu dermaganya juga lebih bagus. Dermaga yang akan membawa pengunjung ke Pulau Panjang bagi yang senang naik perahu.
Anak-anak sudah tak sabaran ingin segera turun ke laut. Si kecil sedari tadi sudah ribut. Ada juga peraturan baru di sini. Para pengunjung yang hendak melakukan mandi laut diwajibkan memakai pelampung. Jadi nyewa ban sekaligus pelampung juga. Demi keamanan.
Aku hanya melihat anak-anak pada bermain air. Aku nggak bisa ikut karena lagi nggak memungkinkan untuk turun ke air. Padahal ingin sekali. Tapi tak apalah. Melihat anak-anak begitu gembira, hati sudah senang. Sementara itu Bapak, ibu dan ibu mertua mengawasi kami sambil duduk-duduk di bawah pohon. Hmm, liburan yang menyenangkan. Berharap mudah-mudahan selalu bisa membawa keluarga besar untuk pergi berlibur. Kebersamaan yang membahagiakan.
Hari sudah sore kala anak-anak naik ke darat. Setelah melakukan mandi bilas kami melanjutkan perjalanan pulang. Maksud hati kami ingin menunggu sunset, tapi takutnya akan kemalaman sampai di rumah. Padahal sore hari justru banyak pengunjung berdatangan. Mungkin mereka warga sekitar, atau muda-mudi yang sedang memadu cinta hendak menikmati sunset berdua. Benar-benar romantis.
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. Semoga.
Baca Selengkapnya....!
Minggu, 07 Juli 2013
Sabtu, 06 Juli 2013
SATURDAY VACATION [1]
Liburan semester ini sepakat mau mengajak anak-anak naik gunung. Dan pilihan jatuh ke Muria. Selain lokasinya dekat dari rumah, juga anak-anak belum pernah diajak ke sana. Barangkali cuma si sulung yang dulu pernah ngikut mbahe ziarah wali songo. Maka setelah mencari waktu yang tepat, berangkatlah kami di hari Sabtu. Mulanya kita mau berangkat hari Minggu, tapi seorang sepupu yang berencana mau ikut ada briefing Penerimaan Siswa Baru. Jadi kita ngalah berangkat ke gunung dimajukan hari Sabtu.
Pukul 6 pagi anak-anak sudah bersiap. Tinggal menunggu para sepupu yang hendak ikut. Wah, rame jadinya. Kami berangkat melalui Kudus. Cuaca yang tak begitu panas benar-benar mendukung kegiatan jalan-jalan pagi ini.
Tujuan pertama ke Gunung Muria. Ini adalah kunjunganku yang ketiga. Sekali ikut rombongan bapak waktu baru lulus SMA. Dan sekalinya ikut rombongan remaja masjid di tempatku. Dan terakhir aku ke sini, aku terpisah dari rombongan. Karena teman-teman remaja masjid berencana ke air terjun Montel tetapi mereka tidak memberi tahu aku. Alhasil aku bete menunggu di parkiran bis.
Setelah melalui satu jam perjalanan, Gunung Muria mulai tampak di depan mata. Anak-anak begitu gembira. Jalan berkelok yang dilalui membuat mereka menjerit kecil karena di sisi kanan kami adalah jurang menganga. Setelah sampai di parkiran, suasana cukup ramai dengan para peziarah. Maklum, sebentar lagi bulan Ramadhan. Dan biasanya aktivitas ziarah terhenti. Jadi sebelum memasuki Ramadhan para penyuka wisata religi ini memuaskan diri melakukan perjalanan ziarah.
Rencananya aku mau jalan kaki saja untuk naik ke makam Sunan Muria. Tapi bujukan tukang ojeg begitu gencar. Sehingga aku nyerah. Akhirnya ngojeg untuk naik ke puncak. Lagipula aku mendengar kalau naik ojeg itu pemandangannya lebih fantastis. Sedangkan kalau jalan kaki, kita hanya nemui pedagang yang berderet di sisi kiri kanan jalan. Sama sekali nggak asyik. Jadi kuputuskan untuk naik ojeg.
Dan pengalaman naik ojeg naik ke Muria, benar-benar tak terlupakan. Pemandangannya memukau mata. Ingin rasanya mengabadikan semua itu dengan lensa kamera. Tetapi jalan yang sempit, menanjak dan berliku mau tak mau membuat jantung serasa empot-empotan. Apalagi tukang ojegnya main kebut saja. Sehingga tak jarang putri kecilku berpegangan erat sekali. Benar-benar memacu adrenalin.
Tak terbayang deh kalau sampai jatuh. Karena di sisi kami jurang menganga lebar. Hmm, benar-benar pengalaman luar biasa. Sampai di pos ojeg atas keringat dingin membanjir bercampur dengan hawa sejuk pegunungan. Akan tetapi pengalaman ini betul-betul tak terlupakan.
Usai melakukan ziarah ke makam Sunan Muria, kami turun ke parkiran. Rencananya kami mau ke Air Terjun Monthel. Kami turun melalui jalan setapak yang biasa dipergunakan para peziarah. Melewati para pedagang yang menawarkan dagangannya. Di sini aku begitu penasaran dengan buah parijoto. Buah yang biasa dikonsumsi oleh wanita hamil yang konon bisa membuat anak yang dikandung menjadi rupawan. Itu adalah mitos yang beredar di masyarakat. Dan kendati nggak lagi hamil, aku beli saja dua tangkai. Penasaran dengan rasanya yang ternyata sungguh tidak enak. Sepet banget. Selain itu aku juga terpesona dengan buah delima yang besar-besar itu. Harganya cukup mahal. Sepuluh ribu sebiji. Atau aku yang nggak bisa nawar. Entahlah.
