Semua orang tentu sudah mengenal jendela. Dan semuanya juga sudah mengenal huruf. Bagaimana dengan jendela huruf? Barangkali banyak yang bertanya, apa itu jendela huruf?
Jendela huruf adalah sebuah permainan mengenal huruf untuk anak-anak di Taman Kanak-Kanak. Sebuah alat peraga sederhana yang mendorong anak-anak untuk bermain. Dari bermain itu tanpa mereka sadari sebenarnya anak-anak telah belajar. Sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran di TK yakni belajar seraya bermain dan bermain sambil belajar.
Bagaimana bentuk permainan jendela huruf?
Sangat sederhana. Dan bahannya mudah diperoleh serta pembuatannya sangat mudah. Kita dapat memanfaatkan bahan bekas seperti kardus susu sebagai bahan dasar pembuatan jendela huruf.
Bagaimana caranya?
Caranya sangatlah mudah. Ambil karton bekas susu. Lalu potong dengan ukuran 20 cm X 15 cm. bisa juga sesuai dengan lebar bahan yang tersedia. Lapisi karton dengan kertas polos sehingga tampak rapi. Lalu buat lubang sebesar koin pada karton. Jumlah lubang pada karton dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Bisa lima sampai enam lubang.
Setelah itu siapkan kertas kecil berukuran persegi selebar lubang karton. Gambari tiap potongan kertas persegi dengan aneka gambar. Bisa gambar binatang, buah-buahan, atau apapun benda yang diketahui anak. Siapkan setelah gambar siap buat pula tulisan dari gambar-gambar yang telah kita buat. Untuk tulisan bisa kita sesuaikan dengan tingkatan perkembangan anak. Misalnya pada gambar balon, untuk anak TK kelompok A bisa kita buat huruf depannya saja, yakni b. Kita siapkan untuk pembelajaran pengenalan huruf. Sedangkan untuk kelompok B, bisa kita buat tulisan suku kata awalnya, yakni ba. Untuk kelompok B semester akhir yang mana para siswa sudah mahir membaca bisa kita tuliskan kata lengkapnya yakni balon.
Tempelkan gambar-gambar itu menutupi lubang yang telah kita buat. Lalu balik karton dan tempelkan kertas yang bertuliskan huruf/suku kata/kata pada sisi yang satunya. Sesuaikan gambar dengan huruf awal/ suku kata/ kata yang ada. Misal gambar balon dengan huruf b atau suku kata ba, atau tulisan balon. (sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak). Tempeli semua sampai lubang yang kita buat telah tertutup semuanya. Jadilah kita memiliki alat peraga pengembangan bahasa yang bernama jendela huruf.
Lalu bagaimana cara bermainnya?
Sangat mudah. Siapkan media jendela huruf. Siapkan pula dua buah pensil. Dua anak berhadap-hadapan dengan memegang pensil. Satu anak yang menghadap sisi gambar bertanya pada teman di depannya. Misalnya: “Apakah huruf awal dari gambar balon?” Maka anak yang satunya menunjuk huruf awal dari gambar balon dengan melubanginya. Apabila jawabannya benar maka ia akan membuat lubang tepat pada gambar balon. Lakukan secara bergantian. Namun untuk anak di sebelahnya yang ditanyakan adalah gambarnya. Misal: “Yang mana gambar dari huruf awal b/suku kata ba/tulisan balon?” Demikian seterusnya.
Selain cara pembelajaran yang telah saya uraikan, dapat pula membuat variasi yang lain. Misalnya pada saat pembelajaran klasikal ketika anak melingkar di karpet. Guru bisa menyuruh anak untuk maju bermain jendela huruf. Namun lebh disarankan biarkan anak yang bermain sendiri. Karena pembelajaran yang baik adalah mengaktifkan anak. Bukan gurunya yang aktif sendiri.
Selamat mencoba.
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 18 Januari 2012
Minggu, 15 Januari 2012
DARI WORKSHOP PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU
Dari tanggal 13 sampai dengan 15 Januari 2012, aku mengikuti workshop peningkatan profesionalisme guru yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Demak. Workshop yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Demak itu dimaksudkan untuk membekali guru-guru yang akan mengikuti PLPG dalam rangka road to setifikasi guru 2012.