Selain buah delima aku juga membeli dua biji pamelo seharga lima belas ribu serta dua buah sirsat. Hmm, buah sirsat di sini cantik-cantik. Benar-benar matang di pohon. Jadinya turun ke bawah dengan barang bawaan yang semakin berat. Apalagi putriku nggak mau diajak santai. Maunya lari terus mengejar kakak-kakaknya yang sudah ada di depan.
Setelah sampai di parkiran kami istirahat sejenak. Habis itu langsung tancap gas lagi naik ke Air terjun Monthel. Ibu mertuaku memutuskan tidak ikut. Begitu juga ibuku. Tetapi melihat semangat anak-anak, akhirnya ayah dan ibuku memutuskan untuk ikut naik. Pingin lihat juga katanya. Baru melalui tanjakan yang super berat dekat masjid, ibuku sudah nggak kuat, dan akhirnya memutuskan naik ojeg. Kalau aku mah kapok naik ojeg. Ngos-ngosan dikit nggak apa-apa. Kami mendaki dengan berjalan kaki. Dari tanjakan menuju Montel kami bisa melihat jalur yang kami lalui saat naik ke Makam Sunan Muria. Baik itu jlur pejalan kaki ataupun jalur ojeg. Subhanallah, jalurnya benar-benar berliku. Dari kejauhan kelihatan para tukang ojeg hilir mudik menyusuri punggung gunung membawa penumpang naik ke Makam Sunan Muria.
Kami naik ke Monthel melalui jalan pintas. Wah, sempat cemas juga, mengingat tadi Bapak dan Ibu naik ke Monthel naik ojeg. Takutnya mereka akan kesasar. Tapi kami terus saja. Pemandangan di kanan kiri kami sangat luar biasa. Hutan perawan dengan pepohonan yang rimbun. Jalan setapaknya lumayan bagus. Sampai di pos penjagaan kami membeli tiket seharga Rp5.000,-
Sampai di atas, ternyata Bapak dan Ibu sudah menunggu. Katanya mereka diberi tahu tukang ojeg arah ke Monthel. Syukurlah. Setelah menyusuri jalan setapak dari kejauhan terdengan gemericik air terjun. Di bawah sana sudah ramai pengunjung. Kebanyakan anak-anak muda. Mereka padha mandi di bawah air terjun. Anak-anakku juga kelihatan gembira. Tak sabaran segera ingin turun ke air terjun. Tapi karena baju ganti kami tertinggal di mobil, kami tidak berani berbasah-basah ria. Cukup main air yang begitu bening dan dingin. Tak lupa juga foto-foto.
Kalau ada yang cukup mengganggu kesenangan kami itu adalah para pedagang yang maksa kita buat beli jajanannya. Selain itu dua warung yang ada sebelum turun ke air terjun juga begitu mengganggu pemandangan. Kok mendirikan warung di situ sih ya??
Usai bersenang-senang di bawah air terjun kami kembali ke parkiran. Rencana selanjutnya ke Pantai Bandengan. Wow, rindu banget dengan pantai berpasir putih itu.
Bersambung.
Baca Selengkapnya....!
Pukul 6 pagi anak-anak sudah bersiap. Tinggal menunggu para sepupu yang hendak ikut. Wah, rame jadinya. Kami berangkat melalui Kudus. Cuaca yang tak begitu panas benar-benar mendukung kegiatan jalan-jalan pagi ini.
Tujuan pertama ke Gunung Muria. Ini adalah kunjunganku yang ketiga. Sekali ikut rombongan bapak waktu baru lulus SMA. Dan sekalinya ikut rombongan remaja masjid di tempatku. Dan terakhir aku ke sini, aku terpisah dari rombongan. Karena teman-teman remaja masjid berencana ke air terjun Montel tetapi mereka tidak memberi tahu aku. Alhasil aku bete menunggu di parkiran bis.
Setelah melalui satu jam perjalanan, Gunung Muria mulai tampak di depan mata. Anak-anak begitu gembira. Jalan berkelok yang dilalui membuat mereka menjerit kecil karena di sisi kanan kami adalah jurang menganga. Setelah sampai di parkiran, suasana cukup ramai dengan para peziarah. Maklum, sebentar lagi bulan Ramadhan. Dan biasanya aktivitas ziarah terhenti. Jadi sebelum memasuki Ramadhan para penyuka wisata religi ini memuaskan diri melakukan perjalanan ziarah.
Rencananya aku mau jalan kaki saja untuk naik ke makam Sunan Muria. Tapi bujukan tukang ojeg begitu gencar. Sehingga aku nyerah. Akhirnya ngojeg untuk naik ke puncak. Lagipula aku mendengar kalau naik ojeg itu pemandangannya lebih fantastis. Sedangkan kalau jalan kaki, kita hanya nemui pedagang yang berderet di sisi kiri kanan jalan. Sama sekali nggak asyik. Jadi kuputuskan untuk naik ojeg.
Dan pengalaman naik ojeg naik ke Muria, benar-benar tak terlupakan. Pemandangannya memukau mata. Ingin rasanya mengabadikan semua itu dengan lensa kamera. Tetapi jalan yang sempit, menanjak dan berliku mau tak mau membuat jantung serasa empot-empotan. Apalagi tukang ojegnya main kebut saja. Sehingga tak jarang putri kecilku berpegangan erat sekali. Benar-benar memacu adrenalin.
Tak terbayang deh kalau sampai jatuh. Karena di sisi kami jurang menganga lebar. Hmm, benar-benar pengalaman luar biasa. Sampai di pos ojeg atas keringat dingin membanjir bercampur dengan hawa sejuk pegunungan. Akan tetapi pengalaman ini betul-betul tak terlupakan.