Acara diisi oleh narasumber dari IKIP PGRI Semarang. Antara lain Bapak Ngasbun yang menjabat sebagai Ketua Panitia Sertifikasi Jawa Tengah tahun 2012. Peserta dari workshop ini adalah para guru bakal calon peserta sertifikasi 2012. Peserta dalam acara yang diselenggarakan secara swadaya ini diikuti oleh kurang lebih 586 orang dari sejumlah kecamatan di kabupaten Demak.
Materi yang diberikan berkaitan dengan mekanisme sertifikasi 2012 yang kebanyakan ditempuh melalui jalur PLPG. Mulai dari sistem perekrutan sampai dengan pelaksanaan PLPG. Jadi sangat berguna sekali bagi guru-guru yang akan mengikuti sertifikasi 2012. Acara ini sendiri terbagi dalam tiga hari. Hari pertama pendalaman materi tentang mekanisme PLPG dan juga penyusunan PTK dan Silabus.
Hari kedua diisi dengan tugas kelompok. Dan hari ketiga diisi dengan presentasi dari hasil kerja kelompok.materi yang dipresentasikan berupa pembuatan RPP, RKM, dan proposal PTK.
Dalam acara ini sedianya aku kebagian mengisi tentang pembuatan usulan PTK. Akan tetapi dalam undiannya ternyata tidak dapat. Wah, jadi batal tampil deh. Tak apalah. Tapi acara ini sangat berguna. Mudah-mudahan sertifikasi 2012 ini dilancarkan.
Pada pertemuan hari ke-3 pula peserta workshop diajari bagaimana cara membuat RPP yang baik sesua dengan kriteria penilaian di PLPG nanti. Hanya sayang sekali nih, ketika giliran RPP (RKH) untuk satuan pendidikan TK narasumber berterus terang kalau beliau kurang menguasai tentang materi ke-TK-an. Jadi kami dari kalangan pendidik TK tidak mengetahui secara persis bagaimana membuat RKH yang benar menurut kriteria PLPG. Akhirnya kita pun kembali harus membuka permendiknas no 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
Kelemahan dari workshop ini juga adanya jumlah peserta yang terlalu besar. Dan peserta yang ada sangatlah heterogen. Ada yang dari pendidik TK, SD, SMP, dan juga Guru Penjaskes. Akan lebih baik lagi kalau peserta hanya dibatasi per kecamatan saja. Dan dipisah untuk tiap jenjang satuan pendidikan. Jadi workshop akan sangat efektif.
Selain itu karena terbatasnya waktu, presentasi untuk model usulan PTK jenjang Taman Kanak-Kanak tidak ditampilkan. Padahal kami juga ingin tahu perihal pembuatan dan susunan proposal PTK yang baik itu seperti apa. Saya tidak tahu apa yang menghalangi ditampilkannya proposal PTK jenjang TK.
Berikut ini adalah kriteria penilaian RPP (RKH) di PLPG:
1. Kejelasan perumusan pembelajaran (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengandung perilaku belajar)
2. Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik)
3. Pengorganisasian mater ajar (berurutan, sistematika materi dan kesesuaian dengan alokasi waktu)
4. Pemilihan sumber /media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi dan karakteristik peserta didik)
5. Kejelasan skenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan dalam pembelajaran awal, inti, dan penutup)
6. Kerincian skenario pembelajaran (setiap langkah terencana, strategi, metode, alokasi waktu) pada setiap tahap.
7. Kesesuaian teknik dengan metode pembelajaran.
8. Kelengkapan instrumen (soal, kunci, pedoman penilaian)
Demikian materi yang dapat saya petik dari hari ke-3 tentang pembuatan RPP untuk PLPG ajang sertifikasi guru . Mudah-mudahan bermanfaat.
Baca Selengkapnya....!