Usai melakukan ziarah ke makam Sunan Muria, kami turun ke parkiran. Rencananya kami mau ke Air Terjun Monthel. Kami turun melalui jalan setapak yang biasa dipergunakan para peziarah. Melewati para pedagang yang menawarkan dagangannya. Di sini aku begitu penasaran dengan buah parijoto. Buah yang biasa dikonsumsi oleh wanita hamil yang konon bisa membuat anak yang dikandung menjadi rupawan. Itu adalah mitos yang beredar di masyarakat. Dan kendati nggak lagi hamil, aku beli saja dua tangkai. Penasaran dengan rasanya yang ternyata sungguh tidak enak. Sepet banget. Selain itu aku juga terpesona dengan buah delima yang besar-besar itu. Harganya cukup mahal. Sepuluh ribu sebiji. Atau aku yang nggak bisa nawar. Entahlah.
Selain buah delima aku juga membeli dua biji pamelo seharga lima belas ribu serta dua buah sirsat. Hmm, buah sirsat di sini cantik-cantik. Benar-benar matang di pohon. Jadinya turun ke bawah dengan barang bawaan yang semakin berat. Apalagi putriku nggak mau diajak santai. Maunya lari terus mengejar kakak-kakaknya yang sudah ada di depan.
Setelah sampai di parkiran kami istirahat sejenak. Habis itu langsung tancap gas lagi naik ke Air terjun Monthel. Ibu mertuaku memutuskan tidak ikut. Begitu juga ibuku. Tetapi melihat semangat anak-anak, akhirnya ayah dan ibuku memutuskan untuk ikut naik. Pingin lihat juga katanya. Baru melalui tanjakan yang super berat dekat masjid, ibuku sudah nggak kuat, dan akhirnya memutuskan naik ojeg. Kalau aku mah kapok naik ojeg. Ngos-ngosan dikit nggak apa-apa. Kami mendaki dengan berjalan kaki. Dari tanjakan menuju Montel kami bisa melihat jalur yang kami lalui saat naik ke Makam Sunan Muria. Baik itu jlur pejalan kaki ataupun jalur ojeg. Subhanallah, jalurnya benar-benar berliku. Dari kejauhan kelihatan para tukang ojeg hilir mudik menyusuri punggung gunung membawa penumpang naik ke Makam Sunan Muria.
Kami naik ke Monthel melalui jalan pintas. Wah, sempat cemas juga, mengingat tadi Bapak dan Ibu naik ke Monthel naik ojeg. Takutnya mereka akan kesasar. Tapi kami terus saja. Pemandangan di kanan kiri kami sangat luar biasa. Hutan perawan dengan pepohonan yang rimbun. Jalan setapaknya lumayan bagus. Sampai di pos penjagaan kami membeli tiket seharga Rp5.000,-
Sampai di atas, ternyata Bapak dan Ibu sudah menunggu. Katanya mereka diberi tahu tukang ojeg arah ke Monthel. Syukurlah. Setelah menyusuri jalan setapak dari kejauhan terdengan gemericik air terjun. Di bawah sana sudah ramai pengunjung. Kebanyakan anak-anak muda. Mereka padha mandi di bawah air terjun. Anak-anakku juga kelihatan gembira. Tak sabaran segera ingin turun ke air terjun. Tapi karena baju ganti kami tertinggal di mobil, kami tidak berani berbasah-basah ria. Cukup main air yang begitu bening dan dingin. Tak lupa juga foto-foto.
Kalau ada yang cukup mengganggu kesenangan kami itu adalah para pedagang yang maksa kita buat beli jajanannya. Selain itu dua warung yang ada sebelum turun ke air terjun juga begitu mengganggu pemandangan. Kok mendirikan warung di situ sih ya??
Usai bersenang-senang di bawah air terjun kami kembali ke parkiran. Rencana selanjutnya ke Pantai Bandengan. Wow, rindu banget dengan pantai berpasir putih itu.
Bersambung.
Baca Selengkapnya....!
Jumat, 05 Juli 2013
MENGENANG BU GURU SEPUH
Pada hari Jum’at tanggal 5 Juli 2013, kami para guru TK Muslimat NU sepakat mengadakan perjalanan untuk acara perpisahan salah satu guru kami yang purna tugas. Ibu Guru sepuh yang biasa kami panggil Mbah Yi memasuki usia purna tugas. Berat hati kami melepas beliau pensiun. Kebersamaan yang tercipta selama ini telah terjalin indah sebagaimana layaknya keluarga besar.
Terlebih untuk diriku. Kendati baru dua tahun aku mengenal beliau. Namun selama dua tahun itu Bu guru sepuh adalah patnerku dalam pembelajaran. Beliau Guru Pendampingku yang selalu memotivasi dan tidak pelit berbagi ilmu kepada para guru baru seperti diriku. Dari beliau aku banyak belajar. Sungguh pengabdian dan perjuangan beliau akan selalu aku kenang.
Semangatnya dalam mengajar anak-anak melebihi para guru muda. Pengabdian dan ketulusannya patur diacungi jempol. Beliau tetap penuh semangat kendati hanya berstatus sebagai guru wiyata bhakti. Aku merasa benar-benar kehilangan patner kerja yang begitu ngemong diriku.
Untuk menghargai pengabdian beliau selama puluhan tahun sebagai guru di TK Muslimat NU Demak, pada hari Jum’at itu kami melepas masa istirahat beliau dengan pergi berekreasi bersama. Diikuti seluruh guru beserta pengurus TK Muslimat NU Demak. Tujuan pertama kali hendak outbond di Magelang. Tapi dipikir-pikir kok padha males. Jadi kami pergi ke Umbul Tlatar di Boyolali. Bertujuh belas kami berdesak-desakan menuju Tlatar dengan menumpang sebuah mobil Elf. Kami berangkat dari Demak pukul 07.30 WIB.
Sampai di Tlatar hari sudah siang. Kami langsung menuju rumah makan apung. Aku menyebutnya apung karena dibawah tempat kami duduk banyak sekali ikan berenang-renang. Mulai dari yang kecil mungil sampai yang segede bantal. Sayang airnya nggak begitu bening. Sehingga foto si ikan kurang begitu jelas.
Sambil mengikuti sedikit acara perpisahan, kami memesan makan siang dengan menu andalan ikan gurami bakar. Mantap, kendati untuk itu dana yang dkeluarkan cukup besar untuk ukuran aku. Kaget juga pas lihat tagihan akhirnya. Yo wis-lah. Sekali ini, demi bu guru sepuh.
Suasana menjadi penuh haru saat kami bersama-sama menyanyikan lagu perpisahan. Tak urung mata kami berkaca-kaca. Mengingat masa-masa kebersamaan kami selama ini. Peluk dan cium haru mewarnai acara di siang yang mengharu biru itu.
Usai pesta makan siang, maksud hati hendak berenang. Akan tetapi tempat kurang memungkinkan. Kolam renangnya kecil. Dan penuh dengan anak ABG. Jadi acara renang terpaksa dibatalkan. Padahal dari rumah sudah siap baju ganti. Pukul 2 siang kami meninggalkan Umbul Tlatar. Tujuan berikutnya kalau nggak ke Kopeng ya Bandungan.
Di Salatiga, tepatnya di tempat penjual wajan, kami berhenti. Maklumlah emak-emak, lihat barang keperluan dapur pasti bikin ngiler. Lumayan lama juga kami berhenti di sana. Padha borong wajan sama bunga artifisial untuk menghiasi rumah jelang lebaran. Ck,ck,ck.
Setelah dari Salatiga, kami langsung menuju ke Bandungan. Kala itu hari sudah sore. Tapi kami tetap menuju ke sana. Sampai di Bandungan sudah pukul 4. Kolam renang sudah tutup. Kami bergegas shalat Asar. Setelah itu hati tak tahan lagi hendak berkeliling pasar Bandungan. Gemse lihat aneka sayuran segar yang banyak dijajakan di sana. Hm, benar-benar seperti orang kalap nih. Borong sayuran murah dan berkualitas.
Aku sendiri membeli sekilo brokoli segar. Harganya cuma Rp. 11.000,-/kilo. Dapatnya 6 tangkai. Waduh, padahal biasanya di Demak untuk setangkai brokoli aku harus mengeluarkan uang sekitar lima ribuan. Hm, Bandungan gitu lhoh. Berapa coba tranport dari Demak ke Bandungan?
Alhasil setelah berkeliling pasar Bandungan, mobil kami jadi penuh sesak. Teman-teman banyak yang borong sayuran dan juga buah. Memang menyenangkan sih belanja sayur di pasar Bandungan. Lain kali mau dong ke sini lagi.
Pukul 17.30 WIB kami baru meninggalkan Bandungan. Gak tahu jam berapa bakalan sampai di Demak. Padahal yang di rumah juga sudah calling-calling. Tapi yang namanya kumpul sama teman-teman ya ngikut sajalah.
Mudah-mudahan acara ini cukup mengesankan untuk Bu Guru Sepuh. Untuk Bu Djuriyah, selamat beristirahat. Kami tidak akan pernah melupakanmu. Perjuanganmu akan selalu kami kenang. Kerja keras yang telah kau persembahkan demi TK Muslimat NU akan selalu kami kenang.
Selamat Tinggal Bu Guru Sepuh. Seperti lagu yang tadi kita nyanyikan. Kita pisah hanya di lahirnya. Di hati kita tetaplah satu. Karena janji kita satu. Dalam hati kita tetap ingat. Akan jasa-jasamu. Pun tak lupa aku bersyukur padamu Tuhanku yang luhur.
Baca Selengkapnya....!
Terlebih untuk diriku. Kendati baru dua tahun aku mengenal beliau. Namun selama dua tahun itu Bu guru sepuh adalah patnerku dalam pembelajaran. Beliau Guru Pendampingku yang selalu memotivasi dan tidak pelit berbagi ilmu kepada para guru baru seperti diriku. Dari beliau aku banyak belajar. Sungguh pengabdian dan perjuangan beliau akan selalu aku kenang.
Semangatnya dalam mengajar anak-anak melebihi para guru muda. Pengabdian dan ketulusannya patur diacungi jempol. Beliau tetap penuh semangat kendati hanya berstatus sebagai guru wiyata bhakti. Aku merasa benar-benar kehilangan patner kerja yang begitu ngemong diriku.
Untuk menghargai pengabdian beliau selama puluhan tahun sebagai guru di TK Muslimat NU Demak, pada hari Jum’at itu kami melepas masa istirahat beliau dengan pergi berekreasi bersama. Diikuti seluruh guru beserta pengurus TK Muslimat NU Demak. Tujuan pertama kali hendak outbond di Magelang. Tapi dipikir-pikir kok padha males. Jadi kami pergi ke Umbul Tlatar di Boyolali. Bertujuh belas kami berdesak-desakan menuju Tlatar dengan menumpang sebuah mobil Elf. Kami berangkat dari Demak pukul 07.30 WIB.