Acara diisi oleh narasumber dari IKIP PGRI Semarang. Antara lain Bapak Ngasbun yang menjabat sebagai Ketua Panitia Sertifikasi Jawa Tengah tahun 2012. Peserta dari workshop ini adalah para guru bakal calon peserta sertifikasi 2012. Peserta dalam acara yang diselenggarakan secara swadaya ini diikuti oleh kurang lebih 586 orang dari sejumlah kecamatan di kabupaten Demak.
Materi yang diberikan berkaitan dengan mekanisme sertifikasi 2012 yang kebanyakan ditempuh melalui jalur PLPG. Mulai dari sistem perekrutan sampai dengan pelaksanaan PLPG. Jadi sangat berguna sekali bagi guru-guru yang akan mengikuti sertifikasi 2012. Acara ini sendiri terbagi dalam tiga hari. Hari pertama pendalaman materi tentang mekanisme PLPG dan juga penyusunan PTK dan Silabus.
Hari kedua diisi dengan tugas kelompok. Dan hari ketiga diisi dengan presentasi dari hasil kerja kelompok.materi yang dipresentasikan berupa pembuatan RPP, RKM, dan proposal PTK.
Dalam acara ini sedianya aku kebagian mengisi tentang pembuatan usulan PTK. Akan tetapi dalam undiannya ternyata tidak dapat. Wah, jadi batal tampil deh. Tak apalah. Tapi acara ini sangat berguna. Mudah-mudahan sertifikasi 2012 ini dilancarkan.
Pada pertemuan hari ke-3 pula peserta workshop diajari bagaimana cara membuat RPP yang baik sesua dengan kriteria penilaian di PLPG nanti. Hanya sayang sekali nih, ketika giliran RPP (RKH) untuk satuan pendidikan TK narasumber berterus terang kalau beliau kurang menguasai tentang materi ke-TK-an. Jadi kami dari kalangan pendidik TK tidak mengetahui secara persis bagaimana membuat RKH yang benar menurut kriteria PLPG. Akhirnya kita pun kembali harus membuka permendiknas no 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
Kelemahan dari workshop ini juga adanya jumlah peserta yang terlalu besar. Dan peserta yang ada sangatlah heterogen. Ada yang dari pendidik TK, SD, SMP, dan juga Guru Penjaskes. Akan lebih baik lagi kalau peserta hanya dibatasi per kecamatan saja. Dan dipisah untuk tiap jenjang satuan pendidikan. Jadi workshop akan sangat efektif.
Selain itu karena terbatasnya waktu, presentasi untuk model usulan PTK jenjang Taman Kanak-Kanak tidak ditampilkan. Padahal kami juga ingin tahu perihal pembuatan dan susunan proposal PTK yang baik itu seperti apa. Saya tidak tahu apa yang menghalangi ditampilkannya proposal PTK jenjang TK.
Berikut ini adalah kriteria penilaian RPP (RKH) di PLPG:
1. Kejelasan perumusan pembelajaran (tidak menimbulkan penafsiran ganda dan mengandung perilaku belajar)
2. Pemilihan materi ajar (sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik)
3. Pengorganisasian mater ajar (berurutan, sistematika materi dan kesesuaian dengan alokasi waktu)
4. Pemilihan sumber /media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi dan karakteristik peserta didik)
5. Kejelasan skenario pembelajaran (langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dituangkan dalam pembelajaran awal, inti, dan penutup)
6. Kerincian skenario pembelajaran (setiap langkah terencana, strategi, metode, alokasi waktu) pada setiap tahap.
7. Kesesuaian teknik dengan metode pembelajaran.
8. Kelengkapan instrumen (soal, kunci, pedoman penilaian)
Demikian materi yang dapat saya petik dari hari ke-3 tentang pembuatan RPP untuk PLPG ajang sertifikasi guru . Mudah-mudahan bermanfaat.
Baca Selengkapnya....!