Sampai di Tlatar hari sudah siang. Kami langsung menuju rumah makan apung. Aku menyebutnya apung karena dibawah tempat kami duduk banyak sekali ikan berenang-renang. Mulai dari yang kecil mungil sampai yang segede bantal. Sayang airnya nggak begitu bening. Sehingga foto si ikan kurang begitu jelas.
Sambil mengikuti sedikit acara perpisahan, kami memesan makan siang dengan menu andalan ikan gurami bakar. Mantap, kendati untuk itu dana yang dkeluarkan cukup besar untuk ukuran aku. Kaget juga pas lihat tagihan akhirnya. Yo wis-lah. Sekali ini, demi bu guru sepuh.
Suasana menjadi penuh haru saat kami bersama-sama menyanyikan lagu perpisahan. Tak urung mata kami berkaca-kaca. Mengingat masa-masa kebersamaan kami selama ini. Peluk dan cium haru mewarnai acara di siang yang mengharu biru itu.
Usai pesta makan siang, maksud hati hendak berenang. Akan tetapi tempat kurang memungkinkan. Kolam renangnya kecil. Dan penuh dengan anak ABG. Jadi acara renang terpaksa dibatalkan. Padahal dari rumah sudah siap baju ganti. Pukul 2 siang kami meninggalkan Umbul Tlatar. Tujuan berikutnya kalau nggak ke Kopeng ya Bandungan.
Di Salatiga, tepatnya di tempat penjual wajan, kami berhenti. Maklumlah emak-emak, lihat barang keperluan dapur pasti bikin ngiler. Lumayan lama juga kami berhenti di sana. Padha borong wajan sama bunga artifisial untuk menghiasi rumah jelang lebaran. Ck,ck,ck.
Setelah dari Salatiga, kami langsung menuju ke Bandungan. Kala itu hari sudah sore. Tapi kami tetap menuju ke sana. Sampai di Bandungan sudah pukul 4. Kolam renang sudah tutup. Kami bergegas shalat Asar. Setelah itu hati tak tahan lagi hendak berkeliling pasar Bandungan. Gemse lihat aneka sayuran segar yang banyak dijajakan di sana. Hm, benar-benar seperti orang kalap nih. Borong sayuran murah dan berkualitas.
Aku sendiri membeli sekilo brokoli segar. Harganya cuma Rp. 11.000,-/kilo. Dapatnya 6 tangkai. Waduh, padahal biasanya di Demak untuk setangkai brokoli aku harus mengeluarkan uang sekitar lima ribuan. Hm, Bandungan gitu lhoh. Berapa coba tranport dari Demak ke Bandungan?
Alhasil setelah berkeliling pasar Bandungan, mobil kami jadi penuh sesak. Teman-teman banyak yang borong sayuran dan juga buah. Memang menyenangkan sih belanja sayur di pasar Bandungan. Lain kali mau dong ke sini lagi.
Pukul 17.30 WIB kami baru meninggalkan Bandungan. Gak tahu jam berapa bakalan sampai di Demak. Padahal yang di rumah juga sudah calling-calling. Tapi yang namanya kumpul sama teman-teman ya ngikut sajalah.
Mudah-mudahan acara ini cukup mengesankan untuk Bu Guru Sepuh. Untuk Bu Djuriyah, selamat beristirahat. Kami tidak akan pernah melupakanmu. Perjuanganmu akan selalu kami kenang. Kerja keras yang telah kau persembahkan demi TK Muslimat NU akan selalu kami kenang.
Selamat Tinggal Bu Guru Sepuh. Seperti lagu yang tadi kita nyanyikan. Kita pisah hanya di lahirnya. Di hati kita tetaplah satu. Karena janji kita satu. Dalam hati kita tetap ingat. Akan jasa-jasamu. Pun tak lupa aku bersyukur padamu Tuhanku yang luhur.
Baca Selengkapnya....!
Sabtu, 29 Juni 2013
Awas! Jajanan Berbahaya untuk Anak-Anak.
Bakso goreng, es warna, es infus, dan telor gulung adalah sebagian dari banyak jajanan yang sering dijual di sekitar sekolah-sekolah dan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Berikut ini jenis jajanan anak yang sering dijual di sekolah-sekolah.
1. Jajanan utama: bakso, siomay, mie goreng, lumpia basah, batagor, pempek, gado-gado, dan mie ayam.
2. Minuman: es campur, es cendol, es warna, es infus, es krim, dan es mambo.
3. Kue dan warna camilan: agar-agar,jeli, kerupuk, kue ape, apem, bakwan, tahu goreng, pisang goreng, spageti kering, telor dadar, telor gulung, dan bihun.
4. Buah-buahan: semangka, papaya, rujak melon, mangga dan jambu.
Jenis jajanan tersebut, menurut penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sebagian mengandung bahan kimia berbahaya dan hampir 50% tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan. Masih menurut BPOM, dari 163 sampel jajanan anak yang diuji di 10 provinsi, sebanyak 80 sampel atau 50%-nya tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, seperti mengandung bahan kimia berbahaya, tidak mengindahkan kebersihan, dan tidak memenuhi ketentuan.
Bahan kimia berbahaya yang sering dijumpai dalam pangan jajanan anak sekolah di antaranya sebagai berikut.
1. Formalin, adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembalsaman (pada mayat), pembasmi hama tanaman dalam pertanian, dan untuk pembasmi lalat serta serangga lainnya. Bahan kimia ini banyak dijumpai dalam mie basah, bakso, sosis, tahu, buah-buahan dan lainnya.
2. Boraks, merupakan senyawa kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen, mengurangi kesadahan air, dan bersifat antiseptic. Boraks biasanya dijumpai dalam mie basah, bakso, kerupuk, dan lainnya.
3. Methanyl yellow, adalah zat warna sintetis yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Methanyl yellow biasanya terdapat dalam kerupuk, tahu, mie, pisang goreng, dan pangan jajanan lain yang berwarna kuning.
4. Rhodamin B, adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industry tekstil dan kertas. Rhodamin B biasanya terdapat dalam jajanan yang berupa kerupuk, es puter, es sirup dan lainnya.
Nah, mulai sekarang, para orang tua harus lebih memantau anak-anak mengenai jajanannya. Selain beberapa bahan di atas yang harus diwaspadai oleh kita, jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah seharusnya bebas pula dari bahaya fisik, seperti adanya rambut, kuku, perhiasan, serangga mati, batu atau kerikil, potongan ranting atau kayu, pecahan gelas atau kaca, potongan plastic, dan potongan kaleng; bahaya kimia seperti cemaran bahan kimia, pestisida, cat, minyak tanah, dan bahan kimia berbahaya lainnya; juga terbebas dari bahaya biologis seperti mikroba pathogen: virus, parasit, kapang, dan bakteri. Bahaya biologis ini dapat terjadi karena cara pengolahan pangan yang tidak higienis (tidak memperhatikan kebersihan pada saat mengolah pangan).
Ada beberapa cara yang barangkali dapat membantu Anda mendeteksi jajanan anak tanpa harus pergi ke laboratorium.
1. Ciri-ciri jajanan yang mengandung formalin
a. Teksturnya kenyal, keras, mengilap, berminyak dan tidak mudah hancur;
b. Tahan lama jika disimpan agak lama (awet);
c. Tidak berlendir;
d. Bau menyengat seperti asam format;
e. Tidak dihinggapi lalat.
2. Ciri-ciri jajanan yang mengandung boraks:
a. Teksturnya sangat renyah;
b. Jika pada bakso menjadi kenyal;
c. Berwarna keputih-putihan;
d. Dapat memberikan rasa getir.
3. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna methanyl yellow.
a. Warna kuning mencolok dan cenderung berpendar.
b. Banyak terdapat titik-titik warna karena tidak merata pada saat membuat adonan, misalnya pada kerupuk.
4. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna rhodamin B
a. Warna merah mencolok dan cenderung berpendar, misalnya pada es putar.
b. Banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen, misalnya pada kerupuk.
Berikut ini beberapa tips memilih pangan jajanan yang aman.
1. Beli makanan jajanan di tempat yang bersih dan terlindung dari sinar matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor atau tercemar.
2. Hindari makanan yang dijual di tempat terbuka dan tanpa penutup atau tanpa kemasan.
3. Amati warnanya. Jika warna makanan atau minuman terlalu mencolok atau terlalu cerah (berpendar), besar kemungkinan pangan tersebut mengandung pewarna sintetis.
4. Jangan membeli makanan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas Koran (kertas koran mengandung timbal/Pb yang berbahaya bagi kesehatan) dan plastik berwarna hitam/merah.
5. Jangan membeli jajanan yang digoreng dengan memakai minyak jelantah (minyak yang sudah berwarna hitam karena dipakai berulang-ulang) karena dapat mengganggu kesehatan.
6. Anak-anak sebaiknya dibekali makanan agar tidak jajan di sekolah.
7. Orang tua dan guru seharusnya saling bekerja sama dalam memantau anak.
8. Anjurkan kepada pihak sekolah tempat anak Anda menuntut ilmu agar membina dan mengawasi pedagang-pedagang jajanan di sekolah tersebut.
Selain hal di atas, kita sebagai orang tua juga harus lebih selektif dan berhati-hati memilih produk jajanan yang akan dikonsumsi dengan cara tidak segan-segan menanyakan kepada penjual, apakah produknya menggunakan bahan kimia berbahaya atau tidak.
(Dikutip dari: Himawan, Candra, Mia Siti Aminah, Bahan-bahan berbahaya dalam kehidupan, Bandung: Salamadani, 2009)
Dicopas dari: http://dewiyasmarina.blogspot.com/2009/08/awas-jajanan-anak-sekolah-berbahan.html?showComment=1372471821575#c9062804077037545160 Baca Selengkapnya....!
1. Jajanan utama: bakso, siomay, mie goreng, lumpia basah, batagor, pempek, gado-gado, dan mie ayam.
2. Minuman: es campur, es cendol, es warna, es infus, es krim, dan es mambo.
3. Kue dan warna camilan: agar-agar,jeli, kerupuk, kue ape, apem, bakwan, tahu goreng, pisang goreng, spageti kering, telor dadar, telor gulung, dan bihun.
4. Buah-buahan: semangka, papaya, rujak melon, mangga dan jambu.
Jenis jajanan tersebut, menurut penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), sebagian mengandung bahan kimia berbahaya dan hampir 50% tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan. Masih menurut BPOM, dari 163 sampel jajanan anak yang diuji di 10 provinsi, sebanyak 80 sampel atau 50%-nya tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan, seperti mengandung bahan kimia berbahaya, tidak mengindahkan kebersihan, dan tidak memenuhi ketentuan.
Bahan kimia berbahaya yang sering dijumpai dalam pangan jajanan anak sekolah di antaranya sebagai berikut.
1. Formalin, adalah bahan kimia yang biasanya digunakan untuk pembalsaman (pada mayat), pembasmi hama tanaman dalam pertanian, dan untuk pembasmi lalat serta serangga lainnya. Bahan kimia ini banyak dijumpai dalam mie basah, bakso, sosis, tahu, buah-buahan dan lainnya.