Rabu, 11 Januari 2012
ABACA FLASH CARD UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Alhamdulillah, semakin banyak pengguna yang merasakan manfaat dari Abaca Flash Card dalam hal belajar membaca secara menyenangkan. Prestasi keberhasilan para pengguna semakin beragam. Bahkan keberhasilan itu tidak hanya diraih oleh anak yang normal, akan tetapi juga dirasakan pula oleh anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Sebagaimana testimoni dari customer Mbak Dany Agustin yang telah berbaik hati mau berbagi tip dan trik penggunaan Abaca untuk anak kebutuhan khusus. Salut untuk Ibu Ayu, Ibunda dari Tibi,
Adapun tulisan di bawah ini adalah testimoni yang dicopas dari wall facebook Mbak Dany Agustin. Semoga bermanfaat. :)
TESTIMONI IBU AYU YG MEMPRAKTEKKAN ABACA FLASH CARD UNTUK PUTRANYA
Dear:Dany
Aku memiliki Putra yang menderita ADHD yang middle, Tibi, skrg berusia 5Thn, duduk di TK B dengan kelas semi inklusi.anak ADHD sangat sulit berkonsentrasi dan mempelajari sesuatu, membaca, mendengar dalam jangka waktu yang lama, lain sekali dengan anak normal.
Aku membeli flashcard dengan harapan bisa membantunya untuk bermain dan memperkenalkan huruf yang Nota Bene nya sudah diberikan di sekolah, tapi nggak nyambung sama sekali di otaknya.
Minggu ini kuterima flash cardnya , dan sudah kucoba 2 x
Untuk paket pertama, kotak 1A, tibi sudah hafal suku katanya, bahkan sudah coba kurangkai membentuk satu kata dasar seperti KACA SAMA JAKA, dia 60% sdh mengetahui cara membacanya.
Memang pengajaran anak berkebutuhan khusus tidak bisa secepat anak normal lainnya..sudah saya buktikan kotak 1A sdh dihafal Tibi dengan metode bermain dan mendapat hadiah gambar es krim dan..hanya dalam waktu 2x 1 jam.
Cukup lama kan? dia bisa stay tune di permainan? untuk kondisi normal, dia tidak akan bisa seperti itu. Ibarat kipas angin begitulah dia bergerak.
Tiap hari, setelah saya pulang dari toko,(saya owner toko perlengkapan muslim),Tibi meminta main "monopoli es krim"..nanti malam pun dia mengajak main monopoli es krim karena belum mendapatkan es krim yang bueesaar..
Ada beberapa hal yang saya temukan dalam metode ini untuk anak berkebutuhan khusus
1. Cara mengajari dengan sangat sabar dan membuat mata anak tertuju pada kartu,(jangan nyalakan Tivi, radio, HP, BB komputer)
2. Pemberian hadiah dengan berteriak senang dan tepuk tangan meriah menambah PEDE anak.
3. Expresi lucu jika anak menjawab salah bacaan suku katanya.
4. Lebih baik dimainkan bersama kakaknya atau orang lain sebagai pembagi hadiah es krimnya, sedangkan kita sebagai mentornya.
Ini sekedar informasi awal saja, masih banyak kotak-kotak yang belum terbuka, tapi aku optimis, Tibi bisa melakukannya dengan cepat.
Informasi ini bukan untuk "melariskan" mbak Dany, tapi ini sungguh usaha dan janjiku kepada beliau untuk memberikan info, bagaimana Flash card untuk anak berkebutuhan khusus, ADHD Middle.
Untuk ayah bunda yang memiliki anak kebutuhan khusus, pegang anak anda, karena di situlah bongkahan berlian yang siap diasah.jangan pernah melepasnya, Dia membutuhkan lingkungan yang bener-bener kondusif dan hangat.
Insya Allah akan saya bikinkan cerita bersambung untuk informasi berikutnya.
Salam
Demikian surat kesaksian yang ditulis oleh ibunda Ayu untuk Mbak Dany.
ABACA FLASH CARD ,Produk BEST SELER TERJUAL LEBIH 500 PAKET PER BULAN DAN TELAH DIGUNAKAN OLEH LEBIH 1000 ANAK DI INDONESIA. Jika anda memiliki anak di bawah 5 th dan belum bisa membaca..dengan panduan metode ABACA FLASH CARD yg mudah dan disertai permainan yg seru membuat anak mampu membaca dalam waktu singkat.
Untuk Pemesanan silahkan sms Sri Wahyuti di 085867486151 atau email di wahyuti.tklarasati@gmail.com
Terima Kasih. Baca Selengkapnya....!
Sebagaimana testimoni dari customer Mbak Dany Agustin yang telah berbaik hati mau berbagi tip dan trik penggunaan Abaca untuk anak kebutuhan khusus. Salut untuk Ibu Ayu, Ibunda dari Tibi,
Adapun tulisan di bawah ini adalah testimoni yang dicopas dari wall facebook Mbak Dany Agustin. Semoga bermanfaat. :)
TESTIMONI IBU AYU YG MEMPRAKTEKKAN ABACA FLASH CARD UNTUK PUTRANYA
Dear:Dany
Aku memiliki Putra yang menderita ADHD yang middle, Tibi, skrg berusia 5Thn, duduk di TK B dengan kelas semi inklusi.anak ADHD sangat sulit berkonsentrasi dan mempelajari sesuatu, membaca, mendengar dalam jangka waktu yang lama, lain sekali dengan anak normal.
Aku membeli flashcard dengan harapan bisa membantunya untuk bermain dan memperkenalkan huruf yang Nota Bene nya sudah diberikan di sekolah, tapi nggak nyambung sama sekali di otaknya.
Minggu ini kuterima flash cardnya , dan sudah kucoba 2 x
Untuk paket pertama, kotak 1A, tibi sudah hafal suku katanya, bahkan sudah coba kurangkai membentuk satu kata dasar seperti KACA SAMA JAKA, dia 60% sdh mengetahui cara membacanya.
Memang pengajaran anak berkebutuhan khusus tidak bisa secepat anak normal lainnya..sudah saya buktikan kotak 1A sdh dihafal Tibi dengan metode bermain dan mendapat hadiah gambar es krim dan..hanya dalam waktu 2x 1 jam.
Cukup lama kan? dia bisa stay tune di permainan? untuk kondisi normal, dia tidak akan bisa seperti itu. Ibarat kipas angin begitulah dia bergerak.
Tiap hari, setelah saya pulang dari toko,(saya owner toko perlengkapan muslim),Tibi meminta main "monopoli es krim"..nanti malam pun dia mengajak main monopoli es krim karena belum mendapatkan es krim yang bueesaar..
Ada beberapa hal yang saya temukan dalam metode ini untuk anak berkebutuhan khusus
1. Cara mengajari dengan sangat sabar dan membuat mata anak tertuju pada kartu,(jangan nyalakan Tivi, radio, HP, BB komputer)
2. Pemberian hadiah dengan berteriak senang dan tepuk tangan meriah menambah PEDE anak.
3. Expresi lucu jika anak menjawab salah bacaan suku katanya.
4. Lebih baik dimainkan bersama kakaknya atau orang lain sebagai pembagi hadiah es krimnya, sedangkan kita sebagai mentornya.
Ini sekedar informasi awal saja, masih banyak kotak-kotak yang belum terbuka, tapi aku optimis, Tibi bisa melakukannya dengan cepat.
Informasi ini bukan untuk "melariskan" mbak Dany, tapi ini sungguh usaha dan janjiku kepada beliau untuk memberikan info, bagaimana Flash card untuk anak berkebutuhan khusus, ADHD Middle.
Untuk ayah bunda yang memiliki anak kebutuhan khusus, pegang anak anda, karena di situlah bongkahan berlian yang siap diasah.jangan pernah melepasnya, Dia membutuhkan lingkungan yang bener-bener kondusif dan hangat.
Insya Allah akan saya bikinkan cerita bersambung untuk informasi berikutnya.
Salam
Demikian surat kesaksian yang ditulis oleh ibunda Ayu untuk Mbak Dany.