2. Boraks, merupakan senyawa kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk bahan pembuat deterjen, mengurangi kesadahan air, dan bersifat antiseptic. Boraks biasanya dijumpai dalam mie basah, bakso, kerupuk, dan lainnya.
3. Methanyl yellow, adalah zat warna sintetis yang biasanya digunakan untuk pewarna tekstil dan cat. Methanyl yellow biasanya terdapat dalam kerupuk, tahu, mie, pisang goreng, dan pangan jajanan lain yang berwarna kuning.
4. Rhodamin B, adalah pewarna sintetis yang digunakan pada industry tekstil dan kertas. Rhodamin B biasanya terdapat dalam jajanan yang berupa kerupuk, es puter, es sirup dan lainnya.
Nah, mulai sekarang, para orang tua harus lebih memantau anak-anak mengenai jajanannya. Selain beberapa bahan di atas yang harus diwaspadai oleh kita, jajanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah seharusnya bebas pula dari bahaya fisik, seperti adanya rambut, kuku, perhiasan, serangga mati, batu atau kerikil, potongan ranting atau kayu, pecahan gelas atau kaca, potongan plastic, dan potongan kaleng; bahaya kimia seperti cemaran bahan kimia, pestisida, cat, minyak tanah, dan bahan kimia berbahaya lainnya; juga terbebas dari bahaya biologis seperti mikroba pathogen: virus, parasit, kapang, dan bakteri. Bahaya biologis ini dapat terjadi karena cara pengolahan pangan yang tidak higienis (tidak memperhatikan kebersihan pada saat mengolah pangan).
Ada beberapa cara yang barangkali dapat membantu Anda mendeteksi jajanan anak tanpa harus pergi ke laboratorium.
1. Ciri-ciri jajanan yang mengandung formalin
a. Teksturnya kenyal, keras, mengilap, berminyak dan tidak mudah hancur;
b. Tahan lama jika disimpan agak lama (awet);
c. Tidak berlendir;
d. Bau menyengat seperti asam format;
e. Tidak dihinggapi lalat.
2. Ciri-ciri jajanan yang mengandung boraks:
a. Teksturnya sangat renyah;
b. Jika pada bakso menjadi kenyal;
c. Berwarna keputih-putihan;
d. Dapat memberikan rasa getir.
3. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna methanyl yellow.
a. Warna kuning mencolok dan cenderung berpendar.
b. Banyak terdapat titik-titik warna karena tidak merata pada saat membuat adonan, misalnya pada kerupuk.
4. Ciri-ciri pangan jajanan yang mengandung pewarna rhodamin B
a. Warna merah mencolok dan cenderung berpendar, misalnya pada es putar.
b. Banyak memberikan titik-titik warna karena tidak homogen, misalnya pada kerupuk.
Berikut ini beberapa tips memilih pangan jajanan yang aman.
1. Beli makanan jajanan di tempat yang bersih dan terlindung dari sinar matahari, debu, hujan, angin, dan asap kendaraan bermotor atau tercemar.
2. Hindari makanan yang dijual di tempat terbuka dan tanpa penutup atau tanpa kemasan.
3. Amati warnanya. Jika warna makanan atau minuman terlalu mencolok atau terlalu cerah (berpendar), besar kemungkinan pangan tersebut mengandung pewarna sintetis.
4. Jangan membeli makanan yang dibungkus dengan kertas bekas atau kertas Koran (kertas koran mengandung timbal/Pb yang berbahaya bagi kesehatan) dan plastik berwarna hitam/merah.
5. Jangan membeli jajanan yang digoreng dengan memakai minyak jelantah (minyak yang sudah berwarna hitam karena dipakai berulang-ulang) karena dapat mengganggu kesehatan.
6. Anak-anak sebaiknya dibekali makanan agar tidak jajan di sekolah.
7. Orang tua dan guru seharusnya saling bekerja sama dalam memantau anak.
8. Anjurkan kepada pihak sekolah tempat anak Anda menuntut ilmu agar membina dan mengawasi pedagang-pedagang jajanan di sekolah tersebut.
Selain hal di atas, kita sebagai orang tua juga harus lebih selektif dan berhati-hati memilih produk jajanan yang akan dikonsumsi dengan cara tidak segan-segan menanyakan kepada penjual, apakah produknya menggunakan bahan kimia berbahaya atau tidak.
(Dikutip dari: Himawan, Candra, Mia Siti Aminah, Bahan-bahan berbahaya dalam kehidupan, Bandung: Salamadani, 2009)
Dicopas dari: http://dewiyasmarina.blogspot.com/2009/08/awas-jajanan-anak-sekolah-berbahan.html?showComment=1372471821575#c9062804077037545160 Baca Selengkapnya....!
Jumat, 28 Juni 2013
ABACA FLASH CARD SERI 3: Belajar Membaca sambil Mencari Harta Karun di Peternakan
ABACA FLASH CARD seri 3 telah terbit.
Berikut spesifikasi dari Abaca Flash Card seri 3.
Di sebuah peternakan ada seekor kuda yang sangat malas. Saking malasnya dia hanya mau berjalan kalau berhasil menebak suku kata dengan benar. Sang kuda bercita-cita menguasai ladang coklat dan menemukan gudang harta karun yang tidak pernah dilihatnya seumur hidup. Konon, menurut orang-orang, harta karun itu bisa dimakan, tapi bentuknya mirip harta karun bajak laut. Sayang sekali untuk memeroleh harta karun tersebut tidak mudah, karena sang kuda harus menjelajahi tempat yang penuh lubang dan racun. Sudah terbukti beberapa kali kepalanya masuk luban gkarena mengira disitulah tempat harta karun. Beberapa kali pula ia makan racun coklat merah karena mengira itulah harta karun yang dia cari.