ABACA FLASH CARD ,Produk BEST SELER TERJUAL LEBIH 500 PAKET PER BULAN DAN TELAH DIGUNAKAN OLEH LEBIH 1000 ANAK DI INDONESIA. Jika anda memiliki anak di bawah 5 th dan belum bisa membaca..dengan panduan metode ABACA FLASH CARD yg mudah dan disertai permainan yg seru membuat anak mampu membaca dalam waktu singkat.
Untuk Pemesanan silahkan sms Sri Wahyuti di 085867486151 atau email di wahyuti.tklarasati@gmail.com
Terima Kasih. Baca Selengkapnya....!
Selasa, 10 Januari 2012
SERENADE DUA CINTA, PENUH DAYA PIKAT LUAR BIASA
Judul : SERENADE DUA CINTA
Penulis : Ade Nastiti
Penerbit : Forum Lingkar Pena
Tebal : 423
Pertama kali menemukan novel ini di rak perpustakaan daerah sempat ragu, pinjam nggak ya? Mengingat di tangan dah ada dua buku dari Bang Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara sama Ranah 3 Warna. Akan tetapi aku sempatkan membaca review di bagian belakang. Dan sontak membuatku penasaran. Karena tiba-tiba saja aku ingin membaca novel tentang kisah cinta yang menyentak dalam novel ini. dengan berat hati, Ranah 3 Warna diletakkan kembali ke rak. Karena batas peminjaman buku hanya dua.
Begitu sampai di rumah langsung ngebut baca Serenade Dua Cinta. Dan ya Allah, aku tidak mau berhenti membaca novel ini lagi. Terus dan terus aku buka sampai halaman terakhir. Ceritanya benar-benar memikat. Penulis mampu menggambarkan setiap emosi dalam setiap karakter di novel ini. Dan tokoh utama Swara Hening, demikian menginspiras. Rindu dendamnya pada sang ayah, Lack of Confidence yang menghantuinya, dan cintanya pada Riung demikian memikat digambarkan oleh Mbak Ade. Benra-benar novel yang bagus banget.
Ini adalah kisah cinta yang mungkin dirasakan oleh banyak orang. Luar biasa.
Selama bertahun-tahun Hening dihantui mimpi buruk. Dan mimpi itu selalu diakhiri dengan adegan ketika seorang pria gagah berambut keriting bergegas menjinjing koper meninggalkan rumah mereka. Kelak, ketika beranjak besar Hening menemukan bahwa kelahiran dirinyalah yang menyebabkan lelaki itu pergi. Tak seperti dua saudaranya yang lain, Hening terlahir dengan kulit terang dan rambut lurus. Sang ayah curiga, Hening bukanlah puteri kandungnya tetapi hasil hubungan istrinya dengan pria lain. Dalam kemarahan yang memuncak, lelaki itu pergi, kembali ke kampung halamannya di Flores. Sejak saat itu, Hening ingin seperti dua saudaranya yang berkulit gelap dan berambut keriting. Tanpa disadari, mimpi untuk bertemu dan diakui ayah kandungnya semakin menggumpal menjadi sebuah obsesi yang tak bisa dipadamkan.
Jenuh menjadi wartawan di kota besar, Hening bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di daerah terpencil. pemberdayaan masyarakat pada ribuan kecamatan di seluruh Indonesia. Dengan mudah ia mendapatkan lokasi tugas yang dinginkan: Kecamatan Riung, Ngada, Flores. Di situlah ayah kandungnya tinggal. Riung adalah kecamatan terindah yang pernah dilihat Hening. Di kawasan ini membentang pulau-pulau karang tak berpenghuni yang menakjubkan yang dikenal dengan Riung 17 pulau. Sejak pertama kali menjejakkan kaki di Riung, Hening telah jatuh cinta pada kecamatan cantik ini. Dengan cepat Hening mempelajari kebudayaan Riung yang unik. Kecintaannya yang besar pada tugasnya sebagai fasilitator menjadikan dirinya dengan mudah diterima masyarakat Riung. Dengan cepat ia menjadi bagian dari suku-suku yang ada di sana.