Nikmati petualangan seru! Belajar membaca sambil menjelajah peternakan yang penuh jebakan. Dijamin seru dan mendebarkan!
Apa sih kelebihan Abaca Flash Card seri 3?
1. Ada 124 kartu akhiran vokal dan konsonan, yang disusun berdasarkan aritmatika suku kata.
Sang penemu Abaca Flash Card merumuskan suku kata berakhiran huruf mati (konsonan) dan vokal yang tidak pernah digunakan dalam pelajaran membaca sebelumnya. Kartu-Kartu tersebut diklasifikasikan ke dalam 10 box agara anak mudah memahami pola suku kata dan bisa belajar membaca dalam waktu yang super singkat.
2. Ada bonus Choco Book atau buku pintar membaca berhadiah permen coklat yang penyusunannya sangat sistematis dan penuh reward permen coklat.
Buku ini adalah buku pertama dengan penyusunan paling sistematis dan interaktif karena berhadiah permen coklat yang siap diberikan ketika anak bisa membaca cerita seru yang disusun berdasarkan kemampuan penguasaan materi membaca anak. Anak belajar membaca tulisan "lebah betina lucu" dan lain-lain.
3. Bikin anak kecanduan karena game-nya berbasis humor. Anda dan anak anda akan tertawa di sepanjang permainan.
4. Murah. Hanya dengan Rp. 50.900,- plus ongkos kirim, anda sudah dapat kartu + buku yang siap melejitkan potensi anak anda dengan produk berkualitas.
5. Jika rutin dimainkan, insyaallah anak anda dapat membaca dalam waktu super singkat. Tergantung kesiapan anak anda.
6. Metode telah diujicoba pada anak seusia TK sebelum diterbitkan dengan hasil yang menakjubkan. Anak usia TK bisa membaca cerita seru dalam waktu kurang dari satu bulan dan kecanduan game mencari harta karun di peternakan.
Tunggu apa lagi!! Lejitkan potensi anak anda dengan produk berkualitas. Pesan sekarang juga.
Hubungi Sri Wahyuti di 085867486151.
Hanya Rp.50.900,- Plus Ongkos kirim.
Diskon spesial menanti jika anda memesan Abaca seri 1, 2, dan 3 sekaligus.
Sumber: Web Abaca Flash Card. Baca Selengkapnya....!
Berikut spesifikasi dari Abaca Flash Card seri 3.
Di sebuah peternakan ada seekor kuda yang sangat malas. Saking malasnya dia hanya mau berjalan kalau berhasil menebak suku kata dengan benar. Sang kuda bercita-cita menguasai ladang coklat dan menemukan gudang harta karun yang tidak pernah dilihatnya seumur hidup. Konon, menurut orang-orang, harta karun itu bisa dimakan, tapi bentuknya mirip harta karun bajak laut. Sayang sekali untuk memeroleh harta karun tersebut tidak mudah, karena sang kuda harus menjelajahi tempat yang penuh lubang dan racun. Sudah terbukti beberapa kali kepalanya masuk luban gkarena mengira disitulah tempat harta karun. Beberapa kali pula ia makan racun coklat merah karena mengira itulah harta karun yang dia cari.
Nikmati petualangan seru! Belajar membaca sambil menjelajah peternakan yang penuh jebakan. Dijamin seru dan mendebarkan!
Apa sih kelebihan Abaca Flash Card seri 3?
1. Ada 124 kartu akhiran vokal dan konsonan, yang disusun berdasarkan aritmatika suku kata.
Sang penemu Abaca Flash Card merumuskan suku kata berakhiran huruf mati (konsonan) dan vokal yang tidak pernah digunakan dalam pelajaran membaca sebelumnya. Kartu-Kartu tersebut diklasifikasikan ke dalam 10 box agara anak mudah memahami pola suku kata dan bisa belajar membaca dalam waktu yang super singkat.
2. Ada bonus Choco Book atau buku pintar membaca berhadiah permen coklat yang penyusunannya sangat sistematis dan penuh reward permen coklat.
Buku ini adalah buku pertama dengan penyusunan paling sistematis dan interaktif karena berhadiah permen coklat yang siap diberikan ketika anak bisa membaca cerita seru yang disusun berdasarkan kemampuan penguasaan materi membaca anak. Anak belajar membaca tulisan "lebah betina lucu" dan lain-lain.
3. Bikin anak kecanduan karena game-nya berbasis humor. Anda dan anak anda akan tertawa di sepanjang permainan.
4. Murah. Hanya dengan Rp. 50.900,- plus ongkos kirim, anda sudah dapat kartu + buku yang siap melejitkan potensi anak anda dengan produk berkualitas.
5. Jika rutin dimainkan, insyaallah anak anda dapat membaca dalam waktu super singkat. Tergantung kesiapan anak anda.
6. Metode telah diujicoba pada anak seusia TK sebelum diterbitkan dengan hasil yang menakjubkan. Anak usia TK bisa membaca cerita seru dalam waktu kurang dari satu bulan dan kecanduan game mencari harta karun di peternakan.
Tunggu apa lagi!! Lejitkan potensi anak anda dengan produk berkualitas. Pesan sekarang juga.
Hubungi Sri Wahyuti di 085867486151.
Hanya Rp.50.900,- Plus Ongkos kirim.
Diskon spesial menanti jika anda memesan Abaca seri 1, 2, dan 3 sekaligus.
Sumber: Web Abaca Flash Card. Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)

