Namun tak semua berjalan mudah. Seorang pemilik bungalow yang juga aktivis pencinta lingkungan menolak kehadirannya. Adrian Toring, pria itu, menganggap progran Hening dibiayai dari dana asing yang akan merusak masyarakat. Adrian menuduh Hening bagian dari ‘rentenir’ yang menjadi kaki tangan lembaga asing untuk menguasai kekayaan Riung. Anehnya, semakin sering keduanya bertengker, semakin ingin keduanya bertemu. Perlahan perasaan cinta menyusup.
Hening pun harus memilih. Pada cinta tanpa pamrih Fajar, lelaki yang ia tinggalkan di Jakarta, atau cinta kepada Adrian, lelaki yang sebenarnya tak lagi sendiri itu.
Riung adalah nyanyian riuh di hati Hening, yang berbicara tentang pencarian makna hidup, pengabdian, dan cinta yang paling tulus. Baca Selengkapnya....!
Minggu, 01 Januari 2012
Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2012
Dalam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaantahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.
Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”
Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik,pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.
Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”
Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik,pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.
Naskah yang Disayembarakan
NO | JENIS NASKAH | PERUNTUKAN | KODE | PESERTA | ||
SISWA | PENDIK DAN TENDIK | UMUM | ||||
A | Pengayaan Pengetahuan | |||||
a. Bidang MIPA | SD | 01 | I, II, III | |||
SMP | 02 | I, II, III | ||||
SMA | 03 | I, II, III | ||||
b. Bidang Sosial & Humaniora | SD | 04 | I, II, III | |||
SMP | 05 | I, II, III | ||||
SMA | 06 | I, II, III | ||||
B | Pengayaan Keterampilan | SD | 07 | I, II, III | ||
SMP | 08 | I, II, III | ||||
SMA | 09 | I, II, III | ||||
C | Pengayaan Kepribadian | |||||
a. Kumpulan Pantun | SMP | 10 | I, II, III | |||
b. Kumpulan Puisi | SD | 11 | I, II, III | |||
SMA | 12 | I, II, III | ||||
c. Kumpulan Cerita Pendek | SD | 13 | I, II, III | |||
SMP | 14 | I, II, III | ||||
SMA | 15 | I, II, III | ||||
d. Novel | SMP | 16 | I, II, III | |||
SMA | 17 | I, II, III | ||||
e. Drama | SMA | 18 | I, II, III | |||
f. Biografi | SMA | 19 | I, II, III | |||
Jumlah Pemenang Sayembara | 9 | 33 | 15 | |||
Keterangan:
Naskah Peruntukan SD = SD/MI
Naskah Peruntukan SMP = SMP/MTs
Naskah Peruntukan SD = SD/MI
Naskah Peruntukan SMP = SMP/MTs
Naskah Peruntukan SMA = SMA/MA/SMK/MAK
Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut:
a. Ketentuan Umum
1. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.
2. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.
3. Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
- Keterampilan membuat kriya;
- Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
- Penerapan teknologi pengolahan;
- Penerapan teknologi budidaya.
4. Jenis naskah buku pengayaan kepribadian, dimaksudkan untuk mengembangkan karakter: (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komunikatif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial; (18) tanggung jawab yang dituangkan dalam:
- Kumpulan pantun
- Kumpulan puisi
- Kumpulan cerita pendek
- Novel
- Drama
- Biografi
Naskah buku Biografi, tentang:
- seseorang yang berjasa dalam suatu bidang yang berguna bagi masyarakat;
- seorang tokoh di daerah yang mendapat penghargaan dari pemerintah;
- seseorang yang memiliki karakter yang dapat dijadikan contoh bagi bangsa;
- seseorang yang memiliki keunggulan dan kelebihan yang berguna bagi masyarakat.
5. Naskah buku ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Naskah diberi identitas: (a) judul naskah; (b) jenis naskah; dan (c) peruntukan pembaca buku (misalnya untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA/SMK/MAK), (d) kelompok peserta.
6. Naskah dijilid rapi berupa cetak asli (bukan fotokopi atau dummy).
7. Naskah yang diterima Panitia tidak dikembalikan.
b. Ketentuan Peserta
- Peserta adalah perorangan.
- Peserta yang mengirimkan naskah harus melampirkan biodata.
- Peserta dari siswa SMA/MA/ SMK/MAK harus melampirkan surat pengantar dari sekolah dan fotokopi kartu pelajar.
- Peserta dari pendidik dan tenaga kependidikan harus melampirkan surat pengantar dari lembaga tempat bekerja dan fotokopi SK pendidik atau tenaga kependidikan.
- Peserta dari masyarakat umum harus melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
- Peserta yang pernah menjadi pemenang sebanyak tiga kali atau lebih sejak tahun 2001 tidak diperbolehkan mengikuti sayembara ini.
c. Ketentuan Naskah
- Naskah yang diajukan adalah: a. karya asli, b. tidak berseri, c. tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, sebagian ataupun seluruhnya, d. belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara mana pun, dan e.belum pernah diterbitkan sebagian ataupun seluruhnya.
- Persyaratan di atas harus dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000,00 oleh penulis naskah.
- Naskah diketik dan dicetak pada kertas A4, spasi 1½, jenis huruf arial, times new roman, atau tahoma, ukuran huruf 12 pt, batas margin tepi kertas 3 cm.
- Jumlah halaman isi naskah yang ditulis oleh siswa minimal 50 halaman dan yang ditulis oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan umum minimal 75 halaman.
- Penggunaan ilustrasi harus proporsional dan terintegrasi dengan teks, mendukung materi/isi teks serta mencantumkan sumber secara jelas.
- Naskah buku pengayaan tidak dilengkapi dengan ungkapan tujuan mempelajari/membaca dan tidak dilengkapi latihan, soal, tes, lembar kerja, atau jenisevaluasi lainnya.
- Naskah buku pengayaan tidak bertentangan dengan idiologi negara, ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, tidak bias gender, serta tidak menimbulkan masalah SARA.
- Naskah buku pengayaan pengetahuan dan keterampilan harus menggunakan daftar pustaka atas rujukan yang dikutip.
- Naskah yang dinyatakan sebagai pemenang sayembara, jika ditemukan dan terbukti sebagian atau seluruhnya merupakan jiplakan/plagiasi, segala tanggung jawab hokum yang berkaitan dengan pelanggaran Hak Cipta berada pada penulis naskah. Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan membatalkan kemenangannya dan hadiah yang diterima harus dikembalikan kepada negara.
- Jika suatu naskah buku pengayaan dinyatakan memenangi sayembara, penulis berhak atas penghargaan sayembara tersebut, sedangkan hak cipta (baik hak ekonomi maupun hak moral atas naskah) tetap berada pada penulis sehingga penulis berhak menerbitkannya kepada penerbit yang dipilih.
- Pemegang hak cipta (hak ekonomi) naskah pemenang sayembara adalah Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan hak moral berada pada penulis.
- Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu judul naskah sayembara.
- Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.
d. Hadiah Sayembara
Untuk menghargai kualitas naskah yang memenangi sayembara, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyediakan hadiah uang sebagai berikut:
Kelompok Pelajar:
Juara I = Rp. 15,000,000
Juara II = Rp. 10,000,000
Juara III = Rp 7,500,000
Kelompok Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Masyarakat Umum
Juara I = Rp 25,000,000
Juara II = Rp 20,000,000
Juara III= Rp 15,000,000
e. Pengiriman Naskah
Naskah diterima paling lambat tanggal 3 Agustus 2012 dan dialamatkan kepada :
Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2012
Pusat Kurikulum dan Perbukuan
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat
f. Pengumuman Pemenang
1. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan padabulan November 2012.
2. Calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti wawancara dengan Dewan Juri dan menghadiri pengumuman pemenang bagi calon yang dinyatakan sebagai pemenang. Jika calon pemenang tidak dapat mengikuti wawancara, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri.
Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan website : http://puskurbuk.net , telp.: 021 3804248 , e-mail:sayembara_puskurbuk@yahoo.com facebook: sayembarapuskurbuk
Twitter: @puskurbuk
Baca Selengkapnya....!
Langganan:
Postingan (Atom)


